Pidato Presiden

Pidato Politik Acara Deklarasi Capres-Cawapres untuk Pilpres 2009

 

TRANSKRIPSI
PIDATO POLITIK DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
DEKLARASI CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN
PERIODE 2009 – 2014
SASANA BUDAYA GANESHA
BANDUNG, 15 MEI 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Hadirin yang saya muliakan,
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dimanapun Saudara berada,
Alhamdulillah, malam ini, kita berada di kota yang bersejarah, untuk mengukir sejarah baru. Kita berada di Bandung, kota pendidikan, kota kemajuan dan kota peradaban. Kita berada di Bandung pada malam hari ini, untuk membulatkan tekad kita, bersama-sama melanjutkan pembangunan bangsa menuju hari esok yang lebih baik. Semoga tekad kita bersama mendapatkan ridho Allah SWT.

Saudara-saudara,
Lima tahun yang lalu, saya, SBY, anak keluarga TNI yang sederhana dari Pacitan, bertekad untuk meningkatkan bakti saya kepada bangsa dan negara. Alhamdulillah, Allah SWT meridhoi dan rakyat memberikan mandat dalam Pemilihan Presiden Tahun 2004, yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat.

Lima tahun yang lalu, dalam pidato deklarasi seperti malam ini, saya bertekad untuk bersama-sama seluruh rakyat Indonesia melakukan perubahan, agar Indonesia yang kita cintai bersama menjadi lebih aman dan lebih damai, Indonesia menjadi lebih adil dan lebih demokratis, serta Indonesia menjadi lebih sejahtera.

Alhamdulillah, di tengah badai, cobaan dan rintangan, mulai dari bencana tsunami dan gempa bumi, krisis minyak dunia, krisis pangan dunia, dan bahkan krisis keuangan serta resesi perekonomian global, kita telah mencapai banyak hal dalam pembangunan kita, meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan di waktu yang akan datang.

Hadirin yang saya muliakan,
Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Tidakkah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, stabilitas politik dan keamanan di seluruh negeri semakin baik, hukum dan keadilan semakin tegak, dan korupsi terus kita berantas tanpa pandang bulu. Ekonomi makin kuat dan terus tumbuh, disertai peningkatan pendapatan rakyat. Kesejahteraan rakyat semakin meningkat, termasuk peningkatan pendidikan-pendidikan, kesehatan dan swasembada pangan. Demokrasi makin berkembang, hak-hak azasi manusia makin dilindungi. Citra dan kehormatan Indonesia di luar negeri makin dihormati. Dan peran kita dalam percaturan global makin luas dan konstruktif.

Atas semuanya itu, disamping rasa syukur yang tentu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungan kepada saya dalam menjalankan tugas sebagai Presiden Republik Indonesia.

Saudara-saudara,
Namun, tugas kita belum selesai. Disamping masih banyak yang harus kita perbaiki dan kita tingkatkan, jangan sampai apa yang telah kita raih tidak berlanjut, apalagi mundur kembali. Kita ingin landasan yang telah kita bangun lima tahun terakhir ini dapat terus diperkokoh, agar Indonesia bisa lebih maju lagi.

Kita juga ingin, pemerintahan yang makin bersih dan pemberantasan korupsi yang makin nyata hasilnya, tidak terhenti, sehingga korupsi menjadi merajalela lagi. Dan, mengatasi krisis perekonomian global belakangan ini, yang --alhamdulillah-- dunia memberikan penilaian kepada Indonesia sebagai negara yang mampu mengatasi krisis ini. Jangan sampai upaya itu terhenti, akhirnya negara kita terjatuh dalam krisis sebagaimana yang kita alami di waktu yang lalu.

Atas kesadaran dan panggilan tugas itu semua, saya bersama Saudara Prof. DR. Boediono, jika Allah meridhoi dan rakyat memberikan mandatnya kembali, kami bertekad untuk melanjutkan dan menuntaskan tugas dan pengabdian kami pada tahun 2009-2014. Terima kasih. Yang insya Allah akan menjadi masa bakti terakhir kami dalam pemerintahan.

Hadirin yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai,
Tugas lima tahun mendatang adalah tugas yang amat berat di tengah krisis perekonomian dunia yang belum usai. Oleh karena itu, kami tidak akan banyak berjanji. Mengapa? Situasi yang kita hadapi tidak mudah, persoalan bangsa pun semakin kompleks. Rakyat di seluruh tanah air tentunya juga mengetahui bahwa pemerintahan yang saya pimpin telah dan terus bekerja, menghasilkan sesuatu yang nyata dan bukan hanya wacana.

Rakyat juga tahu bahwa pemerintahan yang saya pimpin telah memberikan bukti, di tengah ujian dan cobaan, yang bukti dan bukan lagi janji. Saya pun, jika insya Allah terpilih kembali, akan terus bekerja dan bekerja. Saya akan terus menggunakan hati dan pikiran saya untuk tetap sabar, tegar dan berikhtiar, menghadapi segala persoalan, termasuk berbagai cercaan dan bahkan hinaan.

Saya akan tetap konsisten untuk terus berpikir dan bertindak tepat dan rasional. Karena semua persoalan bangsa dan negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Kepada pejabat, dan kepada pemimpin mendatang, haruslah tetap konstitusional, serta sesuai Undang-Undang, sistem dan aturan yang berlaku. Tidak boleh gegabah dan berpikir untung-untungan, apalagi disertai konflik kepentingan, baik politik, bisnis, maupun hubungan pribadi yang lain. Insya Allah, mudah-mudahan, kita memegang amanah serta tidak akan pernah silau pada harta maupun godaan kebendaan lainnya. Namun demikian, saya tetap seorang manusia, saya bukan superman.

Dengan bantuan rakyat insya Allah, saya bisa melakukan banyak hal. Namun tidak mungkin saya dapat melakukan semua hal, apalagi ketika hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan dan kebesaran untuk melakukan segalanya.

Saudara-saudara,
Hadirin yang saya muliakan,
Mengapa saya memilih Prof. DR. Boediono? Saya telah bekerja sama selama hampir 10 tahun, termasuk ketika Pak Boediono menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet yang saya pimpin. Saya menilai Pak Boediono adalah seorang muslim yang lurus, jujur, sederhana, konsisten dan toleran. Seorang teknokrat dan ekonom yang cerdas, ulet, keras dalam bekerja dan bertanggung jawab. Seorang Koordinator Menteri yang berpikir utuh, loyal, cermat, tidak grusa grusu, dan jauh dari keinginan untuk mencari muka. Di atas segalanya, di dalam mengemban tugas, Pak Boediono tidak memiliki konflik kepentingan, baik itu kepentingan bisnis, ataupun motivasi politik yang lain.

Dengan integritas kepribadian, kemampuan dan sifatnya yang suka bekerja keras, saya yakin, dengan ridho Allah SWT, Saudara Boediono, jika kami berhasil dalam Pemilihan Presiden Tahun 2009 ini, akan mampu dan tepat mendampingi saya, untuk melanjutkan tugas-tugas kenegaraan dan Pemerintahan lima tahun mendatang. Beliau akan mampu membantu saya untuk mengatasi krisis perekonomian, dan selanjutnya membantu meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat. Dan beliau juga akan mampu membangun Pemerintahan yang bersih, responsif, bebas korupsi dan bertanggung jawab.

Kepada partai-partai politik yang terus bersama untuk membangun koalisi ke depan, marilah kita bangun Pemerintahan, Kabinet Presidential bersama-sama, yang efektif dan kredibel. Tugas dan kewajiban Pemerintah adalah untuk rakyat, bekerja untuk rakyat dan menjalankan program-program pro rakyat. Tugas yang amat berat, namun mulia.

Pada hakikatnya, kabinet Pemerintahan adalah forum untuk bekerja dan bukan forum untuk berpolitik sendiri-sendiri. Marilah kita bekerja dan berjuang sekuat sekuat tenaga, sesuai janji kita semua kepada rakyat, untuk membangun Indonesia yang lebih aman, lebih adil, lebih demokratis dan lebih sejahtera.

Akhirnya, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, kami berdua memohon doa dan restu serta dukungan, agar dengan ridho Allah SWT, kami, SBY-Berbudi, dapat berhasil dalam Pemilihan Presiden Tahun 2009 nanti. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, selalu membimbing perjalanan bangsa ini menuju hari esok yang lebih baik.

Sekian,
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan