Pidato Presiden
Sambutan Puncak Peringatan Hari Kesetiakwanan Sosial
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PUNCAK PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL
MONUMEN NASIONAL, JAKARTA
23 DESEMBER 2008
Bismillaahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Tinggi Negara, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Sumatera Barat, dan para Bupati dan Walikota, para Pimpinan Bank-bank Milik Negara, Ketua Panitia HKSN Tahun 2008, para Ulama, para Tokoh Masyarakat, Anggota Majelis Dzikir, dan Komunitas Betawi, para Pejuang dan Pekerja Sosial, Anggota Karang Taruna, Anggota Taruna Siaga Bencana, para Penyandang Cacat, para Mahasiswa dan para Siswa, para Prajurit TNI dan POLRI, Pimpinan dan Anggota Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di kegiatan sosial, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena hari ini kita bersama-sama mengikuti Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2008 dengan tema “Bersama dan Peduli”.
Atas nama negara dan Pemerintah, dan selaku pribadi, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih, selamat, dan penghargaan kepada pertama, jajaran Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, yang terus melaksanakan program bantuan sosial.
Kedua, kepada Badan-badan Usaha Milik Negara dan kepada kalangan swasta yang juga terus memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk corporate social responsibility. Demikian juga secara khusus, kepada Bank-bank Milik Negara yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat yang membantu usaha mikro, kecil, dan menengah, dan koperasi, yang pada hakekatnya golongan menengah ke bawah, untuk meningkatkan usahanya.
Ketiga, kepada LSM dan organisasi sosial atas bantuan dan pendampingan kepada mereka, saudara-saudara kita golongan tidak mampu, dan atas aksi-aksi sosial yang dilaksanakan selama ini.
Empat, kepada para dermawan, perseorangan yang secara ikhlas memberikan bantuan kepada fakir miskin, kaum dhuafa, dan saudara-saudara kita yang sedang ditimpa oleh bencana.
Yang kelima, kepada Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana atau Tagana, yang terus dengan cepat dan gigih membantu masyarakat di daerah bencana.
Dan yang keenam, yang terakhir, khusus kepada Saudara Menteri Sosial dengan jajarannya, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kebijakan dan program sosial dan bantuan sosial yang diberikan tahun-tahun terakhir ini, yang makin luas, makin tepat, dan makin terarah.
Antara lain yang saya catat, bantuan bencana, bantuan penyandang cacat, bantuan lanjut usia, bantuan untuk kelompok miskin, bantuan untuk anak jalanan, dan berbagai program bantuan yang tadi telah disampaikan oleh Saudara Menteri Sosial. Ini menunjukkan Saudara-saudara, bahwa Pemerintah terus membantu dan peduli kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang penting ini, pada Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2008 ini, saya mengajak marilah kita lestarikan dan tingkatkan terus nilai dan budaya bangsa yang luhur, seperti membantu orang yang sedang mengalami kesulitan atau budaya memberi, peduli pada sesama, dan jangan egois. Ingat Saudara-saudara, jika kita meninggal dunia pada waktu yang dijanjikan oleh Allah SWT, tidak ada di antara kita yang bisa jalan sendiri ke liang kubur.
Mari kita tingkatkan terus sikap tenggang rasa, saling memberi dan menerima, take and give, saling berbagi dan menyayangi, caring and sharing, semangat gotong-royong, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, memberi sekecil apapun asalkan ikhlas, itu mulia. Kesediaan untuk memberikan donor darah, setetes darah anda adalah menyelamatkan nyawa saudara anda. Dan pelayanan publik untuk mendahulukan kaum cacat, orang lanjut usia, orang yang sakit, dan sebagainya.
Semuanya itu Saudara-saudara, adalah nilai-nilai luhur bangsa kita, cerminan budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang mulia, dan oleh karenanya harus terus kita pertahankan. Jangan sampai nilai-nilai dan budaya yang baik itu tergerus apalagi sirna oleh arus modernisasi dan globalisasi. Indonesia Bisa dengan ridho Allah SWT, menjadi negara yang maju dan sejahtera, tanpa kehilangan martabat, nilai-nilai yang luhur dan peradaban bangsa yang mulia. Oleh karena itu, kita memandang HKSN ini perlu terus diadakan untuk menggugah, mengingatkan, dan menghidupkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial kita semua.
Hadirin sekalian,
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Saya ingin mengajak Saudara semua mengetahui dan memahami perkembangan keadaan di dalam negeri kita dan perkembangan keadaan dunia secara nasional atau apa yang terjadi di dalam negeri kita sekarang ini. Kita terus membangun dan memulihkan diri dari krisis yang kita alami 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, keadaan semakin pulih dan kemajuan makin banyak yang kita capai. Namun, tantangan dan ujian masih kita hadapi, sementara permasalahan dan ujian-ujian yang baru muncul. Masih banyak pekerjaan rumah kita, karena memang reformasi dan pembangunan kembali pasca krisis yang lalu tengah berlangsung. Inilah keadaan dalam negeri kita. Kita syukuri atas capaian, tapi kita masih harus bekerja lebih keras lagi ke depan.
Pada tingkat dunia, yang terjadi sekarang ini adalah memang ada sejumlah permasalahan dan krisis yang bersifat global, yang berdampak kepada semua negara, termasuk negara kita. Semua orang tahu, semua bangsa-bangsa di dunia juga merasakan dampak dari krisis pangan, krisis energi minyak, krisis keuangan dan resesi perekonomian dunia sekarang ini. Oleh karena itu, adalah tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, jika ada yang mengatakan dunia kita sekarang ini aman-aman saja, baik-baik saja, dan tidak mengalami masalah apapun, dikatakan pula tidak ada dampaknya bagi bangsa Indonesia. Ada yang berpendapat demikian. Tapi janganlah kita memboroskan waktu dan sibuk menanggapi pandangan yang kurang tepat, yang kurang jujur, dan barangkali bernuansa politis seperti itu. Yang penting, Saudara-saudara, Pemerintah akan terus bekerja dan berupaya keras untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini, pasca krisis yang lalu, termasuk pekerjaan-pekerjaan rumahnya. Dan yang penting pula, Pemerintah, dan saya berharap kita semua terus mengatasi secara gigih dampak dari krisis perekonomian global dewasa ini.
Oleh karena itu, harapan dan ajakan saya, Saudara-saudara, kepada seluruh rakyat Indonesia, pada segenap komponen bangsa, gerakan kepedulian dan kesetiakawanan sosial justru mesti semakin digalakan, harus semakin ditingkatkan menghadapi perkembangan keadaan dalam negeri kita dan perkembangan keadaan dunia dewasa ini. Sekecil apapun kepedulian dan bantuan Saudara, bagi yang memerlukan, bernilai sangat tinggi. Tidak ada seorang pun dari saudara kita yang senang meminta-minta dan pastilah mereka ingin hidup cukup dan mandiri. Tetapi kondisi dan keadaan memang belum memungkinkan bagi saudara-saudara kita itu. Disinilah makna dan arti dari perlunya kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
Selanjutnya Saudara-saudara ke depan, tahun-tahun mendatang, mari kita terus perkuat nilai dan perilaku kesetiakawanan sosial, didik putra-putri kita sejak dini untuk memiliki jiwa kepedulian kepada sesama dan kesetiakawanan sosial yang kuat. Mari kita jalankan dan sukseskan program-program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena semua program itu bertujuan untuk membantu rakyat kita. Program itu adalah program negara, program Pemerintah yang menggunakan anggaran yang besar. Jangan dihalang-halangi, dan jangan tidak dilaksanakan karena rakyat akan bertanya dan meminta pertanggungjawaban bagi mereka yang lalai untuk menjalankan program-program itu.
Marilah terus secara cerdas kita kembangkan kebijakan dan program kesejahteraan rakyat, termasuk program sosial. Dengan prinsip kita memberikan bantuan secara langsung bagi masyarakat yang memang tidak berdaya, tidak mampu mengatasi kesulitan hidupnya, diibaratkan kita mengasih ikan.
Berdayakan bagi masyarakat yang mulai memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraannya lebih lanjut dengan cara memberikan bantuan tidak langsung, seperti kita memberikan kail atau pancing, falsafahnya. Dan bagi yang telah berdaya, dan makin meningkat kemampuannya, mari kita dorong terus, agar mereka bisa berusaha sendiri, misalnya melalui usaha mikro, kecil, koperasi, dan usaha menengah, untuk meningkatkan penghasilan keluarganya. Contoh tadi, Kredit Usaha Rakyat sebagai bantuan modal usaha dengan cara-cara yang mudah. Kita ibaratkan memberi bantuan perahu. Itulah Saudara-saudara.
Dan secara khusus, sebelum saya mengakhiri pidato saya ini, saya ingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia, utamanya kepada para Pimpinan Pemerintah di seluruh tanah air, termasuk para Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, dan Kepala Desa, negara kita, disamping oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT diberikan anugerah kekayaan alam yang besar, juga negara kita ini rawan bencana, rawan gempa bumi, rawan letusan gunung berapi, rawan bencana tsunami, disamping bencana banjir, tanah longsor, dan bencana-bencana alam seperti itu. Oleh karena itu, sikap yang terbaik bagi kita adalah marilah kita senantiasa bersiap diri manakala bencana itu datang. Kita harus bersiaga dan cepat bereaksi.
Kepada semua petugas, termasuk Tagana, semua, baik di pusat maupun di daerah, selalulah siap, selalulah siaga, dan manakala ada bencana cepat bergerak, cepat bertindak. Dengan demikian, Insya Allah, kita akan bisa meminimalkan dampak dan bencana itu. Syukur-syukur dengan gerakan menanam pohon, dengan gerakan memelihara lingkungan, membersihkan selokan, dan semuanya kita bisa mencegah bencana-bencana alam itu.
Dan yang terakhir, pada kesempatan ini, saya juga akan meresmikan penggunaan Menara Pemuda Indonesia yang oleh Saudara Menpora telah dibangun sebagai simbol dari persatuan pemuda Indonesia, persatuan bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun hari esok yang lebih baik.
Itulah Saudara-saudara, pesan, harapan, dan ajakan saya, mari kita bersatu, melangkah, dan bekerja lebih keras untuk menuju masa depan kita yang lebih aman, lebih damai, lebih adil, lebih demokratis, dan lebih sejahtera.
Sekian.
Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



