Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan gelar Teknologi Tepat Guna Nasional X

 

TRANSKRIPSI
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA NASIONAL X
DI KOMPLEKS PUSAT REKREASI DAN PROMOSI PEMBANGUNAN, SEMARANG, JAWA TENGAH
PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2008




Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Dalam Negeri dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Saudara Gubernur Jawa Tengah, para Gubernur, para Pimpinan DPRD, para Bupati dan Walikota, baik yang bertugas di Jawa Tengah, maupun di provinsi-provinsi lain yang hadir pada acara ini,

Yang saya hormati para Pimpinan dan Pejabat Negara yang bertugas di Jawa Tengah, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Pendidikan, Pimpinan Lembaga-lembaga Penelitian dan Pengembangan, Pimpinan dunia usaha, para tokoh masyarakat, para mahasiswa, para pelajar, dan para inovator,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT karena hari ini dapat bersama-sama menghadiri Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke-10 tahun 2008 di Semarang, Jawa Tengah, hari ini.

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Departemen Dalam Negeri, Pemerintahan Daerah provinsi Jawa Tengah, dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan Gelar Teknologi Tepat Guna tahun ini. Saya juga mengucapkan selamat datang kepada para peserta Gelar Teknologi Tepat Guna ini dari seluruh tanah air. Semoga acara ini, termasuk interaksi di antara Saudara, interaksi para peserta gelar teknologi dengan masyarakat luas, benar-benar dapat meningkatkan semangat untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan tujuan dan sasaran digunakannya teknologi ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Saudara-saudara,
Ada yang mengatakan bahwa di dunia ini ada 3 gelombang peradaban atau yang disebut dengan way of civilization. Yang pertama disebut peradaban pertanian, agricultural civilization, agricultural society. Yang kedua disebut peradaban atau masyarakat industri, industrial society. Dan yang ketiga, bagi kantong-kantong yang telah akrab dengan teknologi maju, mereka disebut dengan masyarakat informasi atau information society. Negara-negara yang telah dulu membangun dibandingkan negara kita, ratusan tahun sebelumnya, banyak yang telah memiliki tingkat kemajuan dalam kehidupan masyarakatnya. Mereka lebih banyak berada dalam sektor informasi dan sektor industri, kemudian sektor pertanian.

Negara kita negara yang besar, negara yang luas, negara yang kaya dengan sumber daya alam, dan jumlah penduduk yang besar, Saudara-saudara, sesungguhnya kita memiliki 3 jenis society itu, masyarakat pertanian, masyarakat industri, dan masyarakat informasi.

Ekonomi pun juga sesungguhnya berangkat dari ketiga tingkat peradaban di negeri ini. Oleh karena itu, kalau kita ingin benar-benar mendayagunakan semua yang kita miliki, sumber daya alam, untuk kemakmuran rakyat kita, maka kita harus pandai-pandai mengolah, mendayagunakan, dan mengembangkannya. Kita tahu bahwa teknologi, inovasi teknologi, itu banyak menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh semua bangsa di dunia ini termasuk bangsa kita.

Oleh karena itu, sejak dahulu saya mendukung dan mendorong pengembangan teknologi tepat guna ini agar semua potensi yang kita miliki, apakah dalam lingkungan masyarakat pertanian, masyarakat industri, dan masyarakat informasi, bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap para pimpinan daerah, Gubernur, Bupati, dan Walikota, terus memberikan ruang, mendorong, memberikan bantuan dan fasilitas agar inovasi teknologi tepat guna ini terus berkembang di daerahnya masing-masing.

Saudara-saudara,
Yang kedua, mengapa saya juga terus mendorong inovasi anak bangsa seperti ini? Saudara tahu bahwa kita hidup dalam tatanan dunia, world order. Kita juga mengetahui bahwa ekonomi dewasa ini telah mengglobal dengan tatanan, dengan hukum yang disebut dengan global economic order, tatanan ekonomi dunia. Di dalamnya termasuk tatanan keuangan dunia. Dari pengalaman sejarah, 20, 30 tahun terakhir ini kita merasakan bahwa tatanan dunia di mana kita hidup ini ternyata belum aman benar, belum adil benar, belum memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh bangsa untuk tumbuh berkembang menjemput kemakmurannya.

Contoh, 10 tahun yang lalu Asia mengalami krisis keuangan yang menjadi krisis ekonomi termasuk negara kita. Sekarang ini ketika kita sedang tenang-tenang membangun, tidak ada hal yang keliru di negeri ini, tiba-tiba ada gelombang krisis baru yang bermula dari Amerika Serikat memukul keuangan negara-negara maju dan akhirnya seperti gelombang tsunami sekarang menjalar ke seluruh bagian dunia termasuk ke negara kita. Ini contoh, bangsa yang tidak bersalah pun bisa terdampak, bisa mendapatkan kesulitan akibat krisis yang hadir setiap saat akibat tatanan ekonomi dunia yang kita anut sekarang ini.

Solusinya adalah solusi yang mendasar, ke depan perlu dibangun tatanan ekonomi dunia baru yang lebih adil, yang lebih aman, yang tidak perlu setiap bangsa cemas dan was-was, kalau-kalau tiba-tiba datang krisis dan menyulitkan kehidupannya.

Yang kedua, yang tidak kalah pentingnya, mari kita bangun kembali kebijakan dan strategi pembangunan di negara kita termasuk pembangunan ekonomi. Saya telah menyampaikan, beberapa hari yang lalu, ketika saya memberikan pidato atau amanat pada Hari TNI di Surabaya. Bangsa Indonesia yang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa berbagai sumber daya, seperti sumber daya alam, sumber-sumber pangan, sumber-sumber energi, sumber-sumber air, dan sumber kehidupan yang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Marilah kita kelola dengan sebaik-baiknya agar kalau kita pandai mengelola dengan kebijakan yang tepat, dengan manajemen yang tepat, dengan teknologi yang tepat, dan semuanya tepat, insya Allah kita akan memiliki basis ekonomi yang makin kokoh, yang makin berketahanan dan tidak rentan terhadap gejolak dari manapun datangnya.

Suatu saat, kalau ini bisa kita bangun, andaikata ada gejolak di tingkat dunia oleh sebab apapun kita tidak perlu sangat cemas kalau ekonomi kita ikut mengalami kesulitan yang besar. Kita bisa survive, kita bisa menjaga ekonomi kita sambil mengurangi dampak itu.

Jalan menuju ke situ antara lain diperlukannya paradigma dan tradisi pembangunan ekonomi yang baru, yang tepat ke depan nanti. Dan sekarang sedang kita kerjakan tetapi kita ingin desa-desa, kecamatan-kecamatan, kabupaten-kabupaten di Indonesia ini lebih memiliki ketahanan, lebih memiliki kemandirian terutama untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari, pangan, energi, air, dan sebagainya. Kalau kita mengaitkan dengan semuanya itu maka apa yang dilakukan oleh anak bangsa dalam inovasi teknologi tepat guna ini akan sangat cocok karena kalau diaplikasikan, kalau disumbangkan di kabupatennya masing-masing, kecamatannya masing-masing, desanya masing-masing, kita punya sabuk pengaman, kita punya kemandirian awal, kita punya basis yang insya Allah menghadapi gelombang apapun tidak akan rontok.

Ini adalah pendekatan yang mesti kita kembangkan secara bersama dan andaikata tidak kita kaitkan dengan situasi seperti itupun, orang-seorang, rumah tangga demi rumah tangga, tentu akan mendapatkan ketenangan dalam kehidupan sehari-harinya, karena pada prinsipnya mereka memiliki kepastian di dalam kehidupan mereka semua. Dalam kaitan inilah, maka saya lebih mendorong dilakukannya inovasi teknologi yang tepat guna. Teknologi yang bisa masuk dalam lingkungan kehidupan sebagaimana yang saya katakan tadi, lingkungan masyarakat pertanian, lingkungan masyarakat industri, dan lingkungan masyarakat informasi.



Saudara-saudara,
Sebelum saya datang ke tempat ini, tadi pagi saya berkunjung ke Universitas Diponegoro dalam rangka memperingati Dies Natalis Undip yang ke-51 sekaligus saya diminta untuk memberikan pidato kebudayaan. Dalam orasi kebudayaan yang saya sampaikan tadi, sesungguhnya sangat relevan dengan apa yang kita lakukan di tempat ini adalah Indonesia insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan persatuan, kebersamaan, dan kerja keras kita semua bisa menjadi negara maju di abad 21 ini. Syaratnya adalah agar kita betul-betul bisa menjadi negara maju sebagaimana yang saya sampaikan pada tanggal 20 Mei yang lalu, memperingati satu abad kebangkitan bangsa, 3 pilar kebangsaan, 3 pilar kehidupan nasional harus kita perkokoh. Satu, bangsa kita harus makin mandiri, tidak boleh tergantung pada bangsa lain. Kerjasama itu keniscayaan, tetapi kita tidak boleh lantas menggantungkan terlalu banyak pada kerja sama global itu, pada dunia kita, kemandirian. Yang kedua, kita harus makin berdaya saing, makin unggul, unggul di dalam negeri, kompetitif di luar negeri, dan kita bisa, kita sedang menuju ke situ. Yang ketiga di atas segalanya untuk menjadi bangsa yang unggul dan berdaya saing, untuk menjadi bangsa yang makin mandiri, kita mesti memiliki peradaban yang baik, budaya yang baik, karakter bangsa yang baik pula.

Karakter bangsa yang baik antara lain: tangguh, percaya diri, tidak mudah menyerah, berpikir positif, bersikap optimis, kreatif, inovatif, yang semua itu menjadi kekuatan tersendiri. Kekuatan yang bersumber dari budaya, dari warisan yang insya Allah dengan kekuatan itu, dengan sumber energi itu, maka daya saing dan kemandirian akan kita bangun.

Dari kacamata makro, secara nasional, kita menuju ke situ, dan oleh karena itulah saya menyeru kepada anak bangsa di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan kreativitas dan daya inovasinya. Saya menyampaikan selamat dan penghargaan kepada anak bangsa yang selama ini berkreasi dan berinovasi. Banyak yang mendapatkan penghargaan pada tingkat dunia, pada tingkat nasional, maupun pada tingkat daerah. Mari kita berikan tepuk tangan yang sekuat-kuatnya untuk menghormati putera-puteri Indonesia yang inovatif seperti itu. Sebagaimana yang akan kita saksikan hari ini, inovasi mereka untuk meningkatkan kehidupan sehari-harinya, utamanya difokuskan tahun ini pada bidang pengembangan energi dan pangan.

Saudara-saudara,
Sekarang ini dunia sedang mengalami krisis keuangan dan resesi ekonomi. Belum lama berselang, dunia mengalami krisis harga minyak atau krisis energi bersamaan dengan krisis harga pangan atau krisis pangan. Sementara itu, sekarang inipun dunia sedang mengalami krisis lingkungan, climate change, perubahan iklim, dan global warming, pemanasan global. Semua itu menggugah pikiran dan kesadaran kita. Kalau ini tidak kita atasi, tidak kita carikan solusinya, bumi ini ternyata tidak aman, masa depan kita, masa depan generasi muda kita tidak selamat. Oleh karena itu, seluruh bangsa di dunia dan terutama bangsa kita sendiri harus benar-benar memikirkan bagaimana kebutuhan pangan, kebutuhan energi, kebutuhan air ini dapat kita penuhi sepanjang kehidupan manusia ada di bumi dan di negeri kita.

Adalah menjadi tugas kita juga untuk menyelamatkan lingkungan, mencegah pemanasan global terus menjadi-jadi. Bagi kita, tidak ada kamus Indonesia kekurangan pangan. Kita harus melakukan semua langkah untuk mengembangkan pertanian kita, termasuk penggunaan teknologi tepat guna agar pangan kita bukan hanya cukup, tapi suatu saat memiliki ketahanan dan pada keadaan surplus.

Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, tahun ini kita kembali berswasembada beras dan tentunya lebih dari itu. Kita ingin bukan hanya beras yang makin cukup, yang makin banyak, tetapi juga gula, kedelai, daging sapi, dan jenis makanan yang lain. Mari Saudara-saudara, terus kita kembangkan produksi pangan dan produktivitas hasil-hasil pertanian kita. Teknologi gunakan, kembangkan dengan sebaik-baiknya.

Demikian juga energi. Kita tahu meskipun harga minyak sekarang makin turun dan insya Allah kalau terus turun tentu akan kita tinjau kembali harga BBM supaya tepat nanti untuk kehidupan rakyat kita. Tetapi pengalaman di waktu yang lalu harga minyak itu naik dan turun. Oleh karena itu, mari kita melakukan gerakan betul-betul jangan sangat tergantung kepada minyak yang berasal dari fosil, minyak bumi. Mari kita kembangkan sumber-sumber energi yang lain, ada minyak bumi, ada gas, ada batu bara, tetapi itupun suatu saat juga habis. Yang tidak akan habis itu angin, air, sinar matahari, biomassa, berbagai sumber yang lain. Teknologi tepat guna yang Saudara kembangkan termasuk inovasi ternyata sudah menjemput ke situ. Mari tidak kita sia-siakan, mari kita daya gunakan semua yang kita miliki di negeri ini. Agar sekali lagi, energi kita makin beragam, makin murah, makin mudah didapat, sehingga apabila terjadi gonjang-ganjing harga minyak di tingkat dunia kita aman dan tidak perlu cemas mengganggu perekonomian kita. Itu energi.

Satu lagi, air. Jangan dikira air ini selalu melimpah ruah. Kalau kita tidak waspada dan melaksanakan kegiatan seperlunya, suatu saat kita mengalami krisis air. Negara lain sudah mulai mengalami krisis air. Mari kita pelihara sumber-sumber air. Sumber air tanah, hutan-hutan, dan tempat-tempat yang lain, yang bisa menahan air dan sejumlah langkah-langkah termasuk konservasi dan penghematan.

Saudara-saudara,
Akhirnya yang kita ingin kejar adalah ketenangan hidup, ketenteraman dalam kehidupan kita, termasuk tercukupinya kebutuhan dasar tadi. Saya menggarisbawahi pangan, energi, dan air. Dan karena itu sangat penting, dan dunia bisa mengalami krisis karena 3 hal itu. Mari kita tidak menjadi bangsa yang merugi, mari kita menjadi bangsa yang bersyukur dan beruntung dengan cara mempersiapkan diri, mengelola sumber daya yang kita miliki sebaik-baiknya sambil terus mengembangkan teknologi sehingga menjadi solusi atas permasalahan yang kita hadapi bersama.

Saudara-saudara,
Itulah yang dapat saya sampaikan dan sekali lagi terima kasih bagi yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan gelar ini. Terima kasih kepada partisipasi dari semua pihak.

Selamat bagi yang berprestasi dan mendapatkan penghargaan dan saya harap hasil inovasi teknologi ini segera berkembang. Kalangan dunia usaha, jadikanlah ini untuk usaha Saudara-saudara, sehingga masyarakat bisa menikmati dan akhirnya dapat dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupan kita, ekonomi kita.

Demikian Saudara-saudara. Dan akhirnya seraya memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan mengucapkan ”Bismillaahirrahmaanirrahiim”, Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional yang ke-10 tahun 2008, dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI