Pidato Presiden

Sambutan Peringatan Hari Lahir Nambi Kong Chu

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PERINGATAN HARI LAHIR NABI KONG CHU
CIBINONG, 12 OKTOBER 2008


Bismilahirrahmanirrahim
Yang saya hormati Saudara Menteri Agama dan Menteri Sekretaris Negara,
Saudara Wakil Gubernur Jawa Barat,
Ketua DPRD Jawa Barat dan para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Jawa Barat,
Yang saya hormati Ketua Umum Matakin, Saudara Budi Santoso Tanu Wibowo,
Para pengurus Matakin,
Para pemuka agama Konghucu,
Saudara-saudara Umat Konghucu yang saya cintai,

Salam sejahtera dan salam dalam kebajikan,
Marilah pada kesempatan yang membahagiakan ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah, karya serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Kita juga patut bersyukur karena pada hari ini, di tempat ini dapat bersama-sama menghadiri perayaan Hari lahir Nabi Kong Chu ke 2559, semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua Umat Konghucu dimanapun berada.

Saya juga berharap dan menjadi harapan kita semua agar dengan semangat perayaan hari lahir Nabi Kong Chu ke 2559 ini ke depan Umat Konghucu dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang Saudara cita-citakan secara bersama.

Tadi kita mendengar sambutan Wakil Gubernur Jawa Barat Saudara Yusuf M Efendi, Saudara mengenal sebagai Dede Yusuf beliau mengatakan bahwa Jawa Barat dan tentunya di seluruh Indonesia mesti diciptakan dan dipelihara suasana kehidupan yang harmonis, penuh dengan kerukunan, saling hormat menghormati, penuh dengan toleransi, saling sayang menyanyangi. Itulah ciri-ciri masyarakat yang baik, masyarakat seperti itulah yang terus hendak kita tunjukan di negeri tercinta ini.

Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia apapun identitasnya, apapun agama, etnis, suku, golongan, daerah dan perbedaan yang lain jangan menghalang-halangi upaya kita untuk sungguh membangun kehidupan yang rukun penuh persaudaraan, harmonis, dan saling memberikan kasih sayang.

Saudara-saudara,
Ketua Umum Matakin telah menyampaikan sambutan dan pidatonya yang menurut saya menyangkut hal-hal yang sangat mendasar. Pertama, Saudara Budi Santoso Tanu Wibowo mengatakan bahwa tema peringatan hari Lahir Nabi Kong Chu ini adalah membenarkan nama-nama, sudah dijelaskan apa artinya tadi, harus ada keselarasan antara nama dan makna, antara jabatan dan tanggungjawab, ini berlaku di arena manapun, lingkungan keluarga, lingkungan perkantoran, lingkungan RT, RW, Kelurahan, Desa, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus penuh dengan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan jangan hanya menonjolkan haknya melupakan kewajibanya. Mari kita tegakan kedua-duanya. Kehidupan akan terasa indah karena kalau kita sadar akan dua-duanya, kita punya hak tetapi juga memiliki kewajiban, insya Allah kita tidak mengganggu hak orang lain. Kita akan berbagi berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sayang- menyanyangi, bantu-membantu, itulah hakikat kehidupan yang mulia, itulah ajaran yang hakiki dari agama.

Saudara-saudara,
Pandangan yang mendasar tadi sebagai Kepala Negara, saya mengajak marilah kita aplikasikan, kita jalankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, pas tidak kurang dan tidak lebih atas hak, tanggung jawab, dan kewajibanya.

Saudara-saudara,
Saat ini negara kita berada dalam masa perubahan besar yang sering disebut dengan masa transformasi, masa reformasi. 10 tahun ini setelah kita mengalami krisis memang banyak sekali terjadinya perubahan yang dramatis. Setelah kita tenang seperti sekarang ini ke depan mari kita lihat kembali bagaimana kerangka bernegara kita ini apakah perubahan-perubahan dan penataan kembali kehidupan kita sebagai bangsa sudah tepat semuanya, yang baik kita pertahankan, yang kurang baik mari kita bikin baik bersama-sama. Itulah hakikat reformasi, kesinambungan, dan perubahan.

Saya ingin ke depan antara Lembaga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, antara negara dengan masyarakat semua berada dalam keserasian tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang, pas begitu apa yang disampaikan oleh Ketua Umum matakin tadi. Saya mendukung, mari kita jalankan bersama-sama dan hakikatnya inilah asas proporsionalitas. Negara manapun di dunia ini yang melakukan perubahan besar mereka pandai menjaga keseimbangan, balance, bahasa kita keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Mereka yang berhasil. Bangsa yang melakukan perubahan membabi buta, asal berubah, apalagi dengan cara-cara yang revolusioner, tidak peduli korbannya banyak, tidak peduli tidak baik bagi kehidupan bangsa itu di masa depan, tidak akan berhasil. Mari kita menjadi bangsa yang berhasil di dalam melakukan perubahan kearah masa depan yang lebih baik.

Saudara-Saudara,
Khususnya Umat Konghucu yang saya cintai. Yang kedua, Saudara Ketua Umum Matakin mengangkat tadi persoalan yang berkaitan dengan rasa keadilan dan kebijakan yang bersifat non diskriminatif. Saya ulangi sekali lagi bahwa kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif adalah pilihan kita, pilihan bangsa ini, mari terus kita jalankan. Saya senang alhamdulillah pelaksanaanya berjalan makin baik, memang saya akui satu, dua daerah, satu, dua komunitas masih ada hambatan-hambatan. Mari kita selesaikan semua hambatan itu saja sebaik-baiknya.

Saya menyerukan, saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah, pejabat-pejabat yang harus menegakan segalanya secara adil dan tidak diskriminatif, jalankan kewajiban itu sebaik-baiknya. Saya ingin semua pemimpin dan pejabat yang ada di negeri ini taat pada Undang-Undang Dasar, taat pada undang-undang, adil tidak diskriminatif, dan sama-sama bertanggung jawab.

Pemimpin, Saudara-saudara, apapun jabatannya harus membuktikan satunya kata dalam perbuatan do what we say and say what we do, katakan apa yang telah Anda lakukan, lakukan apa yang telah Anda katakan. Empat tahun yang lalu pada tanggal 1 Juni 2004 di Jakarta saya belum menjadi Presiden, saya menyampaikan pidato antara lain bahwa pembangunan yang kita lakukan ini adalah untuk menuju Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis dan yang sejahtera, yang sering saya sebut dengan tiga pilar kehidupan bangsa peace justice, and democracy, and prosperity, keamanan dan perdamaian, keadilan dan demokrasi dan kesejahteraan.

Dalam pidato saya pada 1 Juni 2004 itu secara eksplisit saya katakan bahwa untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis maka keadilan sosial harus kita wujudkan, persamaan kesempatan tanpa diskriminasi termasuk terhadap kaum perempuan harus kita perkuat, kepedulian kepada kelompok miskin dan lemah harus kita perkuat, hukum harus kita tegakan, korupsi, kolusi, nepotisme dan kronisme harus kita berantas, demokrasi harus kita kembangkan, hak-hak azasi manusia harus kita hormati, peran masyarakat sipil harus kita dorong dan kebebasan pers harus kita jaga. Semua itu kita lakukan dalam kerangka sistem bukan maunya sendiri-sendiri. Dalam kerangka konstitusi dan undang-undang bukan dengan aturan yang lain dan dalam lingkungan politik yang stabil supaya tidak menimbulkan kegaduhan dan keonaran. Saya sampaikan 4 tahun yang lalu.

Pada tanggal 9 September tahun 2004 juga 4 tahun yang lalu, sebelum saya menjadi Presiden, di Jakarta saya menyampaikan pidato yang berjudul Indonesia untuk semua. Salah satu butir penting dalam pidato itulah adalah “diskriminasi no, kesetiakawanan sosial yes”. Ada kalimat yang saya kutip apa adanya sebagaimana yang ucapkan waktu itu tentang penghentian diskriminasi. Saya katakan wawasan kebangsaan kita mengharuskan hadirnya keberagaman, mengharuskan hadirnya pruralitas dan kebhinekaan, wawasan ini mengharuskan bahwa setiap orang dan setiap kelompok masyarakat harus memiliki hak dan kewajiban yang sama. Setiap orang memilih hak dan kewajiban yang sama secara hukum, tidak boleh lagi ada perlakuan diskriminasi, diskriminatif dalam kehidupan kita sebagai bangsa.

Oleh karenanya, karena belum menjadi Presiden waktu itu dalam proses kompetisi, ditahap awal pemerintahan saya nanti, saya pastikan dilakukan evaluasi dan penghentian setiap aturan dan praktek kehidupan yang diskriminatif, baik yang terjadi di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, kita harus bersama-sama menjalankan gerakan diskriminasi no.

Empat tahun yang lalu dan sekarang, kita semua, kami semua ingin mewujudkan semuanya itu secara sungguh-sungguh, kemajuan telah tercapai ,masih ada pekerjaan rumah mari kita selesaikan secara bersama-sama.

Saudara-Saudara,
Umat Konghucu yang saya cintai, mengakhiri sambutan ini saya ingin menyampaikan bahwa sekarang ini sedang terjadi krisis keuangan dan resesi ekonomi dunia, yang mau tidak mau, langsung tidak langsung tentu akan berdampak pada perekonomian nasional. Saya mengulangi seruan dan ajakan saya sekali lagi, marilah menghadapi krisis keuangan dan resesi ekonomi global ini kita tetap tenang, tidak panik, terus berpikir rasional supaya terbuka jalan dan solusi Pemerintah, Bank Indonesia dan semua pihak-pihak terkait terus berusaha untuk mengatasinya agar dampaknya dapat kita minimalkan.

Pemerintah juga terus bekerjasama dengan dunia usaha untuk bersama-sama mengelola permasalahan ini. Prioritas dan langkah-langkah penting yang dilakukan Pemerintah adalah yang penting rakyat mesti kita lindungi, anggaran dalam APBN dan APBD mesti dijalankan dengan baik agar program tetap berjalan tidak terganggu dan kepentingan rakyat sekali lagi dipenuhi, pendidikan, kesehatan, program pengurangan kemiskinan, usaha mikro kecil dan menengah, dan sebagaimanya. Itu yang paling penting. Saya meminta jajaran pemerintah termasuk Gubernur, Bupati, Walikota di seluruh Indonesia untuk betul-betul memastikan bahwa program-program pembangunan dengan anggarannya yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat berjalan dengan baik.

Yang kedua sektor riil, karena akan ada dampaknya, mesti terus kita jaga dengan sebaik-baiknya, sekuat tenaga agar kegiatan itu tetap berjalan meskipun tentu ada pengaruhnya dan perihal pasar modal yang bikin gonjang-ganjing itu memang aliran dari persoalan di Amerika Serikat dan negara-negara maju yang lain. Terus terang kita ini sedang giat-giatnya membangun, suasana dalam keadaan yang baik, ekonomi sedang tumbuh, sektor riil makin bergerak, tiba-tiba datang tsunami, keuangan seperti ini.

Oleh karena itu Indonesia akan terus aktif meskipun tidak semua faktor dalam jangkauan kita untuk bersama-sama masyarakat dunia menstabilkan gonjang-ganjing keuangan dunia ini. Melalui forum ini saya mengucapkan terimakasih pada dunia usaha yang hari-hari terakhir ini, satu minggu, dua minggu terakhir ini bersama-sama saya gigih untuk mengatasi karena semuanya itu untuk kepentingan rakyat. Saya mengingatkan jangan sampai ada diantara kita dalam suasana seperti ini ingin mencari keuntungan sendiri, dan akhirnya mengganggu perekonomian kita, karena orang seperti itu, mudah-mudahan tidak ada, tapi saya ingatkan sejak dini akan mengkhianati rakyat, akan membikin susahnya ekonomi di negara ini.

Itulah Saudara-saudara dan yang terakhir bertepatan dengan perayaan Hari Lahir Nabi Kong Chu ini saya mendoakan kepada seluruh Umat Konghucu agar dalam mengarungi kehidupan di masa depan, kehidupan Saudara makin tentram, makin sejahtera dan makin maju. Matakin dan Umat Konghucu teruslah menjadi bagian dari solusi, menjadi bagian dari perkembangan ke arah yang lebih baik di negeri ini, bukan menjadi bagian dari masalah. Teruskan apa yang telah dilakukan selama ini saya melihat banyak sekali yang positif, yang akhirnya betul-betul menjadi bagian dari solusi dan teruslah berjiwa terang jangan berjiwa gelap, teruslah berpikir positif jangan berpikir negatif dan teruslah bersikap optimis jangan bersikap pesimis, karena dengan jiwa yang terang, dengan pikiran yang positif dan dengan sikap yang optimis Saudara-Saudara akan makin maju ke depan dan insya Allah seluruh bangsa Indonesia yang kita cintai juga akan bisa mengarungi kehidupan menuju masa depan yang lebih baik. Sekian, sekali lagi selamat. Terimakasih


*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan