Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Infrastruktur, PNPM Mandiri, dan KUR di Provinsi Jambi
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN INFRASTRUKTUR, PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI PROVINSI JAMBI SERTA PENINGKATAN SEMANGAT GOTOMG ROYONG GUNA MEWUJUDKAN KELUARGA KECIL BAHAGIA SEJAHTERA
JAMBI, 29 JUNI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,
Yang Mulia Duta Besar Pakistan untuk Indonesia,
Saudara Gubernur Provinsi Jambi dan para Gubernur dari seluruh Indonesia, Saudara Bupati Tanjung Jabung Timur dan para Bupati dan Walikota yang turut hadir dalam acara ini, para Pejabat Pemerintahan dan Negara, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, Saudari Ketua Umum Penggerak PKK Pusat, Saudara Kepala BKKBN Pusat, para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara dan Pimpinan Swasta,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Pemuka Adat, para Tokoh Masyarakat, para Cendikiawan, para Budayawan, para Siswa dan Mahasiswa,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga patut bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena hari ini dapat bersama-sama mengikuti serangkaian kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan yang insya Allah membawa berkah dan manfaat bagi kita semua.
Sebelum saya lanjutkan sambutan saya pada acara yang penting ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara Gubernur Provinsi Jambi, Saudara Bupati Tanjung Jabung Timur dan seluruh masyarakat di daerah ini, atas kerja keras serta keramahtamahan menjemput kami semua dalam acara yang sangat penting ini. Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada tarian kolosal yang tadi telah sama-sama kita lihat, sungguh indah. Saya juga terkesima dengan puisi yang dibawakan oleh Ananda Amalia Salslik Maharani, sekaligus ada suara sayup-sayup tadi kita dengar, suara Saudara Zulkifli Nurdin yang juga ikut menyemarakan acara atau pagelaran seni tadi.
Saya teringat Saudara-saudara, 10 tahun yang lalu, ulangi, 11 tahun yang lalu pada tahun 1997 dalam acara MTQ Nasional di Jambi, saya juga menyaksikan tari kolosal yang indah, yang sama-sama kita saksikan tadi. Waktu itu saya bertugas di Sumatera bagian Selatan sebagai Pangdam II Sriwijaya. Alhamdulillah, saya dapat kembali ke tempat yang indah ini di Tanjung Jabung Timur, bumi sepucuk nipah serumpun ribu di Provinsi Jambi, bumi sepucuk Jambi sembilan lurah, alhamdulillah.
Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini kita menyaksikan dan menghadiri serangkaian acara yang berkaitan dengan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Saya hitung paling tidak ada tujuh acara yang diacarakan sekaligus hari ini. Ini boleh dikatakan borongan, tetapi hemat, satu hari bisa mengacarakan tujuh acara plus. Apa tujuh acara itu?
Pertama, Peresmian Penggunaan Infrastruktur Jembatan Berbati Tanjung Jabung Timur dan Peresmian Gelanggang Olahraga Paduka Berhala. Yang kedua, kita menyaksikan penggalakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, yang kita kenal dengan PNPM Mandiri. Ketiga, kita menggalakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat kepada saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan pinjaman modal itu. Yang keempat, ya cukup penting adalah hari ini kita merayakan Hari Keluarga Nasional, sekaligus yang kelima hari ini menandai dimulainya Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang dipusatkan di Tanjung Jabung Timur ini.
Nanti setelah acara ini saya juga akan menghadiri Peresmian Rumah Pintar dan Madrasah. Dan tadi kita saksikan ada pemberian bantuan sembako untuk saudara-saudara kita yang tergolong kurang mampu. Belum lagi kalau tidak, salah saya dengar menurut intelijen, saya diajak untuk santap siang bersama-sama dengan masyarakat dilanjutkan dialog dan melihat juga budidaya perikanan lele yang insya Allah akan sama-sama kita akan lakukan. Boleh diberikan tepuk tangan, sembilan kegiatan sekaligus.
Saudara-saudara,
Saudara Gubernur Provinsi Jambi telah menyampaikan sambutan yang jelas dan gamblang, demikian pula Saudara Menteri Dalam Negeri juga telah menyampaikan apa yang kita tuju dengan menyelenggarakan Hari Keluarga Nasional dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ini. Saya hanya ingin memberikan penekanan-penekanan, menggarisbawahi hal-hal yang penting untuk bersama-sama kita lakukan. Namun sebelum saya masuk secara singkat satu demi satu apa yang perlu kita lakukan secara bersama, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Gubernur Provinsi Jambi beserta dengan seluruh jajaran, termasuk masyarakat di Provinsi yang sama-sama kita cintai ini.
Apa yang dilakukan oleh Provinsi Jambi, saya nilai adalah solusi, jalan keluar, upaya mengatasi permasalahan yang ada. Sekarang ini yang diperlukan adalah mereka yang mencari solusi dan bisa mengatasi masalah, karena masalah itu akan selalu datang dan pergi. Masalah yang dihadapi di Jambi juga dihadapi oleh saudara kita di provinsi yang lain. Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti meroketnya harga minyak dan melonjaknya harga pangan, juga dihadapi oleh negara-negara lain. Agar kita beruntung, maka kita harus menerima semuanya itu sebagai suatu tantangan yang harus kita jawab, yang harus kita atasi dan kita carikan solusinya bersama-sama.
Saya menilai apa yang dilakukan bukan hanya yang diucapkan oleh Saudara Gubernur ataupun semua jajaran Provinsi Jambi ini adalah langkah-langkah yang inovatif, langkah-langkah yang kreatif, mencari terobosan-terobosan yang konkret, yang betul-betul bisa memecahkan masalah dan mendatangkan kebaikan bagi masyarakat, mendatangkan kemajuan bagi Provinsi Jambi.
Apa yang disampaikan oleh Saudara Gubernur tadi adalah sesungguhnya bentuk dari program-program pro rakyat. Pertama pangan, jawaban yang cerdas atas kenaikan harga pangan dunia, atas kelangkaan beberapa komoditas pangan di banyak negara, dengan cara meningkatkan produksi dan produktivitas pangan di negeri ini, di seluruh Indonesia, di seluruh Provinsi, Kabupaten dan Kota. Yang ditingkatkan bukan hanya beras yang alhamdulillah tahun-tahun terakhir ini kita memiliki ketahanan padi atau beras yang baik, meskipun harus terus kita tingkatkan ketahanan itu. Tetapi sebagaimana disampaikan oleh Saudara Gubernur ingin pula, seperti komoditas yang lain, kedelai, jagung, ternak, ikan juga ditingkatkan. Ini sejalan dengan program nasioanl kita, makin ke depan bangsa ini harus bisa memiliki ketahanan pangan dan bangsa ini betul-betul bisa mengelola sumber daya yang dimiliki. Ini penting untuk kita lakukan bersama.
Di bidang energi, kita tahu harga minyak meroket tingginya luar biasa, semua bangsa terpukul, ekonomi di negara manapun mengalami kesulitan. Solusi yang cerdas adalah tidak harus dengan terus mengeluh, marah ke sana, marah ke sini, tetapi kita melakukan penghematan yang luar biasa atas penggunaan energi yang selama ini kita nilai boros, kita tingkatkan lagi produksi, energi kita, terutama mengembangkan energi alternatif, sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur tadi misalnya batubara, gas dan jarak, serta energi-energi terbarukan lainnya.
Di bidang pendidikan, sangat nyata apa yang ingin dicapai. Bangsa yang maju adalah bangsa yang terdidik. Kita mulai dari menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia. Nyata. Mari kita tingkatkan mutu pendidikan kita prasarananya, sarananya, kemampuan gurunya, termasuk kesejahteraan. Ini pekerjaan kita bersama, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat luas.
Kesehatan juga demikian, kita ingin menjadi bangsa yang sehat. Karena kalau kita sehat, maka kita akan unggul, ditambah dengan mentalitas yang baik, kepribadian yang baik, karakter yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta rukun satu sama lain, maka bangsa kita yang sehat itu akan menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang berdaya saing, sehingga Indonesia akan menjadi negara maju di abad 21 ini. Kita mulai juga dari menyelenggarakan kesehatan mulai dari tingkat bawah.
Terus terang, tahun-tahun ketika kita mengalami krisis, awal reformasi, kita agak kendor di dalam melakukan berbagai kegiatan yang bikin masyarakat kita sehat, contohnya, PKK, Posyandu, Puskesmas, Program Imunisasi Nasional dan sejumlah gerakan yang lain. Kita hidupkan kembali, karena kalau itu kita hidupkan, maka yang diuntungkan adalah masyarakat kita di seluruh Indonesia, termasuk di perdesaan dan daerah-daerah yang terpencil.
Saya juga memberikan apresiasi, mengingat karet adalah potensi yang baik dari sisi perkebunan di Provinsi ini dilakukan replanting dari karet itu sehingga lebih produktif kemudian mendapatkan keuntungan yang lebih besar, terutama bagi para petani karet.
Saya juga senang tadi, bahwa dalam rangka untuk merawat bumi kita, menyelamatkan tanah air kita, kita rawat hutan agar perubahan iklim tidak menjadikan bumi menjadi tempat yang tidak aman untuk dihuni. Dengan cara mengelola hutan yang baik, hutan tanaman rakyat dan sejumlah langkah yang dilaksanakan oleh Saudara Gubernur.
Kemiskinan, kemiskinan dihadapi bukan oleh bangsa Indonesia, oleh banyak bangsa di dunia ini, bahkan banyak bangsa yang angka kemiskinannya lebih tinggi dibandingkan kita. Ada sejumlah penurunan, tapi kita belum puas, harus bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan kemiskinan. Menurunkan kemiskinan dengan langkah nyata, dengan kerja nyata, dengan program-program yang konkret, seperti tadi disampaikan oleh Saudara Gubernur, meningkatkan pendidikan, kesehatan, menumbuhkan usaha kecil, usaha menengah, mengurangi pengangguran dan lain-lain. Itu harus kita lakukan.
Demikian juga pengangguran, saya berikan penghargaan kepada Gubernur Provinsi Jambi, karena dengan replanting atau menanam kembali, lebih produktif lagi karet kita dengan usaha patin dan kegiatan yang lain, maka akan menyerap lapangan pekerjaan yang apabila saudara-saudara kita yang tadinya menganggur, kemudian bisa bekerja, tentu penghasilannya meningkat. Kalau penghasilannya meningkat, insya Allah kemiskinan akan terus berkurang di negeri tercinta ini.
Atas semua upaya, program, dan langkah-langkah yang nyata itu, atas nama negara, atas nama Pemerintah Pusat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan. Tentu saja Saudara-saudara, tidak semua yang kita lakukan hasilnya seketika bisa kita lihat. Membangun sebuah bangsa tidak seperti membalik telapak tangan, memerlukan kerja keras, diperlukan waktu yang cukup dengan tahapan-tahapan yang harus sama-sama kita arungi. Tetapi yakinlah, kalau kita melangkah bersama, bersatu, bekerja keras, maka dengan ridho Allah SWT, kita akan bisa membangun hari esok yang lebih baik. Saya percaya itu dan percaya pula bahwa Jambi di masa depan akan lebih sejahtera dibandingkan Jambi masa sekarang.
Hadirin yang saya muliakan,
Infrastruktur sangat penting, dengan terbangunnya jembatan di Tanjung Jabung Timur ini, harapan saya ekonomi lebih bergerak, mobilitas manusia maupun barang akan lebih lancar. Saudara-saudara kita akan mendapatkan kemudahan, karena sudah tersedia fasilitas jembatan. Karena itu dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, tolong dirawat baik-baik, gunakan baik-baik pula untuk meningkatkan taraf kehidupan, termasuk ekonomi di Provinsi ini.
Gelanggang Olahraga demikian juga, dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, gunakan dengan baik, rawat dengan baik. Saya ingin olahraga di negeri kita ini makin baik. Kita harus menjadi juara di Asia Tenggara, jangan mau menjadi nomor sekian, nomor sepatu dalam bidang olahraga. Tahun-tahun terakhir olahraga kita lumayan sudah mulai menaik, tapi saya belum puas, kita belum puas, mari kita giatkan lagi olahraga. Kalau masyarakat senang olahraga, disamping badannya sehat, jiwanya kuat, mentalnya baik, sportif, ksatria, begitu nilai lain yang dapat kita petik dalam kegiatan olahraga. Insya Allah minggu depan, saya akan membuka Pekan Olahraga Nasional di Kalimantan Timur, saya doakan Kontingen Jambi meraih prestasi yang baik.
Kredit Usaha Rakyat itu adalah kebijakan untuk membantu saudara-saudara kita yang menjalankan usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Kalau saya keliling Indonesia, selalu datang ke saya, “Pak Presiden, kami ini ingin berusaha, tapi cari modal susah, persyaratannya macam-macam. Bagaimana Pak supaya kami mendapatkan pinjaman modal yang lebih mudah, jangan berbelit-belit, sehingga usaha kita dapat tumbuh dengan baik”. Sejak bulan November tahun lalu kita luncurkan Kredit Usaha Rakyat dengan pola penjaminan. Dengan pola penjaminan pemerintah, maka persyaratan akan menjadi lebih mudah.
Saya menerima SMS dari saudara-saudara kita di seluruh Indonesia yang mengatakan, “Terima kasih Pak Presiden, karena kami telah mendapatkan pinjaman ada Rp 1 juta, ada Rp 5 juta, Rp 10 juta, tergantung pada usahanya”. Tapi saya juga masih menerima SMS, “Pak Presiden, kok nampaknya belum banyak informasi tentang itu, kok nampaknya kami belum dibimbing bagaimana mendapatkan bagaimana mendapatkan pinjaman dengan mudah”. Saya meminta jajaran Pemerintah, termasuk bank-bank penyalur, BRI, Mandiri, BNI, Bukopin, BTN dan Bank Syariah Mandiri, berikan penjelasan kepada rakyat, kepada mereka, agar mereka mengerti bagaimana cara mendapatkan pinjaman.
Saudara-saudara,
Tahun ini kita anggarkan dari APBN Rp 1,4 triliun dan itu bisa bernilai Rp 14 triliun nantinya untuk dipinjamkan. Sejak bulan November sampai dengan bulan yang lalu sudah atau baru mengalir Rp 7 triliun sekitar 700 ribu nasabah. Saya ingin tahun ini sebisa-bisa kita, kita salurkan seluruhnya Rp 14 triliun, sehingga lebih banyak lagi saudara-saudara kita mendapatkan kredit agar usahanya bisa tumbuh. Tahun depan, insya Allah, kita akan lanjutkan lagi dengan menganggarkan sejumlah jaminan Pemerintah, dengan demikian lebih banyak lagi yang kita salurkan.
Kalau usaha mikro, kecil, menengah tumbuh, tentu saja sekali lagi sebagaimana saya katakan tadi, penghasilan rumah tangga-rumah tangga insya Allah akan meningkat dan dengan demikian kemiskinan berkurang, pengangguran pun juga berkurang.
PNPM Mandiri dijelaskan tadi, memberikan bantuan pada Kecamatan dan Desa. Tahun lalu hampir 3.000 Kecamatan, tahun ini hampir 4.000 Kecamatan, Insya Allah tahun depan seluruh Kecamatan 5.700. Uang itu berkisar Rp 2 sampai Rp 3 miliar, tahun depan rata-rata, insya Allah, Rp 3 miliar, tolong digunakan untuk membangun apa saja di Kecamatan dan Desa itu, berangkat dari aspirasi penduduk setempat. Kalau itu dibangun, maka apa yang diinginkan lebih bisa diwujudkan, tanggung jawabnya lebih tinggi, rasa memiliki lebih tinggi sehingga akan dirawat.
Tadi disampaikan oleh Saudara Mendagri misalnya, Bangdesmadu, Bangun Desa Mandiri Terpadu dalam Program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat coba diklopkan, dipadukan, dikaitkan, dengan demikian lebih intergratif, lebih terpadu semua program yang kita lakukan. PNPM tujuannya seperti itu, Bangdesmadu juga konsepnya sama, tolong disatukan dengan demikian lebih cepat mengalirnya bantuan dan lebih cepat terwujudnya pembangunan fasilitas, baik ekonomi maupun sosial di tingkat Kecamatan dan Desa.
Hadirin yang saya muliakan,
Harganas, Hari Keluarga Nasional. Jelas sekali itu, yang kita tuju adalah keluarga kecil, bahagia, sejahtera, keluarga yang baik. Dari keluarga yang baik menuju masyarakat yang baik, dari masyarakat yang baik menuju bangsa yang baik. Mari betul-betul kita wujudkan itu. Keluarga Berencana tujuannya adalah untuk mencapai kehidupan keluarga yang saya katakan tadi kecil, bahagia, sejahtera untuk mereka semua, untuk orang-seorang, untuk keluarga-keluarga. Disamping secara nasional tentunya kalau penduduk kita keluarga-keluarga kita terkelola baik pertumbuhannya, perkembangannya, maka ekonomi akan bisa mendukung dengan baik, sumber daya alam juga tidak akan terkuras secara berlebihan, akhirnya kehidupan bangsa ini akan menjadi baik. Itu mata rantai pentingnya menggalakan Program Keluarga Berencana menuju keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Sedangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang suka melakukan kegiatan bersama, bergotong-royong, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, bantu-membantu dengan solidaritas dan kesetiakawanan yang tinggi. Jangan luntur, jangan karena globalisasi hilang nilai-nilai dan perilaku yang baik ini. Mari menghadapi persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh orang-seorang, keluarga-keluarga bersatulah masyarakat dengan gotong royong yang baik, dipimpin yang baik, diatur yang baik, dengan anggaran yang baik, baik itu dari Pemerintah maupun yang tumbuh dari masyarakat sendiri, sehingga dengan kegotongroyongan itu bisa dibangun lebih banyak lagi sasaran-sasaran pembangunan kita.
Tentang Rumah Pintar, ini juga sejalan dengan keinginan kita semua untuk meningkatkan pendidikan di negeri ini. Banyak saudara-saudara kita ingin membaca, ingin belajar komputer, ingin mengetahui sesuatu, tetapi mereka tidak bisa, karena jauh dari fasilitas itu. Kita bantu disamping perpustakaan yang sudah ada, ada satu metode apakah Rumah Pintar, Mobil Pintar, Motor Pintar yang dilakukan oleh SIKIB dengan mitra-mitranya yang lain, termasuk kerjasama dengan Depdiknas untuk bisa kita sukseskan.
Kita ingin manusia-manusia Indonesia gemar membaca, senang belajar. Kalau sejak kecil sudah kita bangun kegemarannya untuk membaca dan kesenangannya untuk belajar, insya Allah mereka akan menjadi manusia-manusia yang unggul, yang bisa mengawaki dan memimpin bangsa dan negara kita di waktu yang akan datang. Mari kita didik generasi setelah kita lebih baik lagi, agar mereka lebih baik dari generasi sebelumnya.
Itulah Saudara-saudara yang saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan akhirnya dengan pesan, harapan, dan ajakan itu semua, dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT dan seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Infrastruktur Jembatan dan Gedung Olahraga, saya resmikan penggunaanya dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat saya nyatakan dimulai.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



