Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Proyek-proyek Infrastruktur di Bali dan Penyerahan PNPM Mandiri serta KUR
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK INFRASTRUKTUR DI BALI
DAN PENYERAHAN BANTUAN
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI
DAN KREDIT USAHA RAKYAT
BALI, 14 JUNI 2008
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia bersatu,
Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang mulia Duta Besar Jepang untuk Indonesia,
Saudara Gubernur Bali, dan para pimpinan dan pejabat negara dan pemerintahan yang bertugas di Bali, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan POLRI,
Yang saya homati para pimpinan bank-bank milik negara,.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Om swasty astu.
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan, untuk melanjutkan karya, tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur ke hadirat Yang Maha Kuasa karena pada hari ini dapat menyaksikan peresmian penggunaan berbagai infrastruktur yang dibangun oleh jajaran baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, sekaligus penggalakkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dan Kredit Usaha Rakyat.
Bersama-sama kita telah mendengar sambutan Gubernur Bali, Menteri Pekerjaan Umum, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, terutama yang berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur yang telah diselesaikan dan insya Allah akan segera kita gunakan.
Saudara-saudara sekalian,
Mengapa infrastruktur harus terus kita bangun di negeri ini termasuk di Propinsi Bali, pembangunan infrastruktur akan dapat meningkatkan ekonomi, ekonomi daerah, ekonomi nasional. Apabila infrastruktur makin lengkap daya saing perekonomian makin tinggi. Membangun infrastruktur juga menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan kesempatan bekerja bagi saudara-saudara kita yang masih menganggur. Membangun infrastruktur juga mendatangkan rasa keadilan karena masyarakat kita, rakyat kita mendapatkan kemudahan dalam kehidupan sehari-harinya. Dan khusus untuk Bali, apabila infrastruktur terus dapat kita bangun maka daya saing dan daya tarik Bali sebagai pusat wisata dunia akan semakin tinggi. Oleh karena itulah kita akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air, termasuk di Bali, sesuai dengan kemampuan negara, sesuai dengan pertumbuhan ekonomi di negeri ini .
Infrastruktur yang telah dibangun, telah sama-sama kita dengar dari penjelasan Saudara Gubernur dan Saudara Menteri Pekerjaan Umum tadi. Saya ingin menggarisbawahi mengapa infrastruktur itu penting untuk Bali. Pertama infrastruktur pengaman pantai, pengamanan pantai, pertama-tama tentu memberikan keselamatan. Memang gelombang tsunami berskala besar tidak bisa ditahan oleh katakanlah pengaman pantai yang biasa. Tetapi gelombang yang tinggi bisa kita tahan dan tentu abrasi atau pengikisan oleh air laut juga bisa kita cegah. Dengan pengamanan pantai yang baik, kegiatan ekonomi, kegiatan masyarakat di sekitar pantai juga dapat kita selamatkan, misalnya yang berkaitan dengan perikanan, pertanian, maupun kehutanan. Dengan pengamanan pantai yang ditata dengan baik dan rapi akan menambah keindahan pantai, akan tetap mempertahankan daya saing Bali yang memiliki pantai-pantai yang indah. Kita semua mengetahui bahwa Bali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia, dari berbagai penjuru Indonesia karena memiliki beberapa kelebihan yang sering kita sebut dengan ā5Sā, pertama sea, kedua sand, ketiga ada surfing, keempat ada sun dan kelima ada smile. Tentu juga ditambah lagi āSā-nya,
Yang kedua mengapa kita bangun jaring irigasi? Dikatakan tadi, pertama-tama untuk membantu penyediaan air minum, juga untuk mengairi pertanian kita. Kita semua tahu, dunia sedang mengalami masalah pangan, harga-harga pangan di seluruh dunia harganya melonjak sangat tajam. Beberapa hari yang lalu para pemimpin dunia berkumpul di Roma, Italia untuk mencari solusi bagaimana permasalahan pangan dapat di atasi. Menteri Pertanian yang juga hadir bersama kita, mewakili saya untuk hadir dalam pertemuan puncak itu. Ketika dunia sedang mengalami permasalahan panen kita bersyukur sesungguhnya karena produksi padi atau beras di negeri ini tahun-tahun terakhir telah mencapai swasembaga. Kita ingin mempertahankan kondisi ini di seluruh Indonesia termasuk di Bali, agar Indonesia benar-benar memiliki ketahanan pangan yang tinggi. Makin ke depan produksi pangan kita, utamanya beras dan padi harus makin naik, dan dengan demikian meskipun penduduk Indonesia besar, insya Allah kita akan bisa mencukupi kebutuhan pangan rakyat kita.
Yang ketiga mengapa pengelolaan air limbah juga penting. Pertama-tama untuk kesehatan kita kesehatan masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum mengingatkan bahwa tahun ini adalah tahun sanitasi internasional. Mari kita bikin lingkungan kita sehat, indah, bersih dan rapi. Kita sering mendengar, sekarang ini para wisatawan dari berbagai negara ingin datang ke tempat-tempat yang masih alami, back to nature, dengan catatan, alami tetapi sehat, bersih. Oleh karena itulah, karena di Bali ini utamanya, banyak sekali tempat-tempat yang sungguh alami, yang menjadi daya tarik wisatawan dunia, mari kita pastikan bahwa alam yang indah ini juga sehat dan bersih.
Banyak yang ingin membangun kawasan wisata seperti Bali. Beberapa kali saya berkunjung ke Timur Tengah misalnya, dibangun tempat-tempat wisata yang pasirnya, pantainya seindah Bali. Pohon-pohonnya pun dipilih yang berkarakter tropis. Hotel, tempat-tempat publiknya pun juga dibikin seperti tempat wisata di daerah tropis, seperti Bali. Tapi saya katakan pada mereka, Bali yang asli ada di Indonesia. Boleh mereka datang ke Bali-Bali yang lain dulu, datang ke Indonesia, lebih indah, lebih cantik, lebih ramah, marilah kita pertahankan seperti ini.
Dan yang keempat, mengapa prasarana dan sarana olahraga berikut kita bangun? Kita ingin meningkatkan prestasi olahraga kita di seluruh Indonesia. Malu kalau olahraga kita kalah dengan negara-negara tetangga, padahal penduduk kita lebih besar. Saya yakin kalau kita bangun bersama-sama, termasuk fasilitasnya, pelatihannya, pengkaderannya dan dukungan masyarakatnya, maka keolahragaan kita akan terus dapat kita tingkatkan.
Satu, dua tahun terakhir ada peningkatan prestasi tapi belum cukup, Kita harus betul-betul menjadi juara ASEAN nantinya. Mari kita jemput kebangkitan olah raga kita. Olahraga juga membangun jiwa yang terang, membangun watak yang baik, character building, sebagaimana dulu sering diucapkan oleh Bung Karno. Dengan olahraga kita juga bisa meningkatkan sportifitas, jiwa ksatria, penting untuk bangsa kita dalam menghadapi kompetisi apapun kita harus tetap sportif, dengan demikian rakyat akan senang karena kompetisi itu bisa berjalan dengan damai, tertib, dan tentu nya sekali lagi adil .
Hadirin yang saya muliakan,
Beberapa pembangunan infrastruktur utamanya, pembangunan pipa penyaluran air limbah, dalam proyek yang kita sebut dengan Denpasar Sewerage Development Project .kita bekerjasama dengan Jepang. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih, on behalf of the Indonesian Government, I would like to thank the government and people of Japan for your cooperation, for your partnership, in building these infrastructure in Indonesia. Kepada sekali lagi yang mulia Duta Besar Kojiro Shiojiri, saya ucapkan terima kasih, arigato gozaimasu.
Hadirin yang saya muliakan,
Pada acara hari ini juga kita saksikan kegiatan untuk menggalakan, untuk mengembangkan program nasional pemberdayaan masyarakat sekaligus untuk menggalakan penyaluran kredit usaha rakyat.
Saudara-saudara,
Kebijakan ekonomi yang kita pilih adalah bukan hanya mengejar pertumbuhan, kalau yang dikejar hanya pertumbuhan, growth, bisa saja growth kita makin tinggi, 6, 7, 8, 9 persen tetapi pengalaman di banyak negara, pengalaman di negeri kita sendiri di waktu yang lalu, kalau kita hanya mengejar pertumbuhan semata, maka sering tidak mendatangkan rasa keadilan, sering tidak dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal pembangunan harus kita tata, anggaran harus kita tata, di satu sisi meningkatkan pertumbuhan, di sisi lain mendatangkan pemerataan dan keadilan.
Oleh karena itu, tahun-tahun terakhir, kita susun anggaran yang pertama yang bisa meningkatkan pertumbuhan, yang kedua bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dan yang ketiga yang bisa mengurangi kemiskinan, yang kita sebut dengan kebijakan pro-growth, pro-job dan pro-poor. Itu bukan hanya motto tetapi harus kita laksanakan melalui program-program nyata. Apa yang kita saksikan hari ini, contohnya, apa yang kita laksanakan selama ini adalah betul-betul untuk memenuhi semua kepentingan itu. Meskipun kemiskinan juga dihadapi bangsa sedunia. Meskipun upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat bukan hanya khas Indonesia, tetapi kita sendiri harus lebih gigih berjuang untuk bersama-sama mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
Setelah krisis kita berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan. Meskipun trennya baik, makin menurun kemiskinan, makin meningkat kesejahteraan tapi belum cukup. Masih terlalu banyak saudara-saudara kita yang belum sejahtera. Oleh karena itulah, mari, semua, pemerintah pusat, propinsi, kabupaten, kota sampai desa, bersama masyarakat luas, bersama dunia usaha, semua pihak, meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Sebagai wujud dari program peningkatan kesejahteraan rakyat yang mendapatkan anggaran yang besar, puluhan triliyun kita alokasikan, kita telah rumuskan dalam tiga paket bantuan, tiga cluster bantuan. Yang pertama disebut dengan paket bantuan dan perlindungan sosial, yang sudah berjalan selama ini dan akan terus kita galakkan, memberikan pengobatan yang gratis bagi mereka yang miskin dalam bentuk jaminan kesehatan masyarakat. Membantu pendidikan bagi mereka yang tidak mampu dengan program Bantuan Operasional Sekolah. Memberikan bantuan beras bagi yang tidak mampu dengan harga yang murah, beras untuk rakyat miskin. Memberikan bantuan langsung tunai bersyarat yang disebut dengan program keluarga harapan bagi mereka yang juga tidak mampu. Memberikan bantuan bagi yang mengalami musibah bencana dan bantuan bagi kaum lanjut usia. Semua itu adalah bantuan langsung masyarakat. Inilah yang kita ibaratkan ikan. Ikan diperlukan bagi mereka yang memang belum berdaya, yang memang masih memerlukan.
Yang kedua kita mandirikan, kita berdayakan kecamatan, desa, komunitas lokal dengan program PNPM Mandiri, agar ada pembangunan dan peningkatan kegiatan sosial dan ekonomi lokal. Itulah yang terus akan kita galakkan. Tahun lalu jumlahnya sekitar hampir tiga ribu kecamatan. Tahun ini hampir empat ribu kecamatan. Tahun depan semua kecamatan, sekitar 5700, dengan jumlah insya Allah rata-rata tiga milyar, dan akan terus dilanjutkan ke depan, pemerintahan manapun yang memimpin negeri ini, kita berharap program-program pro rakyat dapat di lanjutkan. Harapan kita makin berdaya kecamatan dan desa. Itulah yang kita ibaratkan kail, bukan hanya dikasih ikan tapi juga di kasih kail.
Setelah itu kita berikan paket yang ketiga, Kredit Usaha Rakyat. Apa yang kita dengar, kita saksikan, banyak sekali usaha mikro kecil dan menengah yang sulit mendapatkan pinjaman modal dari bank-bank yang ada, atau lembaga-lembaga perkreditan selama ini. Pemerintah menyadari, oleh karena itulah kita tetapkan kebijakan Kredit Usaha Rakyat dengan pola penjaminan, jaminan yang diberikan oleh pemerintah. Kita sediakan dana sekitar Rp 14 triliiun tahun ini, untuk memberikan pinjaman mulai dari satu juta, dua juta, lima juta, atau lebih tinggi lagi, dalam skema, sekali lagi, Kredit Usaha Rakyat.
Sejak kita luncurkan bulan November tahun lalu hingga hari ini, sudah atau baru mengalir tujuh triliyun yang diterima oleh tujuh ribu nasabah. Kita ingin sampai tahun ini bisa mencapai sasaran sekitar Rp 14 triliiun atau lebih banyak lagi saudara-saudara kita pengusaha mikro, kecil dan menengah yang mendapatkan bantuan modal itu. Saya berharap semua pihak perbankan, pemerintah daerah, masyarakat dunia usaha, membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah mendapatkan fasilitas pinjaman modal yang jaminannya ditanggung oleh pemerintah ini. Ini kita ibaratkan perahu, mengapa perahu? Orang yang sudah dikasih ikan dan badannya sehat, dikasih kail, dia harus mencari tempat untuk mendapatkan ikan, inilah perahunya. Lebih luas, lebih banyak ruangnya, mau milih apa, usaha apa.
Harapan saya, karena ini program pro rakyat, untuk rakyat kita dari negara, mari kita sukseskan bersama-sama. Dan khusus karena, ada kenaikan BBM yang tidak bisa kita elakkan dan ini juga terjadi di hampir semua negara, maka bagi yang sangat mengalami kesulitan untuk sementara kita berikan bantuan langsung yang kita sebut BLT sebagaimana dulu kita berikan bantuan pada tahun 2005-2006 yang lalu, ketika kita juga mengalami kenaikan BBM.
Semuanya itu Saudara-saudara, tiada lain adalah agar di negara ini makin tumbuh rasa keadilan yang mampu dan yang kaya tentunya bisa mengatasi keadaan, meskipun kita tahu ada kesulitan sekarang ini, sebagaimana dialami oleh bangsa yang lain, tetapi yang tidak mampu, yang miskin, negara bertanggung jawab untuk memberikan bantuan-bantuan. Inilah yang kita harus lakukan secara bersama.
Hadirin yang saya hormati,
Demikianlah yang saya sampaikan berkaitan dengan selesainya pembangunan proyek-proyek infrastruktur dan berkenaaan dengan penggalakan program PNPM dan program Kredit Usaha Rakyat. Dan akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, proyek-proyek infrastruktur di Propinsi Bali dengan resmi saya nyatakan penggunaannya.
Sekian,
Om shanti, shanti, shanti om.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



