Pidato Presiden

Pengarahan Capres SBY pada Acara Silaturahmi dengan Pimpinan Partai Koalisi

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN CALON PRESIDEN
BAPAK DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA
SILATURAHMI CAPRES/CAWAPRES
DENGAN PARA PIMPINAN PARTAI KOALISI SBY-BERBOEDI
CIKEAS, 16 MEI 2009





Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Prof. DR. Boediono,
Yang saya hormati para pimpinan partai-partai politik yang insya Allah akan berjuang bersama dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 ini.

Saya hampir telah mengenal semua para pimpinan partai politik. Ada kakak-kakak saya waktu kami bertugas di TNI, teman-teman seperjuangan yang dulu sering kita bersama-sama di berbagai penugasan dan pengabdian, sehingga rasanya saya bertemu kembali dengan sahabat-sahabat yang karena berbagai kesibukan jarang bersilaturahim. Oleh karena itu, ini menambah rasa kesyukuran kita dalam silaturahim kita pada hari ini.

Hadirin yang saya hormati,
Tadi malam, kita bersama-sama menghadiri acara deklarasi, perjuangan bersama kita ke depan. Semua telah menyimak niat baik kita, tekad kita untuk berjuang pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 ini untuk kebaikan bangsa dan negara. Saya tidak perlu mengulangi, karena niat kita sama, tekad kita sama, our dreams juga sama, bagaimana 5 tahun ke depan negara ini dapat terus kita bangun menuju hari esoknya yang lebih baik. Segala permasalahan yang muncul, termasuk krisis perekonomian global yang kita hadapi juga dapat kita selesaikan dengan baik. Oleh karena itu, tiada kata lain, kecuali kebersamaan kita, our togetherness di dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa dalam melanjutkan pembangunan yang terus kita laksanakan hingga hari ini.

Sesungguhnya acara silaturahim ini akan kita laksanakan sebelum acara deklarasi tadi malam. Tetapi saya mohon maaf, karena saya tidak bisa meninggalkan tugas-tugas saya dalam urusan pemerintahan dan kenegaraan. Karena itu sumpah saya kepada negara, kepada rakyat, bahwa kalau ada konflik antara kepentingan politik, baca politik praktis dengan kepentingan untuk menjalankan tugas saya sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, tentu yang kedua ini yang saya utamakan. Karena tiga hari saya berada di Manado, alhamdulillah, World Ocean Conference di Manado dan CTI Summit. CTI, Coral Triangle Initiative, itu berhasil dengan gemilang, dan dunia memberikan apresiasi kepada negara kita. Oleh karena itu, tentu ini tonggak baru yang kita persembahkan untuk ibu pertiwi. Terima kasih.

Karena tiga hari saya berada di Manado, sehingga tidak memungkinkan, kemarin kita bersilaturahim dulu. Saya mendarat di Halim, menyelesaikan pekerjaan kurang lebih satu setengah jam, langsung jalan darat, itu sudah setengah lima sampai di Bandung. Saya langsung mengecek tempat kesiapan kita dalam melaksanakan deklarasi, sehingga sampai penginapan sudah hampir malam, sehingga saya mohon maaf. Sekali lagi, belum bisa bertatap muka seperti ini, yang mestinya kita lakukan sebelum deklarasi kita laksanakan.

Hadirin yang saya hormati,
Tugas yang akan kita laksanakan tentu tugas yang mulia, meskipun tidak ringan. Kita break sebentar, kita menghormati adzan dzuhur.

Saya ingin melanjutkan sambutan saya. Tadi saya mengatakan, sejak hari ini kita mendaftarkan diri dalam kompetisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, berarti kita sesungguhnya telah masuk dalam satu wilayah kompetisi. Saya menggunakan kompetisi, karena kompetisi sebagaimana pertandingan olahraga, itu ada aturan mainnya, ada etikanya dan semua wajib untuk menjalankan kompetisi ini sesuai dengan aturan main yang telah ditentukan. Kita tetap menghormati pasangan-pasangan lain, apakah Pak Jusuf Kalla dengan Pak Wiranto maupun Ibu Megawati dengan Pak Prabowo. Kita tidak boleh menganggap ini pekerjaan rutin, karena dalam politik itu semua tidak bisa kita perkirakan hasil akhirnya, hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Tetapi Allah juga akan melihat kegigihan kita dalam berjuang, cara-cara kita berkompetisi yang amanah, yang baik, sehingga kita akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saya ingin mengajak para pimpinan partai politik yang secara nasional nama Bapak dan Ibu telah mendapatkan respect yang tinggi dari rakyat. Ini kekuatan maha besar yang apabila kita sinergikan, kita satukan untuk menjalankan misi ini. Tentu akan lebih berhasil lagi, dibandingkan kalau saya dengan Pak Boediono sendiri ataupun hanya satu-dua partai politik saja. Oleh karena itu, jangan kita sia-siakan, bahwa kita memiliki potensi yang besar, kita memiliki capital yang tidak sedikit, tinggal bagaimana kita merumuskan strategi, bagaimana kita menjalankan cara-cara atau siasat Pemilihan Umum yang baik, atas dasar norma dan prinsip-prinsip politik yang baik pula.

Saya mengajak untuk sekeras apapun kompetisi yang insya Allah akan segera kita lakukan, tetaplah kita menjalankan politik yang bersih. Yang kedua, mari kita jalankan politik yang cerdas. Kita mengajukan solusi, jalan keluar, banyak yang mengecam, mencerca atas banyak masalah. Saya setuju, memang masih banyak masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, sebagaimana pula banyak yang telah kita capai bersama-sama selama 5 tahun. Tetapi rakyat sudah tahu ada masalah a, b, c, d, e, f, tapi yang diinginkan rakyat adalah jawaban, solusi, bagaimana cara mengatasi itu. Politik yang cerdas, offering solutions, offering the way out, bagaimana cara mengatasi masalah itu.

Dan yang ketiga adalah politik yang santun, mari kita jalankan semuanya serba tepat, tidak lebih-tidak kurang, proporsional. Dengan prinsip-prinsip berpolitik seperti itu, saya yakin kita satukan semua energi, kita satukan semua potensi, kita satukan, bahkan kekuatan yang efektif ini untuk memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 ini.

Jadwal kita hari ini adalah bersama-sama nanti mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum. Besok, itu adalah konsolidasi bagi saya dengan Pak Boediono, karena hari Senin akan menjalankan pemeriksaan kesehatan dan biasanya satu hari penuh. Kami ingin, berdua ini kalau mengikuti ujian di situ, apakah yang bersifat kesehatan yang jasmaniah maupun kesehatan yang rohaniah, tes neurologi, psychotest ini kami jalankan dengan sebaik-baiknya.

Ada cerita, barangkali di waktu yang lalu, yang menjalankan ujian tidak sempurna pun bisa lulus, kami tidak ingin. Jadi semuanya harus dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, saya minta waktu satu hari, hari Minggu untuk berkonsolidasi, tolong pikiran kita bebaskan dulu, supaya tidak muncul nanti dalam psikotes, dalam tes psikis dan sebagainya.

Setelah itu, kita akan menyusun namanya, istilah undang-undang tim sukses, tapi sebenarnya bagaimana kita mengorganisasi diri untuk bersama-sama menyukseskan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2009 ini. Dan di situ nanti akan jelas who does what, siapa berbuat apa, who is responsible for what, siapa bertanggung jawab apa dan sebagainya. Yang jelas jangan sampai ada tumpang tindih, yang jelas jangan sampai ada yang justru bertentangan, tapi kita sinergikan, kita sinkronisasikan semuanya terkoordinasi dengan baik, dengan unity of command yang jelas pula. Kita organisasikan perjuangan kita seperti itu, agar hasilnya baik.

Saudara-saudara,
Ambilah contoh tadi malam. Alhamdulillah, tadi malam acara itu kita selenggarakan dengan baik. Mengapa? Karena kita rencanakan, kita persiapkan bukan soal cepat-cepatan, bukan soal siapa yang duluan melakukan deklarasi. Tapi bagaimana deklarasi itu ada maknanya, berkelas, ada substasinya, sehingga rakyat bisa memahami kemana arah perjuangan kita, mengapa saya dengan Pak Boediono dan Bapak, Ibu sekalian berjuang bersama untuk mencapai apa, untuk mengatasi masalah apa. Itu juga penting. Dengan demikian, semua itu kalau kita tata, kita persiapkan manakala ada dinamika, selalu solusinya tidak keluar, selalu ada perubahan, tidak mungkin meskipun sudah kita rencanakan x, minggu depan, bulan depan karena dinamika sangat tinggi. Ada sesuatu yang di luar perkiraan kita, di luar asumsi kita, maka kita pun bisa merespon dengan baik, karena kita sudah punya strategi, kita sudah punya konsep, kita sudah punya rencana.

Cara berkompetisi, cara mengelola semua permasalahan seperti itu, saya yakini lebih baik, dibandingkan tanpa rencana, tanpa persiapan, tanpa konsep, tanpa strategi. Terlalu tinggi risikonya untuk perjuangan yang begini mulia, memimpin bangsa dan negara 5 tahun ke depan, yang dampaknya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang, yang kompleks, terus kita asal-asalan saja dalam merencanakan, mempersiapkan dan berjuang untuk itu, tentu harus kita laksanakan sebaik mungkin.

Dan besar harapan saya, semua potensi yang ada dari Bapak, Ibu sekalian mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Ada istilah together we can. Sebetulnya itu istilah yang generik, istilah yang umum, yang dianut oleh semua bangsa di dunia ini. Kalau kita bersama-sama, bisa. Bisa dalam pengertian dengan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau itu yang kita jalankan, tentu akan baik hasilnya.

Bapak, Ibu, Hadirin yang saya hormati,
Kampanye akan dimulai pada tanggal 12 Juni, kurang lebih akan berlangsung selama 3 minggu. Setelah itu seperti biasanya kita memasuki masa tenang dan setelah itu, tanggal 8 Juli, insya Allah akan dilaksanakan pemungutan suara. Oleh karena itu, mari kita gunakan waktu yang tersedia ini dengan sebaik-baiknya.

Saudara-saudara,
Di dalam saya mengambil keputusan dan setelah keputusan saya ambil memang tidak berubah, tidak akan berubah, karena semua memulai proses yang dapat dipertanggungjawabkan dengan rasional yang baik, dengan talk process yang baik, dan tentunya credible.

Saya ini sangat percaya kepada polling. Polling oleh lembaga-lembaga yang credible, bukan polling yang bisa dipesan. Kalau polling bisa dipesan tidak dapat apa-apa. Saya salut kepada lembaga survei yang kadang-kadang memotret saya jelek, yang kadang-kadang popularitas saya jatuh, yang kadang-kadang raport saya merah.

Saya pelajari ada tujuh lembaga polling yang ada saya pelajari tiap 3 bulan, mengapa rakyat tidak suka policy ini, mengapa ini kontroversial, mengapa ini ada masalah. Saya tahu akhirnya mood, aspirasi, pikiran rakyat kita, orang- seorang yang di surat kabar, yang di media, itu ada yang murni dari rakyat ketika terjadi proses interaktif, diskusinya itu, ada sesuatu yang sudah pandangan elit, pandangan pengamat, pandangan politisi. Kalau dengan rakyat indahnya, itu hampir semuanya murni.

Tiap hari saya menerima 1.300 SMS, everyday. Setiap minggu itu kita bedah, ada 13 orang yang mengurus SMS dan surat PO BOX 9949. Satu hari 1.300-an, dipetakan tentang apa saja. Di situ respon kita gunakan, ini channel-kan departemen mana, apakah saya pribadi, apakah Wakil Presiden, apakah menteri-menteri terkait, apakah gubernur yang harus merespon.

Semua itu saya jadikan untuk saya bisa berkaca termasuk lembaga survei. Apa saja yang dihasilkan, ketika electablity dari seseorang, ketika ini dipasangkan dengan ini seperti apa respon mereka dan sebagainya. Oleh karena itu, setelah kita deklarasikan tadi malam, kami akan menggunakan survei-survei yang credible, seperti apa acceptance, seperti apa dukungan publik terhadap itu semua. Dan manakala ada sesuatu yang masih kurang kita lakukan perbaikan-perbaikan. Selalu ada gunanya kita berkaca, jangan sampai ada pepatah, buruk rupa cermin dibelah. Jadi yang dibanting cerminnya, padahal memang kita mungkin ada jerawat tiga biji, yang tidak bisa berkawan dengan baik ini, ya jangan cerminnya ini diperbaiki supaya cantik lagi, seperti itu.

Jadi maksud saya, yang kita lakukan nanti disamping tentu memohon ridho Allah, dengan keyakinan kita, karena keyakinan akan kemenangan itu separuh dari keberhasilan. Tapi kita juga harus melihat apa yang ada dalam pikiran dan hati rakyat. Dengan demikian, lengkaplah sudah bagaimana cara kita berkompetisi di waktu yang akan datang. Itu persoalan lain yang ingin saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Hadirin sekalian,
Alhamdulillah, saya mendapatkan penjelasan dari Pimpinan Partai Demokrat. Saya kalau menganggap Pak Hadi Utomo ini sebagai tuan rumah, karena barangkali komunikasi awal dulu dibangun antara DPP dengan DPP, kemudian sekali-kali saya dengan beberapa tokoh. Dengan demikian, ya lebih bagus karena kebetulan saya berasal dari Partai Demokrat, Pak Hadi-lah yang kita tuakan dalam hal ini, untuk bisa mengkomunikasikan banyak hal nanti kepada Bapak, Ibu sekalian selaku pimpinan partai-partai politik.

Pak Hadi mengatakan, bahwa hampir semua bisa menandatangani, mungkin semua ya, bukan hampir semua. Semua. Saya tadi berkomunikasi dengan Bapak Sutrisno Bachir, alhamdulillah, beliau juga akan menandatangani. Jadi saya tahu di partai kita masing-masing ada persoalan internal. Itulah demokrasi, tidak perlu kecil hati kalau di antara partai-partai kita kadang-kadang ada gesekan-gesekan, benturan-benturan, ya sedikit konflik begitu, karena ya begitulah politik. Tetapi selalu ada jalan keluar, selalu ada settlement yang baik untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu, ketika saya dilapori tadi malam mungkin ada satu-dua yang belum bisa menandatangani, tidak apa-apa karena niat kita baik, niat kita semua baik untuk berjuang bersama-sama. Kapan pun kalau beliau-beliau cocok untuk berjuang bersama, mari. Kalau belum cocok ya tidak apa-apa, wong kita tetap bersaudara.

Berita yang terakhir tentu menyejukkan dan insya Allah hari ini, hari yang bersejarah setelah tadi malam kita melakukan deklarasi, kita menuntaskan untuk penandatanganan pencalonan bersama kita terhadap saya dan Pak Boediono.

Bapak, Ibu sekalian,
Untuk hari ini, saya kira itulah yang ingin saya sampaikan. Intinya mari kita berjuang bersama. Intinya agar perjuangan kita berhasil, perjuangan kita harus gigih, kemudian ada prinsip-prinsip dasar di dalam berpolitik yang menurut saya, rakyat sangat suka, yaitu yang saya sebutkan tadi, mari kita jalankan bersama. Kalau ada masalah-masalah, kita selesaikan dengan baik, tidak perlu terlalu cepat kita bawa keluar, karena masalah selalu ada, yang penting there must be a solution untuk semuanya itu.

Demikian, terima kasih atas perhatiannya. Dan setelah ini, saya tahu akan ada acara penandatanganan. Saya mengajak semuanya nanti untuk bersama-sama kita ke KPU dijadwalkan jam 15.00, di sana sudah dimulai. Saya dengar tadi Pak Jusuf Kalla jalan ya dari kediaman beliau ke KPU. Ibu Mega mungkin bisa jalan beliau? Kalau kita jalan dari sini agak jauh. Jadi saya menganjurkan tidak usah jalan dari sini, kita naik kendaraan, mendekat sampai saatnya sampai di sana.

Saya sekali lagi, mari kita hormati semuanya pasangan Ibu Mega dan Pak Prabowo, pasangan Pak Jusuf Kalla dan pak Wiranto, meskipun kita punya keyakinan Insya Allah, Tuhan beserta kita dan kita berhasil dalam perjuangan.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.