Pidato Presiden

Sambutan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ulama se Jatim

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN SILATURRAHMI DAN BUKA PUASA
BERSAMA PARA ULAMA
KANTOR PETROKIMIA-GRESIK, 11 SEPTEMBER 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang saya hormati, Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Pejabat Gubernur Jawa Timur dan para pejabat dan Pimpinan Pemerintah yang bertugas di Jawa Timur, Saudara Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, dan para Pimpinan BUMN yang turut hadir pada sore hari ini, Ibu-ibu keluarga besar DW, Saudara-saudara para karyawan PT Petrokimia maupun BUMN lain,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Kyai,

Hadirin hadirat yang saya muliakan.
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita, kepada bangsa dan negara tercinta. Marilah pula kita haturkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah sampai akhir zaman. Kita juga bersyukur hadirin hadirat yang di muliakan Allah SWT. Sore ini dapat beribadah bersama, berbuka puasa bersama dan bersilaturrahim dengan harapan semoga pertemuan kita mendapatkan ridho Allah dan membawa kebaikan bagi kita semua di masa depan.

Tadi pagi saya dengan kereta api meninggalkan Madiun untuk pertama-tama bertemu dengan saudara-saudara kita para petani kedelai yang ada di desa Temangan, Nganjuk. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke arah Jombang dan saya juga bertemu dengan saudara-saudara kita para pengrajin manik-manik dan petani jagung yang ada di Desa Plumbon Gambang, Kabupaten Jombang.

Saya memang sering para ulama, datang ke seluruh pelosok tanah air untuk bertemu dengan para petani, “mengapa” satu hal yang sangat kita perlukan adalah kebutuhan pangan. Tanpa pangan meskipun yang lain kita punya tentu kita tidak bisa hidup. Oleh karena itulah saya bersama para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dan pejabat yang lain terus menggalakan pertanian kita, terus mendorong kaum petani kita, untuk meningkatkan produksi dan produktifitas pangannya, bukan hanya padi tapi juga jagung, kedelai, gula, daging sapi dan lain-lain.

Alhamdulillah meskipun dunia mengalami krisis pangan, banyak bangsa-bangsa di dunia mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pangannya, jika tidak ada aral melintang, atas ridho Allah dan kerja keras kita semua tahun ini kita akan memiliki kecukupan padi atau beras. Yang lain masih harus kita perjuangkan terutama 4 (empat) komoditas lainnya; gula, jagung, daging sapi dan kedelai. Selepas saya melihat langsung di Jawa Timur, dua kabupaten khususnya di bidang pertanian ini saya langsung berkunjung ke Petrokimia. Mengapa?.

Hadirin hadirat yang saya hormati,
Agar pertanian berkembang dengan baik diperlukan pupuk yang cukup, benih yang baik, irigasi yang tergelar di tempat-tempat pertanian, penyuluhan yang baik, serta kebijakan dan anggaran pemerintah yang tepat pula. Saat ini kita menghadapi tantangan untuk mencukupi kebutuhan itu. Mengapa? Karena kebutuhan pupuk terus meningkat. Ini sesungguhnya akibat pula dari perkembangan sektor pertanian, perkembangan ekonomi, perkembangan jumlah penduduk Indonesia yang juga mengkonsumsi pangan.

Oleh karena itu tugas saya selaku pengemban amanah akan terus mendorong agar pabrik-pabrik pupuk termasuk Petrokimia terus meningkatkan produksinya agar bisa meningkatkan pertanian kita. Permasalahan yang dihadapi oleh pabrik pupuk adalah perlunya pasokan gas yang lebih besar. Oleh karena itu pemerintah kami juga bekerja keras, agar produksi gas di tanah air kita ini makin meningkat di seluruh Indonesia. Agar bahan baku yang penting untuk pupuk itu yang pupuk untuk pertanian, yang pertanian menghasilkan pangan yang kita perlukan bersama, betul-betul juga dapat dipenuhi.

Ini adalah mata rantai dari apa yang kita lakukan, hadirin-hadirat. Dari satu isu berupa pangan tetapi memiliki konteksitas yang sangat luas dan tentunya kewajiban kami, pemerintah untuk terus memastikan bahwa semua masalah itu dapat di atasi, semua faktor dapat dikelola dan kemudian insya Allah makin ke depan pertanian kita makin tumbuh dengan baik.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Tadi penceramah kita Bapak Prof. Dr. Room Rowi menjelaskan dengan gamblang, kita ini utama kami umaroh dan umat yang juga dinasehatkan, para ulama untuk berlombah-lomba dalam kebaikan, ini juga tuntunan dari ajaran islam yang sangat luhur, bukan berlomba-lomba dalam ketidakbaikan, atau keburukan apalagi kejahatan. Di bulan suci ramadhan para ulama menasehatkan kepada saya juga untuk kita berlomba-lomba mendapatkan ampunan Tuhan yang maha kuasa. Saya kira apa yang disampaikan oleh beliau tadi amatlah tepat, kalau kita ingin masyarakat Indonesia betul-betul ke depan menjadi masyarakat yang baik. Sebab yang kita tuju tiada lain adalah masyarakat yang baik, masyarakat yang tentram, masyarakat yang rukun, masyarakat yang patut pada pranata hukum, masyarakat yang mengatasi segala perbedaan dan perselisihan secara damai, masyarakat yang tidak mengedepankan kekerasan, masyarakat yang saling membantu, bergotong royong satu sama lain dan sebagainya dan sebagainya.

Tiada artinya sebuah bangsa, ekonominya tumbuh dengan baik, teknologinya maju, angkatan perangnya besar dan kuat, tapi masyarakatnya tidak baik, tidak rukun, tidak harmonis, tidak bersatu, bahkan saling bermusuhan dan sebagainya. Saya mohon para ulama untuk juga membimbing umat sebagaimana kewajiban kami, sebagai umaroh yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan juga membimbing masyarakat luas agar bersama-sama kita, betul-betul membangun masyarakat yang baik.

Globalisasi banyak sekali membawa pengaruh, globalisasi mendatangkan banyak kebaikan, teknologi, pengetahuan, informasi tapi tidak sedikit membawa ketidak baikan, pengaruh-pengaruh yang jelek. Marilah kita tangkal, kita lawan, kita bendung pengaruh-pengaruh yang jelek itu agar masyarakat kita juga tidak tercemar yang serba jelek. Agar masyarakat kita tetap baik dan makin baik. Dalam kaitan itulah saya mohon para ulama betul-betul kerso turun gunung, membimbing kita semua umat untuk disamping berlomba-lomba dalam kebaikan tadi, juga terus mengembangkan jiwa yang terang, jiwa yang disinari oleh cahaya, bukan jiwa-jiwa yang gelap, yang saling menyalahkan, saling memaki dan lain-lain.

Tolonglah umat dibimbing untuk juga memiliki pikiran yang positif, bukan pikiran yang negatif. Pikiran yang rasional, bukan pikiran yang percaya pada tahayul dan mistik. Sikap yang optimis, punya keyakinan dan kerja keras, insya Allah masa depan kita akan lebih baik. Saya kira itulah karakter yang mesti kita bangun bersama, tidak cukup hanya kecerdasan penguasaan pengetahuan dan teknologi tadi juga ahklak yang mulia, budi pekerti yang luhur, jiwa yang terang, pikiran yang positif, pikiran yang rasional, sikap yang optimis.

Itulah yang saya mohonkan dari para ulama sekalian melalui media dakwah, pengelolaan di Pondok-Pondok Pesantren dan di berbagai kesempatan untuk membimbing umat kita termasuk menasehati kami para umaroh untuk betul-betul bersama-sama membangun Indonesia yang kita cintai ini ke arah masa depan yang lebih baik. Itulah pesan, harapan dan ajakan saya secara singkat.

Dan terakhir dunia mengalami banyak masalah ada krisis iklim, ada krisis pangan dan ada krisis energi, tapi percayalah dengan ridho Allah SWT, dengan persatuan kita, dan kerja keras kita, semua masalah itu satu persatu akan dapat kita atasi. Tolong bimbing umat kita memiliki keyakinan yang kuat seperti itu. Demikianlah para ulama semoga Allah SWT, meridhoi niat dan cita-cita kita bersama untuk membangun bangsa di masa depan menjadi bangsa yang maju, bermartabat, dan sejahtera.

Sekian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan