Pidato Presiden

Sambutan Saat Menerima Peserta Kongres XXII Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari)

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MENERIMA PESERTA KONGRES XXII
PERSATUAN WANITA REPUBLIK INDONESIA (PERWARI)
ISTANA NEGARA, 4 DESEMBER 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalammu’alaikum Wr. Wb,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudari Ketua Periodik Pengurus Pusat PERWARI, para sesepuh PERWARI, para pengurus PERWARI baik pusat maupun daerah dan segenap peserta kongres yang saya muliakan,

Marilah pada kesemparan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini sekalli lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur kehadirat Allah SWT karena pada pagi hari ini kita dapat bersilaturahim di Istana Negara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kongres yang dilaksanakan oleh PERWARI. Atas nama negara, Pemerintah dan selaku pribadi, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta kongres dari seluruh penjuru tanah air dengan harapan semoga kongres ini betul-betul melahirkan tekad, komitemen dan pemikiran yang konstruktif, demi meningkatkan pengabdian PERWARI kepada bangsa dan negara di masa depan dan demi keberhasilan kita bersama membangun hari esok bangsa yang lebih baik.

Ibu-ibu, peserta kongres PERWARI yang saya hormati,
Banyak yang sering bertanya apakah organisasi-organisasi yang telah berdiri sekian puluh tahun yang lalu itu masih tetap relevan dengan semangat dan tantangan jaman dewasa ini. Ketika saya menerima audiensi dari pengurus PERWARI waktu itu saya katakan, relevan atau tidak relevan terpulang kepada organisasi itu sendiri, institusi itu sendiri apakah setiap saat terus bisa memberikan kontribusinya kepada kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Apakah rakyat tetap merasakan bahwa yang dilakukan oleh organisasi itu betul-betul menjadi bagian dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemajuan kehidupannya?

Mendengar apa yang disampaikan oleh Pimpinan PERWARI ketika saya menerima audiensi beberapa saat yang lalu, ditambah dengan penjelasan para pengurus pusat dan apa yang disampaikan hari ini saya berpendapat bahwa PERWARI tetap relevan, PERWARI tetap dapat memberikan sumbangsih yang nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu pertahankan dan terus tingkatkan karya nyata PERWARI, sebuah institusi, sebuah organisasi akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bangsa, dalam jaman yang terus berubah manakala organisasi itu terus dapat menyesuaikan diri, melakukan adaptasi, melakukan aktualisasi, peran dan partisipasinya dalam bahasa yang sering disebut-sebut diberbagai forum adalah apabila organisasi itu mampu melaksanakan transformasi dan reaktualisasi. Apa yang dilakukan PERWARI di seluruh tanah air, yang nyata, yang konkret sebagaimana tadi disampaikan, itu bukti bahwa PERWARI bukan hanya menjadi milik masa lampau tetapi juga dapat berkiprah dimasa kini dan dimasa depan. Lanjutkan Ibu-ibu proses transformasi dan reaktualisasi diri tersebut.

Ibu-ibu yang saya hormati,
Berbicara tentang pemberdayaan kaum perempuan, saya harus terus mengingatkan bahwa kaum perempuan bukan hanya harus diberdayakan tapi dalam kenyataannya di seluruh tanah air ini sangat bervariasi kondisi yang dialami oleh kaum perempuan. Apalagi beberapa tahun yang lalu, banyak kaum perempuan dan anak-anak berada dalam kondisi yang tidak baik, yang penuh dengan penderitaan dalam tanda kutip misalnya mereka yang berada di daerah konflik, konflik komunal misalnya, mereka yang ada di daerah bencana, bencana yang berskala besar, mereka yang berada dalam kantong-kantong kehidupan yang masih miskin secara ekstrim, merekalah yang pertama-tama harus mendapatkan perlindungan oleh negara, oleh Pemerintah, oleh komunitas masyarakat lain yang mampu memberikan perlindungan.

Maka dalam kaitan ini kepada kaum perempuan beserta anak-anaknya harus kita berikan proteksi, protections. Setelah itu, keadaan sudah relatif pulih dan dalam jangka panjang agar mereka bisa menjalani hidup dan kehidupan yang lebih baik apapun profesinya, dimanapun mereka berada maka kita melakukan pemberdayaan, empowering setelah itu di dalam kenyataannya banyak sekali komunitas maupun perseorangan, perempuan yang sudah melewati tahapan-tahapan itu bahkan mereka berkompetisi dengan yang lain untuk mencapai posisi-posisi yang lebih tinggi baik dibidang politik, dibidang sosial, dibidang ekonomi dan berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam kaitan ini maka rubah lagi ya judulnya menjadi kemajuan kaum perempuan, the most, oleh karena itu mari kita baca satu nafas dan kita aplikasikan dalam berbagai kehidupan di negeri ini yang disebut dengan proteksi pemberdayaan dan kemajuan kaum perempuan, protection promote empowerment dan promotion. PERWARI tentu bisa ikut andil di dalam melakukan berbagai upaya tersebut baik yang bersifat perlindungan, pemberdayaan maupun kemajuan.

Ibu-ibu Peserta Kongres yang saya cintai,
Tema yang diangkat dalam kongres ini sangat tepat, saya dukung penuh dan tentunya masyarakat menyambut dengan baik yaitu tema lingkungan. Siapa lagi yang akan menyelamatkan tanah air kita, bumi kita, kecuali kita sendiri. Siapa lagi yang menyayangi anak cucu kita, generasi muda kita untuk hidup dengan baik dan selamat dikemudian hari kecuali kita sendiri.

Ada pepatah, bumi makin panas, jangan hanya kipas-kipas. Kalau kipas-kipas tidak memecahkan masalah, memecahkan masalah untuk dirinya sendiri sementara pada saat dikipasi, setelah tidak dikipasi panas lagi, yang cerdas bagaimana membuat bumi tidak semakin panas. Global warming harus bisa kita cegah untuk makin memburuk, suatu saat akan kita balikkan agar tidak menjadi ancaman bagi keselamatan bumi.

Ini serius Ibu-ibu, banyak orang, ah ini masih lama, masih puluhan tahun lagi. Hati-hati, ini kalau dunia terus memanas atau kalau global warming tidak bisa dicegah, kalau iklim terus berubah atau climate change tidak bisa kita kendalikan yang terjadi kerusakan demi kerusakan, bencana demi bencana. Adakalanya sebuah negara, sebuah daerah berada dalam musim kemarau yang panjang akhirnya tanaman tidak hidup, gagal panen, kurang pangan dan sebagainya. Adakalanya hujan di luar kewajaran, terjadi banjir bandang, tanah longsor yang memporak-porandakan pertanian dan tanaman pangan kita. Adakalanya karena perubahan iklim, karena pemanasan global terjadi badai, topan, cyclone, typhoon yang luar biasa, yang juga memporak-porandakan, mengakibatkan korban jiwa dan harta benda yang tinggi karena sungguh sangat panas, hutan-hutan terbakar, bukan karena ulah manusia meskipun sebagian juga karena ulah manusia tapi karena alam terbakar. Dan banyak lagi tragedi kemanusiaan akibat bencana alam sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini. Itu adalah kesalahan kita, kesalahan umat manusia sejak abad ke-18.

Ratusan tahun kita serakah, kita tamak, tidak mensyukuri dan memelihara dengan baik anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, hutan-hutan dibabat, pohon-pohon ditebangi seperti itu dan yang lain-lain, kerusakan menjadi makin besar. Saatnya telah tiba, tidak perlu melihat kebelakang, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Mulai sekarang mari kita rawat, kita jaga dan kita pelihara lingkungan kita.

Gerakan kaum perempuan penanam dan memelihara pohon tahun lalu ditargetkan 10 juta, akhirnya 15 juta. Tahun ini dimulai lagi penanaman pohon termasuk penebaran bibit ikan, pohon-pohon pangan misalkan sukun, kelapa dan lain-lain. Mari kita sukseskan. Memang hasilnya bukan tahun depan, hasilnya bukan 2 tahun lagi, hasilnya mungkin juga belum 5 tahun lagi tetapi nanti, anak cucu kita, generasi yang akan datang akan bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu semuanya, kepada PERWARI karena kita ikut membangun masa depan mereka yang lebih baik, dan lain-lain.

Lakukan kegiatan-kegiatan yang praktis. Menyelamatkan lingkungan tidak berhenti di ruang seminar, tidak berhenti di talk show, tidak berhenti dengan artikel-artikel meskipun itu penting. Penyelamatan lingkungan harus dilakukan dengan kerja nyata. Ibu-ibu tahu, mengapa bumi jadi panas karena terlalu banyak menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil, dari perut bumi, seperti minyak, batu bara, gas, kan dari bumi itu. Mari kita kurangi dan terus kita kurangi. Sehingga yang kita gunakan sumber-sumber energi yang terbarukan, angin, air, sinar matahari dan sebagainya. Bahan bakar dari tumbuh-tumbuhan atau bahan bakar nabati. Mari kita menuju kesana dan pemerintah, negara menuju kesana. Saya sudah mengeluarkan satu tatanan, strategi kita untuk menuju energi yang lebih sehat, tidak sangat tergantung kepada minyak yang berasal dari fosil.

Caranya bagaimana supaya mengurangi? Ya kalau Ibu-ibu sehari-hari di kediaman, ya matikan lampu kalau tidak diperlukan karena listrik itu menggunakan bahan bakar, menggunakan gas batu bara. Jadi sepertinya tinggal apa namanya, tinggal menghidupkan tapi itu sumbernya yang tadi itu. Kemudian kalau di kantor mengajak lingkungan untuk hemat listrik, hemat bahan bakar, hemat energi, semuanya itu. Kalau itu menjadi kebiasaan kita secara nasional, bertahun-tahun kita menjadi bangsa yang hemat, bukan hanya baik secara ekonomi tetapi baik juga secara lingkungan.

Saya ingin Ibu-ibu memulai dari hal-hal yang praktis, nah disitulah rakyat akan melihat PERWARI memang meskipun ini punya peran sejarah yang besar di waktu yang lalu, Desember 1945 telah berdiri, sekarang pun masih dirasakan manfaat, sumbangan dan kontribusinya. Begitu yang harus dilakukan oleh PERWARI sehingga akan selalu menyambut gembira kehadiran dan peran serta dari PERWARI dalam kehidupan bangsa ini.

Ibu-ibu Peserta Kongres sekalian,
Ajakan dan harapan saya kepada PERWARI dan sesungguhnya kepada seluruh rakyat Indonesia adalah pertama yang juga menjadi tema dari kongres ini, mari benar-benar kita pelihara dan kita jaga lingkungan di negeri kita sebagai bagian dari menjaga lingkungan sedunia.

Yang kedua, Ibu mengetahui, tahun ini terutama awal-awal tahun terjadi krisis pangan sedunia, banyak negara, banyak bangsa yang sangat mengalami kesulitan karena kekurangan pangan. Kalau ada pangan, harganya mahal sekali. Itu sedunia. Alhamdulillah, dengan kerja keras kita tahun-tahun terakhir meskipun ada kenaikan-kenaikan tertentu bahan pangan kita, sembako kita, dibandingkan dengan banyak negara di dunia ini kita dianggap oleh dunia mampu mengelola krisis pangan ini bahkan kita syukuri, insya Allah tahun ini kita kembali berswasembada beras, berswasembada jagung, kedepan akan kita tingkatkan produksi kedelai, produksi daging sapi, produksi tebu, sementara kentang, cabe, bawang merah, bawang putih, telur, ayam itu sudah pada tingkat cukup untuk negeri kita.

Pangan, sangat-sangat penting. Ibu barangkali masih bisa menerima kalau kekurangan sandang, meskipun alhamdulillah sandang juga tercukupi atau rumahnya tidak bagus benar, sederhana bahkan barangkali ada yang belum memiliki rumah, belum memiliki kendaraan tetapi kalau tidak memiliki bahan makanan, empat hari tidak makan, saya kira masalahnya menjadi lain. Oleh karena itu saya mengajak, mari kita sukseskan gerakan nasional meningkatkan ketahanan pangan. Semua jenis pangan. Saya berikan apresiasi pada kaum perempuan kemarin misalnya memberi contoh dan menjadi contoh menanam pohon-pohon pangan dan juga menabur benih ikan.

Kalau seluruh Indonesia menabur benih ikan, kalau Ibu-ibu yang melahirkan menanam satu pohon dan gerakan ini terus menerus bahkan saya sudah memerintahkan Menteri Kehutanan bersama-sama Menteri Lingkungan Hidup dan menteri terkait, insya Allah suatu saat pohon yang kita tanam tiap tahun itu sama dengan jumlah penduduk Indonesia. Kalau penduduk kita 230 juta maka tiap tahun kita bisa menanam 230 juta pohon. Kalau itu kita lakukan akan dahsyat sekail dan sekali lagi anak cucu kita akan memiliki masa depan yang baik. Jadi yang kedua, ketahanan pangan.

Yang ketiga, ajakan dan harapan saya mari kita kembangkan ekonomi kreatif. Ibu-ibu pasti sudah mengikuti, kita terus mengembangkan ekonomi kreatif, ini Menteri Perdagangan sebagai pendirilah atau sebagai penggerak bersama Dekranas, bersama semua pihak terus menerus menggalakkan ekonomi kreatif.
Indonesia punya keunggulan yang luar biasa, dibidang ekonomi kreatif handycraft, furniture, batik, ekonomi produk budaya, banyak sekali yang tentu memadukan antara seni dengan teknologi.

Saya sangat bangga, saya sangat senang melihat berbagai pameran dan berbagai ajang promosi yang memamerkan produk-produk bangsa kita, masyarakat kita, komunitas kita, kaum ibu yang banyak sekali menjadi pelaku ekonomi kreatif. Makin ke depan ekonomi kreatif makin banyak diminati dan akan menjadi sumber perekonomian kita. Kalau ekonominya maju pasti kesejahteraan rakyat juga ikut ditingkatkan. Jadi, marilah kita tingkatkan bersama-sama ekonomi kreatif ini dalam berbagai bentuknya.

Saya harap PERWARI, pengurus PERWARI berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seperti apa ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di keluarga besar PERWARI karena itu juga mendatangkan pendapatan, income, penghasilan yang bisa untuk menghidupi kegiatan PERWARI, tadi banyak sekali aksi sosial, mengelola pendidikan. Dan saya ingat dulu ada beberapa lahan atau tanah yang statusnya belum jelas begitu tolong nanti melalui menteri-menteri terkait, Seskab sampaikan, dilihatlah apa yang bisa kita bantu kepada PERWARI karena ada berapa sekolah-sekolah di provinsi itu statusnya belum jelas. Kita telusuri kadang-kadang memang satu tanah, satu bangunan itu tumpang tindih, ini menganggap bahwa “Loh ini kami yang berhak”, sebelah sana “Ndak, saya yang berhak”, dan seterusnya. Tolong dibantu untuk mendapatkan statusnya dengan ditelusuri asal usul dan status hukum tanah dan bangunan yang bersangkutan.

Kecuali tiga hal itu, khusus untuk PERWARI saya ingin menyampaikan harapan, permintaan dari saya, pertama teruslah meningkatkan pengetahuan, ibu-ibu. Pengetahuan penting agar kita menjadi bangsa yang cerdas, bangsa yang rasional, bangsa yang tidak mudah mendapatkan berita yang aneh-aneh, bangsa yang percaya pada tahayul, bangsa yang mudah sekali mempercayai desas-desus bukan itu bangsa yang cerdas. Kita tidak dapat apa-apa, kalau pengetahuan kita seperti itu. Tingkatkan pengetahuan Ibu, kalau pengetahuan ibu-ibu, bukan hanya yang diruangan ini saya yakin, yang diruangan ini memiliki pengetahuan yang tinggi, yang lain-lain juga ditingkatkan pengetahuannya untuk bisa membimbing putera-puterinya sedini mungkin. Pengetahuan, mendidik mereka memiliki akhlak, budi pekerti yang luhur, sifat-sifat yang baik, yang bersemangat, yang optimis, itu semua bisa dilakukan apabila ibu-ibu memiliki pengetahuan yang luas dan setiap saat bisa mendidik putera-puterinya. Tidak ada yang lebih tepat kecuali orang tua sendiri, ibu, dalam mempersiapkan putra-puterinya mengarungi kehidupan yang sering keras dan kompetitif kearah masa depan. Tingkatkan pengetahuan. PERWARI, pengurusnya baik pusat maupun daerah punya tanggung jawab untuk secara berkala dengan cara-cara tertentu mengasah pengetahuan dari anggota PERWARI.

Yang kedua, harapan saya kepada PERWARI perbuat kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Kalau saya dengar tadi berarti sudah bagus, peduli bagi orang yang mengalami musibah, peduli bagi mereka yang perlu mendapatkan bantuan dan seterusnya. Ini adalah nilai-nilai luhur bangsa kita tidak hanya mengejar kesenangannya masing-masing karena kita ingin menjadi bangsa yang makmur bersama, betul ibu-ibu? Bukan makmur sendiri-sendiri. Kita ingin menjadi bangsa yang maju bersama bukan maju sendiri-sendiri. Oleh karena itulah kalau ada tetangga kita, saudara kita yang mengalami musibah, bantu, mari kita bantu tentu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Dan yang ketiga atau yang terakhir adalah teruslah berkontribusi pada kehidupan masyarakat. Menjadilah bagaian dari solusi bukan bagian dari masalah. Berpikirlah positif, jangan berpikir negatif. Bersikaplah optimis, optimistis, bukan pesimis seolah-olah masa depan gelap terus. Kalau itu yang dilakukan pada jiwa, pada hati, pada pikiran Ibu-ibu, insya Allah Ibu-ibu akan menjadi pembaharu, penggerak dan yang ikut menyukseskan pembangunan kita. Kita harus bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari mencerdaskan kehidupan kita sendiri.

Itulah yang saya harapkan dan dengan demikian saya punya harapan yang tinggi kepada PERWARI untuk terus melanjutkan kiprah dan pengabdiannya dan setelah kongres ini lakukan konsolidasi, lakukan penataan kembali dengan demikian ke depan PERWARI akan lebih baik dari yang sekarang.

Sebelum menutup sambutan saya ini, tadi Pimpinan PERWARI mengatakan partisipasi PERWARI dalam kehidupan demokrasi, dalam kehidupan politik. Silahkan dilanjutkan tradisi yang baik itu. Bagi saya berpartisipasilah dalam kehidupan demokrasi, jangan pasif, jangan hanya menonton. Ikutlah menyumbangkan suara, pikiran-pikiran dan perannya. Demokrasi yang kita bangun, demokrasi yang damai, demokrasi yang cerdas, demokrasi yang penuh etika.

Ibu-ibu punya kekuatan, kekuatan moral, kekuatan sosial untuk mengajak rakyat kita masuk dalam era baru, demokrasi seperti itu. Kalau ada apa-apa mari kita selesaikan secara damai bukan dengan cara yang menimbulkan benturan apalagi kekerasan-kekerasan yang tidak perlu. Nanti kita mempertanggung jawabkan disuatu saat, kenapa kita tidak bisa menjadi contoh, memberi contoh, menjadi pelopor, menegakkan kehidupan demokrasi yang damai, cerdas dan penuh etika.

Itulah yang saya sampaikan, sekali lagi selamat berjuang ibu-ibu, Tuhan beserta kita dan semoga PERWARI makin ke depan makin jaya.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan