Pidato Presiden

Sambutan Acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Brigade Infantri Linud 17 Kostrad

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
DALAM ACARA SILATURAHMI DAN BUKA PUASA BERSAMA
SESEPUH KELUARGA BESAR BRIGADE INFANTERI LINUD 17 KOSTRAD
DI CIJANTUNG, JAKARTA
16 SEPTEMBER 2008


Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh


Yang saya cintai dan saya muliakan para Sesepuh, baik Sesepuh TNI Sesepuh TNI Angkatan Darat, Sesepuh Kostrad, Sesepuh Kopassus, Sesepuh Brigade Infanteri Lintas Udara Kujang I Kostrad, dan para Sesepuh lainnya.
Saudara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dan para Menteri, Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan para Pimpinan Teras TNI dan TNI Angkatan Darat.
Bapak Ibu, keluarga besar Kujang I Kostrad
Para prajurit TNI baik dari Kopassus, Kostrad, dan satuan-satuan yang lain

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Saya ingin mencocokkan waktu dulu karena saya diberitahu Magrib masuk pada pukul 17:53. Kalau saya menggunakan dead lock planning, lima menit barangkali untuk pembacaan doa, saya dianjurkan selesai pada 17:45. Jadi saya punya waktu sekitar lima belas menit, Insya Allah akan saya sampaikan. Sama dengan kalau kita melaksanakan sebuah lintas udara, kalau kita membuat perencanaan, perencanaannya mundur dari Jam-P, jam penerjunan. Saya kira itu bisa diaplikasikan dimana saja kalau kita ingin mengelola waktu dengan tepat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Saya juga merasa amat berbahagia pada sore hari ini berada ditengah-tengah prajurit TNI, di tempat Markas Brigif Linud 17 Kostrad yang secara pribadi saya pernah disatuan yang sama-sama kita cintai ini. Tadi pagi saya mengutus ajudan saya, Kolonel Munir untuk menyampaikan pesan dan salam hormat saya kepada salah satu mantan Komandan Brigif Linud 17 Bapak M. Sanif yang beliau sedang dalam keadaan sakit, kemudian alhamdulillah Kolonel Munir sudah bisa bertemu dengan beliau. Dan beliau senang bisa memelihara silaturahim meskipun hanya dengan bahasa isyarat.

Dan perlu saya sampaikan silaturahim memelihara persahabatan itu penting. Ini adalah konsep yang baik, nilai yang baik. Apapun perbedaan identitas kita tetapi kita sebagai umat islam dilarang memutus tali silaturahim. Kita berbahagia hadir Bapak Himawan Sutanto, Bapak Murdiono dan para sesepuh generasi beliau. Kita senang Bapak Faisal Tanjung, Bapak Wismoyo Arismunandar dan para sesepuh generasi beliau. Bapak Endriartono Sutarto, Bapak Agus Wijoyo pada generasi beliau bersama-sama dengan para prajurit-prajurit yang masih aktif mengemban tugas yang mulia mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara tercinta.

Kurang lebih dua bulan yang lalu ada yang menyampaikan kepada saya secara tidak formal. Apakah saya bisa datang meresmikan renovasi dari Markas Brigade 17 ini? Saya sampaikan kepada perwira itu begini: ”Saya ini taat azas, taat sistem. Kalau yang meresmikan Mabrigid Linud 17 itu saya, saya kira kurang tepat. Tetapi kalau sebagai rasa syukur, saya senang bisa nanti pada bulan suci Ramadhan kita bisa beribadah bersama, berbuka puasa bersama, dan tolong diundang para sesepuh Kujang, para sesepuh TNI, para sesepuh Angkatan Darat sehingga kita dapat bersama-sama hadir di Cijantung ini untuk bersyukur atas selesainya renovasi dan pembangunan kembali Markas Brigade Infanteri Lintas Udara 17 yang alhamdulillah telah berdiri tegak sekarang ini”. Terhadap itu semua, Komandan Brigade mana ini...? Saya mengucapkan selamat atas diresmikannya fasilitas ini dengan selesainya gedung ini maka prestasi, kinerja, kesiapan dari Brigif Linud 17 harus lebih baik. TNI memang tidak boleh memiliki alasan logistiknya kurang, gedungnya kurang bagus dan sebagainya karena peran itu ditentukan oleh mentalitas, oleh daya tempur yang lain tetapi tentu dengan lebih baiknya sistem persenjataan, prasarana, sarana maka kinerjanya, prestasinya, pelaksanaan tugasnya harus lebih baik lagi.

Hadirin yang saya hormati,
Saya ingin menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh penceramah kita Bapak Hanafi tadi tentang perjuang besar, transformasi besar yang dilakukan oleh Rasulullah, Nabi Muhammad SAW yang menurut saya itu bukan hanya patut diteladani oleh umat Islam se-dunia, bukan hanya patut diteladani oleh bangsa Indonesia tapi juga patut diteladani oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia. Karena pelajaran yang bisa kita petik adalah untuk mencapai tujuan yang besar, tujuan yang mulia perubahan yang fundamental itu syaratnya adalah semangat yang tinggi, keyakinan yang tinggi, kebersamaan, kerja keras dan akhirnya disertai dengan kesanggupan untuk menghadapi masalah apapun, tantangan dan ujian seperti apapun agar tujuan itu dapat dicapai. Saya yakin bahwa prinsip seperti itu dapat diterapkan dijajaran TNI, tidak mungkin tugas yang diemban oleh TNI dapat terlaksana dengan baik kalau tidak disertai dengan upaya yang sangat optimal, yang sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan itu. Oleh karena itu, mari nasihat dari Bapak Hanafi kita jalankan bersama untuk melanjutkan tugas kita ini, pengabdian kita ini, baik yang masih aktif dijajaran TNI maupun pengabdian lain yang sama-sama kita lakukan untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.

Saudara-saudara,
Bulan Ramadhan ini para ulama menganjurkan kepada kita. Saya sebagai Umara juga ingin mengajak untuk menjalankan anjuran dari para ulama yang sesungguhnya ajaran yang diberikan kepada kita umat Islam. Dalam bulan Ramadhan kepada kita diminta untuk memperbanyak membaca Al-Quran, berzikir, dan berdoa. Kita juga diminta untuk memperbanyak zakat dan berbagai amalan, amalan sosial, amalan kemanusiaan. Kita juga diminta untuk, pada bulan suci ini bulan yang penuh dengan taburan rakhmat dan ampunan, kita melakukan refleksi, tafakur, mawas diri termasuk dijajaran TNI, termasuk kesatuan operasional seperti Kostrad, Kopassus, Kujang, seperti ini. Apa yang sudah dilakukan setahun yang lalu, kekurangannya, kelemahannya, dan mana yang baik untuk dijadikan landasan dalam pembinaan satuan dalam mengembangkan kemampuan latihan pendidikan, kesiagaan dan lain-lainnya agar tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kita juga dianjurkan berlomba-lomba meraih kebaikan bukan sebaliknya. Kita juga dianjurkan berlomba-lomba dalam mendapatkan ampunan Allah. Disitulah kita berdoa dan berzikir memohon ampun dan yang tidak kalah pentingnya kita diminta untuk menjaga lidah lisan kita seraya tetap sabar dan tegar menghadapi ujian. Kalau kita mampu berprilaku seperti ini, di bulan suci Ramadhan ini maka alangkah baiknya kalau kita juga bisa menjalankannya sepanjang tahun, tidak hanya pada bulan Suci Ramadhan ini. Kalau itu kita jalankan saya yakin pahala yang kita terima tentu akan lebih besar lagi.

Hadirin yang saya muliakan,
Yang terakhir karena ini kesempatan yang baik saya bertemu dengan para prajurit. Sepuluh tahun kita telah melakukan reformasi, kita mulai pada tahun 1998 untuk pertama kali setelah tahun 1996 yang lalu, TNI melaksanakan latihan gabungan berskala besar atas instruksi saya telah dilakukan, latihan gabungan TNI berskal besar pada beberapa bulan yang lalu. Untuk menguji doktrin kita, kesiagaan kita, strategi kita, kesiapan Alutsista kita, dan aspek-aspek lainnya. Saya melihat langsung dan saya senang bahwa jerih payah kita untuk membangung profesionalitas TNI selama sepuluh tahun terakhir ini telah membuahkan hasil yang makin nyata. Insya Allah pada peringatan hari TNI tahun ini, meskipun tidak tepat pada tanggal 5 Oktober, saya mendapat kabar akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober di Surabaya. Tunjukkanlah, haturkanlah kepada rakyat apa yang telah dilakukan dalam reformasi, dalam pembangunan kekuatan, menjadi tentara profesional yang handal. Ini adalah pertanggungjawaban yang mesti diberikan oleh kita semua yang menjalankan tugas untuk membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik lagi.

Kemudian kalau saya harus menyampaikan nasihat kepada para prajurit yang masih aktif. Saya ambil contoh apa yang selama ini menjadi karakter, menjadi identitas dari Prajurit Kujang I Kostrad, Satuan Lintas Udara Kostrad yang saya yakini pada hakikatnya juga bisa diaplikasikan, diterapkan oleh satuan-satuan lain Kopassus misalnya atau satuan-satuan lainnya. Keluarga besar Kujang I Kostrad pasti ingat bahwa salah satu trade mark dari Brigif Linud 17 Kujang I Kostrad ini adalah kemampuannya untuk mengemban tugas-tugas sebagai satuan lintas udara yang bergerak secara cepat, siap dikerahkan, diterjunkan dan melaksanakan tugas dimanapun kapanpun. Oleh karena itu satuan ini disebut sebagai salah satu satuan elite di lingkungan TNI, dilingkungan TNI Angkatan Darat. Pertahankan identitas itu agar kebanggaan dapat Saudara sandang.

Yang kedua satuan ini juga dikenal memiliki profesionalitas yang tinggi. Profesional sesuai dengan pangkat, jabatan, dan tugas-tugas yang diembannya. Jangan tinggalkan profesionalitas, yang membedakan TNI dengan yang lain adalah profesionalitasnya. Nilai-nilai profesionalitasnya pula seperti pantang menyerah, tugas diatas segalanya dan sebagainya.

Ciri yang ketiga yang menonjol adalah kemampuan melaksanakan penggunaan teritorial dalam sejarah operasi keamanan dalam negeri satuan ini menonjol. Dalam menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat seraya memelihara kedekatan, kemanunggalan antara prajurit TNI dengan rakyat. Ini ....dan harus dilanjutkan. Tetaplah dekat dengan rakyat, sayanglah kepada rakyat. Saudara punya delapan TNI wajib laksanakan itu, jalankan itu sebagai ciri prajurit TNI.

Dan yang keempat kesatuan ini dikenal cakap dan berhasil dalam mengemban tugas-tugas perdamaian internasional bagian dari Peace Keeping Nations. Ini membanggakan dan banyak kelibatan satuan TNI sekarang ini diberbagai wilayah konflik di dunia. Saya berharap kepada para perwira yang memimpin misi perdamaian internasional untuk mempertahankan prestasi dan nama baik kita diberbagi forum. Tanggal 23 mendatang, bulan ini akan ada peringatan Hari Perdamaian Internasional yang diselenggarakan oleh Legiun Veteran Republik Indonesia. Saya akan datang karena veteran itu pertama Veteran 45, Veteran Kemerdekaan, Veteran Trikora, Veteran Dwikora, Veteran Seroja sebelum operasi di Dili sebelum operasi di Dili pada tanggal 7 Desember 1975 dan Veteran Pemeliharaan Perdamaian Internasional. Saya kira itu rumah kita juga yang teduh, yang kita harus terus mengembangkan Patro... bagi seluruh bangsa dengan sekali lagi para Veteran yang memiliki pengalaman dan perjuangan yang panjang, terus mewariskan nilai-nilai kepejuangan itu.

Inilah empat karakter yang membedakan satuan ini, Brigade Infanteri ... Kujang I Kostrad dengan satuan-satuan yang lain. Dan saya minta kepada prajurit Kujang kepada perwira Kujang pertahankan semuanya ini, pertanggungjawabkan kepada sejarah, kepada para sesepuh, kepada TNI, kepada negara, dan kepada masa depan kita.

Itulah yang ingin saya sampaikan dan semoga pertemuan kita ini membawa berkah. Dan semoga tugas-tugas yang dibebankan oleh para prajurit dijajaran TNI dapat dilaksanakan dengan baik.

Sekian
Selamat bertugas

Wassalamualaikum Wr.Wb.