Pidato Presiden
Pengarahan pada Pembukaan Munas III Apkasi
TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA PERESMIAN PEMBUKAAN MUNAS III
ASOSIASI PEMERINTAHAN KABUPATEN SELURUH INDONESIA
(APKASI) TAHUN 2009
DI ISTANA NEGARA
26 APRIL 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI, Wakil Menteri Luar Negeri,
Saudara Ketua Umum APKASI DR. Tumanggor,
Para Bupati,
Anggota APKASI yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita, Saudara-saudara, masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, kepada daerah, kepada bangsa, dan negara tercinta.
Saya mengucapkan, pada kesempatan yang baik ini, selamat melaksanakan Musyawarah Nasional yang ke-3. Semoga Munas ini berlangsung dengan baik, menghasilkan sesuatu yang membawa kebaikan, bukan hanya bagi APKASI tetapi yang lebih utama bagi daerah dan rakyat yang Saudara pimpin. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan penghargaan saya yang tulus, yang tinggi kepada Saudara, karena selama ini, saya nilai Saudara telah berjuang dan berupaya sekuat tenaga untuk membangun daerah Saudara masing-masing. Saudara juga dengan gigih mengatasi berbagai persoalan yang barangkali tidak akan ada habis-habisnya yang dihadapi oleh Saudara. Dan kalau banyak hal yang telah dapat dicapai oleh pemerintah, meskipun masih banyak yang juga masih menjadi pekerjaan rumah kita di masa depan.
Itu semua adalah hasil kerja keras kita semua, mulai dari pimpinan pemerintahan tingkat pusat maupun pemerintahan tingkat daerah, dan sekaligus atas bantuan dan dukungan saudara-saudara kita, rakyat Indonesia. Oleh karena itu, sekali lagi kalau misalnya saya ambil contoh, alhamdulillah, negara kita sejak tahun lalu sudah dapat berswasembada pangan lagi. Ya, kerja kita semua, kerja Saudara-saudara. Kalau ada angka kemiskinan yang turun di seluruh Indonesia, tahun lalu dalam jangka waktu 10 tahun terakhir adalah angka yang terbaik misalnya, atau pengangguran juga susut, ekonomi tumbuh, itu semua juga atas kerja kita semua. Boleh tepuk tangan. Tapi kalau masih ada pekerjaan rumah di seluruh tanah air, mari kita selesaikan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Saya masih harus mengucapkan terima kasih kepada Saudara dan utamanya kepada rakyat kita, dalam rangkaian kampanye pemilu legislatif mulai bulan Juli tahun lalu: kampanye terbatas, kampanye tertutup, dan kemudian kemarin pada bulan Maret kampanye terbuka yang ditandai oleh rapat-rapat umum, saya menilai, kita menilai bahwa semua kegiatan kampanye, padahal pengerahan massa juga luar biasa, tetapi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada benturan fisik, tidak ada insiden apa pun. Bangga kita, bersyukur kita, berterima kasih kita kepada rakyat kita. Dan saya juga berterima kasih kepada Saudara.
Kita berharap ke depan, dalam rangkaian pemilihan umum tahun 2009 ini, atau pemilu-pemilu yang akan datang, pilkada-pilkada yang akan datang, hendaknya suasana seperti ini dapat kita pertahankan. Dalam kampanye pilkada, dalam kampanye pemilu, yang namanya politik itu bisa keras kompetisinya. Tapi kalau hatinya, pikirannya tetap teduh, tetap jernih, insya Allah kita akan bisa di satu sisi menjalankan kegiatan demokrasi, pemilihan umum, tetapi di sisi lain ketenangan, ketenteraman, stabilitas dapat kita jaga. Alangkah indahnya negeri kita ini kalau kita semua dapat mewujudkan keadaan seperti itu.
Saudara-saudara,
Saya menyimak yang disampaikan oleh Ketua Umum APKASI tadi, dan sebenarnya kalau butir-butir yang Pak Tumanggor sampaikan sekaligus yang tadi kita dengarkan sambutan dari Mendagri dijalankan oleh APKASI, oleh para bupati, selesai sudah urusan karena itulah yang harus kita jalankan secara bersama. Contoh, isu yang paling hangat sekarang ini: isu DPT. Meskipun Saudara sudah beberapa kali mendengarkan penjelasan dari KPU sendiri, barangkali KPUD, dari Mendagri, juga dari saya, dan beberapa kali para gubernur berkomunikasi dengan saya sebelum pemungutan suara, bahkan setelah pemungutan suara juga, kemarin bahkan seluruh gubernur semua sepakat untuk ikut, bukan hanya ikut, membantu penuh KPU dan KPUD ke depan agar permasalahan DPT yang sangat mengemuka kemarin bisa kita atasi dengan baik.
Ya kalau tadi Pak Tumanggor mengatakan, Saudara menilai sudah menjalankan tugasnya dengan benar sesuai ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku, menyiapkan DP4 yang oleh undang-undang diamanahkan kepada KPU dan banyak pihak untuk ikut memutahirkan secara aktif, maka bagus statement itu tetapi yang penting bagaimana sama-sama kita ikut memastikan bahwa DPT untuk pemilihan presiden dan wakil presiden nanti tepat dan akurat. Yang penting itu.
Ya politik itu memang dinamis, banyak komentar, dengarkan saja. Kalau komentar atau kritik itu benar, ya diterima harus begitu. Tapi kalau komentarnya terlalu cepat misalkan, ya katakan tidak begitu. Misalnya, kalau pemerintah dianggap curang, yang menyiapkan DP4 awalnya dari Saudara. Masak semua dianggap curang di sini. Ini saya kira hampir semua partai politik ada. Dari Golkar ada, PDI Perjuangan ada, Demokrat ada, PAN ada, PPP, semua pastilah punya tanggung jawab, tidak punya niat yang jelek, ingin menyukseskan pemilu. Jadi, kalau dianggap pemerintah curang, tentunya jauh dari,... jangankan tindakan, pikiran pun tidak ada. Saudara pasti ingin di partai-partainya masing-masing mengemban amanah untuk menyukseskan demokrasi ini dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, terima saja hiruk pikuk, hingar bingar perpolitikan sekarang. Tidak apa-apa, lima tahun sekali.
Di negara mana pun begitu, negara mana pun begitu. Tidak keliru kalau hangat politiknya. Yang keliru kalau kita lantas tidak bisa menjalankan tugas kita dalam misi kita untuk pemerintahan. Politik jalan terus karena demokrasi begitu. Tapi tugas kita memimpin rakyat, mengatasi masalah. Apalagi Saudara-saudara yang paling depan di dalam memimpin ini, tidak terbengkalai, dan sama-sama kita jalankan.
Saya juga senang, tadi Saudara siap membantu. Kemarin, juga para gubernur siap membantu. Oleh karena itu, saya instruksikan selaku Kepala Pemerintahan. Saudara itu mandatnya dikasih rakyat dengan pilkada langsung. Tapi begitu masuk sistem pemerintahan, salah. Saya Kepala Pemerintahan menurut undang-undang dasar. Oleh karena itu, saya instruksikan sekaligus: bantu KPUD, Saudara saudara, sesuai dengan payung hukum yang telah ada: undang undang, peraturan pemerintah, maupun peraturan presiden. Jangan ragu-ragu untuk membantu KPUD tanpa mencampuri kewenangannya demi suksesnya pilpres dan demi rakyat kita.
Saudara-saudara,
Yang kedua, tadi Saudara Ketua Umum APKASI juga mengatakan bahwa semua ingin meningkatkan kualitas otonomi daerah. Kami senang sekali, senang betul, karena semua harus berbenah diri. Saya berbenah diri, pemerintah pusat berbenah diri, propivsi berbenah diri. Kabupaten dan kota pun demikian. Demikian juga DPR-nya, DPD-nya, MA-nya, MK-nya. Tidak ada di negeri ini, satu lembaga yang tidak punya tanggung jawab untuk melakukan pembenahan, pengembangan, termasuk reformasi di dalam dirinya. Dan itu karenanya, pemerintah yang harus membangun good governance.
Bukan hanya kita yang harus melaksanakan reformasi birokrasi. Semua mesti memiliki komitmen dan tanggung jawab yang sama. Jangan sampai ada pepatah, “kuman di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.” Mari sama-sama kita berbenah diri, mengembangkan, meningkatkan kualitas kita. Dan sekali lagi saya senang kalau tekad ini muncul dari Saudara untuk meningkatkan kualitas pemerintahan di daerah atas dasar otonomi daerah.
Saudara mengatakan capacity building. Saudara ingin manajemen pemerintahan daerah makin efektif dan makin baik. Saudara juga ingin manajemen keuangan daerah makin akuntabel dan makin terarah. Ini luar biasa tekad ini, seraya membangun tata pemerintahan yang baik (good governance).
Begini Saudara-saudara mengatakan, saya senang sekali kalau muncul dari para bupati seperti ini. Organisasi dibangun, didirikan, dibentuk itu sebetulnya untuk mencapai tujuan (goals, objectives). Mesti ada tujuannya. Demikian juga kabupaten, kota, demikian juga provinsi, demikian juga negara, pemerintah. Untuk mencapai tujuan, terserah: meningkatkan pendidikan di kabupaten Saudara, meningkatkan kesehatan, meningkatkan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengembangkan usaha kecil dan menengah. Itu tujuan.
Bagaimana mencapai tujuan itu, Saudara harus pandai-pandai memahami sumber daya yang dimiliki, resources you have. Apa resources? Saudara punya infrastruktur fisik, hasil-hasil pembangunan yang dulu. Ada pabrik, ada jembatan, macam-macam. Saudara punya sumber daya alam barangkali: pertanian, pertambangan, perikanan, minyak, gas, hutan. Saudara punya sumber daya manusia yang luar biasa. Saudara punya sumber keuangan dari pendapatan daerah, dari aliran dana pusat. Semua itu sumber daya (resources).
Manajemen adalah bagaimana sumber daya itu dikelola dalam arti direncanakan, diarahkan, dijalankan untuk mencapai tujuan yang baik. Silakan. Mesti ada kemajuan di kabupaten saudara. Kalau tidak ada kemajuan, malah mundur, berarti resources yang Saudara miliki tidak dikelola dengan baik atau yang di sebut dengan mismanage, yang tentu bukan menjadi tujuan kita. Manajemen sangat-sangat penting.
Demikian juga keuangan. Manajemen keuangan yang baik bukan hanya tidak ada korupsi, tidak penyimpangan. Bukan, bukan hanya itu. Apakah setiap rupiah yang Saudara keluarkan, itu betul-betul mencapai tujuan di kabupaten Saudara masing-masing, di situ. Oleh karena itu, lakukan semuanya itu. Amanah Saudara berat, tugas Saudara berat. Rakyat dan keluarga Saudara ingin dari tahun ke tahun memiliki kemajuan. Lakukan manajemen yang baik, termasuk manajemen keuangan.
Tentu ada teorinya. Tapi, tentu tidak cukup dengan teori. Yang penting adalah praktek. Nah agar sumber daya itu dikelola dengan baik, saudara berhubungan dengan manusia: para camat, para kepala desa, usaha di daerah, perguruan tinggi di daerah, unsur masyarakat, pemuka agama, dan sebagainya. Saudara sebagai pemimpin tentu harus bisa menunjukan arah, mengajak semuanya, memotivasi, membangun kebersamaan. Oleh karena itu, saudara kembar manajemen adalah kepemimpinan. Management and leadership. Sama dengan kalau Saudara punya mata uang logam, dua sisi dari mata uang logam itulah yang mesti dimiliki oleh para bupati, oleh para menteri, oleh kami semua.
Management and leadership. Saudara sudah punya itu. Tinggal ditingkatkan kualitasnya, efektivitasnya sebagaimana yang menjadi tujuan dari APKASI untuk sebuah capacity building. Itu yang kedua.
Yang ketiga, saya juga senang, tadi disebut-sebut, Saudara ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada mereka, pelayanan publik.
Kita ini abdi negara, abdi rakyat. Government diterjemahkan pemerintah itu mungkin ya bisa atau bisa tidak tepat benar, karena to govern dengan to instruct, to order itu beda sebenarnya. Lebih banyak mengatur, mengelola. Tapi okelah. Pemerintah kita maknai bukan hanya memberi perintah begitu, tapi mengatur segalanya.
Dalam kaitan ini, berkali-kali saya katakan, kemarin waktu meresmikan Terminal 3 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta juga saya sampaikan, kita wajib meningkatkan pelayanan publik dari waktu ke waktu. Rakyat kita sebagian masih belum sejahtera. Masih miskin. Ya, Saudara berjuang siang dan malam untuk terus mengurangi kemiskinan. Miskin tentu pendapatannya pas-pasan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, ya pas-pasan. Sering kurang.
Kita bisa meringankan beban mereka. Satu, misalkan dengan program-program bantuan sosial, bantuan langsung masyarakat. Saudara sudah tahu semua: bidang kesehatan, bidang pendidikan, banyak sekali. Tapi, juga bisa dibantu dengan cara mengurangi pengeluaran sehari-hari mereka. Saya beri contoh yang paling mudah: ngurus KTP. Kalau ngurus KTP disuruh bolak-balik, balik lagi minggu depan, balik lagi minggu depan, tiga kali dia harus mengeluarkan uang yang dimiliki, yang pas pasan untuk naik angkutan kota. Belum ngurus yang lain, belum pelayanan yang lain. Saya senang banyak bupati yang melaksanakan pelayanan mobil (jemput bola). Bagus, sehingga makin murah, makin cepat, makin mudah, makin bisa dipertanggungjawabkan. Layanan kepada masyarakat, pelayanan kepada rakyat.
Yang kedua, pelayanan dalam bidang usaha. Ada yang ingin berinvestasi di kabupaten Saudara. Kalau jadi investasinya, pendapatan Saudara naik, pajak dapat, lapangan pekerjaan dapat, dan sebagainya. Tetapi karena diping-pong, bolak-balik tidak jelas, maka menjadi sangat tinggi ongkosnya, high cost economy, high cost business. Bisa-bisa malah tidak jadi gara-gara pelayanan publik yang tidak baik. Saya senang, banyak di antara Saudara, mungkin sudah semua, mengembangkan pelayanan satu atap, one-day service, one-roof service, dan sebagainya. Pelayanan publik ini sangat-sangat penting. Saya boleh memberikan penilaian: seorang bupati yang berprestasi sangat ditentukan apakah pelayanan publik di kabupaten itu berjalan dengan baik. Itu. Karena tadi sudah diangkat, mari dijalankan, mari kita jalankan.
APKASI didirikan antara lain untuk, sesungguhnya, membangun kerja sama yang horizontal antar bupati yang bertetanggaan satu provinsi. Bisa lintas provinsi. Itu bagus. Apalagi abad 21 ini, informasi sudah sangat horizontal. Kalau kita mengandalkan yang top down, yang hierarkis, suka telat, juga terlambat, dan tidak bisa merespons dinamika yang sangat tinggi. Diniscayakan. Tentu sesuai dengan undang-undang yang ada. Dengan koordinasi horizontal, bisa dicegah sesuatu yang sifatnya tumpang tindih.
Kemarin saya merespon keinginan Gubernur Banten, misalnya, untuk mendirikan lapangan udara di selatan Banten, untuk membangun jembatan Selat Sunda bersama Provinsi Lampung, dan lain-lain. Sebagian saya dukung, sebagian saya ingatkan. Jangan sampai nanti membangun infrastruktur itu tidak connect satu sama lain. Kalau para bupati ingin bangun lapangan terbang masing-masing, berapa miliar rupiah yang habis? Terus, nanti pesawatnya berapa? Tolong jangan, “Dia punya, saya juga punya” Tidak harus begitu. Sinergi namanya. Sharing. Mana yang paling efisien. “Oke, you bangun lapangan terbang. That’s right. Saya bangun apanya?” Supaya hidup sana, hidup sini, dan begitu. Jadi, diperlukan satu integrated plan pada tingkat nasional, tingkat propinsi supaya semua yang direncanakan itu tidak mubazir, memang diperlukan, tidak ada pemborosan sumber daya utamanya keuangan kita. Kalau saya bisa rangkum, Pak Tumanggor, satu, dua, tiga, empat itu ya itulah. Sudah selesai, tapi saya tutup ini. Musyawarah Nasional Ke-3 ini.
Nah, sebagai Kepala Negara, just do it, mari kita laksanakan, dilaksanakan karena itu jawaban semua. Kalau itu dilaksanakan, yakinlah kabupaten Saudara akan naik terus. Yang masih punya pilkada lagi insya Allah, kans-nya akan besar. yang sudah dua kali, insya Allah kariernya akan baik karena nyata yang dilakukan. Rakyat juga, kalau semua tadi Bapak-Ibu lakukan.
Saya sering ketemu dengan di antara Saudara di lapangan. Saya senang karena para bupati harus lebih sering di lapangan. Bukan lapangan golf, ya. Lapangan. Jangan terlalu sering di kantor. Makin ke depan pemimpin, bukan makin ke bawah. Saya mengatakan, makin ke depan. Kepala desa itu pemimpin yang paling depan, bukan yang paling bawah. Yang paling depan. Itu ibaratnya kantornya ya desa itu. Camat kantornya kecamatan itu, bukan satu gedung dengan AC, baca koran, dengerin musik. Oh, telat. Bagaimana mau maju kecamatannya kalau begitu gaya kepemimpinan, gaya manajemen.
Andaikata saya bisa keliling provinsi, akan saya keliling. Tetapi, tentu tidak memungkinkan. Makin ke atas, akan makin indirect. Sekali-kali saya turun mengecek langsung di lapangan, bertemu Saudara, ikut membantu mengatasi masalah, melihat keberhasilan, melihat kalau ada yang tidak berhasil, dan sebagainya untuk kita carikan solusinya.
Saudara-saudara,
Saudara tadi mengatakan juga akan ada penjelasan dari menteri terkait, berkaitan dengan krisis perekonomian global. Silakan, karena cepat atau lambat, semua negara, semua daerah di dunia ini merasakan. Cepat atau lambat. Sudah ada yang sangat merasakan sejak tahun lalu, ada yang merasakannya akhir tahun lalu, ada yang merasakannya sekarang ini, mungkin tengah tahun, mungkin akhir tahun, masih beragam.
Mudah-mudahan tahun depan tanda-tandanya sudah lebih baik, sehingga tahun depannya lagi, 2011, insya Allah resesi perekonomian global bisa diatasi oleh masyarakat global. Nanti bisa dijelaskan oleh Menko Perekonomian dengan menteri terkait, apa saja yang dilaksanakan oleh masyarakat global, oleh masyarakat regional. Saya beserta Menteri Keuangan, misalkan, hadir dalam dua kali pertemuan puncak G-20: Washington, DC dan di London kemarin. Jelaskan nanti apa saja yang sedang dan akan terus kita lakukan. Saya juga hadir dalam pertemuan di ASEAN, ASEAN Plus 3, dengan mitra kita: Jepang, China, Korea, dan lain-lain. Silakan, Bu Ani, jelaskan apa saja yang kita lakukan agar dunia kita, Asia kita, dan makin negeri kita segera bisa keluar dari resesi perekonomian global ini.
Tetapi yang kita syukuri, Saudara-saudara, kita suka lupa bersyukur, kita suka lupa mengucapkan terima kasih kepada yang lain. Dan mari kita bangun peradaban seperti itu.
Tahun lalu, Agustus tahun lalu, belum kita rasakan betul krisis itu, tapi negara lain sudah mulai merasakan. Kita bersama-sama, bersinergi menjalankan manajemen krisis: pemerintah, perbankan, dunia usaha, daerah, para gubernur juga kita undang, bagaimana secara sinergis mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi seperti 10, 11 tahun yang lalu.
Akibat kecepatan kita sejak bulan Agustus tahun lalu, maka dunia mengatakan, kita barangkali malu-malu untuk mengatakan diri kita sendiri, Indonesia dianggap cukup kompeten, Indonesia dianggap bisa meminimalkan, bisa mengurangi dampak dari krisis perekonomian global ini. alhamdulillah. Contoh, negara lain tahun lalu sudah banyak yang minus pertumbuhannya. Turun misalkan dari 7% tinggal 2%. Kita dari 6,3% hanya turun menjadi 6,1%. Tahun ini, hampir semuanya minus. Kita alhamdulillah nomor 3 setelah China dan India. Dengan pertumbuhan OKG, mudah-mudahan tetap di atas 4%. Yah, kerja Saudara semua, kerja Saudara semua di seluruh tanah air. Contohnya begitu. Oleh karena itu, saya percaya kalau kita bersama-sama, kita bersinergi, maka kita akan bisa sungguh mengurangi dampak dari resesi perekonomian global ini.
Saudara sudah mendengar dari saya berkali-kali, agar selamat perekonomian kita tahun ini, tahun depan, mari sungguh kita jalankan tujuh prioritas, tujuh sasaran untuk pemulihan perekonomian kita. Pulih dulu. Setelah pulih, kita tingkatkan lagi. Pertama, kita ingin agar pengangguran bisa kita cegah, kita tahan sejauh mungkin. Kalau terpaksa terjadi pengangguran, harus ada langkah-langkah yang jitu.
Pengangguran di dunia besar sekali. Amerika mencapai 8,5%, Spanyol mencapai 17%, China katanya lebih dari 15 juta orang, dan sebagainya. Kita tidak separah itu, tapi tetap kita usahakan, jangan terlalu mudah mem-PHK-kan para pekerja kita, para buruh kita.
Di ruangan ini, tiga hari yang lalu saya bertemu dengan para pimpinan serikat pekerja, federasi-federasi, para pimpinan dunia usaha, APINDO, dan lain-lain, dan unsur pemerintah yang disebut dengan tripartit. Saya sampaikan: bekerja samalah dengan baik antara perusahaan dengan serikat pekerja, agar sama-sama selamat dalam arti tidak terjadi PHK. Agar tidak PHK, perusahaan juga harus tumbuh.
Yang pertama, Saudara harus meyakinkan kabupaten masing-masing: jangan perusahaan-perusahaan semudah itu melaksanakan PHK. Ajak bicara. Agar tidak PHK, mari kita bantu sektor riil itu dengan bantuan yang wajar. Pemerintah pusat mengeluarkan banyak sekali insentif fiskal, banyak sekali mengeluarkan kebijakan khusus agar dunia usaha, sektor riil, perusahaan juga tidak bangkrut. Laba berkurang: pasti. Semua juga begitu. Pendapatan pemerintah juga berkurang.
Jadi yang kedua, Saudara juga terus berkomunikasi dengan dunia usaha kalau merupakan kewenangan Saudara, peraturan daerah. Jangan sampai mereka bangkrut. Mari kita lakukan sesuatu. Itu prioritas yahg kedua.
Prioritas yang ketiga, inflasi. Mari kita jaga harga-harga barang dan jasa kita. Inflasi alhamdulillah rendah. Kita dapat kelola dengan baik. Bahkan bulan Maret dan April, harga bahan-bahan pokok turun. Tolong, jangan apatis terhadap inflasi ini. Dengan demikian, rakyat di kabupaten Saudara bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Yang keempat, daya beli. Daya beli rakyat kita jaga. Kalau pegawai negeri Saudara tahu, setiap tahun kita naikkan gajinya. Ada gaji ke-13. Gaji pekerja, upah pekerja juga disesuaikan. Nilai tukar petani juga kita angkat, dan sebagainya. Daya beli penting agar di waktu krisis ini mereka bisa membeli. Itu yang keempat.
Yang kelima, masih ada saudara-saudara kita yang miskin. Saya kira tidak ada satu kabupaten pun yang tidak ada masyarakat yang miskin, mesti ada. Sudah ada program kita, subsidi kita, bantuan kita. Pastikan program-program pemerintah pusat itu sampai. Kalau Saudara punya kelebihan pendapatan, ingin menambah lagi, silakan. Pahalanya tinggi karena itu langsung dirasakan oleh mereka.
Yang keenam, pangan dan energi jangan kurang. Pangan: kita banyak beras. Energi utamanya yang dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari. Nasional, kita melakukan upaya untuk memastikan, adakah ketersediaan pangan dan energi dengan harga yang tetap terjangkau.
Yang ketujuh, syarat agar resesi itu nantinya bisa kita hentikan, syarat agar lapangan pekerjaan tercipta kembali, syarat agar kita bisa mendapatkan penerimaan negara untuk membiayai pendidikan, kesehatan, tentara, polisi, semua, maka ekonomi harus tetap tumbuh. Meskipun tahun ini pertumbuhan kita hampir pasti susut dibandingkan tahun lalu. Saya sudah mengatakan, penyusutannya tidak terlalu tajam dibandingkan negara lain, tapi pada saatnya nanti, mari kita tingkatkan lagi sehingga terus tumbuh ekonomi kita.
Tujuh prioritas itulah yang saya minta Saudara ikut berperan untuk menyukseskannya karena ini urusan kita semua, urusan seluruh jajaran pemerintahan di negeri kita.
Saudara-saudara,
Yang terakhir, saya ingin mengajak Saudara untuk menyukseskan rangkaian pemilihan umum tahun 2009 ini dalam kapasitas kita semua sebagai pejabat pemerintah. Bagi Saudara yang ingin menjalankan misi politik dari partai politik masing-masing, ada undang-undangnya. Dibenarkan, sudah diatur. Namun saya ingatkan, jangan meninggalkan tugas pokok kita untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari untuk rakyat kita semua.
Menghadapi pemilu presiden dan wakil presiden yang akan datang, yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Juli. Pertama, mari kita ciptakan suasana yang stabil dan aman di seluruh Indonesia. Kalau saya bertanya satu-persatu, tentu tidak ada seorang pun yang ingin kabupatennya terganggu keamanannya. Tidak ingin, pastilah. Mari kita jaga. Boleh ada dampaknya, boleh ada apa pun, tapi tertib, aman, dan lancar. Yakinkan pihak kepolisian, yakinkan semua bisa menjalankan tugas dengan baik. Itu yang pertama, ciptakan suasana yang stabil dan aman.
Yang kedua, saya ulangi lagi, bantu penuh KPUD sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan, baik itu undang-undang, peraturan pemerintah, maupun peraturan presiden. Mendagri saya kasih mandat beliau untuk meyakinkan semua memahami aturan-aturan yang ada itu, agar kita tidak mencampuri kewenangan KPU.
Saudara tahu kan, KPU itu lembaga pemilihan yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri (independent). Undang-undang kita, sistem kita dirancang agar pemerintah berjarak sebenarnya, menyerahkan KPU untuk menyelenggarakan, membikin rakyat sebagai stelsel aktif. Itu karakteristik dari undang-undang dan sistem yang berlaku pada tahun 2009 ini. Saya tahu, ada masalah-masalah di lapangan karena berbeda dengan pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, saya berpesan kepada semua, janganlah terlalu sering mengubah-ubah sistem dan undang-undang pemilu.
Di samping sosialisasinya harus betul-betul baik, negara yang lain tidak setiap kali diubah sistemnya, diubah undang-undangnya. Yang harus dilakukan, ya, partai politik misalkan tahun 2004 kurang berhasil, berjuang sekuat tenaga supaya 2009 berhasil. Sekarang belum berhasil, lima tahun lagi berjuang lagi supaya berhasil. Begitu, bukan undang-undangnya, bukan sistemnya yang harus diubah. Itu demokrasi yang mapan seperti itu. Mari kita ke depan nanti seperti itu.
Yang ketiga, saya mengatakan tadi, kompetisi boleh keras tapi hati kita harus tetap dingin. Saudara, sebagai seorang bupati mendapat amanah dan mandat lima tahun untuk memerintah, kan tidak suka kalau masyarakatnya terpecah-pecah selamanya, apalagi bermusuhan. Bagaimana program Saudara bisa dijalankan dengan baik? Mari kita jaga suasana negara kita seperti itu.
Saudara langsung berhadapan dengan rakyat. Jangan masyarakat kita dibedakan selamanya, bikin jarak secara permanen karena warna jaket. Entah kuning, entah merah, entah biru, entah oranye, entah biru tua, entah apa pun, jangan. Boleh dalam kampanye, tapi setelah itu, ya, warga Kabupaten A, warga Kabupaten B, warga Kota C. Bersama-sama memajukan kabupatennya, memajukan kotanya
We are all leaders. Pemimpin itu wajib menjadi contoh. Kalau kita ingin pemilu ini damai (peaceful), tertib, demokratis, ya Saudara sendiri harus menjadi contoh, satu sosok, yang membikin semua itu terjadi. Setelah menjadi contoh, memberi contoh, mengajak kita.
Jangan kita tersandera oleh kepentingan yang sangat sempit, dan kepentingan yang sangat pribadi. Kalau itu kita miliki, berhenti status kita sebagai pemimpin. Pemimpin harus mengayomi rakyat kita, mengayomi semua. Saya ulangi lagi, jangan kita tersandera oleh kepentingan yang sangat sempit, kepentingan yang sangat pribadi.
Insya Allah kalau kita menjalankan itu semua, pastilah membawa kebaikan bagi daerah, bagi rakyat, bagi kita semua. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk saya, termasuk yang lain barangkali. Nobody’s perfect. Tetapi, kalau niat kita, hati kita, plikiran kita ingin membikin kebaikan, insya Allah Tuhan akan kasih jalan untuk menuju ke situ, dan itulah.
Mari kita bersama-sama mengukir sejarah. Apa pun permasalahan yang kita hadapi, dinamikanya, hiruk-pikuknya, ingar-bingarnya, mari kita sukseskan bersama pemilihan umum ini, demokrasi ini, kehidupan politik ini untuk nantinya bangga, kita sebagai bangsa bangga, bagi bangsa sendiri dan bagi masyarakat dunia.
Itulah, Saudara-saudara, harapan dan ajakan saya serta instruksi saya yang langsung tadi untuk dijalankan oleh para bupati. Saya sangat mengandalkan Saudara. Sungguh dan tulus. Oleh karena itu, jalankan semua tugas dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT, dan seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Nasional ke-3 Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Saya akan pukul gong empat kali—tidak ada kaitannya dengan nomor partai politik. Empat kali mengingatkan, ada empat konsensus dasar kita: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



