Pidato Presiden
Sambutan Pertemuan dengan Peserta Asian Science Camp Ke-2
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERTEMUAN DENGAN PESERTA ASIAN SCIENCE CAMP KE-2
TAHUN 2008
ISTANA TAMPAK SIRING, 5 AGUSTUS 2008
Bismilahirahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua,
Please be upon us,
Yang saya hormati Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, hadir antara lain, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Riset dan Teknologi, Saudara Gubernur Bali dan Para Pejabat Negara yang bertugas di Bali, Professor Johannes Surya, para peraih Nobel bidang Sains dari negara-negara sahabat, para ilmuwan baik dari dalam maupun dari luar negeri, para mahasiswa dan para siswa yang saya cintai, baik dari Indonesia maupun dari negara-negara sahabat di Asia.
Kita bersyukur pada malam hari ini dapat bertemu di Istana Tampak Siring untuk pertama-tama menyatukan tekad untuk berbuat lebih baik lagi untuk negara, dan dunia kita. Oleh karena itu saya senang bisa berada bersama-sama khususnya para peraih Nobel di bidang Sains, para ilmuwan dan anak-anak sekalian, para mahasiswa dan para siswa yang saya cintai.
Saya mengucapkan selamat datang di Bali kepada para tamu-tamu terhormat, semoga keberadaan para tamu di Bali menyenangkan dan kemudian juga bisa memberikan inspirasi, motivasi, menyemangati anak-anak kita para mahasiswa dan siswa untuk nantinya menjadi the best and the brightest people di Asia dan di dunia ini.
Saya secara khusus ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Professor Richard Robert Ernst, peraih Nobel di bidang Kimia dari Swiss pada tahun 1991. Kemudian Professor Yuan Tseh Lee, peraih Nobel di bidang Kimia pada tahun 1996 dari Taiwan. Kemudian Professor Douglas Osheroff peraih Nobel di bidang Fisika pada tahun 1996 dari Amerika Serikat. Professor David Gross juga peraih Nobel di bidang Fisika dari Amerika Serikat pada tahun 2004 dan saya diberitahu, malam hari ini akan datang Professor Masatoshi Toshiba, peraih Nobel bidang Fisika pada tahun 2002 dari Jepang. Kita berikan tepuk tangan atas kehadiran tamu-tamu kita.
Kami semua sangat mengagumi para peraih Nobel, para ilmuwan, mudah-mudahan anak-anak kita juga nantinya bisa meraih Nobel pada kejuaraan-kejuaraan di tingkat internasional. Siapa yang ingin menjadi peraih Nobel? tepuk tangan.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Professor Johannes Surya, yang memimpin Surya Institut dengan teman-teman yang gigih sekali untuk mencetak putera-puteri Indonesia, mahasiswa dan siswa Indonesia untuk unggul di dalam, terutama bidang science dan telah menghasilkan putera-puteri Indonesia yang berprestasi pada ajang Olimpiade di bidang science di berbagai negara di dunia ini. Saya atas nama negara dan pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi.
Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang memberikan bantuan kerjasama, kemitraan, donasi, dengan demikian kegiatan Asian Science Camp ke 2 ini bisa berlangsung dengan baik dan bukan hanya itu, tapi upaya untuk meningkatkan mutu penguasaan pengetahuan siswa dan mahasiswa kita terus berkembang dengan baik.
Dan kepada para mahasiswa dan siswa yang datang dari seluruh tanah air dan juga dari negara-negara di Asia, saya ucapkan selamat mengikuti acara yang penting ini. Dan semoga akhir dari kegiatan para mahasiswa dan siswa di Asian Science Camp bisa betul-betul meningkatkan semangat untuk berkreasi, berinovasi lebih besar lagi untuk meraih sukses di masa depan.
Saudara-saudara,
Bertemu dengan generasi muda, mahasiswa dan siswa kita, yang ingin maju, seperti kalian semua, saya melihat masa depan yang cerah. Saya yakin Asia akan benar-benar bangkit dan maju. Sebagaimana saya yakin Indonesia yang kita cintai juga akan bangkit dan maju dan sejahtera di abad 21 ini. Kalau negara ingin maju, bangsanya harus unggul. Kalau Asia ingin maju, bangsa Asia harus unggul. Untuk menjadi bangsa yang unggul maka bangsa itu harus memiliki daya saing yang tinggi, competitiveness.
Daya saing bisa diperoleh melalui jalur pendidikan, pendidikan dalam arti luas, bukan hanya mengikuti pendidikan formal. Tapi bangsa yang unggul, bangsa yang berdaya saing adalah mereka yang terus menerus mengembangkan dirinya, mereka yang terus berkreasi, berinovasi, memiliki semangat yang tinggi, memiliki optimisme yang tinggi dan bekerja keras. Hanya dengan cara itulah bangsa akan unggul, hanya dengan cara itulah generasi muda termasuk kalian semua akan menjadi manusia dan bangsa yang unggul. Apa yang sudah kalian lakukan sekarang ini adalah awal dari perjalanan panjang yang benar untuk menjadi manusia-manusia unggul.
Saya ingin mengajak terutama generasi muda, anak-anak sekalian, para mahasiswa dan siswa baik dari Indonesia maupun dari luar negeri untuk mengembangkan semangat bisa, can do spirit, untuk mengembangkan budaya unggul, the culture of excellence. Kalau sejak muda memiliki semangat “saya bisa” dan saya akan berjuang untuk menjadi manusia yang unggul maka jalan terbuka, tidak perlu mendengarkan mereka-mereka yang pesimis. Ah mana bisa, ah sulit, panjang, ini, itu. Kalau sudah seperti itu, sudah pesimis, pikirannya negatif, jiwanya gelap, dia tidak akan menjadi apa-apa, dia tidak kemana-mana. Tetapi sebaliknya kalau kita punya optimis, berpikir positif, jiwanya terang, kreatif dan inovatif dan bekerja keras, yakinlah jalan terbuka untuk menjadi manusia yang unggul.
Saya berharap generasi muda Indonesia sebagaimana harapan tentu para pemimpin di Asia ini, generasi muda Asia bisa terus tumbuh menjadi putera-puteri bangsanya yang terbaik untuk siap memimpin dan mengatasi masalah-masalah dunia, masalah-masalah bangsa yang ada di depan kita.
Tahun ini, tahun 2008 Indonesia memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Saya katakan waktu itu, Indonesia bisa menjadi negara maju dan sejahtera di abad 21 ini. Kalau bangsa Indonesia memiliki kemandirian yang lebih tinggi, memiliki daya saing yang lebih tinggi, memiliki peradaban yang terhormat dan mulia, civilization. Mari kita bangun bersama-sama terutama generasi muda yang sejak awal harus masuk dalam proses besar itu.
Saya bertambah yakin, saya bertambah optimis ketika tiap tahun menyaksikan siswa-siswa Indonesia pada tingkat SMP dan SMA yang memperoleh medali baik emas, perak maupun perunggu pada berbagai ajang Olimpiade Internasional utamanya di bidang science. Saya betul-betul hormat, saya bangga terhadap prestasi itu, teruslah untuk berprestasi menunjukan pada dunia bahwa putera-puteri Indonesia juga bisa unggul dan bisa maju. Kalian boleh tepuk tangan untuk itu.
Ada pelajar SMA yang berasal dari Papua, pedalaman Papua, namanya George Saa mengikuti Olympiade di Polandia dan mendapatkan hadiah The First Step to Nobel Prize, bangga kita. Saya yakin akan banyak putera-puteri Indonesia semacam George Sai itu. Sebagaimana tentunya di negara-negara Asia juga akan ada putera-puteri yang unggul seperti itu. Jangan tidak yakin diri. Yakinlah, semua yang impossible itu menjadi possible, kalau kita bekerja keras, kita berusaha, belajar, dan belajar, dan belajar, jalan terbuka untuk itu.
Saudara-saudara,
Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan satu kebijakan pemerintah utamanya kepada para putera-puteri Indonesia yang tahun-tahun terakhir ini ada 8 dari mereka yang mencetak prestasi yang luar biasa mendapatkan medali emas, perak dan perunggu untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk belajar di universitas-universitas yang baik.
Kebijakan di Indonesia bagi saudara-saudara kita yang kurang memiliki kemampuan untuk mengikuti pendidikan kita berikan bantuan yang tepat bahkan di gratiskan bagi kaum yang miskin untuk bisa bersekolah. Kebijakan dasar ini untuk keadilan, untuk memberikan opportunity kepada mereka semua yang tidak mampu.
Kebijakan yang kedua, bagi yang berprestasi apalagi dari golongan tidak mampu diberikan beasiswa untuk mengikuti berbagai pendidikan baik di tanah air maupun di luar negeri. Khusus untuk peraih medali pada olimpiade, baik science maupun kadang-kadang pengetahuan yang lain kita juga akan memberikan bantuan beasiswa, policy. Bagi peraih medali emas pada olimpiade internasional kita akan berikan beasiswa untuk memilih mengikuti pendidikan universitas di mana pun di dunia ini sampai tingkat doktor atau Phd. Kemudian yang medali perak atau perunggu kita pertimbangkan untuk juga memberikan beasiswa sampai tingkat Master Degree. Dengan demikian harapan kita putera-puteri Indonesia akan makin meningkat mutu, penguasaan ilmu dan pengetahuannya, adil baik bagi yang tidak mampu atau kurang mampu dan bagi yang berprestasi.
Para Menteri terkait menyusun suatu policy, kebijakan itu untuk betul-betul diwujudkan agar masa depan Indonesia betul-betul cerah, betul-betul gemilang, masa depan di atas yang penuh dengan tantangan sekarang ini.
Saudara-saudara, anak-anakku yang saya cintai,
Dunia tempat kita hidup ini penduduknya bertambah besar, bertambah banyak. Sekarang penduduk dunia berjumlah sekitar 6,5 miliar. Menurut estimasi tahun 2030 bisa menjadi 8,37 miliar. Tahun 2050, kurang lebih 40 tahun dari sekarang bisa menjadi 9,5 miliar. Besar sekali. Indonesia sendiri, sekarang penduduknya sekitar 230 juta. Tahun 2030 bisa menjadi sekitar 280 juta. Tahun 2050 menjadi sekitar 310 juta. Apa artinya? Penduduk dunia yang besar ini mengkonsumsi lebih besar lagi energi, tanah dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk kehidupan di muka bumi ini. Tentu ini merupakan isu, permasalahan, karir yang besar.
Kita tahu dunia juga menghadapi persoalan besar, climate change, global warming. Tahun lalu di Bali ini semua negara berkumpul untuk merumuskan apa yang lebih dikerjakan secara bersama untuk menyelamatkan bumi kita, to save our planet, semua, negara maju, negara berkembang. Kita berharap sebelum 2012 berakhirnya Kyoto Protocol, ada protocol baru untuk sebuah kerjasama mengatasi global warming.
Di Bali telah dirumuskan Bali Roadmap. Insya Allah pada tahun ini akan dilanjutkan UN Conference yang sama di Polandia dan tahun depan lagi di Copenhagen, Denmark. Disitulah diharapkan ada new protocol untuk menggantikan Kyoto Protocol. Yang ingin saya sampaikan adalah we are facing, you are facing great challenges di dunia ini karena penduduk yang besar tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan energi, listrik, bahan bakar. Kita tahu minyak bumi, gas, batu bara akan susut. Tersedia pula memang sumber-sumber yang terbarukan angin, hidro, surya, biomassa dan sebagainya. Demikian juga pangan. Kita mengenal Green Revolution. Tetapi belakangan ada cost masalah environment. Kita ingin menjalankan second way of Green Revolution tapi yang environmentally friendly sehingga selamat bumi kita untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Saya ingin menyampaikan bahwa persoalan-persoalan besar dunia itu yang kita hadapi sekarang, makin ke depan juga akan makin dihadapi. Menurut pendapat saya, ada dua solusi utama yang akan mencirikan, yang saya sebut dengan new global civilization in the 21st century. Satu civilization, satu peradaban yang betul-betul peduli dan mencintai lingkungan. Solusi itu adalah yang pertama diperlukan new global lifestyle, gaya hidup, culture, yang betul-betul taking care of the environment, merawat lingkungan, mencintai lingkungan, menyayangi lingkungan, hemat, tidak berboros-boros, dipelihara, dibangun, emisi ditahan.
Yang kedua, yang bisa mengatasi permasalahan global ini tiada lain adalah teknologi. Diperlukan technology of innovation, inovasi teknologi. Bicara inovasi teknologi, bicara technology of solution maka keberadaan kalian, apa yang kalian lakukan di Bali ini dan seterusnya adalah merupakan cara, jalan untuk menuju ke situ.
Oleh karena itu saya meletakan yang kalian laksanakan di Bali ini Second Asian Science Camp 2008 bukan hanya untuk meraih medali-medali emas, perak, perunggu, bukan hanya untuk menjadi mahasiswa, siswa yang menguasai sains dan teknologi tadi, tapi bagaimana bisa pada akhirnya nanti berkontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah global, soul the application of technology.
Oleh karena itu saya menyambut baik, saya mendorong kita semua, mendorong kebangkitan kita semua, terutama bangsa-bangsa di Asia, di Indonesia khususnya, untuk betul-betul kita menjemput penguasaan teknologi ilmu pengetahuan yang paripurna sehingga kita bisa mengatasi semuanya itu.
Itulah yang ingin saya sampaikan dan sebelum saya akhiri saya ingin menguji, ingin mengajukan pertanyaan kepada para mahasiswa dan siswa. Pertanyaannya tidak berat, saya coba bermitra dengan Panitia dan saya minta Profesor Johannes Surya sebagai juri, Bapak Rektor UGM ada di sini, beliau juga sebagai Juri, Pak Sujawardi, tolong nanti didengarkan pertanyaan saya. Bapak Ketua siap-siap menjadi juri, tempatnya barangkali disini supaya mudah untuk menilainya. Konsentrasi baik-baik, yang menjawab berapa. Setiap pertanyaan tolong dijawab oleh tiga orang peserta. Penterjemah ok, translator ok?
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



