Pidato Presiden

Sambutan Jamuan Makan Siang dengan Presiden Republik Federasi Brasil

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN MAKAN SIANG
DENGAN PRESIDEN REPUBLIK FEDERASI BRAZIL
ISTANA NEGARA, 12 JULI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Yang Mulia Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Republik Federasi Brasil, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri, para Duta Besar,

Hadirin sekalian,
Indonesia bersyukur hari ini menerima kunjungan Presiden Lula da Silva. Kunjungan beliau merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Brasil. Kami bertekad dan berharap hubungan dan kerjasama kedua bangsa terus dapat ditingkatkan dari masa ke masa.

Brasil adalah negara besar dan negara penting di dunia. Ekonomi Brasil kuat dan terus berkembang. Brasil memiliki peran yang penting, bukan hanya di kawasan Amerika Latin, tetapi juga di dunia. Oleh karena itu, Indonesia bangga menjadi sahabat Brasil dan kita berharap sekali lagi dapat terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan kita.

Secara pribadi saya menilai Presiden Lula da Silva adalah salah satu pemimpin dunia yang berhasil dan terpandang. Saya pernah bertemu dua kali dengan Presiden Lula sebelum hari ini, pertama ketika kami sama-sama menghadiri pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York September tahun lalu. Dan kedua di Hokkaido, Jepang, empat hari yang lalu, ketika kami sama-sama menghadiri Pertemuan G-8 di Toyako.

Saya menyimak pandangan-pandangan strategis Presiden Lula. Saya merasakan komitmen beliau yang tinggi untuk memajukan kerjasama di antara negara-negara berkembang, agar bisa tampil secara lebih terhormat pada percaturan global. Pandangan Presiden Lula dan apa yang dilaksanakan oleh beliau sangat banyak yang sama dengan yang kita lakukan, yang dilakukan oleh Indonesia. Ini adalah sebuah modal penting bagi peningkatan dan pengukuhan hubungan di antara kedua bangsa di masa depan.

Pertemuan bilateral saya dengan Presiden Lula hari ini berjalan sangat konstruktif, kemudian ke depan dan dalam suasana yang penuh dengan keakraban. Kita sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan di bidang pertanian, energi alternatif, pendidikan, kehutanan, perubahan iklim, serta investasi dan perdagangan. Bahkan kita juga membahas peningkatan kerjasama di bidang ketahanan dan kedirgantaraan.

Ada yang menggembirakan dalam tiga tahun terakhir, perdagangan kedua bangsa meningkat 156%. Tahun lalu jumlahnya 1,5 miliar dolar Amerika Serikat. Tapi kami belum puas karena ekonomi Brasil kuat dan terus tumbuh demikian juga dengan ekonomi Indonesia, alhamdulillah, terus tumbuh. Kita harus berbuat lebih banyak lagi untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara.

Presiden Lula yang saya hormati,
Hadirin sekalian,
Saya juga ingin menggunakan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih atas solidaritas dan bantuan pemerintah serta rakyat Brasil terhadap para korban tsunami di Aceh beberapa waktu yang lalu. Hubungan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan people to people contact di waktu yang akan datang.

Seperti saya katakan tadi, Presiden Lula bahwa diam-diam rakyat Indonesia sering memberikan dukungan kepada tim sepakbola Brasilia dalam pertandingan dimana pun, bahkan Pele dan Ronaldo adalah pemain-pemain favorit bagi rakyat Indonesia.

Atas undangan Yang Mulia, insya Allah pada bulan November, saya akan berkunjung ke Brasil, disamping dalam rangka Konferensi APEC saya akan berkunjung ke negara Yang Mulia untuk belajar, menimba pengalaman, dan mengokohkan persahabatan, serta kemitraan di antara kedua bangsa.

Akhirnya saya mengajak hadirin sekalian untuk berdiri dan bersulang, pertama-tama untuk kesehatan dan keberhasilan Presiden Lula da Silva dan yang kedua untuk persahabatan, kemajuan dan kemakmuran bangsa Brasil dan Indonesia.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan