Pidato Presiden

Sambutan Jamuan Santap Malam Menghormati PM Malaysia

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN MAKAN MALAM DENGAN PM MALAYSIA
ISTANA NEGARA, 23 APRIL 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang Amat Terhormat Dato’ Sri Mohammad Najib bin Haji Tun Abdul Razak dan Yang Amat Berbahagia Datin Seri Rosmah Mansor,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada malam yang membahagiakan ini, kita dapat berkumpul bersama dalam suasana persaudaraan yang hangat untuk memperat hubungan antara Republik Indonesia dan Malaysia yang begitu penting artinya bagi kita semua.

Merupakan suatu kehormatan bagi saya dan Istri, serta bagi Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menerima kunjungan Yang Amat Terhormat Dato’ Sri Mohammad Najib bin Haji Tun Abdul Razak dan Yang Amat Berbahagia Datin Seri Rosmah Mansor. Ini merupakan kunjungan resmi beliau yang pertama ke luar negeri, dan kunjungan pertama beliau ke Indonesia setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia. Untuk itu, ijinkan saya sekali lagi, atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Yang Mulia sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Yang Mulia sudah tidak asing lagi bagi Indonesia, karena selain memiliki darah Bugis, Yang Mulia juga memiliki peran yang aktif dalam membangun dan memajukan persahabatan dan hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia. Disamping itu, Yang Mulia juga memiliki banyak sahabat di Indonesia dan saya pun secara pribadi sudah lama mengenal Yang Mulia. Karenanya saya mempunyai keyakinan, bahwa di bawah kepemimpinan Yang Mulia, Malaysia akan terus maju dan berjaya, serta hubungan antara Indonesia dengan Malaysia akan semakin maju dan kokoh.

Yang Mulia Bapak Perdana Menteri,
Hadirin yang saya hormati,
Hubungan antara Indonesia dengan Malaysia mempunyai arti khusus dan sangat penting. Mengapa? Kita adalah negara tetangga terdekat yang memiliki persamaan latar belakang sejarah dan budaya. Kesejahteraan, keamanan, dan kemajuan bangsa kita sudah saling terkait satu sama lain. Kerjasama kita menjaga kelancaran navigasi dan keamanan di Selat Malaka misalnya berpengaruh besar bagi perekonomian dunia dan bagi stabilitas kawasan. Sementara itu, kerjasama Indonesia dengan Malaysia juga merupakan pilar penting bagi stabilitas dan kemajuan ASEAN.

Hubungan bilateral kita terus dikembangkan dengan semangat saling menghormati, saling melengkapi, dan saling membawa manfaat bagi kedua negara. Hubungan antara Indonesia dan Malaysia menyentuh begitu banyak kalangan masyarakat dan berbagai aspek kepentingan, serta berada dalam intensitas yang tinggi, sehingga sangatlah wajar jika dalam perjalanannya kadang timbul riak-riak antara kedua negara.

Menurut saya semuanya itu bersifat alami dalam hubungan antara 2 tetangga dan 2 saudara dekat. Namun yang terpenting bukanlah masalah yang kita hadapi, melainkan bagaimana kita menyikapi dan menangani masalah tersebut dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan dengan secara arif tetap mengedepankan semangat persaudaraan di antara kita. Kita bertekad dan terus berupaya agar riak-riak tersebut tidak menghalangi kepentingan nasional yang lebih besar dari kedua negara. Saya gembira, karena semangat inilah yang kita perkuat dalam pertemuan bilateral hari ini.

Pagi tadi, Yang Mulia Perdana Menteri Najib dan saya telah melangsungkan pertemuan bilateral dalam suasana yang penuh persahabatan, produktif, dan telah menghasilkan sejumlah komitmen untuk melanjutkan kerjasama di masa depan.

Dalam pertemuan hari ini, kami sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi, sehingga mencapai target, tujuan strategis yang ditetapkan pada tahun 2008 yang lalu. Untuk meningkatkan ketahanan pangan atau food security, kami sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertanian, terutama di sektor kelapa sawit dan produksi beras. Indonesia dan Malaysia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia harus memiliki peran untuk menstabilkan harga komoditi kelapa sawit di pasar internasional dengan tingkat harga yang wajar.

Untuk mencapai ketahanan energi, energy security, kedua negara akan terus mengembangkan kerjasama di bidang energi, utamanya minyak, gas, listrik dan bioenergi. Kita juga sepakat untuk terus meningkatkan people to people contact, terutama di bidang pendidikan, kepariwisataan dan juga tenaga kerja.

Di bidang pertahanan, kita sepakat terus memajukan kerjasama seperti pertukaran intelijen, patroli udara bersama dan saling tukar program pendidikan, operasi bersama penanggulangan bencana, serta kerjasama menjaga keamanan di Selat Malaka.

Selain itu, kita juga sepakat untuk terus mendorong perundingan penyelesaian masalah perbatasan secara damai dengan tetap memastikan terjadinya kemajuan dalam perundingan itu, seraya menjauhkan yang kita sebut dengan megaphone diplomacy.

Pada kesempatan yang baik ini, saya tadi juga telah mengundang Bapak Perdana Menteri Malaysia untuk menghadiri Pertemuan Puncak Coral Reef Triangle Initiative di Manado pada tanggal 15 Mei mendatang.

Selain itu, kita juga membahas berbagai masalah regional dan internasional, termasuk komitmen kedua negara untuk mendukung terlaksananya KTT ASEAN +3 yang tertunda.

Yang Mulia Bapak Perdana Menteri,
Hadirin yang saya hormati,
Saya memahami, bahwa kedua negara kita saat ini tengah mengalami masa sulit akibat krisis perekonomian global. Namun justru di masa sulit seperti inilah, kita harus merapatkan barisan dan mempererat kerjasama. Baik Bapak Perdana Menteri Malaysia maupun saya sendiri memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, utamanya perdagangan dan investasi, agar ekonomi kedua negara dapat melalui krisis global ini untuk selanjutnya, insya Allah, bangkit kembali di masa depan.

Hadirin yang saya muliakan,
Akhirnya, perkenankanlah saya mengajak Yang Amat Terhormat Dato’ Sri Mohammad Najib bin Haji Tun Abdul Razak dan Yang Amat Berbahagia Datin Seri Rosmah Mansor, serta hadirin sekalian untuk mengangkat gelas dan minum bersama. Bagi kesehatan dan kebahagian Yang Mulia, bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Malaysia, serta bagi persahabatan dan kerjasama yang semakin erat di antara kedua negara kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan