Pidato Presiden

Pengarahan Kunjungan ke PT Petrokimia Gresik

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI WISMA KEBOMAS PT PETRO KIMIA GRESIK
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara pejabat Gubernur Jawa Timur, dan para Pimpinan Lembaga Negara, dan Pemerintah yang bertugas di Jawa Timur, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, saudara Direktur Utama PT. Petrokimia Gresik, Dewan Komisaris, Dewan Direksi, para karyawan Petrokimia Gresik yang saya cintai dan saya banggakan.

Alhamdulillah hari ini kita dapat seraya menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dapat bertemu di ruangan ini untuk bersama-sama meningkatkan semangat, tekad dan pengabdian kita untuk bangsa dan negara tercinta. Saya senang karena sudah lama ingin berkunjung ke PT Petrokimia Gresik, alhamdulillah hari ini saya dapat bertemu dengan pimpinan dan para karyawan sekalian.

Apa yang telah disampaikan oleh saudara Direktur Utama tadi tentu melegakan meskipun ada sejumlah isu yang harus kita atasi, tetapi prospeknya nampak baik. Saya berharap momentum seperti ini tidak disia-siakan, kinerja yang makin meningkat terus di pertahankan, dan bahkan di tingkatkan, dan saya berharap organisasi atau perusahaan ini betul-betul bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi kepada negara. Baik dalam bentuk deviden, pajak, dan kontribusi kepada masyarakat luas.

Saudara-saudara,
Dari semua yang dipaparkan oleh saudara Arifin Tasmir tadi 4 isu yang paling mengemuka adalah, permasalahan kekurangan gas bumi, yang kedua kelangkaan bahan baku, yang ketiga kekurangan pupuk pada tingkat konsumen atau petani dan konsumen yang lain dan isu tentang lingkungan. Empat isu itu pula yang dihadapi oleh pemerintah dalam arti lain, empat isu itulah yang merupakan isu nasional dan bahkan banyak negara yang memiliki permasalahan yang serupa. Yang penting karena kita tahu isunya itu, kendalanya itu, permasalahannya itu mari kita bersama-sama mencari solusi dan kemudian pada akhirnya kita meningkatkan produksi, produktivitas dan kinerja dari BUMN ini.

Saudara-saudara,
Permasalahan gas bumi memang ini menjadi permasalahan pundamental, beberapa saat yang lalu kami melaksanakan Sidang Kabinet terbatas khusus membahas permasalahan pupuk, benih dan kaitannya dengan ketersediaan gas bumi. Secara nasional memang ada dinamika dari produksi gas nasaional kita, Arun mulai menyusut, Bontang juga reclining tetapi kita berharap seperti tangguh itu akan mulai memproduksi, tahun depan Insya Allah. Kemudian jangka menengah, jangka panjang kita berharap di sekitar Natuna, lantas juga di perbatasan antara Indonesia dan Australia dan di tempat-tempat lain yang barangkali skalanya lebih kecil tetapi secara kumulatif, secara nasional itu in thelong run betul-betul bisa mengamankan supply dari gas bumi kita.

Kebijakan tentang gas bumi nasional juga telah pemerintah kembangkan dan lakukan berbagai revisi. Dulu banyak yang kita eksport, sekarang harus ada balance antara kepentingan dalam negeri dan kepentingan ekspor untuk devisa, tapi arahnya yang menjadi prioritas nanti adalah kepentingan dalam negeri. Kita pastikan, kita menuju kesitu dan bahkan pemerintah juga sangat serius untuk juga disamping mengembangkan gas bumi kita melakukan proses gastifikasi. Batu bara kita banyak, deposit kita tinggi masih 150 tahun lagi, dibandingkan gas yang tinggal 60 tahun lagi. Dengan demikian kita akan membuka lagi sumur-sumur gas. Yang kedua, kita akan melakukan proses konversi dengan migas dari batu bara, yang secara nasional mudah-mudahan akan terjadi keseimbangan antara supply dengan demand, di bidang gas bumi.

Yang penting mengambil pelajaran masa lalu, kerjasama kita Indonesia dengan negara sahabat, maupun perusahaan-perusahaan dalam negeri harus dengan kontrak yang benar, adil tanpa penyimpangan-penyimpangan. Karena betapa pentingnya gas ini untuk ekonomi kita, kita tidak ingin ada yang aneh-aneh dalam melakukan kontrak di masa yang akan datang, ini amanah kita, mari kita laksanakan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya.

Itu isu yang pertama Bapak, sambil kita mengelola apa yang kita miliki sekarang dalam jangka menengah, jangka panjang akan kita terus usahakan agar terjadi keseimbangan antara supply dan demand, ini sebetulnya dikatakan nikmat membawa sengsara, ekonomi tumbuh, penduduk Indonesia terus berkembang, konsumsi naik karena daya beli naik, akhirnya diperlukan atau terjadi demand yang berlebihan. Supply kadang-kadang di bawah ada mismatchg.. inilah yang harus kita kejar. Kita krisis 10 tahun yang lalu sama-sama kita alami, sekarang saatnya untuk melakukan akselerasi, melakukan peningkatan-peningkatan apa yang bisa kita lakukan secara bersama.

Bahan baku, solusinya kerjasama dengan negara-negara sahabat, dengan kontrak yang adil dan Tor yang benar, saya ingat waktu kecil juga membicarakan dengan ini silahkan dikembangkan. Sekali lagi kerjasama yang saling mengungtungkan dan lakukan kontrak yang realistik, jangka panjang agar kita memiliki certainfi, memiliki security dari bahan baku yang kita impor dari negara lain karena memang kita tidak memiliki bahan baku itu.

Kelangkaan pupuk, saya tadi ketemu dengan para petani, baik di Nganjuk dengan petani kedelai, di Jombang petani jagung, puluhan kali saya ketemu dengan para petani, puluhan kali pula saya dialog di berbagai wilayah di Indonesia selalu yang dipersoalkan pupuk. Pupuk tentu menjadi masalah yang sangat-sangat penting, karena kita ingin pangan kita makin cukup dalam arti kita produksi di dalam negeri tanpa harus tergantung dengan negara lain, kita akan bisa berswasembada dan pada akhirnya nanti. Maka konsekwensinya perlu pupuk, pupuk, benih yang cukup, gas yang cukup, penyuluhan yang baik, teknologi yang melawan hama yang baik, dan sebagainya, dan sebagainya.

Kembali ke pupuk, kami juga membahas secara mendalam, sistem distribusi yang kita miliki harus kita jalankan dengan benar, semua bertanggungjawab, kemudian jangan ada penyimpangan yang mestinya subsidi jangan digunakan bagi mereka yang tidak berhak, kemudian distribusinya yang benar, harus ada rasio mana untuk persawahan, untuk perkebunan, peternakan perikanan dan sebagainya dan tidak ada komplek pada tingkat masyarakat luas dan disitu sangat penting peran pemerintah daerah. Sambil tentu kita melakukan penyeimbangan pula antara pupuk kimia dan pupuk yang organik, dorong semuanya itu dan pasilitas pemerintah dengan kebijakan anggaran, program-program yang tepat.

Pemerintah tentu terus akan berbuat semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan pupuk ini. Harapan kita memang semua mengambil bagian sehingga jangan ada satupun yang menjadi bagian dari masalah, semua harus menjadi bagian dari solusi, dalam waktu dekat memang akan terjadi kelangkaan di sana-sini, tapi setelah itu kita pastikan bahwa kita akan memiliki kecukupan pupuk yang dibutuhkan oleh konsumen.

Yang terakhir lingkungan, silahkan penuhi standar lingkungan yang baik untuk kita semua, untuk rakyat kita. Dengan demikian kita mengerjakan proses industri ini tanpa harus mencemari lingkungan. Empat isu itulah yang menurut saya, mari kita selesaikan bersama-sama, saya minta antara Pimpinan, Direksi, Komisaris dengan Menteri BUMN, Menteri teknis, Menteri SDM dan semua pihak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, supaya cepat kita merespon sesuatu dan kita bisa melakukan langkah-langkah yang sinergis ke depan.

Dan kepada karyawan, saya berpesan marilah kita laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, produktipitas sangat penting, senang meningkat dengan baik, patut menjadi contoh. Kemudian kalau Petro Kimia berkembang dengan baik, penghasilannya makin baik, harapan saya karyawan tentu mendapatkan kenaikan kesejahteraan. Kalau itu dapat dilakukan dengan adil percayalah semua akan seia sekata, berjuang bersama, berjuang bersama entah siang, entah malam untuk memajukan Petrokimia yang sama-sama saya cintai ini. Saya percayakan penuh pada pimpinan, Direksi semua untuk memikirkan secara seimbang. Disatu sisi karyawan harus tetap produktif, disiplin, bekerja sebaik-baiknya, di sisi lain perhatikanlah kesejahteraan dalam arti luas.

Saya kira itu dan masih banyak acara, saya mulai subuh tadi dari Madiun, masih berlanjut lagi, sampaikan salam saya kepada keluarga semuanya, selamat beribadah, mari kita terus berjuang untuk hari esok yang lebih baik.

Sekian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Ditranskrip oleh
Biro Pers dan Media Rumga Kepresidenan