Pidato Presiden
Sambutan Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-44
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN PUNCAK HARI KESEHATAN NASIONAL
KE-44 TAHUN 2008
ARENA PEKAN RAYA JAKARTA
19 DESEMBER 2008
Bismilahirrahmannirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Wakil Ketua MPR RI, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati para Gubernur, para Bupati dan Walikota, utamanya Penerima Tanda Penghargaan,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Organisasi Profesi, para Pimpinan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat, para Pimpinan Dunia Usaha, utamanya di bidang kesehatan, para Mahasiswa, Pelajar,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi, pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga patut bersyukur kehadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita dapat bersama-sama memperingati Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-44 Tahun 2008, yang dirangkai dengan Penyerahan Tanda Penghargaan kepada Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi dan perseorangan yang memiliki prestasi yang luar biasa di dalam upaya meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan.
Hadirin yang saya hormati,
Tema hari Kesehatan Nasional tahun 2008 ini adalah sebagaimana tadi disampaikan oleh Ibu Menteri Kesehatan, ”Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat”. Tahun lalu, pada hari kesehatan nasional ke-43, temanya adalah ”Rakyat Sehat Negara Kuat”. Kedua tema ini sangat penting untuk bukan hanya menjadi semboyan dan tema belaka. Tapi harus kita wujudkan dengan karya nyata kita semua. Makin ke depan, kesehatan masyarakat dan Bangsa Indonesia makin baik. Inilah tekad dan tujuan dari pembangunan kesehatan yang menjadi bagian penting dari pembangunan nasional kita.
Saudara-saudara,
Mengapa dari tahun ke tahun kita perlu terus meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan. Pertama-tama negara kita ini besar, Penduduknya banyak, 230 juta orang. Dengan berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan, sungguh sangat serius mesti kita lakukan dengan konsep strategi, kebijakan dan program-program yang nyata. Kalau rakyatnya sehat, kita semua tahu, baik sehat fisik, sehat mental, sehat sosial, hampir pasti, negara kita kuat dan kualitas bangsa meningkat. Sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan, bangsa akan lebih cerdas, akan lebih produktif, dan lebih berdaya saing.
Dengan keunggulan bangsa seperti itu, bangsa kita di abad 21 ini akan benar-benar menjadi Bangsa yang maju, Bangsa yang sejahtera dan Bangsa yang bermartabat. Dan, akhirnya dengan kesehatan yang prima seperti itu, pada tingkat masyarakat, maka benar bahwa kita akan memiliki ketahanan nasional yang kuat. Tidak mudah kena goncangan, manakala permasalahan menghadang perjalanan bangsa kita. Kuncinya memang rakyat harus sehat. Hal ini telah saya sampaikan dan saya garisbawahi pada puncak acara Hari Kesehatan Nasional tahun 2007 yang lalu.
Hadirin yang saya muliakan,
Lantas apa kewajiban orang seorang, kewajiban keluarga, dan kewajiban masyarakat agar bangsa kita benar-benar menjadi bangsa yang sehat dan kuat. Yang sangat kita perlukan adalah pada tingkat perseorangan, keluarga dan masyarakat perlu dibangun dan diperkuat kesadaran, kemauan dan ikhtiar untuk hidup sehat. Oleh karena itu, sehat itu adalah gaya hidup, sehat itu pikiran kita, sehat itu tekad kita. Mari kita mulai dulu dari kesadaran, kemauan disertai dengan ikhtiar untuk bersama-sama menjaga kesehatan kita dan kita benar-benar hidup sehat.
Kemudian tentunya negara, dalam hal ini pemerintah, memiliki tugas dan kewajiban, yang penting setelah harapan kita, rakyat diseluruh tanah air, benar-benar memiliki kesadaran, kemauan dan ikhtiar yang tinggi untuk hidup sehat tadi. Tugas Pemerintah adalah memberikan kemampuan agar rakyat benar-benar dapat hidup sehat. Meskipun rakyat kita memiliki kesadaran yang tinggi, kemauan yang tinggi pula dengan disertai dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk hidup sehat. Tetapi apabila tidak memiliki kemampuan, maka tentu tidak bisa mencapai sasaran yang diharapkan.
