Pidato Presiden

Sambutan Saat Menerima Anggota KPU

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MENERIMA ANGGOTA KPU
ISTANA NEGARA, 7 APRIL 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua DPR RI, Saudara Ketua Mahkamah Agung, Saudara Ketua KPU dengan jajaran, Saudara Ketua Bawaslu dengan jajaran, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, ijinkan saya pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan KPU atas prakarsanya untuk melaporkan kepada kita semua, menjelaskan berbagai hal penting menyangkut kesiapan KPU dalam melaksanakan Pemilihan Umum 2009 ini, utamanya Pemilu Legislatif yang Insya Allah akan segera kita laksanakan.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan DPR, Pimpinan Mahkamah Agung, Bawaslu dan semua yang juga dapat hadir untuk mendengarkan bersama-sama penjelasan dari Pimpinan KPU. Sebelum saya mempersilakan kepada Pimpinan KPU untuk menyampaikan kesiapan akhir dari KPU, saya ingin menyampaikan beberapa hal.

Pertama, kita sama-sama mengetahui, bahwa perencanaan dan persiapan yang baik itu adalah 50 persen dari keberhasilan. Insya Allah dengan perencanaan dan persiapan yang baik ini, betul-betul penyelenggaraan Pemilu tahun 2009 ini dapat dilaksanakan dengan baik. Keyakinan saya dengan apa yang akan dilaporkan oleh KPU, posisi hari ini, karena sekarang sudah tanggal 7, dua hari lagi, adalah hari pemungutan suara. Maka KPU dengan jajarannya sudah siap, Bawaslu dengan jajarannya sudah siap, demikian juga POLRI, TNI, dan pihak-pihak lain yang juga ikut memastikan Pemilu ini berlangsung dengan baik, juga sudah siap.

Namun saya menyadari selalu ada hal-hal yang unexpected, karena dinamikanya begitu tinggi. Dipersiapkan dengan baik selama ini, mungkin ada satu, dua yang belum siap benar. Dalam hal itu, maka perlu satu tindakan cepat dan tepat. Jangan ragu-ragu, ambil tanggung jawab, lakukan, agar penyelenggaraan Pemilu ini betul-betul berlangsung dengan baik. Tentu saja segaris dengan ketentuan Undang-Undang dan peraturan-peraturan yang berlaku. Contigency plan itu bagian dari manajemen sebuah kegiatan.

Saudara-saudara,
Ini juga kesempatan yang baik bagi saya untuk mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas pelaksanaan Kampanye Pemilu Legislatif, baik yang terbatas berapa tujuh sampai delapan bulan lamanya, maupun yang terbuka berupa rapat-rapat umum yang berlangsung sekitar tiga minggu, yang menurut saya berjalan dengan baik di seluruh tanah air. Ada masalah-masalah teknis, ada barangkali disebut pelanggaran-pelanggaran dan semuanya, tetapi in general menurut saya berlangsung dengan baik. Tidak ada insiden yang berarti, tidak ada gangguan keamanan yang menurut saya melebihi kewajaran.

Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada KPU dan KPUD, kepada Bawaslu, kepada Panwaslu, kepada POLRI, kepada TNI, kepada Kepala Daerah, tolong disampaikan Pak Mardiyanto nanti. Dan juga apresiasi yang tinggi kepada semua partai politik, termasuk para pimpinan dan elit dari partai-partai politik itu. Karena meskipun kompetisi itu keras, semuanya akhirnya bisa menahan diri. Ini contoh yang membanggakan bagi perjalanan demokrasi di negeri kita.

Saya berharap Saudara-saudara ke hadapan Pimpinan DPR dan Ketua Mahkamah Agung, mari kita pelihara momentum ini. Karena sebentar lagi pemungutan suara, setelah itu penghitungan suara, dan seterusnya sampai insya Allah nanti pemilihan presiden dan wakil presiden.

Saudara-saudara,
Mungkin Saudara tidak menyadari kita tengah mengukir sejarah, sejarah baru di negeri tercinta ini. Sejarah yang insya Allah akan mencatat, bahwa Pemilu kita makin berkualitas, demokrasi kita makin mantap, mantap dalam arti nurtured dan consolidated. Banyak negara sedang mengalami krisis demokrasi, termasuk negara-negara di Asia, defisit pada nilai dan praktik demokrasi. Semoga kita tidak, tanda-tandanya tidak, demokrasi kita justru mekar, dan kita semua menjadi sebagian dari pelaku sejarah untuk memastikan sekali lagi, Pemilu ini berlangsung dengan baik, dan demokrasi kita benar-benar terus berkembang.

Kita semua Saudara-saudara ingin Pemilu 2009 ini aman, tertib, dan lancar, di satu sisi. Yang kedua jujur, adil, dan demokratis di sisi yang lain. Mari kita pastikan, bahwa tidak ada penyimpangan dan pelanggaran dalam Pemilu ini. Kita mendengar ada isu-isu, “Ah jangan-jangan Pemilu curang”, bahkan yang dianggap curang, yang sedang memerintah dan sebagainya. Mari kita buktikan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, kita buktikan, mulai dari desa, kecamatan, sampai tingkat nasional, semuanya berlangsung baik. Kalau ada yang betul-betul menyimpang, kita berikan tindakan, clear, selesai. Di sini saya sangat berharap KPU dan KPUD, Bawaslu dengan Panwaslu menjalankan tugasnya dengan benar.

Yang kedua, kalau kita ingin betul-betul aman, tertib dan lancar, maka sandaran saya adalah pada jajaran POLRI dibantu oleh TNI. Ada yang khawatir sekarang ini, jika ada pihak-pihak yang tidak puas terhadap hasil Pemilu, lantas melakukan tindakan-tindakan yang bisa mengganggu keamanan. Instruksi saya kepada jajaran POLRI, TNI, cegah. Ada mekanisme bagi yang protes, yang keberatan, yang tidak puas, ada. Mari kita tempuh rule of law, konstitusionalisme, praktek demokrasi yang tertib, tidak dengan bergerak sendiri, melakukan tindakan kekerasan seperti yang pernah terjadi di waktu yang lalu. Saya punya keyakinan kalau kita semua, seluruh rakyat Indonesia, bangsa Indonesia ingin mengukir sejarah, tentu tidak ada godaan-godaan untuk melakukan tindakan seperti itu.

Yang terakhir, sebelum saya mintakan Pimpinan KPU, Saudara Hafiz Anshari untuk menyampaikan presentasinya, saya mengingatkan kepada kita semua, memang suasana politik Pemilu itu ya panas, negara manapun begitu. Alhamdulillah, saya melihat tanda-tanda yang indah, kita masih bisa menahan diri, tidak kebablasan selama ini.

Kompetisi keras dan tinggi, barangkali di atas panggung saling menyerang. Itu wajar, tidak diusah dilebih-lebihkan, memang begitu kompetisi. Kampanye negatif, kampanye hitam ikut, realitas kok, rumor, fitnah, dan lain-lain hadir. Oleh karena itu, solusinya, responnya semua lembaga negara, kita semua, utamanya KPU dengan jararannya, Bawaslu dengan jajarannya harus sungguh profesional dan cakap dalam menjalankan tugasnya.

Saya berpesan satu saja, karena media massa, teman-teman kita yang di sebelah kanan saya itu akan mengisi ruang demokrasi ini, dengan liputan-liputan, baik melalui media cetak mapun media elektronik. Maka kita semua, terutama KPU, KPUD, Bawaslu, Panwaslu dalam mengeluarkan statement, agar betul-betul tepat, terukur, hemat, jangan terpancing oleh pancingan-pancingan pers barangkali. Just right, ini senyum beliau. Just right, tapi pers perlu diberikan informasi, karena beliau juga mengawal demokrasi. Beliau ingin demokrasi ini berkualitas, transparan, akuntabel. Jadi pers memang punya kewajiban untuk itu. Oleh karena itu, mari kita berikan terus penjelasan kepada pers, penjelasan yang tepat, penjelasan yang true, penjelasan yang terukur, dengan ada istilah berdasarkan the principle of necessity. Perlu atau tidak saya keluarkan statement. Kalau perlu speak off, silakan. Kalau tidak diberikan statement malah tidak bagus, berikan penjelasan. Saya mengingatkan itu, karena kita ingin bersama-sama menyukseskan Pemilu ini.

Dan tentunya ada pers di sini. Saya juga berterima kasih dalam liputan kampanye tiga minggu yang lalu, menurut saya positif. Selalu ada “Kok Partai saya nggak banyak masuk kok yang banyak masuk partai sana”, selalu saling lihat melihat. Tapi saya yakin semua akan mengangkat, meliput, semua kegiatan partai-partai politik.

Dengan pengantar, ajakan, harapan, semangat untuk melanjutkan tugas. Saya persilakan Pimpinan KPU untuk menyampaikan penjelasannya. Saya persilakan.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan