Wisata Istana Kepresidenan ditutup sementara mulai hari Sabtu, 9 Agustus 2008 dan dibuka kembali hari Sabtu, 23 Agustus 2008.

Pidato Presiden

Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 4 Mei 2008

Pengarahan pada Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MILAD KE-10 PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
GELORA BUNG KARNO JAKARTA
4 MEI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Yang saya hormati para Pimpinan lembaga-lembaga negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya muliakan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Saudara Presiden Partai Keadilan Sejahtera, para Pimpinan dan Tokoh-tokoh Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan Tingkat Nasional, segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera yang berbahagia,

Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada umat, kepada masyarakat, dan kepada bangsa dan negara tercinta.

Saya atas nama Pemerintah dan pribadi mengucapkan Selamat Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera, semoga ke depan Keluarga Besar PKS dapat meningkatkan pengabdian dan karyanya bagi kemajuan bangsa dan negara. Saya juga berharap ke depan PKS dapat mewujudkan visinya sebagai penegak keadilan dan kesejahteraan dalam bingkai persatuan umat dan bangsa.

Saudara-saudara,
Tahun ini adalah tahun 2008 menandai 1 abad Kebangkitan Nasional, menandai 10 tahun usia reformasi kita, disamping 10 tahun usia Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, saya menyambut baik tema Milad ke-10 PKS, yaitu yang tadi disampaikan oleh Saudara Tifatul Sembiring dan Ustad Hilmi Aminuddin, “Bangkit Bersama Membangun Negeri”. Ini tema yang tepat, tema yang relevan dan saya dukung agar bangsa ini betul-betul bangkit secara bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Keluarga Besar PKS yang berbahagia,
Saya menangkap nuansa dan pesan-pesan dalam Milad ke-10 ini, dalam satu kata yang indah, “Bangkit bangsaku, harapan itu masih ada”. Kita bersyukur karena ini adalah sikap yang optimis, pikiran yang positif. Kalau kita, bukan hanya PKS, tapi seluruh rakyat Indonesia bersikap optimis, berpikir positif, kompak, bersatu, bersama dan bekerja keras dengan ridlo Allah SWT, persoalan bangsa akan dapat kita atasi dan masa depan kita insya Allah lebih baik dari sekarang ini.

Saudara-saudara,
PKS lahir bersama reformasi pada tahun 1998. Oleh karena itu, saya berharap Keluarga Besar PKS terus ikut menjadi pelopor untuk melanjutkan reformasi menuju Indonesia yang aman, yang adil dan yang sejahtera. Salah satu perubahan yang terjadi di era reformasi ini adalah mekarnya kehidupan demokrasi. Kita ingin Saudara-saudara, demokrasi dan kebebasan yang tengah tumbuh di negeri ini tetap disertai akhlak dan tanggung jawab. Demokrasi perlulah mengedepankan politik yang santun dan politik yang cerdas. Demokrasi juga diharapkan mengedepankan argumentasi dan solusi, bukan kekuatan apalagi kekerasan. Pendek kata, dalam demokrasi diperlukan akhlak, keadilan dan kepatuhan kepada pranata hukum.

Hadirin yang saya muliakan,
Saya sambut baik tekad Keluarga Besar PKS untuk ikut memelopori kehidupan kenegaraan dan pemerintahan yang bersih. Ini adalah amanah reformasi, ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, agar bangsa kita makin ke depan makin bersih dan kehidupan kita makin cerah. Membangun sistem dan tata kehidupan yang bersih harus dimulai dari hati kita, pikiran kita, dan niat kita.

Marilah bersama-sama kita sinergikan langkah kita, agar upaya besar kita untuk memberantas korupsi, membangun tata pemerintahan yang baik atau good governance dan mencegah politik berbiaya tinggi sungguh berhasil dan semakin berhasil di masa depan. Meskipun tidak ringan perjuangan besar ini Saudara-saudara, insya Allah kalau kita teguh, konsisten dan terus bekerja keras, masa depan Indonesia, sebagaimana yang disampaikan oleh para Pimpinan PKS tadi akan makin bersih dan akan makin mendatangkan kebaikan bagi bangsa kita semua.

PKS tentu peduli terhadap kesejahteraan rakyat, demikian pula Pemerintah. Itulah sebabnya kami secara gigih dan sangat serius berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk terus-menerus menanggulangi kemiskinan. Pemerintah mengalokasikan anggaran puluhan triliun dan sumber daya yang lain dalam bentuk perlindungan dan bantuan sosial, seperti beras untuk saudara kita yang miskin, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan tunai bersyarat dan berbagai bantuan untuk menolong saudara-saudara kita itu. Kami juga melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dengan alokasi anggaran dan sumber daya, agar pembangunan lokal bisa berjalan dengan baik. Dan kami membantu kredit usaha kecil, menengah, dan mikro agar usaha kerakyatan itu terus berkembang dengan pola penjaminan Pemerintah.

Sebagaimana yang dilaksanakan oleh masyarakat dunia, mengingat kemiskinan masih menghantui bangsa-bangsa lain di dunia, kami sepakat 15 tahun ke depan sejak tahun 2000 dengan program Millennium Development Goals ingin terus mengurangi kemiskinan menuju angka separuhnya. Kita menjalankan program dan kebijakan yang amat intensif. Saya mengajak PKS untuk terus peduli dan berbuat, sebagaimana yang tadi kita dengar bersama dari Pimpinan-pimpinan PKS, turunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya juga berharap, kepedulian dan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana, yang saya lihat di berbagai tempat dilaksanakan oleh PKS terus dilanjutkan ke depan ini.

Saudara-saudara,
Benar yang disampaikan oleh Presiden PKS, bahwa dunia sedang tidak bersahabat, ada krisis pangan, krisis energi dunia yang memukul perekonomian kita, memukul ekonomi bangsa-bangsa di dunia. Saya sungguh berterima kasih atas kepedulian PKS terhadap masalah ini. Pemerintah telah, sedang dan akan terus menangani masalah yang tidak ringan ini.

Di bidang pangan, jangka pendek kita melaksanakan stabilisasi harga pangan. Jangka menengah dan jangka panjang, solusinya haruslah meningkatkan produksi dan produktivitas pangan. Saya berharap PKS bersama kita semua menjadi pelopor dalam meningkatkan produksi pangan ini.

Di bidang energi, kita mesti melaksanakan diversifikasi, pembatasan volume BBM, mencegah pemborosan, penghematan energi secara nasional. Saya berharap kader-kader PKS ikut berdiri di depan untuk memastikan program penghematan nasional dapat berjalan dengan baik.

Tadi disebut APBN. APBN kita mengalami pukulan yang berat, karena subsidi memang melonjak dengan tajam. Kita terus berikhtiar mencari solusi. Sejak awal saya katakan, kita harus mencari solusi yang lain dan untuk tidak terlalu cepat menaikkan BBM. Menaikkan harga BBM adalah cara terakhir apabila tidak ada cara yang lain. Marilah kita bersama-sama merumuskan solusi ini sebaik-baiknya, terbaik untuk bangsa, tetapi tetap membantu saudara-saudara kita yang miskin.

Terakhir, pada kesempatan yang baik ini, mengingat kita menghadapi persoalan pangan dan energi yang membebani kehidupan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, saya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, yang kuat bantulah yang lemah, yang kaya bantulah yang miskin, yang mendapat keuntungan lebih, karena tingginya harganya energi, harga pangan, harga batubara, harga tambang, bantulah rakyat dan negara. Dengan demikian, menjadi adil kehidupan ini. Kita tidak ingin makmur sendiri-sendiri. Kita ingin makmur bersama. Oleh karena itu, ketika ada masalah, marilah kita tingkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial yang tinggi.

Dan akhirnya, sekali lagi saya mengucapkan selamat atas hari jadi PKS yang ke-10. Lanjutkan amanah dan visi PKS, lanjutkan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sekian. Semoga Allah SWT membimbing perjalanan bangsa ini, menunjukkan arah yang benar, arah yang diridhoi oleh Allah SWT.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang