Pidato Presiden

Sambutan Jamuan Santap Malam dengan Presiden Hongaria

 

TRANSKRIPSI
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN SANTAP MALAM DENGAN
YANG MULIA TUAN LASZLO SOLYOM
PRESIDEN REPUBLIK HONGARIA
ISTANA NEGARA, 21 MEI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Yang Mulia Presiden Laszlo Solyom,

Hadirin yang berbahagia,
Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak Presiden beserta seluruh anggota delegasi Hongaria di Jakarta. Saya yakin bahwa kunjungan Yang Mulia Bapak Presiden ke Indonesia kali ini akan semakin memperat hubungan persahabatan antara Pemerintah dan rakyat di kedua negara kita.

Saya sungguh berharap, bahwa dalam kunjungan kali ini, Yang Mulia dapat merasakan uluran persahabatan dan keramahan seluruh bangsa Indonesia. Saya juga percaya, Yang Mulia beserta delegasi dapat merasakan optimisme kami yang tinggi mengenai hubungan kedua negara kita.

Indonesia dan Hongaria masing-masing memiliki ciri geopolitik yang khusus. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, sedangkan Hongaria adalah negara yang land-locked.

Sewaktu era Perang Dingin, Indonesia menganut politik bebas aktif dan ikut menjadi pelopor dalam Gerakan Non-Blok, sementara Hongaria sempat mengalami masa politik yang sulit, namun akhirnya berhasil mencapai prestasi ekonomi yang menonjol di Eropa Timur. Kebijakan Hongaria yang pada tahun 1989 membuka perbatasannya dengan Austria, yang membuka arus perpindahan penduduk Jerman Timur pindah ke dunia barat, merupakan faktor penting yang mendorong rubuhnya dinding Berlin, dan berakhirnya Perang Dingin.

Walaupun kita mengalami latar belakang sejarah dan pengalaman politik yang berbeda, namun hubungan Indonesia dan Hongaria selama 53 tahun tetap kokoh. Saya mencatat ada banyak persamaan di antara kita. Bangsa Indonesia dan bangsa Hongaria adalah sama-sama pecinta damai. Indonesia dan Hongaria mempunyai banyak persamaan dalam menyikapi berbagai isu internasional, dan karena itulah, kita seringkali saling mendukung dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional. Dan yang paling penting, sejak dasawarsa 1990-an, kedua bangsa kita sama-sama mengalami transformasi pesat di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Transformasi Indonesia mengubah wajah Asia Tenggara, demikian pula transformasi Hongaria merubah wajah Eropa Timur. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Hongaria, karenanya, juga telah berubah menjadi hubungan antara dua demokrasi, demokrasi Asia dan demokrasi Eropa yang dinamis. Dan salah satu tanda persahabatan yang menyentuh hati kami di Indonesia baru-baru ini adalah ketika Hongaria membantu mendirikan Rumah Sakit Meuraxa di Banda Aceh, yang diresmikan pada bulan November tahun 2007 yang lalu.

Saya yakin pertemuan kita hari ini akan membuka lebih banyak peluang dan kreativitas untuk membangun hubungan dan kerjasama bilateral bagi kedua negara kita di semua bidang. Dalam kaitan ini, saya merasa senang karena Hongaria adalah negara yang kaya akan kreativitas dan inovasi. Saya sangat terkesan, akibat reformasi yang ditempuhnya, Hongaria kini telah menjadi negara tujuan investasi yang paling diminati di Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Di era globalisasi sekarang, kreativitas dan inovasi adalah kunci penting meraih peluang dalam pergaulan internasional. Semangat membangun kreativitas dan inovasi juga merupakan dasar yang kokoh untuk mengembangkan hubungan Indonesia dan Hongaria, baik pada tingkat bilateral, regional maupun global.

Yang Mulia Presiden Laszlo Solyom,
Hadirin yang saya muliakan,
Pemerintah dan rakyat Indonesia sangat bersyukur dan bangga dengan persahabatan yang telah terjalin erat kedua negara, yang telah berjalan dengan baik sejak lama dan terus mengalami peningkatan. Antara kedua negara kita sama sekali tidak ada beban sejarah atau politik, yang ada hanyalah potensi dan peluang untuk mengembangkan hubungan bilateral kita. Indonesia dengan 220 juta penduduk, adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan mempunyai banyak sumber daya alam. Hongaria adalah negara yang memiliki sektor industri yang mapan, didukung sumber daya manusia yang dinamis, dan mempunyai GDP per kapita yang tinggi, sekitar USD$ 19,500.

Karena itulah, kunjungan Yang Mulia kali ini merupakan tonggak penting dalam hubungan bilateral Indonesia dengan Hongaria. Saya gembira ketika dalam pertemuan tadi pagi, Yang Mulia dan saya memiliki komitmen yang sama untuk terus meningkatkan hubungan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Hongaria.

Salah satu isu penting yang telah kita sepakati dan menjadi perhatian bersama adalah upaya untuk memperkokoh hubungan ekonomi Indonesia dan Hongaria, termasuk sektor perdagangan dan investasi. Saya mencatat struktur perdagangan Hongaria masih secara dominan dilakukan dengan Eropa, dan saya yakin sekali masih banyak peluang untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang lebih luas dengan Indonesia.

Saya juga merasa senang kita dapat bertukar pikiran membahas berbagai isu yang menjadi perhatian penting umat manusia saat ini, yaitu krisis pangan dan energi yang melanda kita semua, masalah perubahan iklim, dan dialog antar-peradaban. Dalam setiap isu global yang penting ini, saya gembira karena Indonesia dan Hongaria akan meningkatkan konsultasi dan kerjasama.

Mengenai masalah perubahan iklim, Presiden Solyom dan saya sepakat untuk terus mendorong konsensus global yang secara efektif dapat membantu menghentikan dan menurunkan kadar gas rumah kaca di atmosfer. Kami juga sepakat untuk menyukseskan COP ke-14 di Warsawa dan COP ke-15 di Kopenhagen yang diharapkan akan melahirkan konsensus global baru mengenai perubahan iklim pasca 2012.

Mengenai dialog antar-peradaban, Presiden Solyom dan saya juga sepenuhnya sepakat mengenai pentingnya toleransi dan sikap moderat sebagai syarat mutlak hubungan internasional yang damai. Karena itulah, kami sama-sama berpandangan bahwa masyarakat dunia perlu terus mendorong dialog antar-peradaban, antar-agama dan antar-media.

Mengenai krisis pangan dan energi, saya juga sepenuhnya setuju dengan apa Yang Mulia katakan tadi pagi, sewaktu konferensi pers, bahwa masalah pangan dan energi adalah masalah global, yang membawa dampak pada seluruh negara di dunia. Karena itulah, yang kita butuhkan adalah suatu solusi global pula untuk secara adil mengatasi krisis pangan dan energi yang nampaknya akan terus menghantui dunia dalam jangka pendek dan jangka menengah ini.

Saya juga sepenuhnya mendukung pandangan Yang Mulia bahwa kita berdua perlu mendorong pemerintah dan masyarakat Indonesia dan Hongaria untuk membangun hubungan antar masyarakat atau people-to-people contact. Terkait hal ini, saya gembira bahwa kita juga sepakat untuk memperluas berbagai bentuk kerjasama di bidang sister province dan sister city, serta kerjasama pendidikan seperti pemberian beasiswa dan kerjasama antar universitas.

Akhirnya, saya yakin bahwa kedua negara dapat semakin meningkatkan hubungan persahabatan dan persaudaraan. Kuatnya hubungan ini membuat seluruh bangsa Indonesia, khususnya saya sangat berbangga dan berbesar hati. Hal ini juga yang menjadi dasar bagi saya untuk menyambut baik undangan dari Yang Mulia untuk berkunjung ke Hongaria. Saya akan menugaskan pejabat yang terkait untuk menindaklanjutinya guna mencari waktu yang tepat.

Sekarang perkenankanlah saya mengajak Yang Mulia Presiden Laszlo Solyom serta hadirin yang saya muliakan, untuk mengangkat gelas dan minum bersama, bagi kesehatan dan kebahagiaan Yang Mulia Presiden Laszlo Solyom, bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Hongaria, dan bagi persahabatan serta kerjasama yang semakin erat antara kedua negara kita.



*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan