Pidato Presiden
Sambutan Acara Syukuran Kemenangan Partai Demokrat
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN KETUA DEWAN PEMBINA PARTAI DEMOKRAT
DR HJ. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA
SYUKURAN KEMENANGAN PARTAI DEMOKRAT DALAM PILEG 2009
DI CIKEAS, BOGOR
10 MEI 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,
Para Unsur Pimpinan, Para Kader, dan Keluarga Besar Partai Demokrat yang saya cintai,
Para Pimpinan Organisasi-organisasi Pendukung dan Teman-teman Seperjuangan yang saya banggakan,
Para Ulama, Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan, insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi saya mengajak hadirin dan hadirat sekalian untuk kembali memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan, rahmat, dan ridho-Nya kita semua masih diberikan nikmat kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga patut bersyukur ke hadirat Allah SWT karena pada malam hari ini kita dapat bersilaturahim, melaksanakan tasyakuran, dan kemudian membulatkan tekad kita untuk melanjutkan perjuangan dalam rangkaian kompetisi pemilihan umum tahun 2009 ini.
Tadi malam, saya berada di Yogyakarta dan di Jawa Tengah untuk menghadiri Perayaan Waisak 2553 yang dilanjutkan dengan Pagelaran Jejak-jejak Peradaban, Trails of Civilization, yang juga dihadiri oleh delegasi negara-negara sahabat, negara-negara ASEAN. Ketika saya berada di Yogyakarta, saya mendengar bahwa Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan hasil pemilu legislatif sebagaimana yang tadi disampaikan oleh Bapak Hadi Utomo, Ketua Umum Partai Demokrat.
Berkaitan dengan itu, saya turut menyampaikan, pertama-tama tentu, rasa syukur yang sangat dalam ke hadirat Allah SWT atas segala anugerah yang diberikan kepada kita semua dalam perjuangan besar di tahun 2009 ini. Saya juga ikut mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang juga memberikan kepercayaan kepada Partai Demokrat pada pemilu ini.
Tahun 1999, rakyat kita memberikan kepercayaan yang tinggi atau memberikan mandat dengan cara memilih partai politik tertentu sehingga mendapatkan perolehan yang tinggi. Waktu itu, PDI Perjuangan. Tahun 2004, rakyat memberikan suara yang lebih besar kepada Partai Golongan Karya. Alhamdulillah pemilu tahun 2009 ini, rakyat memberikan kepercayaan kepada Partai Demokrat.
Pemilihan umum legislatif tahun 2014, hanya Allah yang tahu siapa yang akan mendapatkan dukungan yang besar dari rakyat kita. Oleh karena itu, amanah yang diberikan kepada Partai Demokrat janganlah disia-siakan. Mari kita pertanggungjawabkan, mari kita wujudkan dalam bakti kita untuk bangsa dan negara tercinta. Dengan demikian, harapan kita seraya memohon ridho Allah SWT, kita dapat mempertahankan capaian yang baik, bahkan insya Allah lebih baik lagi pada pemilu tahun 2014 mendatang.
Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, tentu saya harus mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat dengan jajarannya yang telah bekerja siang dan malam untuk keberhasilan perjuangan kita ini, termasuk teman-teman seperjuangan, para pimpinan dan anggota. Banyak sekali organisasi pendukung yang juga telah bekerja sangat keras, sehingga bulatlah sudah apa yang dilakukan oleh keluarga besar Partai Demokrat untuk, sekali lagi, memenangkan pemilihan umum legislatif yang baru saja kita lakukan.
Saudara-saudara,
Tentu di samping kita bersyukur bersama pada malam hari ini, kita mesti segera berkonsolidasi dan kemudian melangkah ke depan, menuntaskan perjuangan kita untuk insya Allah berhasil dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun 2009 ini. Oleh karena itu, mari kita tidak menyia-nyiakan waktu yang kita miliki.
Saya pada kesempatan yang baik ini ingin menjelaskan apa agenda kita minggu depan. Kegiatan kita yang utama minggu depan ini apa, agar semua bisa bersama-sama bisa menyukseskannya. Yang kita lakukan setelah, alhamdulillah, KPU mengumumkan hasil pemilu tadi malam, dan hari ini kita tahu, semuanya tahu posisi masing-masing partai politik termasuk perolehan kursi yang ada, sudah dapat dilakukan satu upaya yang lebih konkrit lagi untuk, katakanlah, membangun koalisi di antara partai-partai politik yang ada. Oleh karena itu, kegiatan minggu depan, pertama, kita akan mematangkan koalisi yang telah kita rintis hingga hari ini. Memang komunikasi politik kita lakukan terus-menerus, tetapi tentunya semua itu menjadi jelas, menjadi lebih jelas dan lebih konkrit lagi setelah hasilnya diumumkan tadi malam. Jadi pertama, kita akan matangkan koalisi.
Yang kedua, kita juga merancang untuk insya Allah pada akhir minggu ini melakukan deklarasi koalisi dan sekaligus deklarasi pencalonan calon presiden dan wakil presiden pada periode 2009-2014 mendatang. Dan kemudian, kita akan lanjutkan dengan pendaftaran resmi capres dan cawapres yang diusung oleh Partai Demokrat bersama kawan-kawan partai politik lain yang akan membangun koalisi.
Minggu depan, ada kegiatan saya yang harus saya jalankan. Tiga hari saya akan berada di Manado, tangal 13, 14, dan 15. Oleh karena itu, tentu harus ada modifikasi dari timeline atau jadwal yang telah kita rancang sebelumnya.
Saudara tahu bahwa pada tanggal 14 dan 15 yang persiapannya sudah dilakukan dua hari sebelumnya. Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan satu pertemuan internasional. Pertama adalah World Ocean Conference, dan dilanjutkan dengan pertemuan puncak yang disebut dengan Coral Triangle Initiative Summit yang tentunya akan saya pimpin langsung di Manado nanti.
Dengan terpotongnya minggu depan oleh tugas saya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan di Manado, Sulawesi Utara, kemarin malam kami melaksanakan pertemuan dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dan juga Tim 9 utamanya untuk menata kembali kegiatan kita minggu depan itu. Saya menerima saran dari semua agar tidak terburu-buru sehingga cukup waktu karena sudah jelas hasilnya tadi malam, maka Partai Demokrat memerlukan waktu satu, dua, tiga hari untuk merapikan, menuntaskan, memfinalkan koalisi dengan partai-partai politik yang lain. Sementara tentunya, saya harus menjalankan tugas dulu ke Manado. Simultan dengan itu, paralel dengan itu, insya Allah tanggal 15 Mei rancangan kita, kita bisa melaksanakan deklarasi yang kemudian pada tanggal 16 Mei, secara resmi insya Allah akan dilakukan pendaftaran oleh Partai Demokrat dan partai lain-lain tentang capres dan cawapres yang diusulkan.
Saudara-saudara,
Itu adalah kegiatan kita minggu depan. Meskipun, alhamdulillah, sesungguhnya Partai Demokrat sudah bisa mencalonkan calonnya sendiri untuk pemilihan presiden dan wakil presiden ini. Tetapi lebih tepat, lebih baik apabila Partai Demokrat bisa mematangkan rencana ini bersama partai-partai politik yang lain, agar pada saat deklarasi itu dilakukan koalisi yang kita harapkan sudah terbangun. Kalau belum sepenuhnya, bisa dilanjutkan setelah deklarasi dan pendaftaran kepada KPU. Ini yang dapat saya jelaskan menyangkut kegiatan kita mingu depan.
Memang, saya mendengar komentar di luar yang menanggapi secara tidak positif tentang rencana waktu kita. Inilah hidup. Kita yang punya rencana, kita yang punya pertimbangan, kita yang tahu kesiapan kita, dikata-katain tidak cepat, lambat, dan sebagainya, padahal rencana-rencana kita sendiri. Saya tidak pernah mengganggu pihak lain. Mau cepat, mau lambat, mau buru-buru, dan sebagainya. Tapi enggak apa-apa. Justru harus makin sabar kita di dalam melaksanakan perjuangan ke depan ini. Kita punya rencana, kita punya pertimbangan, kita punya timeline. Ada dinamika. Kita tata kembali. Jadi, saya minta kader partai dan teman-teman seperjuangan tetap tabah, tetap sabar. Apapun, yang punya rencana kita. Insya Allah kita jalankan rencana kita ini agar berhasil di waktu yang akan datang.
Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah barangkali Saudara-saudara mengikuti media massa, pembicaraan di warung kopi, yang sedang hangat sekarang ini sekitar kemungkinan koalisi begitu, antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat. Supaya mendengar langsung dari saya. Saya baru pertama kali ini menyampaikan masalah ini. Di luar barangkali sudah mulai dibicarakan dengan bermacam-macam versi, begitu. Ya, tidak apa-apa. Ya, memang demikianlah dinamika dan kehidupan politik yang kadang-kadang menjadi lebih seru dibandingkan apa yang sesungguhnya terjadi.
Benar. Saya ulangi lagi, benar bahwa saat ini tengah dilakukan komunikasi politik antara Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan, sebagaimana komunikasi politik kami dengan partai-partai yang lain. Benar, bahwa antara Partai Demokrat dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional itu juga dilakukan komunikasi politik, bahkan sudah mengarah pada terbangunnya koalisi. Memang kami tidak ingin kelihatan super sibuk di layar televisi, begitu. Tenang, jalan komunikasi intens. Yang penting hasilnya. Jadi, daripada gaduh tetapi belum tentu lancar, kan lebih baik tenang saja. Insya Allah, Allah berikan jalan kepada kita semua.
Di pendopo ini juga kalau tidak salah tiga minggu yang lalu, wartawan ada yang bertanya kepada saya. Apakah mungkin PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Ketika ada yang tanya, teman-teman wartawan yang lain pun tertawa waktu itu karena menggambarkan, barangkali tidak ada jalan untuk Partai Demokrat bersama-sama dengan PDI Perjuangan. Saya katakan waktu itu, dalam politik itu anything can happen. Bisa saja terjadi kalau itu menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Jawaban saya waktu itu adalah memang, saya katakan, hampir pasti Ibu Megawati dan saya akan berkompetisi kembali. Itu posisi waktu itu, dan dalam kompetisi itu tentu ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil.
Setelah kompetisi usai, bisa saja anak-anak bangsa memiliki niat yang baik untuk bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik. Yang tahu adalah Allah SWT. Oleh karena itu, saya sampaikan mari kita jalani saja semuanya ini, dan apabila itu terjadi tentulah itu akan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara kita. Jawaban saya adalah seperti itu. Oleh karena itu, ketika muncul kehendak yang baik di antara kedua belah pihak, pihak kita Partai Demokrat dan pihak PDI Perjuangan untuk menjalin komunikasi, melakukan pembicaraan-pembicaraan yang substantif untuk bagaimana ke depan ini kita semua bisa bersama-sama berbuat yang terbaik untuk rakyat kita.
Sering disebut, rekonsiliasi adalah menyambung kembali tali silaturahim, dan itu ajaran Islam yang mulia. Oleh karena itu, kalau Tuhan Yang Maha Kuasa menakdirkan dapat dilakukan rekonsiliasi, dan kemudian bisa bersama-sama lagi untuk membangun negeri ini, tentunya itu jalan yang baik. Dan saya pada kesempatan yang baik ini, selalu memohon bimbingan, petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar apapun yang kita lakukan bersama termasuk kemungkinan koalisi dengan partai-partai politik manapun, itu baik untuk rakyat, baik untuk negeri ini, baik untuk sejarah, dan baik untuk masa depan kita.
Pembicaraan terus dilakukan. Kita saling menghormati. Saya menghormati Ibu Megawati Soekarnoputri. Teman-teman PDI Perjuangan tentu juga menghormati posisi dan langkah kita. Dan saya merasakan komunikasi memang berjalan dan ada jalan yang menurut saya cukup terbuka unuk kemungkinan bisa bersama-sama dalam upaya kita melanjutkan pembangunan bangsa. Selebihnya kita lihat saja dan saya harap semuanya memahami, keluarga besar Partai Demokrat dan teman-teman seperjuangan. Yang penting bagi kita, koalisi itu dibangun atas landasan platforms. Platforms kita adalah bangunan demokrasi dan keadilan. Kalau itu sepakat kita, maka kita bisa bersama-sama dalam bentuk koalisi baik di pemerintahan, maupun di parlemen. Itu berkaitan dengan isu yang sedang hangat sekarang ini, beredar di lingkungan masyarakat luas, suatu komunikasi politik yang sedang dibangun oleh PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat, sebagaimana pula, saya ulangi sekali lagi, yang secara intensif dilakukan oleh Partai Demokrat dengan partai-partai politik yang lain.
Saudara-saudara,
Ini kesempatan yang baik. Para pimpinan Partai Demokrat ada di tempat ini, pimpinan organisasi seperjuangan juga berada di tempat ini. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan harapan, ajakan, dan juga sekaligus arahan bagi keluarga besar Partai Demokrat.
Saudara-saudara,
Kalau kita melakukan refleksi, kita melakukan kontemplasi, mengapa --alhamdulillah-- Partai Demokrat berhasil dalam pemilihan umum tahun 2009 ini? Pertama-tama, tentu pertolongan Allah. Tanpa pertolongan Allah SWT, meskipun kita berikhtiar, berjuang sangat keras tentu belum tentu kita berhasil seperti ini. Tetapi tiga hal di luar itu yang patut kita garis bawahi: kita sabar, kita tegar, dan kita terus berikhtiar. Ini mutiara kehidupan.
Dalam dunia politik, ternyata kesabaran, ketegaran, dan ikhtiar yang tidak pernah putus itu juga kunci dalam menuju ke keberhasilan. Oleh karena itu, ke depan mari kita terus pertahankan sikap seperti ini manakala kita menghadapi apapun: ejekan, cercaan, serangan-serangan politik. Marilah tetap sabar. Manakala persoalan yang kita hadapi tidak mudah, ada rintangan, ada halangan, marilah kita tetap tegar. Dan tidak ada, sekali lagi, jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang mulia. Oleh karena itu, ke depan justru kita harus lebih berikhtiar lagi untuk mencapai sasaran-sasaran yang kita kehendaki.
Saya juga ingin mengulangi yang kesekian kalinya karena barangkali pemilihan presiden dan wakil presiden tidak kalah serunya dengan pemilu legislatif yang baru saja kita langsungkan, kampanye bisa lebih keras meskipun sebenarnya beberapa saat yang lalu, kami sepakat di antara calon-calon presiden, marilah kita saling menghormati, tidak perlu saling mencerca, kita lurus pada visi dan misi supaya membawa ketenteraman politik, dan rakyat kita teduh melihat dinamika politik yang ada itu.
Tapi barangkali saya keliru punya posisi seperti itu, meskipun kami pernah menyampaikan hal ini di depan para gubernur seluruh Indonesia, para menteri, tetapi ternyata politik memang politik. Oleh karena itulah, saya ingin memberikan arahan kepada keluaraga besar Partai Demokrat dan juga kawan-kawan seperjuangan. Dalam kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan datang, janganlah kita mudah dan suka untuk menantang. Janganlah kita mudah dan suka untuk sesumbar. Dan juga janganlah kita mudah dan suka untuk mengejek.
Mari kita jaga perasaan kompetitor kita karena banyak jalan untuk mencapai tujuan yang baik. Tidak perlu kita menunjukkan kita lebih hebat, kita lebih cepat, kita lebih baik, kita lebih ini, lebih ini, lebih ini. Itu takabur namanya. Allah SWT tidak menyenangi umatnya yang takabur dan sombong. Jangan, ya. Siapa pun kompetitor kita, mesti kita anggap beliau kompetitor yang tangguh. Jangan direndahkan, jangan dihina, jangan diejek, “Saya lebih ini, saya lebih itu,” dan sebagainya. Takabur tidak baik, tidak baik.
Kalau kita ingat falsafah jari, kalau kita menuding orang lain, menunjuk orang lain, “Jelek kamu,” maka ada empat jari yang melihat ke diri sendiri. Hati-hati. “Jelek kamu,” kamu jelek, kamu jelek, kamu jelek. Langsung dibalas oleh jari-jari yang lain. Jangan. Semua tentu punya beban sendiri, semua punya kelebihan, semua punya sesuatulah. Mosok SBY dianggap tidak punya apa-apa.
Kalah-menang itu sesungguhnya di tangan Allah SWT. Tidak ada yang tahu seperti apa hasil pemilihan presiden dan wakil presiden pada bulan Juli mendatang. Oleh karena itu, marilah kita berdoa, marilah kita berusaha, marilah kita menyatukan komitmen kita, langkah kita, upaya bersama kita agar Allah memberikan jalan yang baik untuk keberhasilan perjuangan kita. Itu yang mesti kita jalankan dan mesti kita lanjutkan di waktu yang akan datang.
Saudara-saudara,
Itu ajakan, harapan, dan juga arahan saya. Saya kalau mengajak Saudara-saudara tetaplah sabar, berlaku juga bagi diri saya. Kalau saya mengajak tetaplah tegar menghadapi badai apa pun, berlaku juga bagi diri saya. Kalau kita musti berikhtiar siang dan malam, jangan menyerah, jangan mengeluh, berlaku juga bagi diri saya. Saya sudah mulai membaca SMS, saya sudah mulai melihat spanduk, saya sudah mendengar berita tentang black campaign, tentang fitnah, tentang negative campaign. Jangan pernah kita tergoda untuk ikut-ikutan melakukan kampanye hitam, kampanye negatif, apalagi fitnah.
Tahun 2004, kita dihujani ratusan fitnah, black campaign, negative campaign. Tidak tergoda kita. Lanjut ke depan. Ikhtiar, dan ikhtiar, dan ikhtiar seraya mohon ridho Allah SWT. Allah memberikan jalan. Saya punya keyakinan, dengan izin Allah kalau itu pun kita lakukan kembali, berpolitik yang baik, berpolitik uang tidak takabur, berpolitik yang tidak merendahkan orang lain, maka kalau menang, kita menang mulia, kita menang terhormat. Kalau politik itu dengan cara mengecilkan orang lain, mengejek orang lain, kalau menghina dan menghina, apabila tidak berhasil, kalahnya dua kali. Politiknya tidak berakhlak, kemudian tidak berhasil lagi.
Saya kira itulah Saudara-saudara, dan kita mohonkan nanti ulama kita, Almukarom Habib Kwitang, Habib Abdurrahman Al Habsyi, untuk memimpin doa, doa yang khusyuk kepada Allah. Mudah-mudahan langkah kita ke depan mendapatkan tuntunan, dan kita berhasil mencapai tujuan yang mulia.
Tetaplah rendah hati, Saudara-saudara. Jangan takabur. Mari kita berjuang sepenuh hati.
Sekian.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



