Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Proyek-proyek Infrastruktur dan PNPM Mandiri di Balikpapan
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK INFRASTRUKTUR DAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI
BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
16 JUNI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara dan para Pimpinan TNI yang sedang melaksanakan tugas Latihan Gabungan TNI Tahun 2008,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Kalimantan Timur dan para Pimpinan dan Pejabat Negara yang bertugas di Kalimantan Timur ataupun Provinsi Kalimantan lainnya, baik yang dari Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, para Bupati dan Walikota,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Pemuka Agama, para Tokoh Masyarakat, para Cendekiawan, para Pimpinan Organisasi Massa dan Organisasi Kewanitaan,
Yang saya cintai para Mahasiswa dan para Siswa,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, pada sore hari ini di kota yang indah ini, kita dapat bertatap muka untuk bersama-sama mengikuti kegiatan Peresmian Berbagai Infrastruktur di Kalimantan Timur yang dirangkaikan dengan kegiatan Penyerahan Bantuan untuk Sarana Pendidikan di Provinsi ini.
Hadirin yang saya hormati,
Ini adalah kunjungan saya yang pertama resmi di Balikpapan. Saya bersyukur bisa akhirnya berkunjung ke Balikpapan yang sama-sama kita cintai ini. Kunjungan saya hari ini sesungguhnya kunjungan keempat ke Kalimantan Timur. Pertama-tama akhir 2004, satu bulan kurang lebih saya mengemban tugas sebagai Presiden, saya berkunjung ke Tarakan dan Nunukan untuk menjemput saudara-saudara kita, para tenaga kerja yang kembali dari Malaysia. Saya datangi untuk membantu mereka semua waktu itu dan kemudian memprosesnya kembali apabila saudara-saudara kita masih ingin bekerja di Malaysia.
Kunjungan saya berikutnya lagi adalah tahun 2005, ketika saya berlayar menggunakan kapal perang meninjau perairan Ambalat. Saya melihat langsung situasi di lapangan, bertemu dengan saudara-saudara kita yang mengemban tugas di wilayah itu, dan kemudian memastikan bahwa negara ini dapat melindungi wilayahnya, menjaga keutuhan dan kedaulatan negaranya.
Berikutnya lagi, saya berkunjung ke Samarinda bertepatan dengan bulan Ramadhan waktu itu dan alhamdulillah akhirnya hari ini saya berkunjung ke Balikpapan. Dan insya Allah bulan depan, saya berkunjung kembali untuk membuka Pekan Olahraga Nasional Tahun 2008 yang menjadikan kehormatan bagi Balikpapan, khususnya Samarinda dan Kalimantan Timur untuk menjadi tuan rumah pada Pesta Olahraga yang sangat prestigious yang setiap 4 tahun sekali kita selenggarakan di negeri ini.
Saudara-saudara,
Ketika tadi saya terbang dari Bontang ke Balikpapan dengan pesawat kecil, Dash 7, saya melihat keindahan bumi Kalimantan Timur ini. Kemarin sore, tadi malam, tadi subuh, ketika kami berlayar di samudra yang luas, di sebelah timur Kalimantan, di sebelah barat Sulawesi, kami melihat bentangan yang luas tanah air kita, sekaligus pulau yang besar, yaitu Kalimantan yang sama-sama kita cintai.
Ketika di pesawat saya berbicara dengan Pak Gubernur. “Pak Gubernur, Kalimantan ini patut dan harus bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Bumi Kalimantan dijauhkan dari berbagai gempa bumi, tsunami dan bencana-bencana alam lainnya.” Kita juga bersyukur bumi Kalimantan kaya dengan sumber daya alam, anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, minyak, gas, batubara, tembaga, nikel, emas dan lain-lain, termasuk hasil hutan, termasuk kelapa sawit, bersyukur kita. Kewajiban kita mengelola semuanya itu dengan sebaik-baiknya untuk mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, dan membangun Kalimantan menuju hari esok yang lebih baik, menyiapkan sesuatu untuk anak cucu atau generasi mendatang yang berdiam atau tinggal di Pulau Kalimantan ini.
Sering saya katakan Kalimantan adalah ‘the emerging island’. Insya Allah kalau dikelola dengan benar, dibangun dengan baik, semua bertanggung jawab, mulai dari Pak Gubernur, Pimpinan DPRD, semua, Pejabat Pemerintahan, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, cendekiawan, budayawan, ulama, tokoh adat. Pendek kata, kalau semua berjuang dengan sungguh-sungguh membangun Kalimantan ini, saya punya keyakinan yang tinggi, dengan ridho Allah SWT Kalimantan akan merupakan pulau harapan di waktu yang akan datang dan menjanjikan kemakmuran bagi saudara-saudara kita yang tinggal di Kalimantan ini. Mari kita sambut datangnya masa yang indah itu, masa yang sejahtera dengan cara kita bekerja sekeras-kerasnya, berjuang sekuat tenaga, memajukan semua kehidupan, bukan hanya sumber daya alam, sumber daya manusia dan berbagai potensi yang ada di Kalimantan ini.
Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana disampaikan oleh Saudara Gubernur tadi, bahwa kita ingin terus membangun infrastruktur. Saudara mengetahui bahwa strategi dan kebijakan pembangunan yang kita pilih sekarang ini dan ke depan belajar dari pengalaman waktu lalu, belajar dari pengalaman negara-negara lain adalah kita tidak hanya mengejar pertumbuhan semata. Sejak awal disamping pertumbuhan, kita juga ingin mendatangkan pemerataan, keseimbangan dan keadilan bagi masyarakat luas.
Oleh karena itu, strategi pembangunan ekonomi kita memiliki 3 pilar. Pilar pertama adalah pertumbuhan, jelas. Kalau ekonomi tumbuh dan distribusikan secara adil, maka tentu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Namun tidak cukup hanya dengan pertumbuhan, kita ingin juga meningkatkan, membuka lebih luas lagi lapangan pekerjaan dan sekaligus mengurangi kemiskinan. Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, struktur APBD mendukung ketiga tujuan itu.
Berkaitan dengan pertumbuhan, Pemerintah berkewajiban untuk secara berkesinambungan membangun infrastruktur di seluruh negeri, tentunya termasuk di Kalimantan Timur. Kalau infrastruktur kita bangun lebih baik lagi, jalan, jembatan, dermaga, bandar udara, semua, termasuk irigasi untuk pertanian, maka ekonomi lokal akan tumbuh berkembang, masyarakat mendapatkan keadilan karena ada sejumlah kemudahan di dalam kehidupan sehari-harinya. Infrastruktur bukan hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, tapi juga berkaitan dengan aspek sosial, budaya, hukum, pertahanan dan semua cabang kehidupan masyarakat kita.
Menyimak yang disampaikan Saudara Gubernur tadi, maka ada 3 jenis infrastruktur atau prasarana yang Insya Allah akan kita resmikan sore ini. Pertama yang berkaitan dengan kegiatan agama, ibadah yaitu Islamic Centre yang berada di Samarinda dan kemudian Masjid Agung Nurul Fattah di Kabupaten Pasir. Harapan kita semakin lengkap prasarana dan sarana ibadah, maka kegiatan ibadah kita makin berkualitas. Meskipun saya ingatkan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, perilaku yang religius, perilaku yang Islami, tidak hanya tergantung pada masjid, pada Islamic Centre, tapi tergantung pada semua untuk betul-betul menjalankan ibadah itu dengan sebaik-baiknya. Namun demikian prasarana dan sarana ibadah tetaplah penting untuk terus kita bangun dan kembangkan.
Jenis prasarana yang kedua yang berkaitan dengan perhubungan ataupun berhubungan dengan ekonomi lokal, yaitu Dermaga Tanjung Batu di Kabupaten Berau. Sedangkan 3 prasarana yang lain berkaitan dengan upaya meningkatkan keolahragaan di negeri kita ini, terutama berkaitan dengan hajat nasional kita yang insya Allah bulan depan akan kita laksanakan Pekan Olahraga Nasional Tahun 2008, tetapi prasarana ini bisa digunakan terus.
Kita ingin keolahragaan di negeri kita ini makin tumbuh dengan baik. Malu kalau bangsa Indonesia olahraganya tidak maju, malu kalau kalah dengan negara-negara tetangga kita, negara-negara ASEAN. Meskipun tahun-tehun terakhir kita kembali memiliki peningkatan prestasi tapi belum cukup. Sasaran kita, kita harus menjadi juara di kawasan ini, utamanya di tingkat ASEAN. Olahraga juga berguna untuk membangun karakter bangsa yang baik, character building. Dengan kita menjadikan olahraga sebagai budaya, maka akan timbul sportivitas, sifat ksatria dan kepribadian yang baik di antara bangsa kita.
Oleh karena itu, 3 prasarana yang akan segera kita resmikan, yaitu Komplek Stadion Utama di Samarinda, kolam-kolam renang di Kabupaten Berau, dan Asrama-asrama Atlet di Kabupaten Berau adalah salah satu wujud untuk menyukseskan PON Tahun 2008 ini, bulan Juli mendatang dan akan kita gunakan seterusnya untuk memajukan olahraga di Kalimantan Timur ini. Rawatlah baik-baik, karena biayanya tidak sedikit, kita membangun prasarana itu dengan tujuan yang baik. Mari kita pelihara, mari kita jaga dan mari kita gunakan sebaik-baiknya.
Kemudian yang terakhir, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Negara dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu yang terus melakukan bakti sosial, menggalakan pendidikan di negeri ini, utamanya melalui Program Indonesia Pintar, membangun Rumah-rumah Pintar, menyediakan Mobil Pintar, Motor Pintar dan Kapal Pintar. Harapan kita lebih banyak lagi putra-putri kita, anak-anak Indonesia yang bisa belajar, bisa membaca dengan segala macam fasilitas dan metodelogi di Rumah Pintar, Mobil Pintar, Motor Pintar dan Kapal Pintar itu. Silahkan digunakan sebaik-baiknya, dengan demikian makin adil, makin merata jangkauan pendidikan kita sehingga tidak ada di antara kita yang tertinggal atau merasa ditinggalkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan saya minta para Bupati, Walikota yang sudah menerima tadi diteruskan kepada staf dan jajarannya untuk digunakan sebaik-baiknya.
Hadirin sekalian,
Itulah yang dapat saya sampaikan dan saya sungguh berharap sebagai bangsa yang besar kita dapat tegar, tabah dan terus berikhtiar manakala negara kita menghadapi permasalahan dan tantangan. Kita mengetahui bahwa dunia sedang tidak bersahabat, dunia sedang bermasalah, harga minyak meroket dengan tajam setinggi langit, harga pangan juga melonjak tajam, ada bayang-bayang resesi dunia, ada bayang-bayang gejolak keuangan global yang tentu saja dampaknya dirasakan hampir semua negara di dunia, termasuk negara kita.
Kalau di waktu yang lalu negara kita alhamdulillah mampu mengatasi berbagai cobaan itu sejak merdeka pada era Bung Karno, era Pak Harto, era Pak Habibie, era Gus Dur, era Ibu Megawati, maka sekarang dan kedepan pun kita harus bisa mengatasi keadaan itu. Marilah kita bersatu padu, Pemerintah telah menjalankan berbagai program untuk mengatasi masalah ini, stabilisasi harga pangan, termasuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan secara nasional. Kita mengeluarkan anggaran bertrilyun-trilyun untuk itu. Pemerintah juga ingin mengatasi permasalahan energi, meningkatkan produksi minyak, gas dan sumber-sumber energi yang lainnya, menjalankan kampanye penghematan energi bagi seluruh rakyat Indonesia dan juga mengatasi dari segi APBN.
Harapan saya, mari kita juga sukseskan langkah-langkah Pemerintah ini. Pemerintah menyadari bahwa kesulitan ekonomi ini yang dialami oleh seluruh bangsa di dunia, termasuk bangsa kita tentu memberikan persoalan yang lebih berat kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Oleh karena itulah, mari kita sukseskan program-program membantu mereka, baik itu yang merupakan bantuan langsung, ibarat falsafah antara ikan dan kail, itu adalah ikan, seperti berobat gratis bagi yang miskin, membantu pendidikan dengan BOS, kemudian bantuan langsung tunai bersyarat, lantas beras untuk rakyat miskin, membantu yang kena musibah dan bantuan bagi lanjut usia. Semua itu bantuan langsung bagi mereka yang tidak berdaya yang kita sebut dengan memberikan ikan.
Yang kedua, kita berikan kail dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang jumlahnya makin besar. Tahun lalu mencakup hampir 3.000 Kecamatan di seluruh Indonesia, tahun ini menjangkau hampir 4.000 Kecamatan, Insya Allah tahun depan menjangkau seluruh Kecamatan 5.720 dengan besaran tahun depan 3 milyar. Gunakan dengan sebaik-baiknya anggaran itu untuk meningkatkan kemampuan sosial dan ekonomi masyarakat kecamatan dan kabupaten, kita ibaratkan kail.
Mari kita sukseskan pula Kredit Usaha Rakyat membantu saudara-saudara kita yang bergerak di usaha mikro, kecil dan menengah. Alhamdulillah, sejak kita luncurkan bulan November tahun lalu, sudah Rp 7 triliun kita alirkan dengan nasabah sejumlah 700 ribu. Kita ingin sampai selesainya tahun ini, kita bisa alirkan sampai sekitar Rp 14 triliun dengan sasaran lebih luas lagi. Bantu penyaluran ini karena kredit ini adalah kredit dengan pola penjaminan yang menjaminkan Pemerintah. Alirkan semua, para pimpinan utamanya Bupati, Walikota dengan jajarannya, berikan penjelasan kepada usaha mikro, kecil den menengah, bekerjasamalah dengan Bank-bank Milik Negara seperti BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BTN dan Bank Syariah Mandiri, agar proses pengalirannya menjadi lebih bagus. Ini kita ibaratkan perahu. Dengan ikan, dengan kail dan perahu, kalau kita jalankan dengan baik-baik, kita sebar luaskan insya Allah maka akan lebih cepat lagi upaya untuk meningkatkan kesejateraan rakyat, upaya untuk menanggulangi kemiskinan.
Dan khusus karena ada kenaikan BBM, sebagaimana juga terjadi di negara-negara lain, kita memberikan bantuan situasional kepada saudara-saudara kita yang memerlukan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai.
Hadirin sekalian,
Itu adalah tanggung jawab negara untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan itu, sekaligus untuk mengatasi keadaan menuju ketahanan energi, ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi kita secara menyeluruh di waktu yang akan datang.
Demikianlah Saudara-saudara dan sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara Gubernur dan semua Pimpinan, Saudara Bupati, Walikota atas kerja kerasnya selama ini. Kita harus lebih bersatu, kita harus lebih tegar dan bekerja lebih keras lagi menghadapi tantangan, keadaan semata-mata demi rakyat kita, rakyat yang kita cintai bersama.
Demikianlah Saudara-saudara. Dan akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim” berbagai prasarana yang telah dibangun di Provinsi Kalimantan Timur ini, baik itu sarana ibadah, sarana olahraga dan sarana perhubungan dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



