Pidato Presiden

Sambutan Penyerahan PNPM Mandiri dan KUR Serta Peresmian Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sulbar

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI DAN KREDIT USAHA RAKYAT SERTA PERESMIAN GEDUNG LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SULAWESI BARAT
MAMUJU, SULAWESI BARAT
13 MEI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Wakil Ketua MPR RI Bapak Aksa Mahmud,
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara
Yang saya hormati Saudara Gubernur Sulawesi Barat, para Bupati, dan para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Sulawesi dan Sulawesi Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Yang saya hormati para Pimpinan Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh-tokoh Masyarakat dan Pemuka Adat, para Pimpinan Organisasi Perempuan, para Pimpinan Dunia Usaha, Saudara-saudara yang mengemban tugas di depan siang dan malam, para Camat, para Kepala Desa dan para Lurah,
Yang saya cintai Para petani, para Nelayan, para Guru, para Karyawan di area pertambangan dan profesi yang lain,
Anak-anakku para Mahasiswa, para Pelajar dan Siswa yang saya sayangi,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur hari ini dapat bersilaturahim, dapat bertatap muka di tempat yang baik ini, dan semoga tali silaturahim kita makin ke depan makin kuat, dan Allah memberikan jalan yang makin terang bagi upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, utamanya di Provinsi Sulawesi Barat ini dan umumnya bagi bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai.

Saudara-saudara,
Ini adalah kunjungan saya yang pertama ke Sulawesi Barat. Saya sungguh bersyukur. Saya sangat berbahagia. Saya benar-benar gembira, setelah sejak setahun yang lalu ingin bertemu dengan Saudara-saudara, alhamdulillah hari ini dapat berada di tempat ini.

Tadi saya terbang dari Makassar beserta rombongan kemudian mendekati tempat ini, saya melihat pemandangan yang sangat indah. Sampai di darat, saya melaksanakan perjalanan dari Bandar Udara ke tempat ini, bertemu dengan masyarakat Sulawesi Barat yang ramah-ramah, semangat dan nampaknya tidak kenal menyerah. Saya juga melihat betapa Sulawesi Barat ini kaya dengan sumber daya alam dan berbagai potensi apabila diolah, dibangun dan digunakan yang baik, insya Allah akan mendatangkan kesejahteraan yang lebih baik bagi Saudara-saudara semua.

Oleh karena itu, ketika Pak Gubernur tadi mengatakan, bahwa sekarang ini Sulawesi Barat masih boleh dikatakan Provinsi yang tertinggal, nanti tidak akan tertinggal. Kalau dikatakan tahun ini, penduduk yang miskin berjumlah sekitar 19%, insya Allah nanti akan terus turun lebih kecil dibandingkan sekarang.

Kalau indeks pembangunan manusia yang biasa mengukur tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, tingkat pendapatan masyarakat yang tadi dikatakan peringkatnya masih relatif rendah, nanti pun tidak akan rendah dan akan makin tinggi. Syaratnya adalah seluruh pemimpin di Sulawesi Barat ini, mulai dari Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, Lurah dan semua Pemimpin, termasuk pemimpin masyarakat dibantu oleh Pemerintah Pusat mau bekerja keras untuk membangun daerah ini menuju masa depan yang lebih baik.

Allah SWT tidak akan merubah nasib sebuah kaum, kecuali kaum itu yang merubahnya. Sulawesi Barat tidak akan berubah, kalau Saudara-saudara semua, masyarakat di Sulawesi Barat ini tidak sungguh berupaya, bersemangat, bersatu, kompak dan sungguh bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraannya. Saya yakin dan saya berharap, agar melihat kondisi yang katakanlah belum maju semuanya, Saudara jadikan cambuk, pemicu, dan semangat untuk mulai sekarang bekerja lebih giat lagi, menjalankan program-program pembangunan, sekali lagi untuk meningkatkan kesejahteraan Saudara-saudara semua.

Saya datang beserta rombongan hari ini, justru untuk melihat langsung apa yang sedang dilakukan oleh jajaran Pemerintah di Provinsi dan Kabupaten ini, untuk melihat langsung kondisi dan situasi yang dihadapi oleh Saudara-saudara semua, untuk mengetahui potensi apa saja yang harus kita kembangkan, kita olah, dan kita bangun agar mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat di Sulawesi Barat ini.

Apa yang saya dapatkan hari ini, laporan dari Saudara Gubernur, apa yang saya lihat, yang saya saksikan, saya makin yakin bahwa Sulawesi Barat yang memiliki potensi yang besar. Tidak lama lagi, 5 tahun mendatang akan berubah menjadi Provinsi yang betul-betul maju dan lebih sejahtera.

Jangan sia-siakan kesempatan emas itu. Anugerah Allah SWT yang luar biasa terhadap Provinsi ini, mulai dari kekayaan alam, tambang ada minyak ada gas, ada tembaga, ada emas, ada batubara, luar biasa. Jangan sia-siakan diolah dengan baik, tanpa merusak lingkungan, dan tetap hemat untuk kepentingan generasi yang akan datang.

Di wilayah kehutanan dan pertanian ada cacao, ada kopi, ada kelapa sawit, ada padi, itu juga sangat bisa untuk turut ditumbuhkan. Jangan pula disia-siakan segera diolah dengan teknologi yang baik, melibatkan para petani, koperasi, usaha kecil dan menengah sehingga semuanya betul-betul dapat ditingkatkan. Tempat-tempat wisata juga dapat kita tingkatkan. Oleh karena itu, saya mendukung niat, tekad, dan kebijakan Saudara Gubernur dengan para Pimpinan di Provinsi ini untuk mempercepat pembangunan Provinsi Sulawesi Barat.

Pelabuhan memang harus ditingkatkan kapasitasnya. Pelabuhan laut, bandar udara demikian juga, infrastruktur demikian juga. Oleh karena itu sesuai dengan ketersediaan anggaran pada pembangunan infrastruktur tahun ini, tahun-tahun berikutnya lagi, tolong dilakukan sinkronisasi antara anggaran Pemerintah Pusat, anggaran Provinsi, anggaran Kabupaten, agar semua itu terarah untuk membangun infrastruktur yang lebih luas lagi. Demikian juga pembangunan di tempat-tempat yang lain, yang akhirnya kesemuanya akan mengubah pendapatan daerah, akan mengubah pendapatan masyarakat dan akan mengubah kesejahteraan secara menyeluruh di Provinsi ini.

Saya menganjurkan, saya mengajak kepada Saudara-saudara semua melihat dunia sekarang ini sedang tidak bersahabat, tiba-tiba harga pangan melonjak tajam, harga minyak meroket tinggi sekali, harga-harga tambang pun juga melejit dan Pemerintah sedang dan terus berupaya untuk mengatasi masalah ini. Tetapi jangka menengah dan jangka panjang, bangsa Indonesia justru harus mengambil hikmah dari semuanya ini. Kalau di tingkat dunia, harga-harga pangan makin mahal, harga minyak makin mahal, harga tambang makin mahal, marilah kita olah negeri kita ini, agar produksi pangan setelah cukup untuk kepentingan kita, bisa juga suatu saat kita ekspor untuk mendapatkan penerimaan yang lebih tinggi.

Harga tambang yang juga naik setelah kita gunakan di dalam negeri sebesar-besarnya, kalau masih ada surplusnya bisa juga kita ekspor dengan harga yang tinggi, akhirnya penerimaan negara juga bertambah tinggi. Minyak dan gas tidak boleh kalau kita olah dengan baik, kita bangun dengan baik, kita tidak memiliki ketahanan energi, meskipun kita harus menjadi bangsa yang hemat energi, karena bangsa Indonesia masih tergolong bangsa yang boros energi.

Semua itu adalah peluang, semua itu adalah kesempatan. Jangan selalu melihat ini musibah, insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa bisa menjadi berkah. Jangan hanya melihat ini krisis semata, apa yang terjadi pada tingkat dunia. Tapi bisa kita ubah menjadi peluang, menjadi kesempatan, kalau kita sadar, kalau kita memetik pelajaran, kalau kita tidak saling salah-menyalahkan, kalau kita tidak mengeluh, kalau kita tidak berpikiran pesimis, berpikiran negatif dan sebagainya.

Saya mengajak, saatnya telah tiba, bangsa kita berpikir lebih rasional, bangsa kita berpikir lebih positif dan optimis untuk tidak menyia-nyiakan apa yang kita miliki di negeri ini. Kita olah sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup kita di waktu yang akan datang.

Oleh karena itu, Saudara Gubernur, Saudara Bupati, bikinlah program dan rencana pembangunan ke depan, tiap 5 tahun, 5 tahun, 5 tahun, yang betul-betul mengolah apa yang dimiliki di Provinsi ini dengan tepat, dengan pengawasan yang baik, tanpa penyimpangan, tanpa korupsi dan lain-lain. Akhirnya betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Tidak banyak negara yang punya kekayaan alam seperti negara kita. Tidak banyak Provinsi yang juga memiliki kekayaan seperti Provinsi Sulawesi Barat, sehingga kalau diolah, diolah betul, dibangun betul, saya punya keyakinan, dengan ridho Allah semua itu bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan Saudara-saudara, kesejahteraan kita semua.

Hadirin yang saya muliakan,
Itu adalah tugas, amanah, program yang harus kita jalankan bersama-sama ke depan. Tidak boleh berhenti. Tidak boleh menyerah. Harus terus kita berjuang dengan gigih. Oleh karena itu, tidak perlu kecil hati kalau Sulawesi Barat beberapa kriteria masih belum tinggi, karena Provinsi ini terbentuk baru kurang lebih tiga setengah tahun yang lalu, Provinsi yang paling muda, masih banyak kesempatan, masih banyak yang harus dilakukan, asalkan Saudara tetap gigih berjuang dan tidak menyia-nyiakan potensi dan kesempatan yang Saudara miliki.

Tadi kita saksikan upaya kita bersama untuk menyukseskan program. Program peningkatan kesejahteraan rakyat, program pengurangan kemiskinan, program untuk menghidupkan usaha kecil, usaha menengah dan termasuk tentunya koperasi dan usaha mikro.

Saudara-saudara,
Bangsa kita membangun sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945, tiada lain tujuannya adalah agar kesejahteraan rakyat Indonesia makin ke depan makin baik. Negara kita sesungguhnya dibandingkan negara-negara lain di dunia ini, usianya masih relatif muda, belum 100 tahun kemerdekaan bangsa kita. Oleh karena itu, kita masih harus terus giat dan gigih membangun. Kita membangun sekali lagi, tiada lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesejahteraan itu bisa diukur dari apakah rakyat kita, kita semua makin ke depan makin mendapatkan kecukupan pangan, kecukupan sandang, rumah yang makin layak, pendidikan yang makin baik, pelayanan kesehatan yang makin baik pula, rasa aman bagi kita semua, lingkungan yang baik dan seterusnya dan seterusnya.

Kalau kita merasa dari generasi ke generasi, kebutuhan dasar rakyat itu, kesejahteraan itu makin baik, berarti arah pembangunan ini sudah benar. Tentu saja tidak ada negara di dunia ini yang perjalanan negerinya mulus-mulus saja, selalu ada persoalan, ujian, dan cobaan, macam-macam, ada krisis, ada bencana alam, ada seperti sekarang ini, harga pangan, harga minyak dunia meroket dan seterusnya. Tetapi menjadi misi bangsa kita, misi semua bangsa di dunia ini untuk mengatasi setiap persoalan itu.

Saya kembali bahwa kita terus membangun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena Indonesia berusia muda. Sejak kemerdekaan memang masih banyak saudara-saudara kita yang belum sejahtera. Apalagi krisis yang terjadi di negara kita 10 tahun yang lalu, maka kita bertekad untuk lebih meningkatkan langkah-langkah pembangunan kesejahteraan, mengefektifkan program-program penanggulangan kemiskinan, agar lebih tepat, lebih baik dan hasilnya pun lebih dapat dirasakan.

Itulah sebabnya sejak 2 tahun yang lalu, setelah kita melakukan evaluasi program-program peningkatan kesejahteraan rakyat selama ini, termasuk program penanggulangan kemiskinan, kita lebih satukan, serasikan, koordinasikan, agar hasilnya lebih baik, agar lebih tepat pada sasaran yang kita kehendaki.

Dulu ada 55 proyek dikelola oleh 19 Departemen, kadang-kadang tumpang tindih, tidak efektif, kurang baik. Kita sadar harus lebih baik lagi implementasinya. Sekarang kita wujudkan dalam 3 bentuk program. Program kesejahteraan rakyat dan program penanggulangan kemiskinan, yaitu yang kita sebut dengan cluster. Cluster itu bagian atau bentuk begitu.

Cluster pertama kita sebut cluster bantuan dan perlingdungan sosial. Apa itu? Sejumlah bantuan langsung kepada saudara-saudara kita, kepada rumah tangga yang masih tergolong miskin, dan kemiskinannya pada tingkat yang tinggi. Ibarat falsafah, kita berikan ikan atau kita berikan kail, khusus cluster bantuan dan perlindungan sosial ini yang kita berikan ikannya, bentuknya adalah beras untuk rakyat miskin, Bantuan Operasional Sekolah untuk mereka yang tidak mampu, berobat gratis bagi yang miskin dengan program namanya jaminan kesehatan masyakat, kemudian bantuan langsung tunai bersyarat, bantuan untuk kaum lanjut usia, bantuan untuk saudara-saudara kita yang mengalami bencana.

Kita keluarkan anggaran bertrilyun-trilyun untuk memberikan bantuan langsung itu. Saya harap bentuk bantuan langsung masyarakat seperti itu, cluster itu kita sukseskan. Saya meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Sulawesi Barat ini sampai tingkat Kecamatan, tingkat Desa untuk betul-betul memastikan program ini berjalan baik, sampai pada alamatnya, dan bisa digunakan dengan baik pula.

Cluster yang kedia kita sebut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM yang kita berikan nama Mandiri, sebagaimana disampaikan Menko Kesra tadi, Bapak Aburizal Bakrie. Apa program itu? Kalau tadi kita berikan pada rumah tangga-rumah tangga, maka PNPM ini kita berikan pada Kecamatan dengan basis Desa-desa. Sejumlah uang kita berikan, agar uang itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas lokal, entah ekonomi, entah sosial, entah infrastruktur yang pembangunannya lebih banyak diserahkan pada masyarakat itu, pada Kecamatan itu, pada komunitas itu.

Ini sudah berjalan tahun kedua dan akan terus kita lakukan. Saya sudah mengecek di berbagai tempat, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hasilnya cukup baik. Tahun 2007, tahun lalu yang kita berikan bantuan hampir 3.000 Kecamatan. Tahun ini yang kita berikan bantuan hampir 4.000 Kecamatan dan tahun depan Insya Allah akan kita berikan seluruh Kecamatan yang berjumlah 5.700 dengan bantuan rata-rata Rp 3 miliar.

Ini merupakan kail, kalau tadi ikan, kail. Lagi-lagi saya minta kita semua, mulai dari saya, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa menyukseskan PNPM mandiri ini, gunakan betul, alirkan betul dananya dengan cepat, sehingga berubah keadaan di Kecamatan dan Desa itu. Ini cluster yang kedua.

Cluster yang ketiga adalah yang disebut Kredit Usaha Rakyat. Di negara ini banyak sekali saudara-saudara kita yang berusaha di usaha yang sangat kecil, yang disebut usaha mikro. Penjual bakso, penjual pecel, seperti-seperti itu yang memerlukan modal barangkali hanya Rp 1 juta, Rp 2 juta, maksimal Rp 5 juta. Ada juga pelaku pengusaha kecil, pengusaha menengah yang memerlukan modal Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 50 juta dan seperti-seperti itu. Jumlahnya jutaan, selama ini banyak di antara mereka yang tidak gampang, tidak mudah mendapatkan pinjaman, karena persyaratannya banyak, agunan sana, agunan sini.

Dengan Program Kredit Usaha Rakyat ini sebetulnya Pemerintah itu sudah memberikan keringanan yang luar biasa, sehingga pinjaman ini lebih cepat dan lebih mudah dialirkan. Saya ingin program ini berhasil dengan baik. Pemerintah telah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk katakanlah dijadikan jaminan bagi Kredit Usaha Rakyat dengan pola seperti ini. Kita saksikan tadi, ada yang diberikan pinjaman Rp 1 juta sampai Rp 5 juta, ada yang diberikan pinjaman Rp 5 juta sampai barangkali Rp 50 juta, ada juga Rp 50 juta ke atas.

Sejak kita luncurkan bulan November tahun lalu hingga hari ini sudah dikeluarkan Rp 5,2 triliun. Saya mengganggap ini masih belum cukup, harus ditambah lagi, mari kita usahakan tahun ini. Ini saya minta ada para Pimpinan Bank di sini dan sana minta para Menteri dan Pejabat lain, tolong dialirkan lebih banyak lagi, lebih luas lagi, sehingga mudah-mudahan tahun ini bisa dua kali lipat. Kalau ini berhasil dengan baik dan Insya Allah baik, maka tahun depan akan kita alirkan lebih banyak lagi, Pemerintah bisa mengeluarkan lagi dana untuk semacam penjaminan. Kalau itu terjadi di seluruh tanah air, usaha-usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah itu tumbuh berkembang. Kalau tumbuh berkembang pendapatan sehari-harinya, pastilah lebih baik. Kalau pendapatan lebih baik, pastilah kemiskinan berkurang. Itu cara-cara cerdas untuk mengurangi kemiskinan.

Saya minta kesediaan para Pimpinan Bank di Indonesia utamanya bank-bank milik negara. Saya minta kesediaan lembaga keuangan bukan bank, saya minta aktivitas dari para pemimpin di daerah memperlancar, memberikan fasilitas, memberikan bimbingan kepada usaha mikro kecil dan menengah untuk mendapatkan modal, dan kemudian dengan modal itu berkembang lebih baik.

Usaha ini di berbagai sektor pertanian, di perikanan, kerajinan, warung dan sebagainya. Jangan sia-siakan ini. Dan bagi saya makin cepat, makin baik, makin banyak yang diberikan pinjaman, makin mulia, makin banyak pahalanya.

Saudara-saudara,
Ini adalah upaya kita, ikhtiar kita, cara kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk terus mengurangi kemiskinan, terus mengurangi pengangguran. Meskipun seperti sekarang ini sering keadaan dunia tidak bersahabat, ibarat perjalanan sebuah kapal ada topan, ada badai, awan menggantung, hujan lebat, tapi jangan kita pernah menyerah, jangan kita pernah berkeluh kesah, anggaplah ini tantangan yang harus kita jawab dan kita hadapi. Dengan demikian, Insya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan yang baik bagi perjalanan kita bersama menuju hari esok yang lebih baik.

Saudara mendengar kita mengalami kesulitan akibat harga minyak yang tinggi, harga pangan yang tinggi, Pemerintah terus, sedang dan mencari solusi bagaimana yang paling baik menyelamatkan perekonomian di negeri ini, menyelamatkan perjalanan bangsa kita, sambil memperhatikan kesejahteraan rakyat kita, terutama saudara-saudara kita yang masih miskin. Saya mengatakan masih miskin, Insya Allah dengan kerja keras kita di masa depan tidak miskin lagi, menjadi lebih sejahtera sebagaimana saudara-saudaranya yang lain.

Saudara-saudara,
Itulah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya tadi berbicara dengan Pak Gubernur, saya inginnya bermalam di Sulawesi Barat ini, tapi kali ini belum bisa, Insya Allah saya bisa kembali lagi, bisa jalan-jalan di pantai yang indah, bertemu dengan saudara-saudara yang lain, sambil memastikan, sambil memastikan bahwa pembangunan di daerah ini berjalan dengan baik. Sanggupkah Saudara-saudara membangun Provinsi yang kita cintai ini bersama-sama? Kalau saudara sanggup, saya dan para Menteri lebih bersemangat untuk memberikan bantuan-bantuan bagi Saudara-saudara semia.

Itulah yang dapat saya sampaikan. Dan tadi sudah dibicarakan dengan Bappenas, dengan Menteri, silakan direncanakan dengan baik, Pak Gubernur, Pak Adnan apa yang bisa kita lakukan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di Provinsi ini.

Demikian Saudara-saudara, marilah kita selalu memohon ridho Allah SWT, memohon petunjuk, bimbingan dan lindungan-Nya, agar cita-cita kita ini di-ridhoi, diberikan jalan yang terang, jalan yang baik, sehingga kita bisa membangun hari esok yang lebih baik. Selamat bertugas, selamat berjuang. Tuhan beserta kita.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan