Pidato Presiden

Sambutan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-80

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE- 80
JAKARTA, 28 OKTOBER 2008



Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara,
Yang saya hormati para Menteri dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat,
Saudara Gubernur DKI Jakarta dan para Pimpinan, pejabat Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah,
Para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Tokoh Nasional, para Pimpinan KNPI, dan Organisasi Kepemudaan,
Para Mahasiswa, para Pemuda, para Pelajar,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga bersyukur hari ini dapat bersama-sama menghadiri Hari Sumpah Pemuda Tahun 2008 atau 80 Tahun Sumpah Pemuda. Kita berharap, ke depan, pemuda-pemuda Indonesia dapat meningkatkan pengabdiannya kepada bangsa dan negara tercinta.

Hadirin sekalian para pemuda yang saya cintai dan saya banggakan,
80 tahun pemuda-pemuda Indonesia berjuang untuk bangsa dan negara. Para pemuda telah berjuang sebelum Indonesia merdeka, para pemuda berjuang dalam merebut kemerdekaan, para pemuda juga berjuang dalam menegakan kedaulatan, dan bahkan para pemuda tidak pernah absen dalam berbagai tugas untuk menyelamatkan kehidupan bangsa dan negara, termasuk menghadapi situasi krisis dan kemudian melanjutkan pembangunan bangsa. Tugas ini belum selesai. Oleh karena itu, kita semua berharap pemuda-pemudi Indonesia terus memiliki semangat dan tekad yang tinggi untuk melanjutkan perjuangan membangun hari esok yang lebih baik.

Tadi kita sama-sama mendengarkan Ikrar dan Sumpah Pemuda yang telah dibacakan kembali, yang intinya “Kita bertanah air satu, tanah air Indonesia; Kita berbangsa satu, bangsa Indonesia; dan Kita menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Dengan semangat itu, dengan persatuan dan kebersamaan kita, saya mengajak para pemuda untuk terus melanjutkan agenda nasional kita, melaksanakan transformasi, melakukan reformasi, dan membangun kembali ekonomi kita setelah kita mengalami krisis 10 tahun yang lalu.

Persatuan kita sebagai bangsa, dewasa ini, menghadapi tantangan-tantangan baru. Tantangan yang dari luar adalah tantangan globalisasi. Kita semua mengetahui bahwa globalisasi, disamping membuka peluang dan juga membawa kebaikan-kebaikan, tetapi globalisasi juga mendatangkan ancaman dan membawa keburukan yang harus kita bendung dan kita tangkal. Marilah kita cerdas di dalam menyikapi globalisasi ini. Yang baik-baik kita terima, yang jelek-jelek kita tangkal dan kita lawan.

Sementara itu, kita secara internal juga menghadapi tantangan. Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini kita mengaplikasikan sistem Pemerintahan yang desentralistik dan menerapkan sistem otonomi daerah. Ini adalah pilihan kita, ini adalah cara terbaik di dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara dan menjalankan roda Pemerintahan. Namun demikian, kalau kita tidak tangani dengan baik bisa memunculkan permasalahan-permasalahan yang bisa mengganggu persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa, seperti semangat kedaerahan dan ikatan primordialisme yang berlebihan. Marilah kita dengan semangat Sumpah Pemuda, kita tetap pertahankan semangat persatuan dan kesatuan kita.

Hari ini saya mendapat penjelasan dari Saudara Ketua DPR RI bahwa undang-undang Anti Diskriminasi telah disahkan dan dengan demikian insya Allah kita akan memiliki undang-undang yang benar-benar bisa menjunjung tinggi persatuan, kebersamaan, dan kemajemukan kita sebagai bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu, tidak boleh kita berjarak dan terkotak karena perbedaan identitas, suku, agama, kedaerahan, dan perbedaan-perbedaan yang lain.

Hadirin yang saya hormati,
Para pemuda yang saya banggakan,
Berkenaan dengan peringatan 100 tahun kebangkitan bangsa, kita sama-sama bertekad untuk menjadi negara maju di abad ke-21 ini. Berkali-kali saya sampaikan Indonesia bisa menjadi negara maju di abad ini kalau kita memiliki 3 pilar. Pilar pertama, kemandirian kita sebagai bangsa harus makin tinggi. Yang kedua, daya saing kita sebagai bangsa juga harus makin tinggi. Dan yang ketiga, peradaban kita, our civilization, sebagai bangsa haruslah tinggi dan mulia. Kita bersama-sama memperkuat dan memperkokoh ketiga pilar tersebut. Saya mengajak dan saya berharap para pemuda menjadi bagian di dalam memperkuat ketiga pilar kebangsaan itu dan menjadi pelaku aktif di dalam membangun Indonesia menjadi negara maju di abad 21 ini.

Saya berharap para pemuda terus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Persiapkan mental kalian, pengetahuan kalian, fisik kalian, karakter kalian untuk bisa bersatu satu sama lain. Jauhi perilaku kekerasan, jauhi narkoba, jauhi pergaulan yang tidak bermartabat, dan lain-lain, yang hanya dapat memperlemah karakter kalian untuk menjadi manusia-manusia yang unggul. Dan pada akhirnya, lanjutkan estafet kepemimpinan bangsa menuju masa depan Indonesia yang lebih aman dan damai, lebih adil dan demokratis, dan lebih sejahtera.

Saudara-saudara,
Dunia di mana kita hidup ini tetap bergejolak dan terus sarat dengan tantangan. Oleh karena itu, perjuangan kita sebagai bangsa untuk ikut membangun dunia yang lebih damai, yang lebih adil, dan lebih sejahtera harus terus kita lanjutkan. Kita menghadapi krisis baru dewasa ini, krisis keuangan global, krisis resesi ekonomi dunia yang berdampak pada perekonomian kita. Kita bangsa Indonesia bersama masyarakat dunia terus mengatasi krisis yang datang dewasa ini. Namun, kita harus belajar dari sejarah, harus memetik pelajaran dari serangkaian krisis yang terjadi pada 20 tahun terakhir ini agar kita bisa membangun tatanan ekonomi nasional yang lebih berketahanan, yang lebih tidak mudah terganggu oleh krisis yang datang dari luar. Oleh karena itu, mari kita kembangkan strategi kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih baik untuk siap menghadapi gejolak apapun yang ada di dunia ini. Satu hal Saudara-saudara, satu hal para pemuda, menghadapi persoalan apapun seperti dampak krisis keuangan global terhadap negeri kita ini, insya Allah dengan persatuan kita, dengan kebersamaan kita, dan dengan kerja keras kita semua akan dapat kita atasi.

Itulah yang menjadi pesan, harapan, dan ajakan saya kepada para pemuda khususnya untuk terus melangkah ke depan, membangun negeri yang kita cintai ini menuju masa depannya yang lebih baik. Dan akhirnya, saya mengucapkan selamat dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penerima penghargaan. Kita berharap apa yang Saudara lakukan bisa dicontoh dan diteladani oleh pemuda-pemuda kita.

Demikianlah Saudara-saudara, sambutan saya. Sekali lagi, marilah kita bangkit, bersatu, dan maju menuju masa depan Indonesia yang lebih baik. Selamat pemuda Indonesia.


Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI