Pidato Presiden

Sambutan Peluncuran Program Bantuan Rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Pondok Pesantren se-Indonesia

 

SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELUNCURAN PROGRAM BANTUAN REHABILITASI MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, DAN PONDOK PESANTREN, SERTA BEASISWA UNTUK SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH SE-INDONESIA
PONPES AL FITRA, AS-SALAFY, SURABAYA
28 JANUARI 2009



Bismillaahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Yang saya hormati Saudara Menteri Agama Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Pejabat Gubernur Jawa Timur, dan para Pejabat Negara dan Pemerintah yang bertugas di Jawa Timur, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan POLRI,
Yang sama-sama kita cintai Pimpinan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Al Mukarom Kyai Haji Ahmad Asrory Al Ishaqi,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Habib, para Pimpinan Pondok Pesantren, para Kyai, para Ustadz, dan juga Siswa-siswi,

Hadirin-Hadirat yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin-hadirat sekalian untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberikan nikmat, kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Shalawat dan salam marilah bersama-sama kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut Rasulullah, insya Allah, termasuk kita semua sampai akhir zaman.

Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita dapat bersilaturahim di tempat yang mulia ini untuk bersama-sama menyaksikan peluncuran program bantuan kepada madrasah-madrasah, pondok-pondok pesantren, termasuk beasiswa bagi pendidikan yang telah disebutkan tadi di seluruh tanah air pada tahun 2009 ini.

Tadi kita mendengarkan satu pantun atau kata-kata bijak dari Prof. Dr. Sofyan Sauri yang sama-sama kita dengar. Beliau dengan rendah hati mengatakan kalau ada kekurangan, meminta untuk dimaafkan. Justru saya ingin memberikan pujian disertai ucapan terima kasih dan penghargaan, karena hanya dalam waktu singkat acara ini berlangsung dengan baik, Alhamdulillah. Tetapi karena beliau tadi menyampaikan semacam pantun, izinkan saya untuk membalasnya dalam bentuk pantun.

Terhampar luas sawah-sawah dibajak
Padi subur penuh buah harapan para petani
Mencari-cari kesalahan bukanlah sifat yang bijak
Tiadalah sempurna dalam kehidupan ini


Bapak, tidak ada yang kurang, tidak ada satu apapun yang tidak baik, semuanya berjalan dengan baik.

Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Kita mendengarkan dengan seksama sambutan Menteri Agama yang sangat gamblang, bahwa anggaran pendidikan sejalan dengan kemampuan negara, anggaran pemerintah yang juga terus meningkat, anggaran itu juga terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan tahun ini adalah tahun bersejarah, karena cita-cita kita bersama untuk mencapai jumlah anggaran minimal 20% dari APBN, itu dapat diwujudkan. Bahkan insya Allah kita bisa menganggarkan untuk kepentingan pendidikan nasional kita sekitar Rp 200 triliun pada tahun anggaran 2009 ini. Jumlah atau porsi untuk Departemen Agama juga meningkat sangat tajam.

Harapan kita, semua anggaran yang jumlahnya makin besar itu benar-benar dapat kita gunakan untuk meningkatkan mutu dari pendidikan di negara kita, baik pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan. Mari kita gunakan anggaran itu dengan penuh amanah, tepat sasaran, dengan prioritas yang baik, dan jangan ada yang menyimpang. Insya Allah kalau semua digunakan dengan baik, tahun demi tahun kualitas pendidikan keagamaan, utamanya pendidikan yang berbasiskan Islam akan terus meningkat dengan baik.

Saya tidak ingin mengulangi apa yang disampaikan oleh Saudara Menteri Agama tadi, apa saja yang pada tahun ini dapat kita berikan kepada semua, atau pada jenis-jenis pendidikan di lingkungan Departemen Agama, termasuk bantuan beasiswa kepada siswa dan siswi kita. Yang jelas kita berharap dengan semangat yang tetap tinggi, dengan kerja keras kita, program dan bantuan seperti ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Jumlahnya pun kita harapkan semakin besar. Siapa pun yang akan melanjutkan pemerintahan di negeri ini, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, marilah kita doakan agar program-program yang mendatangkan kemaslahatan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

Hadirin-Hadirat yang saya muliakan,
Kalau program ini berlanjut, sebagaimana saya sampaikan tadi, kualitas pendidikan madrasah dan pondok pesantren tentu akan makin baik. Kalau pendidikannya makin baik, insya Allah akan lebih banyak lagi menghasilkan putra-putri bangsa yang relijius, yang Islami, yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur, yang cerdas dan terampil, yang rukun, dan sayang-menyayangi satu sama lain, sayang-menyayangi di antara kita semua, dan yang sungguh mencintai bangsa, negara, dan tanah airnya.

Tahun lalu, kita memperingati satu abad kebangkitan bangsa, 100 tahun kebangkitan nasional. Dalam pidato saya tanggal 20 Mei tahun lalu, saya menyampaikan dengan ridho Allah SWT, insya Allah negara kita, negara yang kita cintai ini akan menjadi negara maju, bermartabat, dan sejahtera di abad 21 ini.

Negara yang kita cita-citakan itu dapat terwujud, dengan catatan kita semua memperkokoh, memperkuat pilar-pilar kehidupan bangsa kita yang mencerminkan kemandirian yang lebih tinggi, daya saing yang juga lebih tinggi, dan peradaban bangsa yang mulia.

