Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Inacraft 2009 dan Peluncuran Gerakan `Aku Cinta Indonesia`
TRANSKRIPSI
PIDATO PRESIDEN RI
PADA PEMBUKAAN PAMERAN INACRAFT 2009
DAN PELUNCURAN GERAKAN “AKU CINTA INDONESIA”
SERTA LOGO “100% CINTA INDONESIA”
DI JAKARTA CONVENTION CENTER
22 APRIL 2009
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Ibu Negara dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dekranas,
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Organisasi-organisasi Internasional,
Saudara Gubernur DKI Jakarta,
Saudara Gubernur Nusa Tenggara Barat,
Ketua Umum ASEPHI, Bapak Rudi Lengkong,
Para Pimpinan dunia usaha, utamanya para Pengusaha kerajinan dan handicraft,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kita semua dapat menghadiri pembukaan Pameran Inacraft Tahun 2009 dirangkaikan dengan peluncuran logo dan pencanangan kampanye “Cinta Indonesia”. Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat datang dan selamat menyelenggarakan pameran kepada panitia, kepada peserta, dan pengunjung Pameran Inacraft 2009 ini baik yang datang dari dalam negeri maupun tamu-tamu kami dari negara-negara sahabat.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Pemerintah dan saya sendiri sangat peduli dan memberikan dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif atau industri kreatif, dan industri kerajinan atau handicraft. Mengapa? Pertama, kontribusi industri kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi kita makin lama makin signifikan. Tercatat, kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian adalah 6,3% untuk industri kreatif, dan 30% dari itu berasal dari kerajinan, atau tumbuh 1,8%. Di samping itu jangan lupa, jumlah industri kreatif sekitar 2,2 juta dan industri kerajinan, handicraft, sekitar 700 ribu. Dari jumlah industri itu, mampu menyerap tenaga kerja. Untuk industri kreatif, sekitar 5,4 juta tenaga kerja dan kemudian untuk industri kerajinan menyerap 1,8 juta. Tentu saja, statistik itu amat penting untuk memastikan bahwa dengan berkembangnya industri kreatif dan kerajinan, bukan hanya ekonomi kita makin tumbuh tetapi lapangan kerja makin tercipta, dan dengan demikian kemiskinan akan terus dapat kita turunkan, pembangunan akan lebih adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah memahami bahwa di antara banyak faktor yang dihadapi oleh industri kreatif dan kerajinan, yang saya katakanlah kunci berkembangnya industri ini, antara lain faktor sumber daya manusia, faktor manajemen, faktor teknologi, dan lain-lain. Tetapi dua faktor sangat-sangat penting. Kami mendengar suara para perajin, para pengusaha di seluruh wilayah tanah air bahwa yang sangat mereka perlukan sebagai bantuan dari pemerintah dan dunia usaha yang lebih tinggi tingkatannya adalah, satu, bantuan permodalan; yang kedua, bantuan pemasaran dan penjualan. Permodalan, ada scheme untuk mendapatkan kredit secara reguler yang tentu menjadi kewajiban perbankan kita untuk memberikan bantuan permodalan itu. Tetapi sejak tahun lalu, kita sudah mengeluarkan kebijakan yang kita sebut dengan kebijakan kredit mikro dan sekaligus kredit untuk usaha kecil dan menengah, yang kita beri nama Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki persyaratan yang lebih lunak dibandingkan pinjaman yang reguler. Tahun lalu saja, sudah mengalir sekitar Rp 12,5 triliun. Tahun ini kita persiapkan dana atau anggaran sejumlah Rp 20 triliun dengan harapan lebih banyak lagi modal yang bisa diserap oleh usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi di seluruh Indonesia. Saya berharap, gunakan sebaik-baiknya peluang ini, gunakan sebaik-baiknya bantuan pemerintah melalui kebijakan Kredit Usaha Rakyat ini.
Yang kedua, saya tahu bahwa para perajin, terutama yang bersifat usaha kecil dan menengah, memerlukan bimbingan dan bantuan untuk promosi dan penjualan. Kegiatan pameran ini sendiri contoh bagaimana kita membantu mempromosikan dan kemudian menuju ke penjualan. Pameran yang sering saya hadiri di seluruh Indonesia maupun di luar negeri, juga bantuan kembali lagi untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk ini. Saya berharap, mari kita lanjutkan, pemerintah mengajak dunia usaha, asosiasi-asosiasi profesi yang bergerak di bidang handicraft misalnya, untuk membangun kemitraan yang makin efektif membantu memasarkan dan menjualkan produk-produk dari industri kreatif dan handicraft ini.
Hadirin yang saya hormati,
Kita semua tahu, dunia sedang mengalami krisis perekonomian global. Sejak tahun lalu, semua negara mulai merasakan dampaknya, termasuk negara kita. Saudara juga tahu, dunia juga tidak tinggal diam. Secara global, terutama yang disponsori atau dipelopori oleh G-20, kita ingin bersama-sama mengatasi resesi perekonomian global ini.
Belum lama ini dilaksanakan G-20 Summit di London, Inggris yang saya juga hadir sebagai anggota G-20. Kami sepakat bahwa resesi yang masih kita rasakan akhir tahun depan diharapkan sudah mulai bisa kita atasi. Dan tahun 2011, ekonomi global diharapkan tumbuh kembali. Oleh karena itu, dunia bersepakat untuk memobilisasi sumber daya yang dimiliki, resources. Kita bersepakat untuk menganggarkan sekitar 5 triliun dolar AS untuk melakukan pemulihan ekonomi global, menstabilkan keuangan dunia, menggerakkan kembali perdagangan dan investasi. Memastikan bahwa ada likuiditas, ada bank lending, dan di atas segalanya juga dipahami bahwa negara-negara berkembang, negara-negara yang menjadi korban yang paling dalam akan diberikan bantuan dengan scheme-scheme yang telah ditentukan. Ini upaya global.
Di samping upaya global, secara regional, Eropa misalnya, Amerika misalnya, Asia Tenggara, Asia juga melakukan hal yang sama. Indonesia menjadi bagian dari kebersamaan regional untuk mengatasi krisis perekonomian ini, mengalir dari atau segaris dengan langkah-langkah sedunia. Meskipun komunitas global melakukan langkah-langkah yang serius, demikian juga komunitas ekonomi regional juga melakukan hal yang sama, akhirnya yang menentukan adalah apa yang dilakukan oleh negara-negara itu sendiri.
Singkat kata, cepat atau lambatnya pemulihan perekonomian ekonomi di Indonesia akibat krisis global ini terpulang kepada kita sendiri. Makin sungguh-sungguh, makin tepat kebijakan kita, makin efektif langkah-langkah kita bersama di seluruh tanah air, pemerintah, dunia usaha, perbankan akan makin cepat dan makin baik langkah-langkah yang upaya pemulihan itu.
Saya sudah menyampaikan, ada tujuh prioritas yang sedang kita jalankan. Pertama, kita menjaga sektor riil agar terus bergerak meskipun ada pukulan-pukulan. Yang kedua, dengan sektor riil masih bisa kita jaga, diharapkan tidak terlalu banyak gelombang pengangguran terjadi. Yang ketiga, kita ingin mengelola inflasi pada batas yang baik agar bisa terjangkau oleh rakyat. Yang keempat, kita jaga daya beli rakyat dengan berbagai macam policy. Yang kelima, kita melindungi yang miskin dalam suasana krisis seperti ini. Yang keenam, kita pastikan makanan dan energi cukup untuk rakyat kita. Dan yang terakhir, di atas segalanya, kita berupaya keras. Insya Allah ekonomi kita pasti tumbuh positif.
Apa yang kita pantau, terutama kuartal pertama pereknomian kita tahun 2009 ini, dengan penuh rasa syukur saya menyampaikan, pertumbuhan yang terjadi jauh lebih baik dari ramalan banyak pihak yang lebih buruk tentang perekonomian Indonesia. Tercatat pertumbuhan kita nomor tiga setelah China dan India. Dan BPS, Kementerian Keuangan kita memprediksi bahwa kuartal pertama perekonomian kita tumbuh antara 4,6 - 4,8%. Di tengah-tengah dunia yang pertumbuhannya minus, tentu ini patut kita syukuri. Kita berharap, sepanjang tahun kita bisa mencapai sekitar 4,5%, angka yang dianggap baik dalam suasana krisis dunia seperti ini.
Kemarin saya, membahas bersama menteri-menteri terkait, inflasi pun terjaga. Bahan-bahan pokok, Maret dan April, justru menurun. Memang ada yang naik sedikit tapi akan segera distabilkan, misalnya minyak goreng dan gula, tetapi beras menurun dalam harga yang pantas, tetap di atas HPP, petani tetap dilindungi tetapi harganya terjangkau. Demikian juga daging sapi dan daging ayam stabil, dan ada penurunan sedikit. Dengan demikian kesimpulannya, hampir semuanya stabil, sebagian menurun, satu dua komoditas naik yang tentu menjadi tugas pemerintah untuk menstabilkan dengan kebijakan yang tepat.
Saya mengatakan semuanya itu untuk menunjukkan bahwa, meskipun dunia dalam keadaan krisis, tetapi kerja bersama kita di tingkat global, tingkat regional, dan tingkat nasional insya Allah kita bisa menjaga untuk mengurangi dampak itu, untuk mencegah ekonomi kita sangat terpukul dan bisa kembali seperti tahun-tahun awal krisis yang lalu.
Saudara - saudara,
Berkaitan dengan itu semua, seperti Saudara ketahui dan penting untuk para pengusaha handicraft, para perajin, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan stimulus. Paket stimulus sekitar 1,2% dari GDP, jumlahnya Rp 73,3 triliun. Stimulus itu diarahkan dengan tujuan yang baik. Pertama, untuk meningkatkan daya beli rakyat. Yang kedua, memastikan sektor riil tetap terjaga. Yang ketiga, dengan membangun infrastruktur, diharapkan ada lapangan pekerjaan yang tercipta sehingga kalau ada yang menganggur bisa diserap. Kemudian yang keempat, ada subsidi untuk membantu yang miskin. Dengan demikian, stimulus package ini berkaitan erat dengan tujuh prioritas, dan terutama berkaitan dengan penanggulangan pengangguran, perlindungan bagi yang miskin, kemudian juga, penjagaan daya beli rakyat kita.
Ini perlu saya sampaikan supaya Saudara lebih tenang, bahwa sesulit apapun pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diharapkan tepat, yang saya setelah itu mengajak semuanya untuk bersama-sama mengelola permasalahan ini, mengatasi krisis ini, dan insya Allah setelah itu ekonomi kita akan tumbuh dan bangkit kembali secara baik.
Saudara-saudara, hadirin yang saya hormati,
Berkaitan dengan akan segera diluncurkannya logo "100% Cinta Indonesia" dan dicanangkannya kampanye "Cinta Indonesia", saya menggarisbawahi bahwa untuk menyukseskan ini, yang mesti dilakukan adalah meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia. Yakinkan bahwa produk kita mutunya baik, harganya bersaing, bahkan tidak kalah dengan produk dari luar negeri.
Gerakan “Aku Cinta Indonesia” bukan, sekali lagi, bukan gerakan proteksionisme. Kalau namanya proteksionisme, kita melakukan hambatan terhadap impor barang dan jasa, hambatan tarif, hambatan kuota, dan hambatan-hambatan lain. Gerakan “Aku Cinta Indonesia” tidak atau bukan gerakan seperti itu.
Kita sepakat dalam G-20, dalam ASEAN Summit, dalam ASEAN+3 bahwa kita semua mencegah terjadinya gerakan protectionism. Kita ingin international trade and investment tetap moving, tetap berjalan dengan baik. Oleh karena itu, tidak usah khawatir karena ini bukan proteksionisme, tapi betul-betul hadir di negeri kita ini produk Indonesia yang karena mutunya juga tidak kalah, harganya bersaing, dengan penuh kecintaan Saudara juga bisa mengkonsumsinya.
Saudara-saudara,
Kita akan terus bisa membangun ekonomi kita, kita akan terus bisa mengembangkan dunia usaha kita termasuk ekonomi kreatif dan handicraft kalau keadaan dalam negeri kita kondusif untuk itu, kalau politik kita stabil, kalau keamanan dan ketertiban publik di seluruh tanah air terjaga. Oleh karena itulah, marilah bersama-sama dengan pemerintah, dengan para penegak hukum dan keamanan bersama-sama menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri kita. Jangan sampai apa yang telah kita capai pada tahun-tahun terakhir ini, negara yang makin stabil, makin aman, makin damai terganggu lagi, sehingga akan menyulitkan pembangunan ekonomi dan pengembangan dunia usaha. Ini kepentingan kita bersama.
Dan meskipun sekarang kita berada dalam masa pemilihan umum, alhamdulillah kemarin, pemungutan suara pemilu legislatif dapat dilaksanakan secara aman, tertib, dan lancar, saya hormat dan berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang bisa benar-benar dengan penuh kematangan, kearifan bisa menahan diri pada saat kampanye, pada saat pemungutan suara di seluruh tanah air apapun partai politiknya. Mereka bisa menjalankan kegiatan demokrasi dengan baik. Kita patut memberikan apresiasi yang tinggi.
Para elit, para tokoh politik, kami-kami semua, di samping berterima kasih kepada mereka, kepada rakyat kita memberikan penghargaan. Kita juga harus banyak belajar bagaimana berdemokrasi dengan baik, sesuatu yang menjadi tujuan dari kehidupan politik di negeri tercinta ini. Ada hal-hal yang dirasa tidak benar seperti pelanggaran, salurkan menurut ketentuan hukum yang sudah diatur berdasarkan undang-undang dan aturan yang berlaku. Di sini indahnya demokrasi, rule of law dihormati, semua diselesaikan secara benar, secara konstitusional, dan secara damai.
Itulah yang menjadi tugas kita bersama, menyukseskan pemilihan umum ini. Ke depan, untuk kepentingan perjalanan bangsa lima tahun berikutnya lagi seraya menyadari, mari kita jaga bersama-sama keadaan dalam negeri kita yang baik, keamanan yang baik, stabilitas yang baik. Dengan demikian, semua upaya untuk meningkatkan perekonomian kita, meningkatkan usaha kita termasuk handicraft, dan kesejahteraan rakyat akan dapat kita capai dengan baik.
Dengan pesan, harapan, dan ajakan itu, Saudara-saudara dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT, dan dengan mengucapkan "bismillahirahmanirahim", saya buka Pameran Inacraft Tahun 2009 dan sekaligus saya luncurkan logo “100% Cinta Indonesia” dan kampanye “Aku Cinta Indonesia”.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



