Pidato Presiden
Sambutan Acara Buka Puasa Bersama Pimpinan DPR
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
BUKA PUASA BERSAMA DENGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI)
DI RUMAH KETUA DPR
JL. CIPINANG CEMPEDAK, JAKARTA
6 SEPTEMBER 2008
Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Yang saya hormati Bapak Agung Laksono beserta Ibu,
Hadirin-Hadirot yang dimuliakan Allah SWT,
Alhamdulilah kita dapat kembali menjalankan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan ini dan dapat bersilaturrahim di tempat ini dengan niat dan harapan agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi kita semua, bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara secara keseluruhan.
Pak Agung, sesungguhnya saya ingin mendengarkan tausyiah dan hikmah Ramadhan. Namun demikian saya akan menyampaikan satu, dua buah patah kata selaku Umaro. Pertama-tama, atas nama yang hadir disini saya mengucapkan terima kasih mendapatkan undangan untuk beribadah bersama pada sore hari ini.
Yang kedua, sebagai umaro saya mengajak semua, terutama yang mengemban tugas sebagai penyelenggara negara untuk lebih meningkatkan ibadah kita, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk negara, untuk masa depan, untuk sejarah dan untuk generasi yang akan datang.
Para ulama memberikan nasihat kepada kita untuk menjalankan apa yang ada dalam ajaran Islam. Firman Allah SWT, bahwa di bulan Ramadhan ini kita diminta untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Juga berlomba-lomba dalam mendapatkan ampunan Tuhan. Dua hal ini bisa kita aplikasikan, bisa kita implementasikan secara luas. Baik menyangkut diri kita sendiri, orang seorang, menyangkut kehidupan keluarga kita, masyarakat kita, bahkan bagi bangsa dan negara.
Saya di kalangan jajaran pemerintahan menganjurkan, disamping semua memperbanyak dzikir dan doa, memperbanyak amal dan bantuan kita kepada kaum dhuafa dan fakir miskin, kiranya kita juga melakukan konsolidasi, menata langkah kita untuk lebih giat lagi mengemban tugas sebagai abdi negara, mengemban tugas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang sama-sama kita cintai.
Saya kira itulah hikmah yang dapat kita petik dari begitu banyak ajaran dan tuntunan yang mesti kita jalankan bersama-sama. Silaturrahim ini baik, hubungan yang sinergis, hubungan yang harmonis dengan satu tekad untuk mencapai tujuan yang mulia sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar dan undang-undang.
Silaturrahim itu nilai. Agama itu sesungguhnya harus lebih kita lihat sebagai nilai dan bukan sebagai simbol. Kalau kita memaknainya sebagai nilai, maka akan banyak sekali yang bisa kita lakukan dari hari ke hari dengan manfaat dan faedah yang membawa kebaikan bagi semua.
Oleh karena itu, saya menyambut baik tradisi ini untuk saling bersilaturrahim, meningkatkan kedekatan kita tanpa menghalang-halangi kewajiban kita semua, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Dan akhirnya, sekali lagi, mari kita bersama-sama berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan suci Ramadhan ini, juga kita berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dan semoga apa yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan ini, menahan diri, berbuat kebajikan, menegakan amar ma’ruf nahi munkar bisa juga kita jalankan nanti, setelah kita mengakhiri ibadah kita di hari kemenangan insya Allah pada 1 Syawal tahun ini.
Demikianlah, sekali lagi terima kasih pak Agung. Mari kita tingkatkan ibadah kita, mari kita lakukan langkah-langkah terbaik bagi bangsa dan negara kita.
Sekian
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
********
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



