Pidato Presiden
Sambutan Penyerahan PNPM Mandiri, KUR, dan Peresmian Proyek-proyek Inrastruktur di Jatim
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENYERAHAN PNPM MANDIRI DAN KUR TAHUN 2009 SERTA PERESMIAN PROYEK-PROYEK INFRASTRUKTUR DI PROVINSI JAWA TIMUR
TUBAN-JAWA TIMUR, 18 FEBRUARI 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Wakil Gubernur Jawa Timur, dan para Pimpinan dan Pejabat Negara yang bertugas di Jawa Timur, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Yang saya hormati Saudari Bupati Tuban, segenap jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Tuban, para Camat, para Kepala Desa,
Yang saya hormati para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, utamanya para Pimpinan Bank-bank milik negara dan milik daerah, para Ulama, para Tokoh Masyarakat yang saya cintai dan saya muliakan,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Marilah sekali lagi, pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi nikmat, kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga patut bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena hari ini kita dapat ber-silaturrahim dan sekaligus mengikuti acara Peresmian Proyek-proyek Infrastruktur di daerah Jawa Timur, sekaligus penyerahan bantuan-bantuan Pemerintah kepada daerah dan masyarakat.
Hadirin yang saya muliakan,
Saya dan rombongan datang kemarin sore ke Kota Tuban ini, kami sungguh mengagumi keindahan Kota Tuban. Kota yang bersejarah, kota yang religius dan Insya Allah membawa berkah bagi penghuninya. Tadi malam, saya membaca selayang pandang pembangunan Kabupaten Tuban. Satu per satu saya baca, saya senang, saya bangga, karena banyak kemajuan yang dicapai di Kabupaten Tuban ini.
Di sini juga hadir para Bupati dan para Walikota, mudah-mudahan kemajuan itu juga terjadi di daerah-daerah Saudara-saudara semua. Yang saya baca tadi malam, sebagai contoh dalam waktu 6 tahun pendapatan daerah Tuban, begitu singkatnya, naik kurang lebih enam kali lebih. Pendapatan masyarakat orang-seorang, juga memiliki kenaikan yang kurang lebih sama, dan sejumlah tentunya kemajuan-kemajuan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada Saudari Bupati Tuban dan masyarakat Tuban. Tanpa bantuan masyarakat, tanpa bantuan semua jajaran Pemerintah Daerah, DPRD-nya, instansi-instansi daerah, para Camat, Kepala-kepala desa tidak mungkin sebuah daerah akan maju dan berkembang dengan baik.
Saudara-saudara,
Kunjungan saya ke Jawa Timur kali ini ada dua acara. Pertama, kemarin saya di Kabupaten Lamongan meresmikan pembangunan rumah yang disebut dengan Rumah Sehat Sederhana, yaitu perumahan yang diperuntukan golongan masyarakat menengah ke bawah. Alhamdulillah, dengan tentunya keterbatasan yang dimiliki oleh negara, kita telah membangun rumah yang dikerjakan oleh REI, itu berjumlah 114.000 rumah, yang kemarin kita resmikan. Insya Allah rumah yang sejenis, apakah itu Rumah Sederhana Sehat, apakah Rumah Susun Sederhana Sewa, Rumah Susun Sederhana Milik, yang kita bangun selama lima tahun mencapai jumlah sekitar 1,3 juta rumah untuk menengah ke bawah.
Saya menganjurkan semua Pimpinan Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota seluruh Indonesia, teruslah menjalankan upaya dengan gigih, bersama-sama Pemerintah Pusat, bersama-sama pengembang, bersama-sama Badan-badan Usaha Milik Negara lainnya, terus membantu pembangunan rumah untuk golongan menengah ke bawah. Kalau menengah ke atas biasanya tidak dibantu pun sudah memiliki kemampuan untuk membeli atau menyediakan rumahnya sendiri. Yang mesti kita bantu adalah golongan menengah ke bawah.
Yang kedua, hari ini di Tuban, sebagaimana yang kita saksikan tadi, kita disamping memberikan bantuan untuk Kredit Usaha Rakyat, tadi sudah kita saksikan secara simbolis, juga menyerahkan bantuan untuk Kecamatan dan Desa-desa sejumlah uang dari APBN, yang jumlahnya tidak sedikit untuk bisa digunakan oleh Kecamatan dan Desa itu membangun apa yang dikehendaki, tentu yang berguna bagi masyarakat luas.
Dan yang ketiga tadi, kita meresmikan pembangunan sejumlah infrastruktur, mulai dari jembatan, jembatan Bajulmati di Kecamatan Sumbermanjing Wetan berarti di Malang. Saya pernah datang ke Sumbermanjing. Kemudian sejumlah infrastruktur, termasuk pembangunan sarana air minum, air bersih, kalau tidak salah mulai dari Madiun, Sidoarjo, Probolinggo, Bondowoso dan tentunya masih ada tempat-tempat yang lain. Semuanya itu tujuannya agar ekonomi lebih bergerak, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik, tujuannya itu Saudara-saudara.
Hadirin yang saya hormati,
Apa sesungguhnya hakekat dari pembangunan itu? Mengapa Indonesia, negara yang kita cintai sejak mendiang Bung Karno, mendiang Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, sampai saya dan nanti Presiden-presiden berikutnya lagi terus membangun negeri kita ini? Kita membangun negeri tujuannya adalah, agar rakyatnya makin sejahtera. Rakyat dinamakan makin sejahtera, apabila makin memiliki kecukupan di bidang pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, air minum, energi, rasa aman, lingkungan yang baik, mendapatkan keadilan dan sebagainya. Itu tujuan pembangunan. Kalau ditanya, apakah kita sudah sejahtera sekarang ini, apakah negara kita sudah adil makmur? Tentu belum, itulah sebabnya kita terus membangun dari masa ke masa.
Tapi satu hal saya yakin, karena para Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Camat, Kepala Desa, semua bekerja terus-menerus tiap tahun, tidak mungkin tidak ada yang dicapai. Jadi kalau ada yang mengatakan, negara kita makin ke depan makin mundur, saya kira tidak jujur, sebab pasti adalah yang dibangun dan dicapai. Kalau dikatakan begitukan kasihan, mosok nggak dianggap bekerja Pak Gubernurnya, Pak Bupatinya, Pak Walikotanya, Pak Camatnya, Pak Kepala Desanya, pastilah ada yang dicapai. Bahwa belum semuanya belum dicapai, iya, kita harus jujur. Negara manapun kalau ditanya apa betul-betul sudah adil makmur, ya belum, itulah kita terus membangun dari masa ke masa.
Saudara-saudara,
Tahun ini adalah tahun kelima dari pemerintahan kabinet yang saya pimpin. Tahun depan hanya Allah SWT yang tahu siapa yang memimpin negeri ini. Pemeritahannya pun pemerintahan yang diawaki oleh siapa-siapa, maksud saya kabinet, juga hanya Tuhan yang tahun. Oleh karena itu, hari yang baik ini, di Kota Tuban yang penuh barokah ini, saya ingin menyampaikan apa saja yang dengan sekuat tenaga, dengan kegigihan, kita upayakan untuk membangun negeri ini.
Saudara-saudara,
Lima tahun yang lalu, tahun 2004, negara kita sesungguhnya baru saja mengalami krisis, yaitu yang puncaknya tahun 1998-1999. Kita merasakan semua di seluruh tanah air. Kita merasakan keamanan yang terobek di Aceh, di Poso, di Maluku, Maluku Utara, dan di tempat-tempat yang lain dan berbagai masalah yang terjadi, karena negara kita dalam keadaan krisis. Oleh sebab itulah, kita berusaha keras untuk memulihkan negara kita dari krisis, membangunnya kembali menuju masa depan yang lebih baik. Saya berjuang sekuat tenaga dengan kemampuan yang saya miliki. Saya manusia biasa, penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Namun saya ingin bersama-sama yang lain bekerja sekuat tenaga, segigih-gigihnya untuk mengatasi masalah di negeri ini, membangun masa depan kita sekali lagi, masa depan yang lebih baik.
Keamanan, alhamdulillah, berkat kerjasama kita semua, berkat kerja keras kita semua, bukan hanya Presiden, tapi semua, keamanan makin baik. Aceh Alhamdulillah bisa kita hentikan konflik berdarah, Poso, Maluku, Maluku Utara hampir pulih kembali. Papua kita kelola keamanannya pada prinsipnya baik. Biasanya kerusuhan terjadi dimana-mana, hampir tidak ada hanya sekali-sekali terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan itu. Bersyukur kita, keamanan dan ketertiban masyarakat makin baik, mari kita pelihara, mari kita jaga, agar makin ke depan makin baik lagi.
Masalah kejahatan, masalah hukum dan keadilan terus kita upayakan untuk memeranginya. Kita lakukan perang terhadap kejahatan narkoba, pelanggaran-pelanggaran wilayah, kejahatan antar negara, terorisme, termasuk korupsi kita berantas dengan gigih. Kalau korupsi masih bercokol di negeri kita, masa depan kita tidak cerah, anak cucu kita dapat apa, karena barang negara, aset kita hilang oleh para koruptor-koruptor itu. Marilah kita jangan mengenal kompromi dan terus melaksanakan pemberantasan terhadap korupsi agar adil. Kalau aset negara tidak hilang, bisa kita gunakan untuk mensejahterakan rakyat, bisa meningkatkan pendidikan, bisa meningkatkan kesehatan, bisa mengurangi kemiskinan dan sebagainya. Belum rampung, kita harus terus membangun sistem yang bersih, birokrasi yang bersih. Saya ingatkan kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, tolong pelihara pemerintahan yang baik, jangan ada penyimpangan, jangan ada korupsi di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, makin baik negara kita.
Ekonomi, dulu kita mengalami krisis, hancur perekonomian kita, satu demi satu kita pulihkan. Alhamdulillah, ekonomi kita sekarang ini dibandingkan awal krisis dulu, dibandingkan lima tahun yang lalu jauh lebih baik. Apakah sudah selesai? Jelas belum, masih panjang. Ketika kita membangun perekonomian kita, di dunia juga terjadi masalah-masalah baru, krisis pangan, krisis minyak, krisis keuangan seperti sekarang ini, dan banyak lagi masalah-masalah, tapi kita terus bergulat, tidak menyerah membangun kembali perekonomian kita.
Di bidang kesejahteraan rakyat, kita bekerja keras. Saya terima kasih kepada para Walikota, Bupati, Gubernur, semua bersama-sama saya, bersama para Menteri, siang dan malam berpikir, berikhtiar, berupaya, bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pendidikan makin baik, Alhamdulillah, kesehatan makin baik, bersyukur kita, pengurangan kemiskinan juga kita lakukan.
Saudara-saudara,
Dalam 10 tahun terakhir ini, akibat kerja keras kita kemiskinan terus turun. Di dunia memang masih ada kemiskinan, tidak ada bangsa yang bebas dari kemiskinan. Amerika Serikat yang maju pun masih ada orang yang miskin. Saudara barangkali belum pernah tahu, penduduk dunia itu berapa sekarang? Ada yang tahu? Jumlahnya 6,6 milyar, besarkan? Itu manusia. Tiap malam di bumi ini, dimana kita hidup dan tinggal ini, ada 800 juta yang tidurnya kurang nyenyak. Mengapa dia tidak bisa tidur? 800 juta manusia itu, 200 juta diantaranya anak-anak. Karena perutnya kosong. Mengapa perutnya kosong? Karena lapar. Mengapa lapar? Karena miskin secara absolut.
Coba liat diri sendiri, tengok kiri kanan, depan belakang, apakah yang ada di ruangan ini tiap malam tidak bisa tidur karena lapar? Kalau Bapak, Ibu bisa tidur, bersyukurlah. Tetapi ingat, di dunia ini barangkali sebagian juga ada orang-orang Indonesia yang tidurnya kurang nyenyak. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita terus melaksanakan pengurangan kemiskinan. Sambil yang kaya membantu yang miskin, yang punya membantu yang kurang punya. Itu dianjurkan oleh agama, itu juga menjadi amanah Undang-Undang Dasar, negara wajib membantu fakir miskin. Dengan demikian, kalau kita terus menanggulangi kemisiknan itu, itu ibadah kepada Allah SWT. Kewajiban kita sebagai pejabat dan warga bangsa yang baik.
Apakah kemiskinan bisa turun begitu saja? Apakah kemiskinan bisa turun hanya dengan seminar? Hanya dengan iklan-iklan, hanya dengan menyalahkan sana, menyalahkan sini? Tidak, kemiskinan tidak mungkin turun kalau Pak Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa tidak bekerja. Kalau Presidennya tidur, Menterinya jalan-jalan saja mana mungkin kemiskinan turun. Oleh karena itulah, kita lakukan program yang nyata, yang riil.
Banyak yang kita lakukan tahun-tahun terakhir ini, menggunakan APBN, menggunakan APBD. Saya sudah sering menjelaskan, tapi saya ulangi secara singkat. Ada tiga cluster, ada tiga paket, ada tiga macam, begitu cara kita mengurangi kemiskinan. Ini banyak tidak diketahui oleh publik, jadi mudah sekali menyalahkan, mengecam, mengeritik, “Apa itu Pemerintah, enggak punya program yang jelas”, katanya. “Apa itu Pemerintah hanya begitu-begitu saja”, kecamnya.
Ada tiga macam, satu, bagi yang sungguh miskin, yang belum berdaya, ibarat orang di hidup dari hari ke hari susah, negara wajib memberikan bantuan langsung. Itulah yang disebut bantuan langsung kepada masyarakat. Bentuknya apa? Yang miskin tidak bisa menyekolahkan putra-putrinya, kita berikan program membebaskan biayanya, contohnya BOS, Bantuan Operasional Sekolah. Bagi yang miskin sungguh tidak bisa berobat, kita bebaskan berobat dengan program Jaminan Kesehatan Masyarakat, contohnya. Bagi yang tidak bisa membeli beras, karena sungguh miskin, kita berikan beras dengan harga yang murah, beras untuk rakyat miskin. Bagi yang sungguh miskin, kita berikan Bantuan Langsung Tunai Bersyarat. Yang lanjut usia, yang terkena musibah bencana, kita bantu, termasuk ketika ada kenaikan bahan bakar, karena terpaksa kita naikkan, kita keluarkan BLT, meskipun Alhamdulillah, baru saja Tuhan Maha Besar, saya diberikan jalan untuk menurunkan bahan bakar minyak tiga kali. Tapi prinsipnya bagi yang sungguh tidak berdaya, kita bantu langsung, tidak salah Bapak, Ibu. Kalau memang dia belum bisa mancing, ya kita kasih ikannya sampai badannya makin kuat, kita kasih pancingnya nanti.
Bagi golongan masyarakat yang sudah lebih berdaya, kita kasih kancing, betul kancing? Pancing kok kancing, beda ya kancing sama pancing itu. Kita kasih kailnya, pancingnya, apa contoh pancing, PNPM tadi. Kita kasihkan sekian milyar kepada Kecamatan dan Desa-desa, tolong gunakan, digunakannya yang baik, bikin jembatan kecil, jalan-jalan, pasar lokal, apapun silakan. Itu falsafahnya kail.
Apa hanya itu? Masih ada satu lagi. Banyak saudara kita di Indonesia, di ruangan ini juga ada, ingin usaha kecil-kecilan, tapi cari modal sulit. Dulu harus ada agunan ini, jaminan ini, dan sebagainya, susah. Kami berpikir dan berpikir, akhirnya mari kita bantu saudara kita yang dagang kecil-kecilan, usaha mikro, usaha kecil dengan bantuan modal, dengan syarat-syarat yang mudah. Itulah yang disebut Kredit Usaha Rakyat. Apakah jumlahnya sedikit? Jumlahnya besar. Tahun lalu saja, kita alirkan 12 trilyun, tahun ini kami sediakan sekitar 20 trilyun. Mudah-mudahan bisa mengalir semuanya. Karena dengan modal yang mudah itu, akhirnya bisa berusaha pendapatannya naik. Kalau pendapatannya naik, kemiskinan berkurang. Itu jelas, itulah yang kita namakan program utuh penanggulangan kemiskinan, ada yang falsafahnya ikan, ada yang pancing, ada yang perahu, yaitu Kredit Usaha Rakyat.
Saya ingin karena ini menggunakan dana yang besar, tujuannya baik, banyak yang sudah merasakan manfaatnya, banyak yang mengucapkan terima kasih, tolong jangan berhenti. Saya heran kalau di Indonesia ini ada Bupati atau Walikota yang menolak program-program pro rakyat, maunya apa? Wong ini program negara, program Pemerintah, bukan uangnya SBY, jangan takut ini resmi, ini sah tujuannya mulianya, membantu rakyat kecil, kok ditolak. Saya khawatir nanti kalau Pilkada nggak dipilih. Bagaimana mau memilih rakyatnya, wong ada uang negara diarahkan membantu rakyat, kok ditolak uangnya, tidak masuk akal. Saudara boleh tanya, Pak, Bu, misalkan yang menolak program-program PNPM, program begini, apa alasannya, tanyakan alasannya? Bapak, Ibu yang memilih beliau-beliau itu, bukan saya mengangkat, dipilih oleh rakyat tentunya pikirannya harus untuk rakyat.
Saudara-saudara,
Masih kita sukseskan program-program itu. Kalau tadi Jawa Timur, saya intip sebelum saya serahkan kepada Pak Karwo, jumlahnya 1 trilyun 448 milyar, betulkan PNPM? Mosok ditolak, wong itu untuk rakyat, bukan untuk Pak Karwo, bukan untuk Bu Henny, bukan untuk siapa-siapa, untuk rakyat gunakan dengan sebaik-baiknya, jangan belok kesana kemari, harus sampai pada tujuannya.
Bapak, Ibu, Hadirin yang saya cintai,
Jawa Timur ini hebat. Saya juga bangga putra kelahiran Pacitan, Jawa Timur. Ekonominya kuat dan terus tumbuh dengan baik. Saya sering datang ke Kabupaten, Kota di Jawa Timur semuanya tumbuh. Kemarin di Lamongan bagus, di Tuban bagus, Alhamdulillah. Oleh karena itu, masyarakat Jawa Timur yang dinamis. Kalau istri saya, Ibu Negara ini dari Jawa Tengah lebih kalem barang kali, kalau saya Jawa Timur harus lebih dinamis begitu katanya. Tolong masyarakat Jawa Timur lebih bersatu, lebih rukun, lebih kompak, lebih giat membangun. Saya berpesan pada Pak Karwo, karena beliau baru saja dilantik menjadi Gubernur Jawa Timur, meskipun Pilkadanya kemarin luama sekali, biasanya Pilkada itukan sebulan, dua bulan, tiga bulan, selesai. Berapa bulan kemarin? Tujuh bulan luama sekali. Alhamdulillah sudah selesai.
Pak Karwo wajib untuk menyayangi, mengayomi, membantu, mendidik, membina, memimpin semua masyarakat Jawa Timur seadil-adilnya, termasuk barangkali kepada masyarakat Jawa Timur yang tidak memilih beliau. Itu etikanya, itu moral seorang pemimpin, begitu, jangan melihat masyarakat partainya apa, agamanya apa, sukunya apa, salah, salah, tidak boleh. Pemimpin juga kan masyarakat, barangkali kemarin tidak memilih Pak Karwo, tetapi wajib sekarang membantu beliau menyukseskan program-program meningkatkan pembangunan di Jawa Timur. Itu juga etika dan moral politik, jangan sampai rakyat digosok-gosok jangan mendukung Pak Karwo, tidak boleh, selesai pilkada selesai. Rukun kembali, bersatu kembali Jawa Timur hebat, mosok diganggu kehebatannya dengan politik seperti itu, akan terang semuanya. Demikian juga Bupati, Walikota, selesai kompetisi, selesai, rukun kembali, bersaudara kembali, utuh kembali. Para ulama juga menasehatkan demikian, jangan memutus tali silaturrahim dilarang oleh Islam, dilarang oleh agama, harus. Saya ingin makin ke depan Jawa Timur makin baik.
Bapak, Ibu, Hadirin, Saudara-saudara yang saya cintai,
Dunia sekarang ini memang sedang tidak bersahabat, ibarat cuaca sedang mendung, kelabu, tidak cerah. Beberapa saat yang lalu, ada krisis pangan, krisis harga minyak, sekarang krisis keuangan dan resesi. Resesi itu ekonominya mandek, banyak yang mundur, negara-negara yang lebih maju dibandingkan Indonesia banyak yang ekonominya rusak, bangkrut. Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, barangkali mengingatkan perilaku masyarakat sejagad, kurang pandai memelihara alam semesata, kurang pandai bersyukur barangkali, sehingga diberikan cobaan dan ujian.
Akibat krisis perekonomian global, semua negara terkena, termasuk negara kita. Namun Alhamdulillah sekali lagi, sejak 6 bulan yang lalu, saya bersama para Menteri, bersama para Gubernur, para pimpinan dunia usaha, para pimpinan perbankan, semua bersatu-padu, bekerja keras mengurangi dampak perekonomian global, meminimalkan pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia. Terkena, tentu jelas terkena mudah-mudahan bisa tetap kita kelola dengan baik. Oleh karena itu, tidak terlalu, tidak perlu terlalu cemas, tidak perlu terlalu gamang. Insya Allah, kita tidak akan seperti 10 tahun yang lalu, ketika kita mengalami krisis yang benar-benar dasyat dan dalam. Sejauh ini kita bisa mengelola, sejauh ini dampaknya bisa kita minimalkan.
Harapan saya, justru dalam keadaan seperti ini, kita harus lebih kompak lebih bersatu, lebih giat pekerjaannya, termasuk para pimpinan-pimpinan di negeri ini, agar rakyat kita bisa kita lindungi, agar kegiatan pembangunan kita terus berjalan, sebagaimana yang kita harapkan bersama. Jadi kalau dengar di televisi, di surat kabar, banyak yang bangkrut, PHK terjadi besar-besaran di dunia, pertumbuhan minusnya luar biasa, kita tidak seburuk itu. Sekali lagi, ini pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa dan berkat kerja keras kita semua, mari terus kita pertahankan.
Yang terakhir, selaku yang sedang mengemban amanah, Bapak, Ibu sekalian, saya juga ingin menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, termasuk Saudara-saudara di Jawa Timur, mari kita terus bersatu, rukun memelihara persaudaraan kita dan bekerja lebih keras lagi untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Para pemimpin di seluruh negeri, saya berharap terus menjalankan tugas dengan gigih, penuh dengan tanggung jawab, inovatif, kreatif, tidak mengenal menyerah, dan terus mencapai prestasi demi prestasi. Tahun ini tahun pemilu, tapi jangan mengganggu tugas para pemimpin mulai dari saya, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa untuk menjalankan tugas demi kesejahteraan rakyat kita semua.
Akhirnya dengan pesan, harapan, dan ajakan itu, maka dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim", proyek-proyek infrastruktur yang telah kita bangun di Jawa Timur dengan resmi saya nyatakan penggunaannya.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



