Pidato Presiden

Sambutan pada Salat Tarawih dengan Masyarakat Sulawesi Utara

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA SHALAT TARAWIH BERSAMA DENGAN
MASYARAKAT SULAWESI TENGGARA
DI MASJID AGUNG KENDARI, 25 SEPTEMBER 2008


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang saya cintai dan saya muliakan, para Ulama hadirin, hadirat yang di muliakan Allah SWT. Marilah pada kesempatan yang membahagiakan ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada umat, kepada masyarakat dan kepada Bangsa serta Negara. Kita juga bersyukur karena pada bulan suci ramadhan 1429 H ini kita kembali dapat menunaikan ibadah puasa dan semoga ibadah kita mendapatkan ridho dan diterima oleh Allah SWT.

Hari ini saya dan rombongan berkunjung kembali ke Sulawesi Tenggara, pertama untuk menyukseskan, menggiatkan, melakukan pengawasan terhadap program-program pembangunan. Pembangunan untuk rakyat, baik itu program-program Pemerintah Pusat yang wajib dijalankan di daerah, maupun program-program Pemerintah Daerah sendiri, Provinsi, Kabupaten Kota yang kesemuanya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi pengangguran.

Alhamdulillah tadi siang sampai sore saya beserta para piminan dari Jakarta, Saudara Gubernur dan pimpinan di Sulawesi Tenggara ini bersama-sama untuk menyerasikan langkah, memadukan upaya, melakukan semua upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Semoga apa yang kami lakukan tadi agar kesejahteraan rakyat semakin meningkat ketepatan di bulan suci ramadhan ini mendapatkan jalan dan tuntunan dari Allah SWT. Disamping itu saya dengan rombongan juga alhamdulillah bisa menjalankan ibadah bersama dimulai dengan berbuka puasa, sholat magrib berjamaah dan ceramah agama yang tadi kami laksanakan di kediaman Gubernur Sulawesi Tenggara.

Alhamdulillah, baru saja kita melaksanakan sholat Isya berjamaah, ceramah agama dan insya Allah kita lanjutkan dengan sholat tarawih pada malam hari ini, saya sebagai umaroh belajar banyak hari ini, tadi almukarrom Habib Abdul Assegaf memimpin sholat magrib baru saja memberikan bimbingan rohani, pesan-pesan spiritual dan moral yang judulnya sangat indah dan dibawakan di rumah Allah yang indah, teduh dan insya Allah penuh berkah ini dan menuju cinta ilahi untuk kesejahteraan rakyat, sungguh indah. Sungguh syarat dengan pesan-pesan saya mengajak mari kita jalankan bersama, apa yang dinasehatkan oleh almukarrom Habib Abdul Assegap tadi.

Marilah kita perbanyak dzikir kita, dzikir bathin setiap saat, mari kita perbanyak amal kita, mari kita senang tiasa bertaubat, memohon ampun untuk melangkah ke depan membangun hari esok yang lebih baik, untuk diri kita, untuk keluarga, untuk masyarakat dan untuk bangsa dan negara tercinta. Tadi sore juga kami mendapatkan siraman rohani oleh Bapak Cakrinapo yang berjudul mencari kebahagiaan dalam memberi. Memberi tidak harus serta material, menaburkan kasih sayang, menyapa dengan tutur kata yang baik itu juga berpahala. Lengkaplah sudah yang disampaikan oleh Habib Abdul Assegaf dengan Saudara Cakrinapo tadi untuk saya mengajak saudara semuanya, kaum muslimin dan muslimat, hadirin dan hadirat untuk kita jalankan bersama.

Kita sering mendapatkan nasehat, tausiah, dari para ulama di bulan suci ramadhan ini, kita diminta untuk memperbanyak baca alqur’an, memperbanyak berdzikir dan berdoa, kita juga dianjurkan untuk terus bertafakur, seraya meningkatkan amal kita, ibadah kita, kita juga diminta untuk melakukan semua upaya berlomba-lomba dalam meraih kebaikan ini firman Allah dan juga kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam mendapatkan ampunan Allah SWT, ini juga perintah Allah, kita diminta untuk menjaga lisan kita, tutur kata kita.

Semua nasihat para ulama klop betul sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penceramah pada malam hari ini, tadi juga Imam masjid Agung Alkausar memimpin kita dalam sholat isya, Bapak Abdullah Umar tadi yang sama-sama kita kenal, muda-mudahan semua rangkaian ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Sebagai umaroh saya ingin menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh para ulama tadi, untuk kita jalankan, kita terapkan, kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dan bagi para pejabat pemerintahan, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, lurah tolong dijalankan untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat. Yang ingin saya garisbawahi adalah mari kita bikin masyarakat kita ini semakin teduh, semakin tenteram, semakin rukun, semakin damai. Tidak ada artinya sebuah negara yang maju ekonominya, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi masyarakatnya tidak tenteram, penuh dengan kemaksiatan, penuh dengan kemungkaran dan kejahatan, apa artinya. Kita berangkat dari masyarakat dimana sehari-hari kita hidup bersama, mari kita jaga tutur kata kita, peri laku kita, sikap kita, untuk saling menghormati satu sama lain sehingga betul-betul tercipta masyarakat yang teduh.

Saya menghormati masyarakat Sulawesi Tenggara sebagai masyarakat yang religius, agama merupakan pilar dari terwujudnya masyarakat yang saya gambarkan tadi, saya mengajak pertahankan, pelihara dan kembangkan ketenteraman hidup di Sulawesi Tenggara ini. Kalau itu tercapai semua upaya akan mendapatkan jalan, jalan Allah SWT, membangun ekonomi misalnya, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, menciptakan lapangan pekerjaan, semua tujuan-tujuan yang ingin dicapai tentu akan mendapatkan jalan. Ini ajakan saya yang pertama, pesan saya yang pertama sebagai umaroh yang sedang mengemban amanah.

Yang kedua, saya juga mengajak Saudara-saudara untuk kita mengembangkan sikap dan perilaku yang terpuji, sikap dan perilaku yang islami, sikap umat hambah Allah yang selalu bersyukur. Bersyukur karena, meskipun negeri kita masih menghadapi tantangan, ujian dan cobaan, masih banyak bangsa yang lain yang lebih menderita, yang lebih berat tantangan dan cobaannya. Kita sendiri, Saudara sendiri masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Oleh karena itu lebih bersyukur kita ke hadirat Allah SWT, atas nikmat yang dianugerahkan kepada kita. Setelah bersyukur mari kita senan tiasa bersabar, tegar dan tawakal manakala menghadapi ujian, cobaan dan tantangan, tidak ada bangsa di dunia ini, tidak ada umat di dunia ini, yang luput dari ujian, cobaan dan tantangan.

Islam menganjurkan, memerintahkan bahkan untuk kita tetap sabar, tawakal dan tegar, sekokoh gunung batu yang tidak runtuh oleh hembusan, tiupan angin yang melandanya. Kita harus menjadi benteng dari diri kita, dengan keimanan yang tinggi serta dengan keilmuan yang lengkap. Saya mengajak, tegar, bersabar.

Dan yang ke tiga, mari kita terus beriktiar, tadi siang saya memberikan pujian kepada Sulawesi Tenggara, kepada Pak Gubernur, Pimpinan DPRD, Bupati, Walikota, semua, pemimpin masyarakat karena saya lihat, saya dengar konsepnya ingin memajukan Sulawesi Tenggara ini. Ingin mengembangkan pertanian, ingin mengembangkan kelautan dan perikanan, ingin mengembangkan pertambangan apakah nikel, biji besi, emas dan sebagainya. Ingin membangun infrastruktur, jalan, bandara, pelabuhan. Ingin mendatangkan investasi untuk bergeraknya ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Semua yang mulia itu, semua yang baik itu, semua yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat itu tidak akan terwujud, tidak akan sampai jika tidak disertai dengan ikhtiar dan kerja keras. Tidak akan datang dari langit, tidak akan semudah membalik telapak tangan.

Ulama memberi nasehat kepada kita, kejarlah duniamu, bekerjalah kita seolah-olah kita akan hidup seribu tahun, hidup selama-lamanya, tapi kejarlah akhiratmu, bertaubat, mohon ampun seolah-olah esok kita akan dipanggil Allah SWT, sebagaimana yang dinasehatkan oleh Habib Abdullah Assegaf tadi. Dan bukankah Allah juga berfirman bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kaum kecuali kaum itu merubah dalam dirinya, dalam pikirannya, dalam hatinya, dalam semangatnya untuk tentunya mengubah keadaan menuju masa depan yang lebih baik. Tuntunan islam sangat jelas mari kita jalankan, mari kita aplikasikan, Pemerintah Pusat akan membantu Pemerintah Daerah untuk mencapai tujuan-tujuan itu sepanjang semuanya bersama-sama, berikhtiar berupaya dan bekerja keras.

Alangkah tidak indahnya, kalau untuk mencapai tujuan yang baik, agar Sulawesi Tenggara makin maju, ada sebagian hanya menonton, bahkan suka menyalahkan, suka melecehkan, mencemoohkan dan tidak ikut-ikutan membangun daerah ini, merugi, berdosa. Saya betul-betul berharap, semua melangkah bersama satu untuk semua, semua untuk satu, akhirnya semua untuk semua.

Saya menggaris bawahi ikhtiar, karena Allah SWT. Menganugerahkan sumber daya alam yang melimpah di Provinsi ini, tanahnya subur tinggal apakah saudara-saudara semua, masyarakat Sulawesi Tenggara tergugah tidak menyia-nyiakan anugerah dan amanah ini. Dan kemudian mulai sekarang lebih giat membangun menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi lagi.

Dan yang terakhir, yang ke tiga, sebagai umaroh sekali lagi di bulan suci ramadhan ini marilah kita memperkuat yang saya sebut dengan jembatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Mengapa? Negara kita adalah negara berkembang, negara kita masih terus membangun, negara kita tergolong muda usianya di bandingkan Inggris, dibandingkan Jepang, dibanding Amerika, di bandingkan Eropa dan sebagainya. Tentu saja masih banyak pekerjaan rumah kita, negara berkembang seperti Indonesia masih ada jarak antara yang sudah maju dengan yang belum maju, yang kaya dengan yang masih miskin. Saya menggunakan kata masih karena dalam hati saya, setiap ucapan saya, begitu menyebut yang miskin saya berdoa kepada Allah suatu saat tidak miskin. Oleh karena itu saya gunakan yang masih miskin, yang belum mampu suatu saat dengan ridho Allah akan mampu, tapi itu ada di negeri kita.

Ada diantara kita yang melihat perbedaan ini antara yang sudah berhasil dengan yang belum, antara yang sudah kaya dan yang masih miskin, dengan cara-cara menurut saya kurang tepat di pertentangkan, dieksploitasi, dijadikan isu-isu politik tidak akan selesai, mari kita bikin jembatan, jembatan yang mulia yaitu yang sudah kita kenal, baik dalam ajaran Islam maupun nilai yang berasal dari bumi Indonesia ini, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang masih miskin, yang maju membantu yang belum maju.

Negara, pemerintah tentu menjalankan kewajibannya. Contohnya, orang-orang yang mampu, yang kaya perusahaan membayar pajak, pajak oleh negara digunakan untuk membiayai kehidupan yang ada di negeri kita ini, membantu yang masih miskin, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, membiayai Kepolisian yang mengamankan negeri kita, dan sebagainya dan sebagainya. Ada yang formal sistem penerimaan negara berasal dari pajak, pajak kita gunakan untuk kepentingan itu dan ini adalah konsep keadilan. Islam sangat mengedepankan konsep keadilan. Adalagi jembatan yang satu, yang lebih langsung, yang saya katakan tadi jembatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial, ada konsep zakat, infak dan sodakoh agar kita bisa membantu siapa saja, kapan saja, dengan cara apa saja, sepanjang itu ikhlas, memohon ridho Allah dilaksanakan secara tertib, aman dan sampai kepada sasarannya.

Saya mengajak di Sulawesi Tenggara ini, dan Saudara-saudara di seluruh tanah air di bulan suci ramadhan ini dan selamanya bagi yang memiliki kelebihan bantulah yang masih berada dalam kekurangan. Kita bantu fakir miskin, kaum duafa dan saudara-saudara kita yang memerlukan. Dan jangan hanya kita laksanakan di bulan suci ramadhan ini, marilah kita laksanakan seterusnya, alangkah kuatnya, alangkah kokohnya nanti negara dan pemerintah dengan sistem pajak tadi membantu yang lain dengan konsep keadilan. Kemudian yang satu ini adalah wujud dari kepedulian dan kesetiakawanan sosial kita membantu sesama. Tiga hal itulah yang ingin saya sampaikan pada malam yang baik ini dan semoga niat baik dan cita-cita kita ini diridhoi oleh Allah SWT.

Akhirnya Saudara-saudara marilah kita makin bersatu, melangkah bersama di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat yang sama-sama kita cintai. Demikianlah Saudara-saudara, terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan