Pidato Presiden
Transkripsi Pengarahan Presiden RI pada Acara Peringatan Imlek Tahun 2560
Bismillahirrahmanirrahim,
Yang saya hormati para Menteri dan para Anggota Lembaga-lembaga Negara,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat, Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati Pimpinan Matakin,
Yang saya muliakan para Pemuka Agama, para Tokoh Komunitas Tionghoa dan para Pimpinan dan Umat Khonghucu seluruh tanah air yang saya cintai,
Hadirin yang saya muliakan,
Salam dalam kebajikan dan salam sejahtera untuk kita semua,
Marilah kita bersama-sama sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat kembali bersama-sama umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2560.
Atas nama pribadi dan Pemerintah, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2560 kepada Saudara-saudara yang merayakannya di seluruh tanah air. Semoga tahun yang baru ini dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan bagi Saudara-saudara.
Tahun ini adalah tahun ke-10 bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa dapat merayakan Tahun Baru Imlek secara nasional. Kenyataan ini patut kita syukuri sebagai wujud dari keperdulian Pemerintah dan terjalinnya hubungan yang harmonis di antara sesama warga bangsa. Kenyataan ini juga menunjukan makin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa yang majemuk. Kebersamaan antara etnis Tionghoa dan etnis lainnya di seluruh tanah air yang dilandasi oleh kesadaran untuk saling menghormati berbagai perbedaan yang ada. Memang seharusnya persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa harus makin kuat dan makin kokoh. Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa juga tidak boleh terganggu dan tidak boleh terpisahkan oleh perbedaan etnis dan perbedaan agama yang kita yakini.
Hadirin yang saya muliakan,
Saya menyambut baik tema yang diangkat pada Perayaan Imlek kali ini, yaitu “Tuhan Melihat Seperti Rakyat Melihat, Tuhan Mendengar Seperti Rakyat Mendengar”. Tema ini sungguh tepat, relevan dan kontekstual dalam kondisi kita sekarang ini. Tema ini juga merupakan tema yang universal, yang mengajak kepada segenap warga bangsa di seluruh Indonesia untuk semakin menyadari akan hakikat dan makna hidup yang kita jalani. Mari kita selalu berfikir jernih dan rasional. Mari kita kedepankan sikap-sikap dan akhlak yang mulia, karena sikap dan akhlak yang mulia selain akan mendekatkan diri kita kepada sesama warga bangsa, juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saudara-saudara,
Saya bersyukur setiap Perayaan Tahun Baru Imlek, saya berkesempatan hadir bersama Saudara-saudara semua. Sepuluh tahun kita merayakan Imlek, Alhamdulillah 10 kali saya bisa bersama Saudara. Saya turut bergembira dan berbahagia, sebagaimana Saudara-saudara juga bergembira dan berbahagia menyambut datangnya tahun baru dan harapan baru.
Tahun Baru Imlek tentu memiliki multi arti dan makna, baik dari aspek agama, sosial, budaya maupun astronomis yang sangat berarti bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa dalam menapaki kehidupan yang lebih sejahtera. Sebagaimana saya kemukakan pada Perayaan Imlek tahun lalu, bahwa Perayaan Imlek selain memiliki makna untuk memperingati tahun kelahiran Kung Cu atau Confusius, tahun baru Imlek juga merupakan momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Saat yang paling tepat untk melakukan refleksi, evaluasi, serta menghayati kebersamaan, persatuan, dan kedamaian. Saat yang tepat pula untuk terus melakukan transformasi diri menuju masa depan yang lebih baik dan lebih bermakna. Oleh karena itu, di awal tahun yang baik ini kita juga patut melakukan refleksi, sekaligus evaluasi.
Perayaan ini dapat kembali kita gunakan untuk membangun kebersamaan dan kehidupan kebangsaan yang harmonis, serta penuh ikatan persaudaraan satu sama lain. Kita harus mempergunakan setiap momentum untuk terus memperkokoh dan menyuburkan kebersamaan di antara sesama warga bangsa. Bukan justru untuk saling menghujat dan menyebarkan fitnah. Kebersamaan itulah kunci yang harus kita pegang teguh untuk membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Karena sebagaimana yang sering saya katakan, tugas besar kita dewasa ini adalah untuk mewujudkan bangsa kita menjadi bangsa maju di abad 21 ini.
Untuk mewujudkan bangsa kita menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera, kita harus memiliki 3 landasan fundamental, yaitu kemandirian bangsa yang semakin tinggi, daya saing bangsa yang semakin kuat, dan memiliki peradaban bangsa yang terhormat dan mulia. Dan kehidupan yang penuh persaudaraan, rukun dan damai adalah bagian penting dari peradaban bangsa yang mulia itu.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Kita bersyukur berkat kerja keras semua komponen bangsa, kita semua penyelenggaraan pembangunan dalam kurun waktu hampir 5 tahun ini telah berhasil mencapai banyak keberhasilan. Kita berhasil mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan lebih damai. Indonesia yang makin adil dan makin demokratis dan Indonesia yang makin sejahtera. Tentu saja ke depan masih banyak lagi yang harus kita capai dan kita kerjakan. Kita juga bersyukur, karena negara kita makin dapat mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang makin rukun dan makin toleran. Kehidupan antar umat beragama yang makin baik di negeri kita juga mendapat apresiasi yang tinggi dari negara-negara sahabat. Indonesia saat ini diakui sebagai sebuah negara, dimana agama, demokrasi, dan modernitas dapat hidup serasi dalam perdamaian dan harmoni. Mari kita pelihara terus situasi yang dapat kita raih dewasa ini.
Sebagai Kepala Negara, saya juga merasa amat senang karena terdapat kemajuan yang pesat dalam pemenuhan hak-hak sipil umat Khonghucu. Sebagai contoh, catatan sipil untuk pernikahan penganut Khonghucu sudah tidak ada masalah. Pendidikan agama Khonghucu juga telah diatur oleh Peraturan Menteri Agama. Saya mendengar pandangan dan rekomendasi dari Bapak Budi Santoso Tanuwibowo tadi untuk membantu guru-guru yang diperlukan.
Agama Khonghucu juga telah dilayani oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama di tingkat pusat. Demikian pula pembangunan tempat ibadah agama Khonghucu sudah tidak ada masalah. Bahkan saya turut bergembira, adanya rencana peletakan baru pertama pembangunan Kong Miao Kelenteng Khonghucu di Taman Indonesia Indah Jakarta. Ini merupakan wujud kebersamaan dan keberhasilan dari sikap toleransi yang kita bangun di tanah air kita dewasa ini.
Ke depan saya meminta kepada Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM, serta semua pihak terkait, baik dari kalangan Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk terus meningkatkan kwalitas, pemberian pelayanan hak-hak sipil bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. Penuhi hak-hak sipil umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia.
Saudara-saudara,
Tidak boleh ragu-ragu untuk memberikan pelayanan yang baik. Saya tegaskan sekali lagi, di era reformasi sekarang ini tidak boleh ada perlakuan yang diskriminatif terhadap siapapun, termasuk umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa adalah bagian integral dari warga bangsa yang sama–sama kita cintai.
Saudara-saudara,
Berkat kerja keras kita semua, kita telah berhasil melewati tahun 2008 yang syarat dengan berbagai tantangan, yang ditandai dengan terjadinya krisis-krisis global. Ke depan tantangan yang kita hadapi tidak semakin ringan. Tahun 2009 ini, bangsa kita memiliki 2 agenda besar, yaitu pertama, kita harus terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah terpaan krisis keuangan global dewasa ini. Dan kedua, kita harus melaksanakan pemilihan umum yang diikuti dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk dapat berhasil melaksanakan kedua agenda itu, kuncinya adalah kita harus makin bersatu dan bekerja lebih keras. Saya mengajak masyarakat Tionghoa di seluruh tanah air untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita. Saya yakin dan percaya, masyarakat Tionghoa yang banyak bergerak di dunia usaha dan perekonomian akan dapat bekerja sama dan bersinergi dengan Pemerintah, agar ekonomi kita terus tumbuh dan pertumbuhan itu secara adil dapat kita gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,
Dalam menghadapi Pemilu yang akan segera kita gelar, saya mengajak segenap masyarakat Tionghoa dan umat Khonghucu dan segenap komponen bangsa di seluruh tanah air untuk menggunakan hak pilihnya secara baik. Saya berharap kita semua dapat menciptakan suasana yang aman, tenteram dan damai. Mari kita jadikan Pemilu 2009 sebagai ajang pendidikan politik yang sehat dan cerdas. Mari kita kedepankan persatuan, kerukunan, dan kebersamaan demi suksesnya kegiatan demokrasi yang akan kita jalani bersama.
Saudara-saudara,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin merespon apa yang telah disampaikan tadi dalam doa Imlek 2560 dan juga narasi Imlek, yang tadi disampaikan oleh Pimpinan Matakin. Saudara Eka Wijaya telah menyampaikan doa Imlek yang sama-sama kita dengar. Saya ingin menggarisbawahi substansi penting dari doa itu. Saya kutip, “Dengan pikiran terang, jiwa yang tulus bersih, hati yang lurus dan keberanian, kita mesti melakukan pembaharuan diri menuju masa depan yang lebih baik”. Hakekatnya yang saya tangkap dari doa itu, reformasi dan perubahan ke arah yang lebih baik mestilah berangkat dari pikiran yang terang, jiwa yang tulus bersih, hati yang lurus dan keberanian untuk berubah. Keberanian untuk meninggalkan yang tidak baik, membangun yang baik, agar masa depan kita lebih cerah dari sekarang. Itulah syarat dan darimana kita melakukan transformasi di negara tercinta ini.
Narasi Imlek yang tadi disampaikan oleh Saudara Budi Santoso Tanuwibowo mengandung pesan yang sangat hakiki, pesan yang penting. Saya kutip, “Maka sebuah bangsa akan hancur binasa, bila tidak tidak ada kerukunan di antara rakyatnya. Sebuah negara akan luluh lantak, bila pemimpinnya saling menista”. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, saya mengajak seluruh pemimpin di negeri ini, mari kita camkan baik-baik pesan moral ini, agar negara kita selamat, agar demokrasi yang kita kembangkan penuh dengan akhlak dan membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesa.
Hadirin yang saya hormati,
Saudara-saudara umat Khonghucu di seluruh tanah air yang saya cintai, akhirnya sekali lagi, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2560, semoga di tahun yang baru ini Saudara-saudara senantiasa memperoleh kebahagiaan dan kejayaan.
Sekian.Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