Kewajiban negara, kewajiban Pemerintah memberikan kemampuan. Memang tugas ini tidak semudah membalik telapak tangan. Penuh dengan tatangan. Mengapa negara kita adalah masih tergolong negara berkembang. Meskipun alhamdulilah sekarang negara kita sering disebut sebagai emerging economic, emerging country. Negara yang sedang mengalami perkembangan yang baik. Tetap merupakan tantangan yang harus kita jawab. Mengingat ekonomi kita juga belum maju dan sekuat negara-negara maju, negara-negara yang ekonominya kuat untuk membiayai semua sektor pembangunan di bidang kesehatan.
Kondisi ini sebenarnya sudah dihadapi oleh negara-negara lain, bangsa-bangsa lain yang juga tergolong negara berkembang. Namun, ini tidak boleh menjadi penghalang dan tidak boleh dijadikan alasan untuk kita tidak melakukan pembangunan kesehatan yang baik, dengan intensitas dan ekstensitas yang tinggi.
Saudara-saudara hadirin yang saya muliakan,
Kita bersyukur bahwa status kesehatan dan gizi masyarakat terus mengalami peningkatan. Kita menyimak apa yang dilaporkan oleh Menteri Kesehatan tadi menyangkut angka kematian Ibu, kelahiran hidup, angka gizi buruk dan usia harapan hidup masyarakat kita. Meskipun kita masih harus bekerja lebih keras lagi, lebih gigih lagi agar angka itu bertambah baik. Dan suatu saat kesehatan masyarakat Indonesia benar-benar berada dalam kondisi yang sama-sama kita cita-citakan. Kondisi yang sungguh baik.
Secara universal usia harapan hidup, life expectancy itu sering dijadikan ukuran tingkat kesehatan sebuah bangsa. Kita mengenak tiga ukuran dalam indeks pembangunan manusia dalam human development index. Yang pertama adalah kesehatan, yang kedua pendidikan, yang ketiga ekonomi. Kesehatan tadi, saya katakan, diukur dari usia harapan hidup dan Alhamdulilah manusia Indonesia memiliki usia harapan hidup 70 tahun. Tentunya ini lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Marilah terus kita bangun, kita perkuat usia harapan hidup masyarakat dan bangsa kita.
Pendidikan ditinjau dari berapa banyak yang melek huruf. Apakah masih ada yang belum melek huruf, dan kemudian untuk ekonomi ditinjau dari pendapatan rakyat kita. Daya beli, income per capita, yang Alhamdulilah tahun demi tahun setelah kita mengalami krisis juga mengalami peningkatan. Kita akan terus meningkatkan indeks pembangunan manusia Indonesia. Kita akan terus meningkatkan derajat kesehatan. termasuk usia harapan hidup masyarakat kita.
Bapak-Ibu, Saudara-saudara, hadirin yang saya hormati,
Pemerintah, saya katakan tadi, akan terus meningkatkan dan mengintensifkan program pembangunan kesehatan. Yang Pemerintah lakukan sekarang ini sebagai prioritas dan agenda utama adalah antara lain, penyediaan sarana pelayanan dasar di seluruh Indonesia. Dalam tayangan 4 tahun pengabdian Departemen Kesehatan tadi, nampak upaya kita yang sangat serius untuk benar-benar menyediakan sarana pelayanan dasar di seluruh Indonesia, di pelosok-pelosok tanah air kita.
Kita juga ingin terus meningkatkan pemenuhan ketersediaan dan keterjangkauan obat-obatan. Dengan tentunya termasuk obat generik essential yang menjadi program Departemen Kesehatan. Kita juga terus berupaya meningkatkan stabilitas dan kualitas tenaga medis agar rakyat benar-benar dapat diberikan pelayanan yang baik. Dan yang sangat penting adalah pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan bagi rakyat yang tidak mampu, yang kita sebut dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Tentu saja masih ada sejumlah agenda dan program aksi yang dilakukan oleh jajaran Departemen Kesehatan, oleh jajaran Pemerintah Daerah, Provinsi, Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia. Mari kita sukseskan bersama-sama kesemua program yang dijalankan itu.
Hadirin yang saya muliakan,
Melalui Hari Kesehatan Nasional 2008 ini, dan sesuai dengan tema tadi, ”Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat”. Saya mengajak Saudara semua, seluruh rakyat Indonesia, segenap komponen bangsa untuk bersama-sama melakukan, pertama, mari sungguh kita sukseskan program kesehatan yang pro rakyat. Kedua, mari terus kita kembangkan, kita siaga, yang dari tahun ke tahun jumlah dan kualitasnya makin meningkat. Dalam pengembangan desa siaga ini, saya meminta kepada Saudari Menteri Kesehatan untuk juga melibatkan unsur masyarakat agar mendapatkan partisipasi dan kontribusi yang optimal. Yang ketiga, mari terus kita lanjutkan dan kita kelola jaminan kesehatan masyarakat, sehingga makin luas jangkauannya, makin efektif dan akhirnya mencapai sasaran yang tepat.
Saya mengatakan diberbagai kesempatan, ada pikiran dari rakyat Indonesia, terutama kalangan masyarakat diperkotaan untuk Indonesia bisa membangun rumah sakit-rumah sakit modern yang berkelas dunia, yang tidak kalah dengan yang dimiliki oleh negara-negara sahabat. Saya katakan, tahun pertama, kedua dan ketiga, kita ingin lebih memfokuskan pada pembangunan prasarana dan sarana kesehatan di daerah, di pelosok-pelosok, terutama untuk bisa menjangkau saudara-saudara kita yang tergolong belum mampu.
Setelah kita menyaksikan bahwa pembangunan ke arah itu telah mencapai angka-angka yang baik, maka sudah saatnya pula kita tahun-tahun mendatang mulai memikirkan pembangunan rumah sakit-rumah sakit modern, rumah sakit-rumah sakit yang bisa memberikan pengobatan yang baik, sehingga masyarakat kita tidak harus pergi ke luar negeri untuk berobat. Kita bisa berobat di dalam negeri dengan dokter-dokter, dengan tenaga medis yang tidak kalah kualitasnya, dan yang Insya Allah nanti fasilitasnya akan kita tingkatkan.
Mari kita yakin diri bahwa kita mampu, kita bisa membangun fasilitas sebagaimana yang dimiliki oleh negara-negara sahabat. Ini harus kita jadikan semacam mindset, pola pikir kita. Pertama, kita terus mengembangkan prasarana dan sarana untuk masyarakat perdesaan, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dan yang kedua adalah terus meningkatkan pula kualitas rumah sakit-rumah sakit yang bisa memberikan pengobatan dan pelayanan terbaiknya.
Saudara-saudara,
Akhirnya kepada seluruh rakyat Indonesia pada hari yang penting ini, saya mengajak marilah terus kita jalani kehidupan yang bersih dan sehat. Mari kita jaga kesehatan diri, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat. Ingat, motto atau tema peringatan Hari kesehatan Nasional Tahun lalu dan hari ini ”Rakyat Sehat Negara Kuat, Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat”.
Dan, sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya mengucapkan selamat dan penghargaan kepada para Gubernur, para tokoh masyarakat, para Bupati, para Walikota, para perseorangan yang telah mengukir prestasi yang luar biasa dan memberikan kontribusi bagi pembangunan kesehatan di negeri tercinta ini.
Teruslah menjadi contoh, teruslah memberi contoh dengan berbuat yang terbaik untuk dunia kesehatan kita, berbuat yang terbaik untuk bangsa dan Negara kita. Demikianlah saudara-saudara, sekali lagi selamat bertugas bagi para pejuang kesehatan. Tuhan beserta kita.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers Media
Rumah Tangga Kepresidenan