Berbicara peradaban bangsa, maka pembangunan watak, pembangunan karakter sebuah bangsa sangat penting. Belum tentu bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, yang katakanlah lebih maju dibandingkan negara kita akan terus maju, apabila karakter, kepribadian, watak, akhlak dari bangsa itu tidak tinggi. Di atas segalanya adalah integritas, karakter, watak dari sebuah bangsa. Oleh karena itulah, mari mulai sekarang ini, sungguh kita bangun peradaban bangsa yang mulia. Karakter manusia-manusia Indonesia yang bukan hanya penuh dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur, tetapi juga yang ulet, pantang menyerah, bersemangat, bekerja keras untuk membangun hari esok yang lebih baik.

Berbicara tentang pembangunan watak ini, berbicara tentang pembangunan kepribadian ini, character building, peran pondok-pondok pesantren, peran madrasah, peran pendidikan ke-Islam-an, keagamaan sangat-sangat penting. Saya berharap para Pemimpin dan Pengasuh Madrasah dan Pondok Pesantren terus meningkatkan metodologi ke pengasuhannya, sehingga betul-betul terbangun watak atau karakter bangsa yang saya sebutkan tadi.

Bapak, Ibu, Saudara-saudara,
Hadirin yang saya hormati,
Kita sepakat bahwa masa depan kita harus lebih baik dari masa sekarang, agar kita tidak menjadi bangsa yang merugi. Kita ingin membangun kehidupan yang baik. Saya ingin secara singkat menyampaikan kehidupan yang baik itu ditandai oleh 4 hal.

Yang pertama adalah masyarakatnya baik. Masyarakat baik, berarti perilaku warga masyarakatnya memang baik. Masyarakat itu hidup rukun di dalam komunitasnya, keadaan kehidupan masyarakat aman dan tenteram, taat hukum, taat pada pranata sosial, dan tentunya kepada ajaran-ajaran agama. Tidak suka kekerasan, apalagi tindakan-tindakan yang merusak. Kalau semua itu terjadi dalam kehidupan masyarakat, maka kehidupan masyarakat benar-benar tenteram. Dan itulah ciri masyarakat yang baik, dan itulah yang pertama-tama harus kita wujudkan.

Setelah masyarakatnya baik, yang kedua, mari kita bangun ekonomi yang baik. Ekonomi terus tumbuh, tetapi pertumbuhan itu bisa dimeratakan secara adil, sehingga kesejahteraan rakyat pun tahun demi tahun terus dapat kita tingkatkan. Sumber daya alam anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa tidak kita sia-siakan, tapi kita kelola dengan baik untuk menuju ke kemakmuran rakyat, sehingga kebutuhan dasar rakyat di seluruh tanah air makin ke depan makin dapat kita cukupi. Jadi yang kedua, ekonomi harus baik.

Yang ketiga Saudara-saudara, politik juga harus baik. Ciri politik yang baik tidak boleh semuanya yang menentukan hanya pemimpin, hanya yang sedang mengemban amanah sebagai pemerintah penyelenggara negara. Tapi pada hakikatnya seluruh rakyat harus memiliki peluang untuk ikut serta dalam politik itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang. Kita berharap politik yang baik juga dicirikan oleh pemilihan umum yang baik, pilkada-pilkada yang baik. Dan dalam era demokrasi katakanlah, kita ingin agar kebebasan yang hadir dimana-mana di negeri tercinta ini disertai dengan akhlak dan tanggung jawab. Bukan kebebasan absolut, yang mengganggu kebebasan orang lain dan merusak tatanan kehidupan yang mesti harus sama-sama kita jaga. Politik yang baik juga tidak boleh menghalalkan segala cara, haram. Dan politik yang baik adalah politik yang bersih, politik yang cerdas, dan politik yang santun. Politik seperti itulah yang ingin kita bangun dan nilai-nilai itu sesungguhnya juga nilai yang Islami.

Dan yang keempat cirinya, lingkungan hidup yang baik. Mari kita pelihara alam di sekeliling kita, agar tidak mudah terjadi bencana. Lawan perubahan iklim yang merusak bumi kita ini, yang bisa membikin gelap masa depan kehidupan manusia sejagad dengan cara-cara yang baik. Selamatkan bumi kita, selamatnya kehidupan anak cucu kita di masa depan. Semuanya kita mulai dari diri kita sendiri. Saya mengajak, mari terus menanam dan memelihara pohon. Kita menanam sekarang, insya Allah 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, 30 tahun lagi akan mendatangkan sesuatu yang sangat-sangat baik bagi generasi mendatang.

Empat hal itulah yang hendak kita bangun di negeri tercinta ini mencirikan kehidupan bangsa yang baik. Saya sungguh berharap, kehadapan para Pimpinan Pondok Pesantren, Pimpinan Madrasah, para Kyai dan semua Pengasuh, agar 4 kehidupan yang kita tuju itu, masyarakat yang baik, ekonomi yang baik, politik yang baik, dan lingkungan hidup yang baik itu diajarkan, dikenalkan, dibiasakan dalam pendidikan-pendidikan yang ada di jajaran pendidikan Islam, madrasah, pondok pesantren, dan pendidikan-pendidikan yang lain. Pendidikan juga membangun nilai dan perilaku yang baik.

Saya sungguh berharap, santri-santri kita, siswa-siswi kita, semuanya sejak dini dikenalkan untuk kelak pada saatnya memimpin, menjadi tokoh-tokoh di negeri ini, di daerah, di pusat yang bisa menciptakan, memperkuat kehidupan bangsa yang baik, yang saya katakan tadi masyarakatnya baik, ekonominya baik, politiknya baik, dan lingkungan hidupnya yang baik. Itulah Hadirin-Hadirat yang saya muliakan, yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Dan akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan "Bismillahirahmanirrahim", saya luncurkan program bantuan untuk pendidikan madrasah dan pondok pesantren, termasuk bantuan untuk beasiswa. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa me-ridho-i niat baik kita, cita-cita kita membimbing perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan