Pidato Presiden
Sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
MASJID ISTIQLAL, 31 MEI 2009
Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulilahirabil alamin, assolatu wasalamu ala asrofilambiyai wamursalim Sayidina Wamaulana Muhamaddin Waalalihi Washobihi Ajmain amma ba’du.
Yang sama-sama kita muliakan,
Tamu kita, guru kita, almukarom syeikh Muhammad Hisan Alkadani, yang saya muliakan para alim ulama, para habait, yang saya hormati para pimpinan Majelis Taklim Nurul Mustofa, yang saya hormati para pimpinan Majelis Dzikir Nurussalam, Hadirin-hadirot yang dimuliakan Allah SWT
Marilah sekali lagi, pada malam yang indah dan insya Allah penuh berkah ini, bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur ke-hadirat Allah SWT, atas rahmat dan perkenan-Nya kita semua masih diberikan nikmat kesempatan, nikmat kekuatan dan insya Allah nikmat kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita serta tugas dan pengabdian kita kepada umat, kepada masyarakat dan kepada Bangsa dan Negara tercinta.
Kita juga bersyukur kehadirat Allah SWT malam hari ini, dirumah Allah yang indah ini, di masjid Agung Istiqlal, kita dapat bersilaturrahim mempertemukan wajah dengan wajah kita, hati dengan hati kias kita sambil memohon keridhoan Allah SWT. Shalawat dan salam marilah sama-sama kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut Rasulullah sampai akhir jaman.
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sangat penting pada malam hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa sungguh merupakan kehormatan kita, kebahagiaan kita, kembali guru kita, Almukarom Syeikh Muhammad Hisham Al-kabani hadir kembali di negeri kita, di Indonesia.
Saya sudah amat sering mendapatkan nasihat, tausiah, pandangan-pandangan yang arif, pesan-pesan moral dan spritual dari Almukarom Syeikh Hisham Al-kabani. Sejak tahun 2003 hampir tiap tahun hingga hari ini. Pandangan-pandangan Beliau, nasihat-nasihat Beliau sangat penting bagi saya, sebagai seorang umaro yang sedang mengemban amanah di negeri tercinta ini agar lebih berserah diri kepada Allah, agar meneladani Rasulullah, kepribadian dan kepemimpinannya dan agar tetap dekat dengan rakyat. Beliau juga sering memberikan nasihat kepada saya, manakala negeri kita menghadapi tantangan, ujian dan cobaan, bagaimana kita tetap sabar, tegar dan terus berikhtiar agar kita bisa keluar dari masalah itu. Dan selanjutnya membangun masa depan kita yang lebih baik. Syeik Hisham Alkabani, I am saying to my people, my brother and sister, that you are my teacher, that you gave me alot of advice and I am implemented of and leading my country. so I’d like to be thankfull to you that you countinously give me advice, how to lead this people properly.
Hadirin yang saya muliakan
Saya hanya mengajak apa yang dinasihatkan oleh Syeik Hisan Alkabani tadi untuk bisa jalan dan bersama-sama. Saya juga mengajak untuk kita semua pandai-pandai meneladani, mencontoh apa yang dilaksanakan oleh Pemimpin Agung Nabi Besar Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah Pemimpin Agung di dunia, bukan hanya pemimpin umat Islam belaka. Beliau sebagai pemimpin agung, pemimpin besar telah berhasil melakukan transformasi, melakukan perubahan besar, melakukan evolusi. Berangkat dari masa kegelapan menjadi masa yang penuh dengan cahaya iman. Beliau memimpin sebuah perubahan besar pada zamannya. Tugas yang seolah-olah tidak bisa dilaksanakan. Mengubah berbagai keadaan, character building, nation building. Tetapi dengan ridho Allah SWT, dengan kepribadian dan kepemimpinan Rasullullah, Beliau bisa menjalankan tugas yang agung itu. Banyak yang dinasihatkan oleh para ulama dituturkan dalam berbagai cerita-cerita bahwa Rasullullah adalah pemimpin yang sangat sabar, sangat tegar, sangat tawakal, terus berikhtiar untuk mengatasi masalah. Beliau pandai menjaga keseimbangan, mengayomi semua, menyayangi semua yang akhirnya pengikut-pengikut beliau dari hari ke hari makin banyak dan makin besar. Saya kira pesan itu cocok untuk kita laksanakan di Indonesia.
Ketika negara kita 11 tahun yang lalu mengalami krisis yang luar biasa. Beberapa tahun yang lalu dunia juga mengalami krisis pangan, mengalami krisis energi. Sekarang krisis ekonomi dan keuangan. Kita harus pandai mencontoh sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasullullah dengan para sahabat dan umatnya dulu, sabar, tegar, tawakal dan terus berikhtiar untuk mengatasi keadaan ini. Saya yakin dengan ridho Allah SWT kalau kita terus bersama-sama, bersatu padu, tidak saling salah menyalahkan, justru saling bantu membantu mengatasi apapun krisis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Insya Allah negara kita akan diselamatkan dan kita akan membangun hari esok yang lebih baik dari hari sekarang ini.
Kita semua tahu Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT tidak akan pernah merubah nasib sebuah kaum, kecuali kaum itu merubah dirinya, merubah kaumnya untuk memasuki masa depan yang diidam-idamkan. Marilah kita menjadi kaum yang dengan sadar, dengan niat dan tekad yang baik, seraya mohon keridhoan Allah untuk membangun masa depan kita yang lebih baik.
Hadirin, Hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Itulah yang dapat saya sampaikan, sekarang ini kita sedang menjalankan kehidupan demokrasi. Demokrasi yang kita pilih adalah demokrasi yang penuh dengan akhlak. Demokrasi yang amanah, demokrasi yang tidak menaburkan kebencian, demokrasi yang tetap memelihara tali silaturrahim. Itulah demokrasi yang hendak kita jalankan. Itulah pemilu yang hendak kita jalankan. Kita berharap jangan sampai dengan pemilu ini ada jarak, ada perpecahan diantara kita. Marilah kita tetap rukun satu sama lain. Jangan pernah memutus tali silaturrahim. Apapun yang terjadi di negeri ini dalam konpetisi pemilihan umum ini. Kita mengemban tugas untuk bersama-sama menyelamatkan perjalanan bangsa. Saya mengajak kaum muslimin dan muslimat, saudara-saudara, baik yang hadir di Masjid Istiqlal ini maupun saudara-saudara kita di seluruh tanah air. Marilah kita terus hidupkan nilai-nilai yang Islami, marilah kita tegakkan amar maruf nahi munkar, marilah kita betul-betul membangun ahlakul karimah. Marilah kita membantu kaum duafa, kaum miskin, kaum fakir, Dan mari ikut tunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Kalau ini dapat kita wujudkan insya Allah kita bukan hanya bisa membangun kehidupan yang sungguh Islami di negeri sendiri, tapi kita juga ikut membangun kehidupan yang Islami di seluruh dunia.
Itulah saudara-saudara sekali lagi, terima kasih Almukarom Syekh Muhammad Hisham Al-kabani atas segala nasihat dan bimbingannya kepada kita semua. Kepada saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat marilah terus kita lanjutkan ibadah kita, agar masa depan kita diberikan cahaya oleh Allah SWT.
Demikianlah,
Wabilahitaufiq Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



