Pidato Presiden
Sambutan Apel Nasional Penghematan Energi dan Air
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
APEL NASIONAL PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR
LAPANGAN SILANG MONAS, 10 AGUSTUS 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara peserta apel yang saya cintai,
Kita bersyukur pada hari ini dapat melaksanakan apel untuk melakukan gerakan hemat energi dan air secara sungguh-sungguh di seluruh tanah air. Kita tahu, harga minyak tinggi sekali. Kita tahu, subsidi untuk BBM dan listrik besar sekali. Kita tahu, kita masih memiliki kekurangan air bersih dan air minum. Kita juga tahu, bangsa kita, bangsa Indonesia tergolong yang masih boros menggunakan energi dan air.
Sementara itu saudara-saudara,
Kita tidak ingin harga BBM dan listrik harus terus dinaikan. Kita juga tidak ingin APBN kita jeblok karena subsidi sangat besar dan di luar kepantasan. Oleh karena itu kepada seluruh Rakyat Indonesia utamanya jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah dan para pemakai BBM, listrik dan air dalam jumlah yang besar, saya serukan dan khusus untuk jajaran pemerintah saya perintahkan, saya instruksikan untuk melakukan penghematan, penggunaan BBM, penggunaan listrik dan penggunaan air secara sungguh-sungguh mulai sekarang juga. Khusus jajaran pemerintah saya instruksikan untuk menghemat BBM, listrik dan air dengan sasaran penurunan penggunaan sebesar 30 persen.
Ada yang bertanya, ada yang sinis, ada yang pesimis. Mereka mengatakan apa bisa, mana mungkin, bagaimana cara mengawasinya, paling-paling bisanya hanya apel dan sebagainya. Jawabannya, bisa dan mungkin kita lakukan. Bisa kita awasi, bukan hanya apel. Jangan dengarkan mereka yang pesimis, mengeluh, mudah menyalahkan dan tidak berbuat apa-apa.
Contoh, Saudara-saudara, Lingkungan Kepresidenan di sebelah belakang Saudara, Lingkungan Sekretariat Negara, Lingkungan Sekretariat Kabinet, jadi satu, menghemat 31,7 persen pada bulan Mei, bulan Juni, bulan Juli. Saya yakin yang lain juga bisa. Harus bisa. Kalau sekarang nasional kita bisa menghemat 20 – 30 persen dengan harga minyak sekarang ini sekitar 120 dolar per barel maka subsidi dalam APBN kita bisa berkurang antara Rp 45 – 70 triliun, jumlah yang sangat besar. Andaikata pada gerakan awal ini kita hanya mampu mencapai separuhnya tetap saja kita berhemat lebih dari Rp 20 triliun.
Kepada Gugus Tugas Penghematan Energi dan Air, saya ucapkan selamat bertugas. Laksanakan tugas Saudara sebaik-baiknya. Laporkan kemajuannya. Mana yang sungguh-sungguh menurunkan energi dan air, mana yang tidak serius dan lalai di seluruh Indonesia ini, utamanya jajaran pemerintah kepada saya setiap bulan.
Kepada para Pimpinan Pemerintah, para Menteri, Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen, para Gubernur, para Bupati, para Walikota dan segala atau dengan jajarannya mari kita sukseskan Gerakan Penghematan Energi dan Air ini.
Saya selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dan seluruh rakyat mengharapkan tanggung jawab dan kepemimpinan Saudara-saudara semua. Dan kepada para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara saya mengajak untuk menyukseskan gerakan ini.
Kepada Instansi Non Pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta saya minta kerjasamanya dan kontribusi Saudara semua untuk menyukseskan Gerakan Penghematan Energi dan Air ini.
Demikianlah Saudara-saudara selamat bertugas, pantang menyerah, Tuhan beserta kita. Selesai.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



