Pidato Presiden
Sambutan Acara Kinen Chakai (Upacara Minum Teh Tradisional Jepang) Memperingati Persahabatan Jepang-Indonesia
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KINEN CHAKAI OLEH GRAND MASTER URASENKE
(UPACARA MINUM TEH TRADISIONAL JEPANG DALAM RANGKA PERINGATAN PERSAHABATAN INDONESIA-JEPANG TAHUN 2008 DAN ULANG TAHUN URASENKE INDONESIA KE-20)
HOTEL INTER CONTINENTAL JAKARTA MIDPLAZA
20 JUNI 2008
Bismilahirrahmanirrahim,
Yang saya hormati para Menteri dan Mantan Menteri,
Yang Mulia Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri,
Yang Mulia Grand Master Doktor Genshitsu Sen,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Saya beserta hadirin, Grand Master, yang mullia, merasa amat berbahagia mendapat kehormatan untuk menghadiri acara minum teh dalam suasana yang penuh dengan persahabatan, keakraban dan kedamaian. Budaya minum teh yang telah Yang Mulia kenalkan kepada kami semua adalah budaya yang luhur, peradaban Jepang dan peradaban Asia yang kita banggakan.
Saya setuju dengan Yang Mulia, juga dengan Yang Mulia Duta Besar bahwa dunia tempat kita duduk bersama ini, mestilah lebih damai, lebih adil dan mendatangkan kesejahteraan bagi semua bangsa. Kita mengenal berbagai peradaban civilization dan tentunya kita harus mencegah clash of civilization dan kita justru harus membangun harmony among civilization.
Kerukunan antar peradaban itu bisa kita capai, Yang Mulia, kalau semua bangsa bisa saling menghormati, menaburkan kasih sayang dan kemudian bersama-sama membangun dunia yang lebih damai, dan dunia yang lebih adil, serta sekali lagi mendatangkan kemakmuran bagi semua penghuninya.
Tahun ini adalah tahun yang istimewa bagi Jepang dan Indonesia. Pada Bulan Januari tahun 2008 yang lalu, Jepang dan Indonesia merayakan 50 tahun hubungan Indonesia-Jepang di Jakarta, hadir Pangeran Akishino dan saya sendiri, yang telah berjalan dengan baik disertai tekad untuk lebih meningkatkan hubungan dan kerjasama kedua negara, kedua bangsa dimasa depan.
Hubungan bangsa yang kokoh Yang Mulia, termasuk hubungan antara Indonesia dan Jepang, tentu bukan hanya sebatas kerjasama ekonomi, kerjasama teknologi dan bidang-bidang bilateral yang lain, tetapi yang lebih utama adalah people to people contact, terutama kedekatan karena pendekatan budaya, pendekatan pendidikan, pendekatan sosial yang dapat kita bangun antara Jepang dan Indonesia.
Hari ini, Yang Mulia memberi contoh bahwa kedua bangsa bisa meningkatkan kedekatan, persahabatan dan kerjasamanya melalui pendekatan budaya. Kami semua hari ini bertambah pengetahuan, Yang Mulia, mudah-mudahan isteri-isteri kita rajin membikinkan teh hijau sehingga badan kita akan sehat dan kemudian kita bisa menjalankan tugas dengan lebih baik lagi.
Demikianlah, Yang Mulia, terima kasih. Kami berharap Yang Mulia bisa berkunjung lagi ke Indonesia untuk minum teh bersama dengan Saudara-saudara Yang Mulia di Indonesia. Arigatou gozaimasu.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



