Pidato Presiden

Sambutan Pertemuan dengan Peserta Konferensi Ke-5 Perkumpulan Goangdong Sedunia

 

SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA PERTEMUAN DENGAN PESERTA KONFERENSI KE-5
FEDERASI PERKUMPULAN GUANGDONG SEDUNIA
TAHUN 2009

JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 24 Mei 2009


Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hadirin yang saya hormati,
Mengawali sambutan ini, saya mengajak hadirin sekalian, untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan ridho-Nya, pada malam yang membahagiakan ini, kita dapat menghadiri pertemuan dan bertatapmuka dengan para peserta Konferensi Ke-5 Federasi Perkumpulan Guangdong Sedunia.

Saya bergembira, karena tahun ini untuk pertama kalinya, Indonesia, memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah Konferensi Guangdong Sedunia.

Atas nama negara dan pemerintah Republik Indonesia, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Federasi Perkumpulan Guangdong Indonesia, serta semua pihak yang telah memfasilitasi konferensi dua tahunan ini, sehingga dapat diselenggarakan di Indonesia.

Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat mengikuti konferensi kepada seluruh peserta, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Saya berharap, konferensi ini dapat menjadi wahana komunikasi dan interaksi produktif, yang akan makin mempererat hubungan keakraban dan kerjasama di antara warga Guangdong sedunia. Peningkatan kerjasama yang dapat diwujudkan dalam peningkatan kontribusi yang konstruktif, utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan peradaban global.

Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana dikemukakan tadi oleh saudara Sugeng Prananto, Ketua Umum Federasi Guangdong se-Indonesia, penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan dengan kerja keras pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia dalam lima tahun belakangan ini, telah menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang makin maju, makin dinamis, dan jauh berbeda dengan kondisi sepuluh tahun yang lalu.

Penyelenggaraan pembangunan demokrasi di tanah air, telah berjalan makin baik dan makin kondusif. Bangsa Indonesia saat ini, makin diakui sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Sebagai negara yang pembangunan demokrasinya terus tumbuh mekar ---vibrant democratic nation, Bangsa Indonesia, terus memperkokoh pilar-pilar pembangunan demokrasi.

Kita dapat menyaksikan makin meningkatnya penerapan kaidah tata pemerintahan yang baik (good governance) yang diwujudkan dengan makin mantapnya pelaksanaan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi yang dibangun untuk mewujudkan mekanisme check-and balances dalam pelaksanaan tata pemerintahan yang baik (good governance).

Kita juga telah meratifikasi sejumlah konvenan internasional untuk penegakan hukum dan hak asasi manusia. Kita terus memperluas ruang demokrasi, antara lain dengan memberikan perhatian pada keterbukaan pers dan media, sebagai pilar keempat demokrasi.

Saudara-saudara,
Keberhasilan dalam pembangunan demokrasi, berjalan seiring dengan keberhasilan bangsa Indonesia dalam memelihara situasi keamanan dan kedamaian dalam negeri yang makin membaik. Pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia, telah berhasil memberantas dan mencegah berbagai tindakan terorisme dan gangguan keamanan lainnya.

Pemerintah Indonesia juga telah berhasil mengendalikan situasi keamanan dalam negeri, yang nampak nyata dari pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif tingkat nasional beberapa waktu yang lalu. Pemilu legislatif pada tanggal 9 April lalu, telah berhasil diselenggarakan dengan aman, tertib, dan damai. Bahkan saat ini, di tengah-tengah hangatnya situasi politik menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, situasi keamanan dan kedamaian tetap terpelihara dan terjaga dengan baik.

Hadirin yang saya hormati.
Kemajuan pembangunan demokrasi yang diiringi dengan situasi kondusif di bidang keamanan dan kedamaian, telah menjadikan bangsa Indonesia mampu menyelenggarakan pembangunan ekonomi dengan capaian yang baik. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah berhasil mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan pembangunan ekonomi itu antara lain, diwujudkan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen selama hampir lima tahun berturut-turut.

Kemajuan pembangunan ekonomi, juga telah membuat Indonesia aktif dlaam forum G-20. Bahkan di tengah terpaan krisis global dewasa ini, kemajuan pembangunan ekonomi telah menjadikan Indonesia, bersama dengan Republik Rakyat China dan India, sebagai tiga negara yang tetap berhasil meraih pertumbuhan ekonomi positif.

Hadirin yang saya muliakan,
Indonesia, yang menjadi negara tempat bertemunya tiga peradaban besar dunia, yaitu, Islam, Barat, dan Timur, dewasa ini aktif menjadi jembatan peradaban dunia.

Indonesia sering memfasilitasi berbagai dialog dan forum lintas peradaban )inter civilisation dialogue) untuk menyelesaikan berbagai masalah lintas budaya dan lintas peradaban. Bangsa Indonesia juga selalu terlibat aktif dalam memfasilitasi penyelesaian isu-isu global, seperti pemanasan global (global warming), yang dilakukan dengan menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali pada akhir tahun 2007 lalu. Indonesia juga baru-baru ini, di Menado, memfasilitasi konferensi kelautan internasional ---World Ocean Conference dan Coral Triangle Initiative--- untuk tercapainya kesepakatan pengelolaan kelautan internasional yang lebih berwawasan lingkungan dan penyelamatan terumbu karang.

Pada pertemuan G-20 di Washington DC tahun lalu dan pertemuan lanjutan G-20 di London tahun 2009, Indonesia ikut aktif mencari solusi atas krisis keuangan dan resesi perekonomian global dewasa ini. Sebagai anggota G-20, Indonesia juga terus terlibat aktif untuk ikut membangun tatanan perekonomian dunia ---global economic architecture--- yang lebih berketahanan dan lebih berkeadilan.

Saudara-saudara,
Perlu saya sampaikan secara khusus, bahwa melalui pembicaraan yang intensif dan produktif selama KTT G-20 di London, para pimpinan negara-negara G-20 dapat menyepakati beberapa hal penting, yang semoga menjadi awal dari terwujudnya global economic architecture yang lebih berketahanan dan lebih berkeadilan. Beberapa kesepakatan itu antara lain;

Pertama, gara-negara G-20 sepakat untuk melakukan koordinasi makro ekonomi pada tingkat global. Koordinasi makro itu diwujudkan, antara lain, melalui kebijakan counter cyclical. Dalam dua tahun mendatang, negara-negara G-20 harus memelopori pelaksanaan counter cyclical measures yang diwujudkan dalam bentuk stimulus investasi, government spending, dan fasilitasi alur perdagangan (trade flow) untuk meningkatkan efektifitas lalu lintas perdagangan global.

Kedua, negara G-20 mendukung institusi keuangan global untuk dapat difungsikan kembali secara penuh, sambil melakukan perbaikan dan reformasi internal. Institusi keuangan global, seperti IMF, World Bank, ADB harus lebih antisipatif, lebih responsif dan lebih selektif dalam memberikan bantuan keuangan.

Ketiga, negara-negara G-20 juga sepakat bahwa dalam suasana sulit sekarang ini, maka kita tidak boleh menuju pada proteksionisme, restriksi perdagangan dan investasi.

Keempat, negara-negara G-20 sepakat untuk memastikan bahwa negara-negara berkembang mesti dibantu, dan negara negara miskin mesti dilindungi. Membantu negara berkembang dan melindungi negara miskin tidak boleh dimaknai sebagai belas kasihan atau charity, karena negara berkembang dan negara-negara miskin juga memiliki harga diri. Membantu negara miskin dan negara berkembang harus dilakukan dalam lingkup perluasan fiscal space, sehingga negara-negara berkembang dapat melakukan ekspansi fiskal yang signifikan untuk memulihkan perekonomiannya, menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan memperkuat jaring pengaman sosial (social safety net).

Kelima, negara-negara G-20 sepakat untuk menyediakan alokasi fiskal sebesar US$ 5 triliun. Dengan dana sebesar itu, ditargetkan dapat diciptakan lapangan pekerjaan untuk 19 juta orang di seluruh dunia sampai dengan tahun 2010. Dengan dana itu pula, kita berharap untuk dapat mengangkat kembali pertumbuhan global (global growth).

Hadirin yang saya hormati,
Dalam kaitan dengan pembangunan tatanan ekonomi dunia yang lebih berketahanan dan berkeadilan, serta komitmen internasional untuk mewujudkan kesepakatan-kesepakatan KTT G-20 di London,maka tema Konferensi Guang Dong kali ini yakni, ”Bersama-sama Bergandeng Tangan Mengatasi Krisis Ekonomi Dunia” saya nilai sangat tepat dan relevan. Melalui tema itu, saya mengajak seluruh peserta konferensi, untuk mencurahkan pikiran dan pandangan cerdas, dalam memperkuat jalinan komunikasi dan interaksi antar komunitas Guangdong. Komunikasi dan interaksi yang mampu membawa kebaikan, bukan hanya bagi komunitas Guangdong, tapi bagi masyarakat dunia.

Sebagai bagian dari komunitas global, pemerintah dan bangsa Indonesia terus berupaya mengatasi dampak dari krisis global ini, termasuk ikut aktif menggerakkan kembali perekonomian dunia. Kita ingin, memasuki tahun 2011 nanti, ekonomi global dapat segera tumbuh kembali.

Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak komunitas Guangdong sedunia, untuk dapat saling memantapkan kerjasama dalam bidang budaya. Marilah kita bangun forum budaya yang makin memperkokoh persaudaraan dan persahabatan, baik antar sesama komunitas Guangdong maupun antara komunitas Guangdong dengan komunitas etnis lainnya, dalam menghadapi berbagai tantangan peradaban di masa datang.

Hadirin yang saya hormati,
Akhirnya, kepada seluruh peserta Konferensi Guangdong sedunia, sekali lagi, saya ucapkan selamat melaksanakan konferensi. Mari kita tingkatkan jalinan persahabatan dan kemitraan di antara kita semua. Mari kita bangun tatanan peradaban dunia yang lebih baik dan lebih berkeadilan.

Terima kasih.
Salam sejahtera bagi kita sekalian.


Jakarta, 24 Mei 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO