Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Indonesia-Japan Expo dan Simposium

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN
PERESMIAN PEMBUKAAN INDONESIA-JAPAN EXPO
DAN SIMPOSIUM INDONESIA-JEPANG 2008
HALL D1, JL. EXPO KEMAYORAN JAKARTA PUSAT
1 NOVEMBER 2008




Bismilahirrahmannirrahim
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera untuk kita semua,
Peace be upon us,

Yang Mulia, Bapak Yasuo Fukuda,
Yang saya hormati Bapak Ginandjar Kartasasmita,
Yang saya hormati Bapak Yacob Oetama,
dan Bapak Shiro Saito, yang keduanya selaku ketua penyelenggara,
Yang saya hormati para pimpinan Lembaga-lembaga Negara dan para Menteri, para Cendekiawan, para Usahawan, para Budayawan, para Pimpinan Media Massa, para Mahasiswa dan Pelajar,
Hadirin sekalian yang saya hormati,

Pertama-tama saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang dan salam hangat kepada Yang Mulia Bapak Yasuo Fukuda, seorang putra terbaik Jepang, yang juga adalah sahabat saya, dan sahabat Indonesia.

Dalam kapasitas apapun Beliau selalu menunjukkan perhatian yang besar dan persahabatan yang tulus kepada rakyat Indonesia. Saya gembira melihat semangat yang begitu tinggi pada pagi ini. Baik, diantara peserta dari Indonesia maupun tamu-tamu kita dari Jepang. Memang begitulah seharusnya, karena tahun 2008 ini adalah tahun khusus bagi hubungan Indonesia-Jepang. Tahun dimana hubungan diplomatik kita mencapai usaha setengah abad.

Sejak penandatanganan perjanjian perdamaian tahun 1958 hubungan Indonesia-Jepang telah berkembang pesat. Hubungan kita menjadi semakin kokoh, semakin meluas dan semakin mengakar. Kesejahteraan dan kemajuan bangsa kita semakin terkait. Sukses Indonesia adalah sukses Jepang, dan sukses Jepang adalah sukses Indonesia.

Bukti kedekatan hubungan Indonesia-Jepang ini dapat kita lihat, antara lain adanya sejumlah putra-putri terbaik indonesia yang dulu merantau ke Jepang untuk mencari ilmu dan pengetahuan dan pengalaman. Pada saat kembali berhasil menjadi tokoh terkemuka, serta berkarya dan berprestasi di berbagai bidang kehidupan.

Ditengah-tengah kita hari ini ada Bapak Ginanjar kartasasmita, lulusan dari Tokyo University, Swa Agriculture and Technology. Tokoh Nasional yang sekarang menjadi ketua Dewan Perwakilan Daerah. Diantara kita ada Pak Rachmat Gobel, lulusan dari Universitas Chuo di Tokyo yang telah menjadi pengusaha besar, yang mempekerjakan lebih dari 25 orang pekerja. 25 ribu orang pekerja. Terima kasih atas koreksinya. Diantara kita juga ada pak Zuhal yang mendapat gelar Doktor dari Universitas Tokyo dan sekarang menjadi Rektor Universitas Terkemuka Al Azhar, yang juga seorang edukator yang ulung. Ada Beliau? Terima kasih.

Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh Indonesia dengan pendidikan dari Jepang yang berhasil berkarya, yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu. Di bidangnya masing-masing, mereka telah memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsanya dan menjadi simbol hubungan Indonesia-Jepang yang semakin kokoh.

Hadirin yang saya hormati,
Di sinilah kita melihat satu aspek penting dalam hubungan Indonesia-Jepang. Hubungan ini benar-benar menyentuh kepentingan nasional, berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dan kemajuan warga kita. Karena itulah saya merasa sangat gembira melihat perkembangan hubungan kita dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sejak tahun 2005 ada tiga dokumen penting yang menandai tonggak perjalanan hubungan Indonesia-Jepang. Pertama adalah deklarasi kemitraan strategis bagi masa depan yang damai dan sejahtera. Kedua, deklarasi kemitraan untuk menghadapi tantangan-tantangan baru. dan yang terakhir adalah persetujuan kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang. Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement yang diharapkan akan secara signifikan meningkatkan hubungan ekonomi kita.

Ketiga dokumen penting saat ini menandai lembaran baru hubungan Indonesia-Jepang yang lebih komprehensif dan lebih strategis, serta penuh dengan dinamika yang positif. Selama ini kerjasama antara kedua negara telah mendorong kemajuan pada berbagai sektor seperti manufaktur, elektronik, petrokimia dan energi. Inilah saatnya kita memperluas dan memperdalam kerjasama yang sudah ada, menembus wilayah kerjasama tradisional tadi dan memasuki new from here atau wilayah baru dalam kemitraan dan kerjasama kita.

Kita harus terus mencari peluang-peluang kerjasama yang baru. Kerjasama di bidang pertanian merupakan peluang penting yang harus kita wujudkan, antara lain melalui penggunaan teknologi dari Jepang. Melalui kombinasi antara kecanggihan teknologi terkini yang dimiliki oleh Jepang. Dengan lahan yang subur dan keragaman komoditas pertanian yang dimiliki oleh Indonesia, oleh sumber daya manusia Indonesia yang unggul, saya berkeyakinan kita akan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sekaligus kesejahteraan para petani yang bergerak di sektor pertanian itu.

Saya juga ingin menyerukan agar kerja sama yang dirintis oleh Jepang melalui CEPro dan Jaica melalui program one village one product dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempromosikan produk lokal dipasar global dapat lebih diperluas dengan mengikut sertakan propinsi-propinsi lainnya. Hal ini sangat penting untuk memajukan industri kreatif Indonesia dan memperluas pasar bagi produk ekspor unggulan Indonesia.

Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini saya sungguh gembira karena setelah saya buka secara resmi bersama-sama dengan Yang Mulia Pangeran dan Putri Akishino pada awal tahun ini, rangkaian kegiatan peringatan 50 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang berjalan dengan lancar dan meriah. Tema dari simposium dan pameran Indonesia Jepang kali ini adalah ”Together we Built the Future” adalah tema yang sangat tepat.

Masa depan Indonesia dan Jepang memang saling terkait. Penggerak utama dari hubungan Indonesia-Jepang ini bukan hanya Pemerintah, namun juga masyarakat termasuk para mahasiswa dan pemuda. Pertukaran mahasiswa dan pelajar, muhibah seni dan budaya, serta kerjasama kegiatan kebudayaan harus lebih banyak lagi dilaksanakan.

Di masa depan, kedekatan dan saling pengertian diantara merekalah yang akan menentukan hubungan Indonesia dan Jepang yang sama-sama ingin kita kembangkan. Kedekatan hubungan ini akan menjadi aset, akan menjadi modal bagi masing-masing bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus menerpa dunia.

Saya yakin tantangan-tantangan itu, apakah krisis energi, krisis pangan, krisis perubahan iklim tidak akan melemahkan kita, tetapi justru semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dunia saat ini sedang menghadapi krisis keuangan global. Saya berharap agar Jepang sebagai negara dengan kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia dan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dapat memberikan kontribusi bagi upaya mengatasi krisisis itu. Termasuk keharusan untuk melakukan reformasi sistem keuangan global.

Kerjasama ini juga penting kita lakukan bagi terwujudnya stabilitas kawasan dan perdamaian Internasional. Disebut kemitraan strategis karena abad ke-21 adalah abad Asia, ’The Asian century’. negara-negara Asia akan tumbuh menjadi negara-negara unggul di pentas dunia. Budaya Asia akan semakin mengisi dan mewarnai globalisasi.

Asia setelah sekian lama tertinggal oleh Barat, akan menjadi sumber kreatifitas dan pertumbuhan dunia. Ekonomi-ekonomi terbesar di dunia akan tumbuh di Asia dan bukan hanya di Jepang, China dan India. Dalam konteks abad Asia inilah hubungan Indonesia dan Jepang harus tumbuh mekar dan terus saling mengisi.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam membina hubungan Indonesia-Jepang 50 tahun terkahir ini. Kepada para pimpinan dan segenap jajaran direksi Kompas Gramedia dan Nikkei yang telah memprakarsai penyelenggaraan acara ini, saya ingin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Kepada para peserta saya ucapkan selamat bersimposium, mengikuti pameran dan sejumlah aktifitas yang diselenggarakan dalam pekan Indonesia-Jepang kali ini.

Semoga kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang serta menghasilkan banyak pemikiran cemerlang dan terobosan-terobosan baru. dan semoga pula hubungan Indonesia-Jepang 50 tahun ke depan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan dapat terus membangun kemakmuran bersama, persahabatan, dan perdamaian.

Akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT serta dengan mengucapkan "Bismillahirrahmannirrahim", acara ’Pameran dan Simposium Indonesia Jepang, Indonesia tahun 2008’ dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Sekian
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.



*******


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan