Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PERKEMAHAN PRAMUKA SANTRI NUSANTARA 2009
JATINANGOR, JAWA BARAT
17 JUNI 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Salam Pramuka,
Yang saya hormati para tamu undangan dan para hadirin,
Adik-adik Pramuka yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah kita bersama-sama sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridho-Nya pada pagi hari ini, kita dapat berkumpul bersama-sama di Bumi Perkemahan Letnan Jenderal Mashudi, Sumedang, Jawa Barat untuk menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara tahun 2009.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara kepada para santri terpilih, yang mendapat kehormatan mewakili daerah masing-masing. Kehadiran Adik-adik dari seluruh pelosok Indonesia selain dapat mengukuhkan ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama muslim, juga ukhuwah wathoniyah, persaudaraan di antara sesama warga bangsa Indonesia.
Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana kita ketahui bersama, di lingkungan pondok pesantren gerakan Pramuka telah lama dikenal. Sejak jaman kolonial Belanda, di pondok-pondok pesantren di seluruh tanah air telah berdiri organisasi-organisasi kepanduan yang terlibat aktif dalam menanamkan semangat perjuangan dan wawasan kebangsaan. Organisasi kepanduan masa itu ikut memperkokoh peran pondok pesantren dalam menjalankan perannya sebagai lembaga dakwah Islamiyah, sekaligus juga sebagai pusat perlawanan terhadap kolonialisme. Para pandu di pondok-pondok pesantren, selain menjadi pelopor perjuangan melawan tentara kolonial, juga menjadi garda terdepan dalam pergerakan kebangsaan. Kita mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah seorang santri sekaligus pandu yang memimpin perang gerilya. Ini menunjukkan bahwa gerakan kepanduan yang kemudian berkembang menjadi gerakan Pramuka bukanlah hal yang baru di lingkungan pesantren.
Hadirin yang saya hormati,
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Tahun 2009 ini yang mengangkat tema "Pramuka Santri Indonesia Bertekad Untuk Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika” saya nilai tepat dan relevan. Tema ini mengajak kita semua, utamanya para santri di seluruh tanah air untuk meningkatkan wawasan kebangsaaan serta meningkatkan pemahaman dan penghayatan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks keragaman bangsa kita. Kegiatan ini juga diselaraskan untuk mengasah keterampilan kepramukaan guna mewujudkan generasi muda yang makin mandiri, makin berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Untuk mewujudkan generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dan menentukan. Gerakan Pramuka memberi ruang, wadah, dan media dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat. Gerakan Pramuka memberi ruang untuk membangun generasi muda yang cerdas, tangguh, luhur budi pekertinya, serta rukun, dan bersatu. Gerakan pramuka juga menduduki peran yang makin penting di era global sekarang ini. Era globalisasi telah menghadirkan tumbuhnya gejala universalisme dan transnasionalisme yang kian menguat. Globalisasi juga berpotensi menumbukan gejala denasionalisme atau melemahnya rasa kebangsaan. Gerakan Pramuka dengan ragam kegiatan yang bernuansa cinta tanah air memegang peran penting untuk mempertebal semangat nasionalisme di tengah-tengah fenomena globalisasi itu.
Mengingat pentingnya gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda bangsa, pemerintah telah dan terus memberikan perhatian yang besar pada peningkatan peran gerakan Pramuka di tanah air. Tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2006, saya telah mencanangkan revitalisasi gerakan Pramuka. Revitalisasi gerakan Pramuka kita tujukan agar gerakan Pramuka dapat dikembangkan secara inovatif melalui pendekatan dan kegiatan yang lebih sesuai dengan dinamika kehidupan kemasyarakatan dewasa ini. Revitalisasi gerakan Pramuka juga mencakup upaya yang harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mengaktifkan kembali peran, fungsi, dan kegiatan pokok gerakan Pramuka. Dengan revitalisasi itu, diharapkan gerakan Pramuka dapat makin diterima dan makin diminati oleh kaum muda.
Saudara-saudara,
Kita bersyukur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, revitalisasi gerakan Pramuka, termasuk juga revitalisasi gerakan Pramuka di lingkungan pondok-pondok pesantren, telah membuahkan hasil yang nyata dan positif. Revitalisasi gerakan Pramuka telah menghasilkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap gerakan Pramuka yang semakin baik pula. Gerakan Pramuka telah menjadi bagian dari pilar penting dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan kepramukaan telah makin diminati oleh kaum muda kita, termasuk para santri di kalangan pesantren. Ke depan, revitalisasi gerakan Pramuka perlu diimbangi dengan berbagai inovasi dan pembaharuan metodologi. Gerakan Pramuka harus terus ditingkatkan perannya sebagai perekat bangsa, pembangun karakter, utamanya karakter nasionalisme dan patriotisme, serta untuk menyebarkan semangat bela negara guna menjaga persatuan, kesatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Hadirin yang saya hormati,
Seiring dengan perkembangan jaman, perkembangan metode pendidikan Islam, serta pola interaksi sosial para santri, kita mensyukuri sebagian pesantren telah berubah menjadi lembaga pendidikan yang modern. Di pesantren-pesantren, para santri sekarang, selain dibekali penguasaan ilmu-ilmu agama, juga dibekali penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Pemerintah juga turut memfasilitasi dan mengembangkan pesantren-pesantren di seluruh tanah air, agar mampu memberikan pemikiran atau fikrah baru. Fikrah atau pemikiran baru yang tidak sebatas pada penguasaan keagamaan semata, tetapi juga pemikiran dan fikrah yang bersentuhan dengan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi. Pemerintah juga terus mendorong agar pesantren dapat mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digali dari ajaran Islam. Pemerintah terus mendorong dan memfasilitasi agar pondok pesantren dapat mengaktualisasikan teks-teks Alquran dan sunah ke dalam kehidupan saat ini dan masa depan. Karena itulah, pemerintah memfasilitasi dan mendorong penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta penerapan teknologi informasi di lingkungan pondok pesantren di seluruh tanah air.
Hadirin yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya berpesan kepada para Pramuka santri di seluruh Indonesia untuk terus belajar dengan tekun, dan terus meningkatkan kapasitas pengetahuan, baik keagamaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Mari kita kembangkan nilai-nilai universal ajaran Islam yang mampu membangun kedamaian, kerukunan, kebersamaan, dan keharmonisan di antara sesama putra-putri Indonesia, dan di antara sesama warga bangsa.
Kepada para pelatih dan pembina gerakan pramuka di lingkungan pesantren, saya meminta untuk terus memberikan pelatihan dan pembinaan jiwa patriotisme, semangat kebangsaan dan persaudaraan di antara para pramuka santri di seluruh tanah air. Berikan pula pembinaan moral, akhlak, kedisiplinan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi para pramuka santri. Kepada para menteri, terutama Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, serta para gubernur, bupati dan wali kota, saya instruksikan agar terus memberikan dukungan yang optimal kepada gerakan Pramuka, termasuk kepada gerakan Pramuka di lingkungan pesantren. Terus mantapkan peran gerakan Pramuka di pesantren dalam pembangunan karakter bangsa atau character building.
Sekali lagi, dengan prinsip bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat, mari kita bangun gerakan pramuka di lingkungan pesantren dengan visi keislaman, ke-Indonesia-an, kemodernan, dan kemanusiaan. Mari kita jadikan para santri yang mampu mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mampu menghadapi tantangan jaman yang terus berubah.
Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT serta dengan mengucapkan "bismillahirrahmaniraahim", Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Tahun 2009 saya nyatakan dengan resmi dibuka. Terima kasih.
Salam Pramuka,
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI



