Pidato Presiden
Sambutan Silaturahmi dengan Paskibraka dan Para Teladan
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURRAHMI DENGAN PASKIBRAKA DAN PARA TELADAN
JIEXPO KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT
18 AGUSTUS 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Saudari Pimpinan Jakarta Expo,
Para Teladan Nasional dengan berbagai prestasi di seluruh tanah air, para Anggota Paskibraka 2008 dan para Peserta Aubade, serta Musik Gita Bahana Nusantara yang saya cintai dan saya banggakan,
Kami bukan hanya saya, para Menteri semua benar-benar, cinta, hormat dan bangga kepada semua. Kalau dibilang teladan pantas sekali dan makin banyak bangsa kita yang bisa menjadi contoh dan memberi contoh, maka negara kita akan lebih cepat maju dan sejahtera.
Saudara-saudara,
Marilah sebagai insan hamba Tuhan, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, Saudara semua telah ikut menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan negara tercinta pada tanggal 17 Agustus 2008 ini. Oleh karena itu, saya khusus mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua yang telah ikut menyukseskan, menyemarakan dengan penuh kesyukuran peringatan hari yang sangat bersejarah ini, terutama yang kita laksanakan di Ibukota Jakarta.
Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini untuk secara resmi, terutama kepada para teladan dan tentunya kepada semua yang juga ikut menyukseskan apa yang kita lakukan bersama ini. Ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap apa yang para teladan-teladan lakukan di berbagai profesi untuk menolong saudara-saudara kita yang lain, mengatasi masalah di berbagai wilayah di Indonesia, dan akhirnya menyukseskan pembangunan yang sama-sama kita laksanakan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT membalas jasa baik Saudara-saudara semua.
Kalau Saudara mendengarkan pidato saya pada tanggal 15 Agustus yang lalu di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, saya katakan waktu itu, antara lain agar negara kita benar-benar menjadi negara yang maju, bermartabat, dan sejahtera di abad 21 ini, manusia Indonesia, bangsa Indonesia harus memiliki karakter yang kuat, yang tangguh. Di antara karakter seperti itu, adalah yang saya sebut mental harus bisa. Artinya, mentalitas yang dengan keyakinan yang tinggi akan mengatakan, seberat apapun masalah yang kita hadapi, sepelik apapun persoalan yang harus kita atasi, insya Allah kita bisa mengatasinya. Ini yang saya katakan mental harus bisa, mental bisa mengatasi dalam bahasa Inggrisnya can do spirit.
Saudara sudah membuktikan di daerah terdepan, pulau terluar, pedalaman, mestinya sulit untuk mengemban tugas dalam kondisi seperti itu. Saudara mengatakan bisa saya lakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Ini contoh. Dan banyak lagi yang Saudara lakukan yang dulunya kurang yakin, yang dulunya ragu-ragu, yang dulunya bertanya apa, saya bisa, kok berat sekali, ternyata bisa. Paskibraka juga demikian, Gita Bahana Nusantara juga demikian.
Saya menunggui malam hari tanggal 16 malam untuk membawakan lagu “Majulah Negeriku” ya. Tadinya masih ada kesulitan-kesulitan dengan upaya yang luar biasa, dirijennya, pelatihnya, semua akhirnya bisa dibawakan dengan baik. Ini membuktikan, terima kasih. Membuktikan kalau mental kita dengan ridho Allah, kalau kita bekerja benar, kita berikhtiar benar, kita kompak benar, kita mengatasi masalah benar, Tuhan akan tunjukkan jalan dan berikan kemudahan untuk mencapai tujuan itu. Inilah mental harus bisa.
Saudara-saudara,
Perlu Saudara ketahui bahwa negara kita dan pemerintah berada di barisan depan terus membangun di negara ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Meskipun kadang-kadang iklim tidak bersahabat, badai kencang, awan hitam menggantung, ombaknya menggelegak tinggi sekali, begitu diibaratkan tantangan, keadaan sebagaimana halnya 10 tahun yang lalu kita menghadapi krisis. Sekarang ini dunia juga tidak bersahabat, karena harga minyak tinggi sekali, meroket, harga pangan juga tinggi, ekonomi dunia terancam resesi. Tetapi di negeri tercinta ini, siang dan malam kita tidak pernah berhenti membangun dan membangun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jangan sampai ada yang merasa bahwa negaranya, pemerintahnya tidak serius untuk mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi. Kami semua sangat-sangat serius, sebagaimana Saudara, sebagaimana Saudara.
Contoh, yang saya sampaikan juga dalam pidato kemarin di depan Sidang Paripurna DPR RI. Krisis 10 tahun yang lalu mengakibatkan kemiskinan melonjak dengan tajam angkanya, demikian juga pengangguran, demikian juga hutang luar negeri. Sulit, karena kita jatuh dalam badai krisis itu. Banyak yang hilang kepercayaan, bahkan ada yang meramalkan Indonesia akan collapse, akan bubar, akan runtuh sebagai negara nasional. Tetapi kita semua tidak pernah percaya, Indonesia yang kita cintai ini tidak bisa mengatasi krisis.
Sejak itulah kita bekerja sangat keras dan tahun-tahun terakhir kami lebih giatkan upaya itu. Sehingga dengan kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, angka kemiskinan tahun 2008 ini adalah yang terendah dalam waktu 10 tahun. Pengangguran menurun, hutang luar negeri kita, perbandingan hutang dengan pendapatan negara kita jauh membaik dibandingkan era 10 tahun yang lalu atau tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bangsa kita bisa mengatasi masalah itu, kita bisa memperbaiki keadaan itu, ini membuktikan Pemerintah kita membangun dan membangun dan tidak pernah berhenti untuk mencari solusi.
Kalau ini terus kita lakukan sebagaimana yang para teladan lakukan, kita mesti mengatakan di negeri tercinta ini dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Dan ini amanah pembangunan dan ini yang terus kita lakukan, disertai yang saya katakan tadi mental harus bisa.
Tentu saja kita belum puas, kita harus bekerja lebih keras lagi, meskipun angka kemiskinan sudah menurun, kita harus lebih gigih lagi menurunkannya sehingga saudara-saudara kita yang sekarang masih miskin akan makin meningkat kesejahteraannya di waktu yang akan datang. Itu tugas kita, itu pekerjaan rumah kita yang harus kita lakukan dengan sesungguh-sungguhnya.
Saudara-saudara,
Kalau kita jujur, objektif harus mengatakan dibandingkan dengan keadaan 10 tahun yang lalu, tahun-tahun segera setelah krisis itu, dan juga dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga mengalami masalah-masalah yang tidak ringan, banyak yang alhamdulillah kita capai, baik di bidang politik, di bidang ekonomi, di bidang sosial budaya, di bidang hukum, di bidang hubungan luar negeri, pertahanan, keamanan dan lain-lain. Dan saya katakan itu bukan prestasi individu atau kelompok, tetapi itu kerja keras seluruh rakyat Indonesia, termasuk Saudara semua.
Adalah takabur dan tidak jujur, kalau ada yang mengatakan tidak ada satu pun yang dicapai oleh Pemerintah ini, semuanya serba gagal, bahkan mundur. Saya kira tidak jujur, takabur. Tetapi juga tidak benar, kalau dikatakan semuanya serba baik, semuanya sudah selesai, semuanya sudah di atasi, belum. Saya harus mengakui belum dan inilah yang harus kita lakukan di waktu yang akan datang. Yang berhasil kita capai, kita syukuri, berterima kasih saya kepada semua. Yang belum bisa kita atasi, kita terus mengatasinya, mencari upaya, jalan keluar yang sebaik-baiknya.
Ini adalah realitas, ini cara berpikir yang objektif dan jujur, ada yang dicapai, ada yang belum dicapai, ada yang berhasil kita laksanakan, ada yang belum berhasil kita laksanakan. Itu adalah jiwa yang terang, jiwa yang dirahmati dengan cahaya, bisa melihat, bisa menilai, bisa mengatakan secara jujur. Saya berharap demikian juga, para teladan, apalagi generasi muda, kalau menilai sesuatu, memberikan statement, bicara dimana pun, lihatlah secara objektif. Bangsa kita ini yang kurang adalah berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada yang lain.
Saudara-saudara,
Kalau ada kawan kita yang punya kesalahan, mari kita perbaiki. Kalau mereka lalai menjalankan tugasnya, mari kita tegur. Mereka melakukan kejahatan, mari kita hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Manakala ada yang berhasil, ada yang berprestasi, kita berikan penghargaan dan ucapan terima kasih.
Saudara datang ke Jakarta, karena saya, para Menteri, semua mengucapkan terima kasih dan penghargaan, contohnya seperti ini. Oleh karena itu, nanti kembali ke daerah masing-masing, disamping tolong sampaikan salam saya kepada saudara-saudara di tempat para teladan, di berbagai pelosok penjuru tanah air, salam penuh kasih sayang, salam penuh persaudaraan dan salam untuk mari kita lebih kompak, lebih bersatu, lebih rukun untuk menyukseskan program-program Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan ini.
Saudara-saudara,
Sebagaimana disampaikan oleh Mensesneg tadi, ketika Saudara dikenalkan satu per satu, kita sesungguhnya juga ingin terus meningkatkan mutu, kualitas, capaian dalam atau di berbagai sektor pembangunan. Di bidang pendidikan misalnya, ini ada tentu berita yang menggembirakan insya Allah tahun 2009 nanti, anggaran pendidikan kita sudah mencapai 20%. Anggarannya pun naik luar biasa, tentu insya Allah kesejahteraan guru juga akan meningkat. Tetapi pendidikan bukan hanya kesejahteraan guru, meskipun itu sangat penting dan kita terus-menerus kita tingkatkan. Tetapi yang lain jangan dilupakan, fasilitas sekolah, gedung-gedung sekolah, supaya anak-anak kita tentram, bersekolah tidak khawatir, gedungnya bocor ataupun runtuh, buku bisa dijangkau, metodenya bagus, disiplinnya bagus, gurunya berkualitas, evaluasinya bagus, dan lain-lain. Itu semua memerlukan anggaran.
Oleh karena itu, kita bertekad dengan kenaikan anggaran pendidikan ini, pendidikan di Indonesia harus lebih bermutu. Hasil didiknya harus lebih berkemampuan, siap bekerja, siap mengemban tugas, siap berkarya di negeri tercinta ini. Kalau pendidikannya baik, bangsa kita akan unggul. Kalau bangsa kita unggul, negara kita akan maju, ini mata rantainya. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, semua, para pendidik, agar biaya pendidikan yang naik dengan tajam dan mencapai 20%, mari kita gunakan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada yang salah sasaran, jangan sampai ada yang tidak efisien, jangan sampai ada keborosan-keborosan, karena kita bertekad dengan pendidikan bangsa kita akan maju di abad 21 ini.
Kesehatan, kita juga terus meningkatkan, bukan hanya anggaran, program-program untuk sektor kesehatan. Saudara tahu kepada yang miskin kita bantu. Yang lain kita usahakan, agar terjangkau biayanya, fasilitasnya, Puskesmasnya, rumah sakitnya, pelayanannya, obat-obatannya dan sebagainya. Karena yang sangat dibutuhkan oleh rakyat kita, kalau sakit bisa berobat dan harapannya agar sembuh. Setelah itu dengan sehat bisa bersekolah, harapannya lebih pandai dan bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Itu yang paling mendasar dan kita bekerja secara serius tahun-tahun ini dan ke depan untuk meningkatkan kedua sektor itu. Ini sebagai contoh.
Penanggulangan kemiskinan, kemiskinan itu masih dihadapi oleh masyarakat dunia. Amerika Serikat, negara yang paling besar, paling kaya, paling kuat ekonominya masih ada penduduknya yang miskin, apalagi negara berkembang, termasuk Tiongkok yang ekonominya tumbuh 10% tiap tahun masih banyak. India yang dikatakan raksasa yang sedang tumbuh, kemiskinan juga banyak.
Negara kita masih ada, angkanya sekitar, sekarang turun menjadi 15,4%, berapa juta Bapak? 35 sekian juta, masih ada. Kita akan terus-menerus turunkan dengan berbagai program. Tidak mungkin menurunkan kemiskinan hanya dengan pidato-pidato, hanya dengan iklan-iklan, hanya dengan diskusi-diskusi dan lain-lain. Harus dengan program yang nyata. Program itu apa? Antara lain bagi yang sangat miskin, yang betul-betul tidak berdaya, kita berikan bantuan dan perlindungan sosial. Misalnya, kita gratiskan berobatnya di Puskesmas dan di Rumah Sakit kelas tiga. Kita bebaskan biaya pendidikan bagi yang sangat miskin. Kita berikan beras dengan harga yang murah atau beras untuk rakyat miskin. Kita berikan mereka bantuan langsung tunai bersyarat. Bagi yang lanjut usia, ada bantuan tertentu. Bagi yang kena musibah ada bantuan tertentu. Itu yang kita menamakan membantu mereka yang sungguh tidak berdaya. Ini amanah, ini kewajiban negara, contoh.
Yang kedua, yang sudah makin berdaya, ada Program PNPM Mandiri per Kecamatan 2 sampai 3 milyar per tahun. Insya Allah tahun depan akan semua kita kasih, Insya allah. Itu tujuannya agar Kecamatan, Desa-desa itu bisa membangunan sesuai dengan keinginannya, aspirasinya. Itu juga kita berikan.
Ada lagi saudara-saudara kita, usaha kecil-kecilan namanya usaha mikro, usaha kecil yang tadinya sulit mendapatkan pinjaman modal dengan Program Kredit Usaha Rakyat yang kita sediakan dananya itu tahun ini, insya Allah mencapai sekitar Rp 14 triliun sudah mengalir Rp 8,5 triliun masih cukup banyak. Itu tujuannya bisa memberikan pinjaman bagi mereka, agar usaha mikro dan usaha kecil itu tumbuh. Itu juga kita lakukan, semuanya itu untuk meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan penghasilan, dan tentunya mengurangi kemiskinan.
Yang pertama tadi membantu yang sungguh miskin, kita ibaratkan ikan. PNPM Mandiri Kecamatan, Desa, kita ibaratkan kail. Pinjaman kredit untuk usaha mikro kecil, kita ibaratkan perahu. Ini upaya negara, program Pemerintah untuk terus-menerus mengurangi kemiskinan di negeri tercinta ini. Hasilnya nyata dan harus kita teruskan. Saya minta dukungan semua, mari kita sukseskan program pro rakyat ini, program penanggulangan kemiskinan dan program peningkatan kesejahteraan rakyat. Kalau di daerah Saudara ada yang macet-macet, ada yang tidak lancar, ingatkan pimpinannya, “Pak, kenapa kok macet? Bu, kenapa kok tidak lancar? Kenapa Kabupaten yang lain maju? Kenapa kota yang lain lancar? Kenapa tempat kita tidak?” Beri tahu, kalau perlu beri tahu saya, kirimkan SMS ke 9949. Saya ingin di negeri ini, semua pejabat, utamanya Pejabat Pemerintah menyukseskan program-program kita, yang program itu tentunya untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh rakyat.
Kita menyadari bahwa penghasilan abdi negara itu belum cukup. Tahun 2004, ketika kami memulai tugas di pemerintahan ini, gaji PNS yang paling rendah itu sekitar Rp 700 ribu. Kami berpendapat tidak cukup gaji itu, harus bekerja barangkali punya istri, punya putra yang harus menghidupi keluarganya, mungkin sewa rumah kecil-kecilan, mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan gaji itu tidak cukup. Sejalan dengan ekonomi yang alhamdulillah terus tumbuh, sejalan dengan penerimaan negara yang Alhamdulillah juga makin besar, maka tiap tahun, kita naikkan gaji abdi negara, tiap tahun juga Saudara menerima gaji ke-13.
Tahun 2009, Insya Allah dengan harapan DPR kita setuju dan mestinya kalau untuk rakyat, DPR wajib setuju. Itu juga tetap, tahun depan juga ada kenaikan gaji, tahun depan juga ada gaji ke-13. Tujuannya apa? Kalau gajinya makin baik, mendekati Rp 2 juta yang paling rendah, maka yang bersangkutan lebih disiplin, lebih bersemangat, bekerjanya lebih baik, tidak ada yang tergoda korupsi dan penyimpangan yang lain. Itu harapan kita. Abdi negara, Pegawai Negeri Sipil, termasuk guru, termasuk anggota TNI, termasuk anggota Polri yang gajinya juga pas-pasan.
Tetapi saudara-saudara tentu kita pikirkan juga yang non pegawai, petani, nelayan, buruh, dan lain-lain itulah yang juga kita pikirkan, agar yang tidak berskala gaji pun bisa mendapatkan pelayanan, mendapatkan perhatian, bantuan-bantuan untuk meningkatkan penghasilannya. Itu semua menjadi agenda dan proritas pemerintah. Makin layak penghasilan, saya yakin makin bersemangat, makin berdisiplin, makin banyak yang dilakukan.
Saya ingin gaji terendah itu memang betul-betul layak. Oleh karena itu Saudara, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh negara, kenaikan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, kenaikan penerimaan negara, kenaikan belanja negara, tolong digunakan sebaik-baiknya. Dan insya Allah, marilah kita terus tumbuhkan ekonomi dan perkuat ekonomi kita, penerimaan kita agar terus-menerus kita akan bisa meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya pegawai, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.
Infrastruktur, Saudara tahu Indonesia ini luas, sama dengan Eropa Barat dari Sabang sampai Merauke, sama dengan dari Los Angeles sampai New York di Amerika Serikat, luas sekali. Lautannya lebih luas dibandingkan daratan tentu memerlukan prasarana yang luar biasa, jalan, jembatan, irigasi, alat transportasi, banyak sekali. Itu kalau dihitung ribuan trilyun rupiah. Kita ingin infrastruktur, termasuk air bersih, jalan, bandara, pelabuhan di tempat Saudara makin ke depan makin baik. Tapi tidak mungkin kita bangun sekaligus, ada prioritas, ada tahapan. Itulah yang kita laksanakan sekarang ini, agar demi keadilan, demi bergeraknya ekonomi lokal, prasarana itu atau infrastruktur itu terus kita bangun. Ini juga prioritas yang dilaksanakan Pemerintah.
Kalau Saudara merasa ada Kabupaten, Kota yang perhatiannya kurang terhadap infrastruktur ingatkan, karena tidak semua infrastruktur dibiayai oleh pusat, ada tanggung jawab Provinsi, ada tanggung jawab Kabupaten, Kota. Anggaran kita sebagian kita alirkan ke daerah, kita berikan ke Provinsi, Kabupaten dan Kota. Ini Otonomi daerah, ini desentralisasi, sehingga ada kewajiban Pemerintah Pusat, ada kewajiban Pemerintah Provinsi, ada kewajiban Pemerintah Kabupaten dan Kota. Kalau semua pemimpin terus siang dan malam berpikir untuk rakyatnya, termasuk membangun infrastruktur ini, maka makin ke depan akan makin baik prasarana di negeri kita.
Pangan, penduduk kita sekarang berapa? 230 juta akan naik menjadi 250 juta. Penduduk dunia berapa sekarang? 6,4 miliar akan naik menjadi 8,5 miliar. Semua butuh pangan, tidak ada manusia di muka bumi yang tidak memerlukan pangan, betul? Di dunia sekarang konon ada kesulitan pangan, krisis harga pangan. Tapi alhamdulillah, dengan kerja keras kita semua, para petani sebagai tulang punggung ketika yang lain mengalami kesulitan pangan, produksi padi kita meningkat. Kalau tidak ada aral melintang, tahun ini Insya Allah, aral melintang itu cuaca yang ekstrem misalnya, bencana-bencana yang mudah-mudahan tidak terjadi misalnya, maka perkiraan dari Badan Pusat Statistik perkiraan kita semua akan terjadi swasembada. Ini tentu kita syukuri dan kita perjuangkan bersama. Terima kasih kepada petani, terima kasih kepada semua. Ternyata petani kita bisa, petani kita bermental bisa, Indonesia bisa meningkatkan produksi pangan.
Bukan hanya padi yang harus kita tingkatkan, tapi nanti gula sudah relatif hampir aman, masuk jagung, masuk daging sapi, masuk kedelai disamping yang sudah aman yang kita miliki. Indonesia tidak boleh kekurangan pangan, tidak boleh, karena petani-petani kita unggul mentalnya baik, rajin. Cuaca kita sebetulnya juga termasuk atau relatif baik. Mari kita terus tingkatkan pangan ini. Kita syukuri di bidang pangan, negara kita dianggap mampu mengatasi meskipun dunianya bergejolak karena pangan.
Yang kedua, energi. Energi ini memang saya tahu listrik kita kurang. Listrik itu sekarang sangat diperlukan, ekonomi kita tumbuh luar biasa, semua perlu listrik, pabrik-pabrik, perumahan-perumahan baru, kantor-kantor baru, semua perlu listrik. Sejak mendiang Bung Karno sampai kurang lebih dua, tiga tahun yang lalu, listrik kita ini besarnya 25 ribu megawatt. Dengan pembangunan sekarang tentu kurang, sangat kurang. Itulah sebabnya dua tahun yang lalu, kita bersepakat dan kita menjalankan program pembangunan listrik besar-besaran sebesar 10 ribu megawatt. Tetapi membangun listrik perlu waktu 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, insya Allah tahun depan sudah mulai ada yang jadi pembangkit-pembangkit listrik baru ini. Harapan kita, kita bangun dan bangun dan bangun, maka di masa depan akan lebih kita penuhi kebutuhan listrik itu. Jadi kami juga melakukan usaha, kami bekerja, kami menambahkan daya listrik itu.
Bahan bakar, harga BBM saya ulangi harga BBM di negeri kita ini, meskipun kemaring terpaksa kita naikkan, termasuk harga yang paling murah di Asia ini. Yang lebih murah dari kita itu hanya Brunei Darussalam. Jadi pahamilah kami pun juga masih memberikan harga yang relatif murah. Mengapa? Tidak mungkin dinaikan lagi, dinaikan lagi. Tapi harus tahu rakyat dengan harga yang relatif murah ini, subsidi yang dialirkan, yang digunakan untuk menomboki harga yang dibeli oleh rakyat dengan harga yang sesungguhnya juga besar sekali. Berapa triliun Ibu Ani sekarang? Rp 105 triliun. Listriknya? Rp 60 triliun. Jadi sekitar Rp 170 triliun, khusus untuk nomboki atau yang kita sebut subsidi.
Kalau tidak kita tomboki, uang Rp 170 triliun luar biasa untuk membangun yang lain-lain, pendidikan, kesehatan, gaji, tapi tidak. Karena kalau kita kurangi subsidinya berarti harga bahan bakar naik. Tolong dipahami. Pemerintah punya hati, Pemerintah mengerti lebih baik kita berikan subsidi yang relatif banyak dulu, apa boleh buat daripada menyesuaikan harga seperti harga di luar negeri yang tinggi dan kita kurang mampu untuk membeli harga bahan bakar minyak dengan harga yang tinggi itu.
Ke depan kita tidak boleh tergantung pada BBM, solar, premium diesel. Kita harus menggunakan sumber-sumber energi yang lain. Listrik pun, pembangkit listrik tidak boleh hanya BBM, mungkin ada gasnya, mungkin ada batubaranya dan seterusnya. Di daerah-daerah saya sudah tahu, ada listrik dari mikro hidro, dari surya, dari angin, dari gelombang bagus, dari biofuels bagus. Mari kita kembangkan inisiatif, kreativitas di negeri ini, agar tidak tergangtung semata-mata pada BBM. Dan Pemerintah akan terus-menerus mengembangkan kebijakan yang tepat untuk rakyat.
Kalau saya ceritakan akan cukup banyak, tapi pesan saya menghadapi semua persoalan, kami, Pemerintah tidak pernah berhenti bekerja, saya minta dukungannya, saya minta bantuannya untuk menyukseskan program-program itu di seluruh Indonesia.
Saudara-saudara,
Tahun 2008 ini, berapa tahun kebangkitan nasional? 100 tahun, 1 abad. Berapa tahun Sumpah Pemuda? 80 tahun. Berapa tahun sejak kita melaksanakan reformasi? 10 tahun. Ini tahun yang simbolik, tahun yang memberikan harapan untuk negara kita ini betul-betul menjadi negara yang maju dan sejahtera di abad 21 ini.
Saudara semua ingin negara kita semakin maju? Makin sejahtera? Makin sejahtera? Makin bermartabat? Apa syaratnya? Saya ingin salah satu anggota Paskibraka berdiri, menurut pendapat Anda apa saja syaratnya kita menjadi negara yang maju dan sejahtera di abad 21 ini? Silakan berdiri. Ada mike ya, sebutkan namanya dari sekolah mana.
Sdri. Dewa Ayu Santi Wiranti Rendang, SMAN 3 Denpasar
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Nama saya, Dewa Ayu Santi Wiranti Rendang, SMA Negeri 3 Denpasar asal Provinsi Bali. Yang dapat kita sampaikan untuk membesarkan diri agar negara ini maju, yang pertama, kita mempersiapkan mental agar tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh dari luar, agar tetap pendirian.
Yang kedua, juga kita harus menambah wawasan kita tentang apa yang harus kita lakukan dan kita harus berpikir lebih maju, tentang apa yang harus kita lakukan. Dan kita tidak mudah putus asa dengan apa yang kita lakukan juga dan kita mencoba, dan mencoba lagi, agar sesuatu yang kita lakukan lebih bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Tepuk tangan. Duduk. “Kita harus punya visi, mau kemana gitu kan, kita harus mau bekerja dan bekerja begitu, kemudian kita harus punya mental yang kuat,” kata Adinda tadi. Terima kasih. Salah satu yang laki-laki, tadi perempuan. Paskibraka laki-laki, 1 orang berdiri siapa yang ingin menjawab? Ya.
Sdr. Ando Amadino, SMAN 1 Padang
Terima kasih.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Walai’kumsalam.
Sdr. Ando Amadino, SMAN 1 Padang
Nama saya Ando Amadino berasal dari SMA Negeri 1 Padang, Sumatera Barat. Menurut saya, demi kemajuan negara yang paling utama itu adalah niat dan komitmen. Jadi dengan niat, itu akan memunculkan komitmen dan komitmen itu harus dilaksanakan. Saya memiliki sebuah motto dalam hidup saya, yang saya harapkan bisa diterapkan pada diri setiap insan di dunia ini, apabila ada keinginan akan ada seribu jalan, dan apabila tiada keinginan akan ada sejuta alasan. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Ya, tepuk tangan. Keyakinan diri yang kuat. Kalau ada keinginan, ada jalan, if there is a will, there is a way. Betul ya? Ada iklan yang besar itu, kalau kita baca ada tulisan itu di dekat Semanggi sana. Terima kasih.
Dari Olimpiade, saya ingin dengar siapa? Apa namanya, pemenang Olimpiade. Siapa yang mewakili yang dari SMA atau SMP boleh, agar negara kita maju apa yang harus kita lakukan? Ada? Kalau ada angkat tangan.
Sdri. Christa Lorenzia Soesanto, SMP Tirta Marta
Terima kasih atas kesempatannya, nama saya Christa Lorenzia Soesanto dari SMP Tirta Marta Jakarta. Menurut saya, pertama-tama, kita harus bersandar kepada Tuhan, kita sepenuhnya minta pertolongan kepada Tuhan, agar semua rencana kita bisa berjalan dengan lancar. Dan juga kita harus selalu berpikir positif, bahwa kita bisa seperti kata Bapak Bambang, kita harus punya semangat harus bisa, yaitu menurut saya sangat penting. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih, tepuk tangan. Mohon petunjuk Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dan kemudian ya tadi bisa kita melaksanakan, pasti ada jalan. Terima kasih. Berikan tepuk tangan untuk semuanya.
Baik, agar negara kita maju, agar Provinsi Saudara maju, Kabupaten Saudara maju, Kota Saudara maju, Kecamatan Saudara maju, Desa, Kelurahan Saudara maju, pertama-tama, kita harus bersatu, rukun dan kompak. Bisa nggak lidi itu kalau tidak diikat untuk nyapu halaman? Berserakan toh, tapi kalau diikat, bersatu, bisa nggak nyapu halaman. Sama dengan rakyat Indonesia, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Oleh karena itu, ingat pertama-tama kita bersatu, ya kelurahan itu kalau ingin membersihkan kelurahannya ya bareng-bareng, kompak, bersatu, bersama-sama gitu.Kalau ada masalah selesaikan secara damai, tidak perlu bermusuhan, lempar-lemparan batu, serang sana-serang sini, bakar sana, bakar sini merugi, kita akan menjadi bangsa yang merugi. Pertama syaratnya, bersatu, rukun, dan kompak.
Yang kedua, berupaya dan bekerja keras bersama. Jangan ada yang hanya menonton, jangan ada yang hanya mengeluh, jangan ada yang pandainya menyalahkan, apalagi mengganggu. Ya kalau mau menyelesaikan masalah, membangun Desa, Provinsi, bikin bagus ekonominya, bikin bagus ketahanan pangannya dan lain-lain, ya berikhtiar bersama, berupaya bersama, bekerja keras bersama.
Yang ketiga, saya katakan tadi Pemerintah punya program pendidikan, kesehatan, usaha kecil dan menengah, pangan, bahan bakar, perhubungan, prasarana, banyak sekali, mari kita sukseskan. Implementasinya dilaksanakan di daerah, mari kita sukseskan. Jangan apatis, apalagi beliau-beliau Camat, Kepala Desa, Lurah, karena Bapak teladan, saya yakin akan dengan gigih menyukseskan program-program itu untuk rakyat yang kita cintai.
Yang keempat, di luar program Pemerintah, carilah peluang, kembangkan inisiatif apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penghasilan, mendapatkan usaha entah kecil, entah menengah. Dan saya melihat banyak sekali putra-putri Indonesia yang punya insiatif, bikin usaha kecil-kecilan, bisa pangan, ini, itu, dan sebagainya. Ini tidak hanya menjalankan program pemerintah, tapi berinisiatif untuk meningkatkan penghasilannya sendiri. Itu yang keempat.
Kemudian last but not least atau yang terakhir, yang sudah kita bahas panjang lebar, ya bangsa Indonesia, manusia Indonesia agar negara kita maju, sekali lagi harus bermental baja, berkarakter kuat, berwatak yang tangguh. Yang saya katakan Pemerintah harus bisa, jiwanya yang terang jangan gelap, pikirannya yang positif, jangan negatif, sikapnya yang optimis, jangan pesimis.
Lima hal itu Saudara-saudara, jika kita jalankan insya Allah, masalah yang kita hadapi satu demi satu akan kita atasi, negara kita akan terus dapat kita tingkatkan kemajuan dan hasil-hasil pembangunannya.
Itulah pesan saya, harapan saya, dan ajakan saya. Sekali lagi, terima kasih atas semua yang telah dilakukan. Saya berikan penghargaan atas prestasinya. Kami semua bangga, kami semua sayang, kami mendorong, mendoakan Saudara-saudara nanti kembali ke tempat semula dengan selamat. Sampaikan salam kami kepada handai taulan dan saudara-saudara yang lain. Dan berprestasilah, teruslah menjadi teladan, teruslah memberikan dan menjadi contoh bagi yang lain.
Dengan itu semua, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT terus memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian, mendengarkan pikiran dan hati kita, dan memberikan tuntunan dan kemudahan bagi perjalanan bangsa kita menuju masa depan yang lebih baik.
Selamat berjuang. Tuhan beserta kita
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



