Pidato Presiden

Sambutan Peluncuran Eminent Persons Group (EPG)

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELUNCURAN EMINENT PERSONS GROUP
HILTON HOTEL-KUALA LUMPUR, MALAYSIA
7 JULI 2008



Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang terhormati Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi,
Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno, Ketua EPG Indonesia,
Yang saya hormati Bapak Tun Musa Hitam, Pimpinan EPG Malaysia, para Menteri, baik dari Indonesia maupun dari Malaysia, para Duta Besar,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang amat membahagian dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara, baik Malaysia maupun Indonesia dan untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan baik di antara kedua bangsa Indonesia dan Malaysia.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa hubungan kedua bangsa dan Negara Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia bukan hanya hubungan antara kedua tetangga, tetapi hubungan antara saudara dan sahabat dekat. Malaysia sangat penting bagi Indonesia untuk mengukuhkan kebersamaan kita pada tingkat ASEAN maupun untuk kepentingan kemajuan kedua bangsa melalui kerjasama bilateral yang sama-sama kita tumbuh kembangkan.

Sebagai tetangga terdekat menurut pandangan saya disamping kita banyak melakukan berbagai bentuk kerjasama selalu ada masalah-masalah yang muncul. Oleh karena itulah, ada satu komitmen dan niat yang tulus di antara kita untuk terus memelihara, menjaga, bahkan mengembangkan hubungan baik kedua bangsa ini, seraya mengatasi masalah-masalah yang bisa saja muncul dalam persahabatan dan hubungan baik kita, baik masa kini maupun masa depan. Oleh karena itu, saya bersyukur Bapak Abdullah Badawi dan saya telah bersepakat untuk membentuk Eminent Persons Group dan insya Allah yang akan kita kukuhkan pembentukannya hari ini untuk mengemban tugas yang mulia itu.

Hadirin sekalian,
Saya sungguh berharap setelah dibentuk, maka kedua Eminent Persons Group ini betul-betul bisa melakukan serangkaian komunikasi, pertemuan dan konsultasi, yang saya sebut dengan Committee of MICE and Arts di antara tokoh-tokoh bidang kita untuk dengan pendekatan yang paling arif mengatasi, menyelesaikan masalah-masalah yang bisa muncul dalam persahabatan, dalam hubungan di antara kedua bangsa dan negara.

Saya juga sungguh berharap melalui pertemuan hati dan pikiran di antara EPG ini, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah yang hakiki, isu-isu yang fundamental, dengan demikian dapat dicarikan solusinya yang tepat dan akhirnya justru memperkokoh dan memperkuat hubungan di antara kedua bangsa di masa depan.

Tentu saja banyak harapan yang kita sampaikan kepada kedua EPG ini, kepada kedua bangsa, oleh karena itu, saya sungguh berharap kedua EPG ini bisa mengemban tugasnya yang mulia, penuh kehormatan ini sekali lagi untuk kepentingan kedua bangsa dan negara.

Sebagaimana yang Bapak Abdullah Badawi sampaikan tadi, dari pihak Indonesia, kami juga memberikan amanah kepada beliau-beliau yang kita menilai cakap dan tepat untuk mengemban tugas yang penting ini. Saya ingin memperkenalkan kehadapan hadirin sekalian susunan Eminent Persons Group dari pihak Indonesia.

Sebagai Pimpinan adalah Bapak Jenderal TNI Purnawirawan Try Sutrisno. Beliau adalah Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, pernah memimpin Tentara Nasional Indonesia dan hingga sekarang adalah beliau Ketua Persahabatan Indonesia-Malaysia sejak tahun 2002. Saya kira amat tepat kalau beliau memimpin dari EPG Indonesia ini.

Yang kedua adalah Bapak Ali Alatas. Sekarang beliau adalah Ketua merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri.

Kemudian yang ketiga adalah Prof. Dr. Quraish Shihab. Beliau adalah Mantan Menteri Agama, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir dan beliau adalah tokoh cendikiawan muslim ulama besar di Indonesia.

Yang keempat adalah Des Alwi Abubakar. Beliau adalah sejarawan, ahli sejarah, Mantan Diplomat Indonesia yang tinggal lama di Malaysia dan cukup aktif membantu menjembatani hubungan baik Indonesia-Malaysia di masa lalu, insya Allah juga di masa depan.

Yang Kelima adalah Dr. Musni Umar. Beliau adalah alumni University Kebangsaan Malaysia, ahli sosiologi bidang kajian masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Yang keenam adalah Dr. Pudentia Maria Purenti Sri Suniarti, MA. Beliau adalah dosen pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, tokoh perempuan Indonesia yang aktif pada kebudayaan Riau-Melayu.

Dan yang ketujuh adalah Saudara Wahyuni Bahar, wakil generasi muda yang aktif di bidang usaha, sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Ekonomi Multilateral dan Perdagangan Internasional KADIN.

Itulah 7 tokoh-tokoh terpandang di Indonesia yang insya Allah akan mengemban tugas yang mulia ini. Bapak Abdullah Badawi dan hadirin sekalian, kita doakan semuanya bisa mengemban tugas dengan baik.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi selamat kepada semua yang mulai mengemban tugas sejak hari ini, baik dari Eminent Persons Groups dari pihak Indonesia maupun dari Malaysia. Selamat bertugas, Tuhan beserta kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan