Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Kongres XX PGRI
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN KONGRES XX PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) TAHUN 2008
PALEMBANG-SUMATERA SELATAN
1 JULI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Ketua MPR RI,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Mantan Menteri dan para Sesepuh PGRI, Saudara Pimpinan Komisi X DPR RI dan para Anggota DPR dan DPD RI, Saudara Sekretaris Jenderal Education International, Tuan Fred Van Leeuwen dan para Tamu Undangan dari Education International, Saudara Gubernur, saya ulangi Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Selatan, Saudara Walikota Palembang dan para Pejabat Negara yang bertugas di Sumatera Selatan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Yang saya cintai Saudara Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. H. Muhammad Surya beserta para Pimpinan PGRI seluruh Indonesia yang hadir pada acara malam hari ini,
Yang saya cintai para Guru, para Mahasiswa, Keluarga Besar PGRI,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga senantiasa kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kongres XX PGRI dan sekaligus selamat melaksanakan kongres ini. Semoga kongres ini menghasilkan sesuatu yang membawa kebaikan pertama-tama bagi PGRI, kedua bagi seluruh guru dan tentunya bagi dunia pendidikan, bangsa dan negara kita.
Saudara-saudara,
Saya ingin memulai sambutan saya ini dengan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan, pertama-tama kepada Pemerintah Daerah Sumatera Selatan tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten dan tingkat Kota, atas upaya dan program nyata untuk meningkatkan pendidikan, serta upaya dan program nyata untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para guru.
Alokasi anggaran yang telah disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Selatan tadi, saya kira baik untuk dilanjutkan, memadukan antara anggaran dari Pemerintah Pusat, anggaran Pemerintah Provinsi dan anggaran Pemerintah Kabupaten dan Kota, dan dengan sasaran yang tepat, insya Allah akan benar-benar dapat meningkatkan kegiatan, pendidikan di Provinsi ini atau di seluruh tanah air, sekali lagi termasuk upaya peningkatan kemampuan dan kesejahteraan para guru kita.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang kedua, saya sampaikan kepada PGRI atas peran, kontribusi dan pengabdiannya selama ini, sejak berdiri pada tahun 1945 hingga sekarang yang tidak pernah putus, sehingga bisa memperjuangkan nasib kesejahteraan dan masa depan guru di seluruh Indonesia. Hampir 4 tahun saya mengemban amanah sebagai Kepala Pemerintah dan Kepala Negara di negeri ini, saya memantau, saya mengikuti perjuangan dari PGRI untuk sekali lagi memperjuangkan kemampuan dan kesejahteraan guru, termasuk bersama-sama Pemerintah utamanya Departemen Pendidikan Nasional menggarap berbagai pranata, instrumen, untuk memajukan pendidikan dan guru-guru kita.
Undang-Undang juga mengatur dengan jelas bahwa untuk meningkatkan profesionalitas guru itu juga pertama dilakukan pemerintah, kedua dilakukan organisasi profesi dan juga masyarakat luas. Karena Prof. Surya tadi menghadiahkan satu pantun kepada saya. Saya jawab kontan di sini,
Bunga selasih dari Kendari tak pernah layu
Terima kasih PGRI, thank you
Ucapan terima kasih dan penghargaan ingin saya sampaikan kepada Education International atas bantuan, kerjasama dan kemitraan yang telah dilakukan dengan PGRI, dan tentunya dengan dunia pendidikan di Indonesia, sebagaimana disampaikan tadi, bahwa Education International, Global Union juga ikut di dalam melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami, termasuk membangun gedung-gedung sekolah, melakukan pelatihan bagi mereka yang mengalami trauma, program beasiswa, maupun program-program pelatihan bagi para guru. Oleh karena itu, atas nama negara dan Pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada Education International.
Dan saya setuju yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Education International tadi, bahwa masa depan pendidikan sebuah bangsa, sebuah negara sangat ditentukan oleh yang disebut the qualified and dedicated teachers, insya Allah PGRI akan menjadi contoh atas sosok guru yang berkualitas dan berpengabdian. Tugas Pemerintah, tugas kita semua meningkatkan kesejahteraan para guru, sehingga betul-betul bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Hadirin yang saya hormati,
Tema dari Kongres XX PGRI sudah jelas disampaikan oleh Prof. Surya tadi, ”Meningkatkan mutu pendidikan melalui guru profesional, sejahtera dan terlindungi”. Saya sangat mendukung tema ini. Mari kita implementasikan secara bersama, Pemerintah dan PGRI dan juga saya mengajak seluruh komponen bangsa, masyarakat luas, termasuk dunia usaha untuk juga menyukseskan apa yang ingin dicapai oleh PGRI dalam Kongres XX di Palembang ini.
Saudara-saudara,
Pemerintah terus melakukan upaya sungguh-sungguh, berkesinambungan untuk meningkatkan pendidikan nasional dan meningkatkan kualitas, serta kesejahteraan guru. Di berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa kita ingin benar meningkatkan kualitas pendidikan kita, agar betul-betul makin ke depan, makin bermutu, mudah dijangkau, accessible, dan tentunya dalam biaya yang tidak terlalu mahal, kemudian bagi yang miskin gratis.
Di berbagai kesempatan, saya juga menyampaikan bahwa kita ingin guru dan dosen kita makin ke depan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan peningkatan penerimaan negara, maka para pejuang bangsa ini, disamping harus semakin berpengabdian, berkemampuan atau profesional, juga mendapatkan tingkat kesejahteraan yang layak.
Pemerintah tahun demi tahun secara nyata ingin meningkatkan besaran anggaran pendidikan, tahun demi tahun terus meningkatkan gaji, insentif, dan kesejahteraan para abdi negara, termasuk guru. Justru yang kita utamakan adalah mereka yang bertugas, yang mengemban amanah di garis depan, termasuk para guru. Gaji Presiden, gaji Menteri sudah tahun keempat ini tidak naik dan memang saya sampaikan, kita utamakan dulu mereka. Dengan demikian, andaikata, saya tidak tahu kapan gaji-gaji yang belum naik itu akhirnya bisa naik setelah kita menyaksikan mereka yang patut dinaikkan gajinya sudah kita berikan hak dan peningkatan itu.
Saudara-saudara,
Mendiknas, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, saya tadi duduk di depan, saya makin pintar karena diapit semua profesor tadi di depan saya itu. Pak Bambang Sudibyo mengatakan bahwa Pemerintah pun tahun-tahun terakhir ini ingin melakukan akselerasi, program-program terobosan, perluasan, peningkatan untuk meningkatkan pendidikan kita dan hasil yang dicapai. Saya tentu minta untuk semua itu terus dilanjutkan dengan tujuan betul-betul makin ke depan pendidikan di negeri kita ini makin baik.
Sejumlah langkah, terobosan dengan alokasi anggaran yang tidak sedikit, sejalan dengan peningkatan anggaran bagi pendidikan kita, sebagian sudah disebutkan tadi program pendanaan masalah untuk semua kegiatan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan tenaga pendidik secara massal, penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang juga bisa mengubah metodologi dan segi-segi atau proses belajar-mengajar, pembangunan prasarana dan sarana yang dilakukan di seluruh Indonesia juga secara massal, termasuk reformasi perbukuan.
Kita juga mendorong munculnya perguruan-perguruan tinggi Indonesia bertaraf internasional, world class universities yang tahun demi tahun kita juga bisa masuk ke dalam pendidikan yang prestigious itu. Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang yang harus kita lakukan. Tetapi sekali layar telah kita kembangkan, pantang surut ke belakang, kita harus terus maju untuk meningkatkan semuanya itu.
Saudara-saudara,
Tahun ini kita memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. Dalam pidato 20 mei yang lalu saya sampaikan, bahwa kita ingin dan insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan kerja keras kita, Indonesia di abad 21 ini menjadi negara maju. Kita masih punya waktu 92 tahun, tapi tidak perlu menunggu sampai akhir abad, kalau 30 tahun lagi, 50 tahun lagi, kita menjadi negara maju alangkah indahnya karena itu menjadi cita-cita didirikannya Negara Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai.
Untuk menjadi negara maju, ada 3 modal utama, ada 3 persyaratan fundamental. Yang pertama, bangsa kita harus memiliki kemandirian yang semakin tinggi. Kedua, kita juga harus memiliki daya saing yang juga semakin tinggi. Dan yang ketiga, memiliki peradaban bangsa terhormat dan mulia. Kalau kita bicara 3 hal itu, kemandirian, daya saing, dan peradaban, saya kira Saudara sepakath bahwa pendidikan amat berperan, pendidikan bisa memberikan kontribusi untuk mencapai atau membangun 3 modal utama itu.
Kita ingin manusia dan bangsa Indonesia makin ke depan makin unggul, manusia dan bangsa yang berkarakter kuat, sehat dan kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, rukun dan bersatu satu sama lain. Saya ingin benar semua itu bisa diciptakan, dibangun, dan dikembangkan melalui jalur pendidikan.
Saudara-saudara,
Mengakhiri sambutan saya pada hari yang bersejarah ini, Kongres ke-XX PGRI, saya ingin menyampaikan pesan, harapan, dan ajakan untuk bersama-sama kita jalankan. Pertama, untuk menjadi bangsa yang maju dan unggul, bangsa kita harus kreatif dan inovatif. Sebagaimana yang saya sampaikan pada Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-62 di Pekanbaru, agar manusia-manusia Indonesia betul-betul lebih kreatif dan inovatif, maka metodologi pendidikan kita harus terus dikembangkan, harus dibangun yang kita sebut dengan intellectual curiosity, agar mereka, anak-anak kita, sekali lagi makin kreatif dan inovatif.
Yang kedua, kita mesti membangun kehidupan yang harmonis dan damai, agar bangsa ini kompak, bersatu, rukun kemudian bekerja keras. Untuk itu diperlukan nilai, perilaku bangsa seperti itu, dan membangun nilai, membentuk perilaku tiada lain jalurnya adalah pendidikan. Kita ingin anak-anak kita sedini mungkin pada tingkat Taman Kanak-kanak, tingkat SD, SMP dan SMA, mereka betul-betul bukan hanya diberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibangun karakternya, kepribadiannya sehingga betul-betul menjadi manusia-manusia unggul, yang kreatif, dan inovatif sekaligus mereka yang bisa hidup rukun satu sama lain, yang toleran, cinta perdamaian dan anti kekerasan. Saya sangat berharap, para guru bisa membimbing anak-anak kita, generasi muda untuk memiliki nilai dan perilaku seperti itu.
Yang ketiga, dunia sekarang ini tengah menghadapi tantangan dan persoalan yang tidak ringan. Perubahan iklim yang mengakibatkan bencana di berbagai belahan dunia, krisis harga minyak, krisis harga pangan. Sebagai bangsa yang cerdas, yang pandai memetik pelajaran dan sama-sama menyelamatkan masa depan kita, maka menyadari ini semua, bangsa kita harus benar-benar menjadi bangsa yang hemat energi, didik anak-anak kita sedini mungkin untuk berperilaku hemat terhadap energi. Untuk mencegah kerusakan di bumi ini, menyelamatkan tanah air kita, didik pula anak-anak kita, termasuk kita semua untuk sungguh mencintai alam dan kemudian memelihara lingkungan kita. Mari kita budayakan budaya menanam, baik untuk kepentingan lingkungan maupun untuk memperkokoh ketahanan pangan kita.
Itu adalah respon cerdas dari bangsa kita, menyadari bahwa dunia tempat kita hidup ini mulai muncul sejumlah persoalan yang fundamental. Dunia dengan penduduk 6,4 miliar sekarang ini tentunya dengan sumber energi, energi konvensional yang makin susut dan juga bisa mengalami persoalan dari sumber-sumber pangan. Mari kita jemput, kita selamatkan masa depan kita dengan langkah-langkah seperti itu.
Kepada Saudara Mendiknas, para Pimpinan Daerah, baik yang hadir maupun tidak hadir di ruangan ini, utamanya para Gubernur, para Bupati, dan para Walikota, saya menginstruksikan untuk terus meningkatkan upaya dan menjalankan program-program nyata, termasuk mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kemampuan guru dan kesejahteraannya. Saya juga menginstruksikan jajaran pemerintah di seluruh Indonesia membangun kerjasama dan kemitraan yang baik dengan PGRI di seluruh Indonesia.
Dan karena Prof. Surya tadi berharap ada good news, ada berita baik, tadi sore Mendiknas, Mensesneg, Sekretaris Kabinet yang sebelumnya berkomunikasi dengan Menteri Keuangan, yang sebelumnya juga berkonsultasi dengan Menko Kesra menyampaikan kepada saya setelah terus-menerus digodok, maka 2 Peraturan Pemerintah yang sangat penting sudah rampung finalisasinya hari ini, dan insya Allah dalam satu, dua hari ini akan segera saya tanda tangani. Dua PP yang sudah siap yang paling penting adalah Peraturan Pemerintah tentang pendanaan pendidikan, satunya lagi Peraturan Pemerintah tentang wajib belajar. Kalau dua ini sudah, maka Peraturan Pemerintah tentang guru akan dapat segera dipercepat dan diselesaikan. Kalau tiga Peraturan Pemerintah ini sudah selesai, maka implementasi dari Undang-Undang pendidikan kita, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen akan lebih dijabarkan lagi dan kemudian akan bisa dilaksanakan dengan baik. Bagi yang tidak sabar menunggu boleh menunggui saya di Jakarta untuk melihat penandatanganan 2 PP tadi. Percayakan kepada saya, insya Allah dalam satu, dua hari ini akan kita tanda tangani.
Saya kira itu yang dapat saya sampaikan. Dan khusus kepada tamu kita Tuan Fred Van Leeuwen, saya, I would like to say that the Indonesian Government is very serious in improving the quality of our education. Promoting the education including the teacher’s welfares is high in my agenda. We are working real hard to allocate more funds to improve the quality and the welfare of the teachers. You know well as a developing country, Indonesia is of course considering many factors, we have to reduce poverty, we have to create jobs, we have to build infrastructures and other priorities but trust us, trust me that education is the most sector that we prioritize firstly. So thank for your contribution, thank for your cooperation and partnership that continue this one to improve the quality and the welfare of the Indonesian teachers. Thank you.
Hadirin sekalian,
Akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT dan seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Kongres XX PGRI dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



