Pidato Presiden

Sambutan Silaturahmi dengan Peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Tingkat ASEAN

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURRAHIM DENGAN PESERTA MUSABAQAH HAFALAN
AL QUR’AN DAN HADIST PANGERAN SULTAN BIN ABDUL AZIZ ALU SU’UD TINGKAT ASEAN DI INDONESIA TAHUN 2008
ISTANA NEGARA, 23 JULI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia,
Yang saya hormati Saudara Menteri Agama dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi dan para Duta Besar Negara-negara Sahabat untuk Indonesia, Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya muliakan para tamu undangan dari negara-negara sahabat, para Ulama, para Tokoh Islam,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Marilah pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat bersilaturrahim dengan para peserta Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadist Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat ASEAN di Istana Negara, Jakarta.

Marilah pula shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah sampai akhir jaman. Semoga silaturrahim kita hari ini dapat meningkatkan persaudaraan, keakraban, kekeluargaan dan ukhuwah islamiyah di antara kita sekalian.

Sebelum saya melanjutkan sambutan saya pada acara yang sungguh penting ini, saya melalui Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia ingin menyampaikan salam hormat, salam hangat dan salam kekeluargaan untuk Yang Mulia Raja Abdulah Bin Abdul Aziz. Dan kami rakyat Indonesia masih menunggu kunjungan beliau ke Indonesia yang insya Allah akan segera bisa diwujudkan.

Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yang Mulia Dr. Su’ud Asy-Syuraim, Imam Besar dan Khatib Masjidil Haram, dan Dr. Abdul Muksin Al Qosim, Imam Besar dan Khatib Masjid Nabawi, Madinah yang telah hadir di tengah-tengah kita. Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada para Peserta Musabaqah, baik yang datang dari tanah air maupun Saudara-saudara yang datang dari negara-negara di Asia Tenggara. Kehadiran Saudara-saudara semua menjadi simbol persatuan dan persaudaraan di antara kaum muslimin di kawasan Asia Tenggara khususnya.

Hadirin yang saya muliakan,
Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bagi saya atas terselenggaranya Musabaqah Hifdzil Al Qur’an wal Hadist tingkat ASEAN di Indonesia tahun 2008. Kegiatan ini untuk pertama kalinya kita selenggarakan, atas usulan saya beserta para tokoh Islam waktu itu kepada Yang Mulia Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Al Su’ud yang saya sampaikan segera setelah kita melakukan silaturrahim di tempat ini. Beliau menyambut hangat usulan saya dan para tokoh Islam Indonesia yang alhamdulillah dapat kita realisasikan pelaksanaannya pada tahun ini.

Saya juga sangat berbahagia, bahwa penyelenggaraan acara ini telah disambut dengan penuh antusiasme oleh para Qori yang datang dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini insya Allah dapat menjadi ajang pemersatu umat, sekaligus media untuk menjalin dan mengokohkan persaudaraan antar umat Islam di seluruh dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara.

Sebulan yang lalu, Indonesia juga menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional di Serang, Banten. MTQ Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara berkesinambungan adalah merupakan tradisi yang baik dari kehidupan umat Islam di Indonesia. Hal itu kita maksudkan untuk selalu mengingatkan kita akan pentingnya Al Qur’an dalam kehidupan kaum muslimin. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pegangan bagi umat manusia, yang ingin mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Kitab suci Al Qur’an dengan susunan kata yang indah, kalimat yang baik dan terang, serta gaya bahasa yang mengagumkan juga merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering. Semakin kita dalami kitab suci itu, kita akan semakin yakin akan kebenaran firman Allah SWT. Demikian pula semakin kita baca dengan lantunan yang indah, semakin terasa kedamaian dan kesejukan dari pancaran kandungan Al Qur’an. Maka orang yang membaca Al Qur’an dan merenungkan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya secara sungguh-sungguh dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta memperoleh pencerahan ilmu dan mendapatkan keteduhan batin.

Demikian pula dengan Al Hadits, selama 23 tahun menyebarkan syiar Islam, Rasulullah membimbing umatnya, tidak hanya dengan firman-firman Allah yang termaktub di dalam Al Qur’an, tetapi juga dengan sunah Nabi. Bukankah Rasulullah dalam sebuah Hadist telah menyatakan, “Kutinggalkan untuk kamu semua dua pusaka, tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang keduanya, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah”. Melalui Hadist, kita akan makin memahami suri tauladan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.

Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad SAW yang seluruh untaian kehidupannya dapat dijadikan tauladan bagi seluruh umat manusia. Pengalaman hidup dan sejarah kehidupan Rasulullah SAW mengandung nilai-nilai luhur yang patut untuk kita teladani dalam menempa hidup dan membangun tatanan kehidupan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Bagi Saudara-saudara para Hafidz Al Qur’an dan Hadist yang telah dikaruniai kemampuan untuk menghafal kitab suci Al Qur’an dan Hadist-hadist Rasulullah SAW, Saudara-saudara dapat lebih dalam mengkaji dan menelaah makna, serta nilai-nilai yang terkandung di dalam ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist. Saya mengajak Saudara-saudara, marilah kita jadikan Al Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup yang akan membangun karakter dan kepribadian umat yang sungguh Islami.

Saya juga mengajak para Hafidz Al Qur’an dan Hadist untuk terus aktif berdakwah di manapun Saudara-saudara berada. Kemampuan Saudara-saudara dalam menghafal Kitab Suci Al Qur’an dan Hadist Rasulullah menjadikan Saudara dapat berperan penting dalam ikut membangun peradaban Islam yang luhur, peradaban yang damai, teduh, cinta keadilan, menjauhi kekerasan, menganjurkan persatuan, dan menjauhi permusuhan. Sampaikan bahwa Islam amat memuliakan pemeluknya yang mampu berkhidmat mengatasi berbagai masalah keumatan, baik yang menyangkut urusan keagamaan maupun urusan keduniawiaan.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan saya ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada para Qori yang telah berhasil memenangkan Musabaqah Hidzfil Al Qur’an wal Hadist pertama di ASEAN ini. Semoga keberhasilan Saudara-saudara dapat menaburkan nilai-nilai kandungan Al Qur’an dan Hadist dimana pun Saudara mengemban amanah.

Kepada segenap umat Islam di seluruh tanah air dan kaum muslimin di negara-negara ASEAN, saya menyerukan untuk terus memberikan kontribusi yang konstruktif dalam menjadikan agama Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dakwahkan ajaran Islam yang agung, the great Islamic teaching, ajaran yang menaburkan kasih sayang, perdamaian, kerukunan, serta pendekatan yang baik, pendekatan yang penuh dengan nilai-nilai peradaban yang luhur. Sekali lagi jadikan dakwah Islam sebagai media untuk membangun akhlak yang mulia, budi pekerti yang luhur, jiwa yang terang, pikiran yang positif dan sikap yang optimis dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan cara itu, insya Allah kita akan sanggup mengubah nasib dan masa depan kita menuju keadaan yang lebih baik dengan ridho Allah SWT.

Akhirnya mengakhiri sambutan ini, sekali lagi kepada Saudara Menteri Agama, Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelengaraan acara Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadist Pangeran Sultan bin Abdul Azis Alu Su’ud Tingkat ASEAN yang pertama ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bukti konkret hubungan bilateral Negara Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi yang sangat erat dan harmonis. Mudah-mudahan kerjasama yang baik ini dapat terus kita tumbuh kembangkan di waktu yang akan datang. Semoga pula kegiatan yang kita selenggarakan ini dapat dilanjutkan secara rutin dan berkala di masa yang akan datang. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan