Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Pekan Raya Jakarta 2008
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA 2008
ARENA PRJ KEMAYORAN, 12 JUNI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Ketua Panitia Pekan Raya Jakarta, para Peserta Pameran, para Tokoh Masyarakat,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya kita, tugas kita, dan pengabdian kita untuk memajukan masyarakat dan membangun bangsa dan negara.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk pertama-tama, mengucapkan selamat atas diselenggarakannya kembali Pekan Raya Jakarta Tahun 2008 ini, juga selamat atas Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke-481 pada tahun 2008 ini.
Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair dari tahun ke tahun terus berkembang, penyelenggaraannya sama-sama kita saksikan makin baik, makin terorganisasi, makin menarik, dan makin rapi, trennya pun positif. Tahun 2005, pesertanya berjumlah 883, nilai transaksi berjumlah Rp 477 miliar. Tahun 2006, 1 tahun kemudian, pesertanya meningkat menjadi 1.227 dan nilai transaksinya pun juga meningkat mencapai Rp 560 miliar. Tahun 2007 yang lalu, pesertanya meningkat tajam menjadi 1.500 peserta dan nilai transaksinya mencapai Rp 1,7 triliun. Kemudian tahun ini, sebagaimana disampaikan oleh Ibu Hartati Murdaya tadi, Ketua Panitia Pekan Raya Jakarta 2008, pesertanya mencapai 2.600 peserta, insya Allah sasaran nilai transaksi dapat kita capai sekali lagi menjadi Rp 2 triliun.
Saya sungguh memberikan penghargaan yang tinggi, di tengah-tengah kita menghadapi kesulitan ekonomi sekarang ini, sebagaimana pula dihadapi oleh bangsa-bangsa yang lain, kita terus berkreasi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, dalam hal ini melalui Pekan Raya Jakarta yang insya Allah akan segera kita buka pada malam hari ini.
Atas semuanya itu, atas perkembangan yang baik dari Jakarta Fair ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Panitia Pekan Raya Jakarta yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya, serta kepada seluruh Peserta Pameran yang menyukseskan berlangsungnya Pekan Raya Jakarta ini.
Hadirin yang saya hormati,
Kita ingin terus mengembangkan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif tentu bukan hanya handicraft, ekonomi kreatif juga berupa musik, film, fashion, design dan berbagai produk lainnya, produk budaya, produk warisan yang semuanya dengan seni dan kreativitas yang tinggi dipadukan dengan teknologi menjadi produk ekonomi kreatif. Kita terus menggalakkan, agar ekonomi kreatif terus berkembang di negeri ini, industri kreatif terus berkembang.
Dalam 4 tahun terakhir, rata-rata tumbuh 6,3%. Perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif berjumlah 2,2 juta. Tenaga kerja bisa diserap sebanyak 5,4 juta, sedangkan kontribusi pada ekspor kita mencapai Rp 81,5 triliun. Mari terus kita kembangkan ekonomi kreatif ini, agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi, meningkatkan penerimaan negara dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia.
Kita sering mendengar ada sejumlah hambatan bagi para pelaku ekonomi kreatif, utamanya para pelaku usaha mikro, usaha kecil dan menengah. Yang sering disampaikan kepada Pemerintah, kepada saya adalah satu, menyangkut modal usaha. Kedua, menyangkut desain dan mutu produk. Dan yang ketiga, berkaitan dengan promosi dan pemasaran.
Mari kita lihat satu per satu. Modal, untuk memberikan pinjaman modal yang mudah, Pemerintah telah menetapkan kebijakan Kredit Usaha Rakyat dengan pola penjaminan Pemerintah, dengan mengalokasikan sekitar Rp 14 triliun untuk diberikan pinjaman kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, termasuk pelaku ekonomi kreatif. Sejak kita luncurkan bulan November tahun lalu hingga hari ini telah mencapai Rp 7 triliun dengan 700 ribu nasabah. Kita ingin terus dikembangkan mencapai Rp 15 triliun, sehingga lebih banyak lagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang dapat kita berikan pinjaman modal.
Menyangkut desain dan mutu, kita terus mengaplikasikan teknologi, inovasi teknologi, dengan demikian produk yang dihasilkan semakin berkualitas. Saya, alhamdulillah, hampir selalu hadir dalam berbagai Pameran Produk Budaya, Pameran Ekonomi Kreatif, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah ketika saya berkunjung. Saya melihat sendiri produk ekonomi kreatif kita makin berkualitas, makin indah, makin cantik, sehingga memiliki daya saing dan keunggulan yang tinggi, tidak kalah dengan produk negara-negara lain.
Kemudian menyangkut promosi dan pemasaran, Pekan Raya Jakarta malam hari ini serta pameran-pameran yang lain, exhibition yang lain adalah merupakan wujud, agar kita bisa membantu pelaku ekonomi kreatif itu untuk mempromosikan, untuk memasarkan dan menjual produk-produknya. Kita akan galakkan kegiatan pameran seperti ini, bukan hanya di Jakarta, tetapi di seluruh tanah air.
Hadirin yang saya hormati,
Kita ingin ke depan terus mengembangkan dan mendiversifikasikan produk kita, semua cabang-cabang dunia usaha kita libatkan, semua daerah kita ajak dan kita libatkan pula. Pada Pekan Raya Jakarta 2008 ini, kita juga ingin menggunakan momentum ini untuk terus meningkatkan produk ekspor non migas kita yang Pemerintah luncurkan dengan program yang kita sebut Program 10+10+3. Apa itu program 10, 10, 3?
Sepuluh yang pertama, kita terus mendorong bangkitnya dan tumbuhnya 10 produk utama, yang insya Allah akan bisa kita lihat dalam pameran ini, yang akan terus kita dorong untuk dipasarkan di seluruh dunia. Pertama, udang, kopi, minyak kelapa sawit, cacao, karet dan produksi karet, tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, elektronika, komponen kendaraan bermotor dan furniture. Itu 10 produk utama.
Sepuluh yang kedua adalah 10 produk potensial. Handicraft yang luar biasa tingginya mutu produk kita, ikan dan produk ikan, jamu dan obat-obat tradisional, kulit dan produk kulit, makanan olahan, perhiasan, minyak essential, rempah-rempah, stationery non paper dan alat kesehatan, itu juga unggulan kita. Akan terus kita dorong untuk bisa dijual di negara-negara sahabat.
Dan tiga, sepuluh, sepuluh, tiga. Tiga adalah 3 produk jasa. Pertama adalah information technology, yang terus berkembang di negeri kita, desain, dan juga tenaga kerja.
Hadirin sekalian,
Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, utamanya pelaku dunia usaha di seluruh tanah air, mari terus kita dorong pengembangan produk ekspor non migas ini yang telah kita formulasikan dalam Program 10+10+3. Kita tahu di dunia sekarang ini sedang mengalami pelambatan ekonomi. Kita tahu dunia juga menghadapi persoalan krisis harga minyak, krisis harga pangan dan gejolak keuangan dunia. Justru di situlah sebagai bangsa yang kreatif dan inovatif, kita berupaya sekuat tenaga, tetap bisa memasarkan produk kita, tetap bisa menembus pasar dimana pun berada.
Mari kita kembangkan pasar-pasar baru. Mari terus kita kembangkan upaya kita di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi bersama-sama dengan peningkatan produk ekspor kita. Saya yakin kalau kita semua bersatu padu, bersama-sama membangun ekonomi kita, termasuk produk-produk ini, insya Allah akan kita pelihara kemampuan kita untuk mengekspor produk-produk Indonesia.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Bagian kedua dari sambutan saya berkenaan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke-481 pada tahun 2008 ini. Saya menyambut baik dan mendukung tema Hari Ulang Tahun Jakarta kali ini, “Jakarta Bangkit, Sehat dan Sejahtera”. Saya ingin mengulangi dan menambahkan pesan dan harapan saya kepada semua warga Jakarta.
Pertama, mari terus kita bangun kota Jakarta, kota yang kita cintai ini, agar makin maju, makin modern, makin meningkat ekonominya, dan makin meningkat pula kesejahteraan penduduknya.
Yang kedua, mari terus kita bangun dan pelihara Jakarta, agar kota kita ini tetap aman, makin tertib, makin bersih, makin sehat, makin indah, makin rapi.
Yang ketiga, mari kita cegah dan jangan biarkan Jakarta yang kita cintai bersama ini tiba-tiba menjadi tidak aman, tiba-tiba penuh dengan kekerasan, apalagi tindakan-tindakan yang anarkis. Kalau itu terjadi, kita semua menangis, kita merugi karena bertahun-tahun kita membangun Jakarta, agar tampil sebagai kota yang indah, maju dan modern, tiba-tiba harus mengalami kerusakan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab.
Saya percaya kepada Gubernur, para Walikota dan segenap Pimpinan dan Pejabat Pemerintahan DKI Jakarta dengan kepemimpinan dan kerja kerasnya akan mampu membangun Jakarta menjadi lebih baik di masa depan. Seluruh penduduk Jakarta, terima kasih, kita doakan, kita bantu Pak Fauzi Bowo. Seluruh penduduk Jakarta, saya harap juga dapat membantu, berkontribusi dalam pembangunan Jakarta berbagai aspek kehidupannya. Dan mari kita cintai bersama Jakarta kita, mari kita jaga baik-baik Jakarta kita, jangan sampai diganggu dan dirusak oleh siapa pun.
Demikianlah ajakan dan harapan yang saya sampaikan kepada Saudara semua, baik berkaitan dengan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta Tahun 2008 ini maupun dalam rangka Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke-481 Tahun 2008.
Akhirnya dengan memohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Pekan Raya Jakarta Tahun 2008 dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



