Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PEKAN PRODUK KREATIF INDONESIA
JAKARTA CONVENTION CENTER,26 JUNI 2009
Bismillahirrahminirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Tinggi Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat, dan para Pimpinan Organisasi-organisasi Internasional, Saudara Gubernur DKI Jakarta, para Tokoh Seniman, Budayawan Bangsa yang berprestasi,
Yang saya cintai dan saya muliakan Anak-anak kita, generasi muda yang mengukir sejarah yang membanggakan dalam kejuaraan internasional,
Yang saya cintai dan saya banggakan para Pimpinan Dunia Usaha, para Peserta Pekan Produk Kreatif Indonesia Tahun 2009,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan, untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara, bahkan kepada misi kemanusiaan dan peradaban dunia. Kita juga bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini dapat sama-sama menghadiri Pembukaan Pameran Produk Kreatif Indonesia atau Pekan Produk Kreatif Indonesia Tahun 2009. Dan semoga ajang yang penting ini terus meningkatkan dan mengembangkan ekonomi kreatif yang berbasiskan pada budaya dan teknologi di negeri tercinta ini.
Saudara-saudara,
Saya akan mengawali sambutan saya ini dengan pertama-tama, mengucapkan sekali lagi, selamat, terima kasih, dan penghargaan yang tinggi kepada para senior, para tokoh, putra-putri bangsa yang mencetak prestasi yang luar biasa. Kita sering mengatakan kita sungguh mengagumi budaya bangsa, kita sering mengatakan bangsa Indonesia itu punya jati diri yang unggul. Kita juga berkali-kali mengatakan ekonomi kreatif, ekonomi berbasis warisan atau heritage dan ekonomi berbasis budaya, salah satu keunggulan kita, yang apabila kita kembangkan dengan baik akan membawa manfaat bagi kehidupan kita, bukan hanya dari aspek ekonomi, tapi juga dari aspek yang lain. Tetapi ketika kita ingin mengimplementasikan apa yang kita tekadkan itu, yang kita sampaikan itu, sering kita tidak cukup kreatif dan inovatif.
Oleh karena itu, saya juga sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Menko Kesra dengan jajarannya, para Menteri terkait dan semua pihak yang tahun-tahun terakhir ini tekun untuk mengembangkan ekonomi kreatif, yang tahun-tahun terakhir ini tekun untuk memberikan penghargaan, mengucapkan terima kasih kepada mereka-mereka yang patut diberikan penghargaan, karena jasanya yang luar biasa, termasuk melestarikan seni budaya Indonesia, memperkokoh jati diri bangsa, dan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Saudara-saudara,
Saya masih ingat, ketika menghadiri Pertemuan Puncak APEC di Busan, Korea pada tahun 2005. Saya dengan para pemimpin dunia waktu itu 21 negara disuguhkan pameran industri kreatif oleh tuan rumah, Pemerintah Korea Selatan. Kami semua terkesan, terkesima, dan mengagumi produk ekonomi kreatif yang berbasiskan teknologi, yang disampaikan atau yang disuguhkan dalam eksebisi waktu itu. Dalam hati saya, alangkah baiknya, kalau model begini, pengembangan ekonomi kreatif yang berbasiskan teknologi juga terus kita tingkatkan, kita perluas, kita perdalam, kita percepat pengembangannya di Indonesia.
Masih di Korea, satu setengah tahun kemudian, saya melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan, dan saya dengan didampingi oleh beberapa menteri dan teman-teman para pelaku industri kreatif, saya ajak untuk belajar, untuk mendengarkan penjelasan, untuk melakukan orientasi bagaimana negara seperti Korea dan tentunya juga negara-negara lain, Jepang, Eropa, Amerika, begitu maju dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasiskan teknologi. Ternyata kita punya bayangan dan punya pikiran bagaimana kita mengembangkan ekonomi kreatif itu.
Pada tahun 2006, setelah itu kita bertemu untuk bagaimana kita punya road map, punya blueprint bagi pengembangan ekonomi kreatif. Departemen Perdagangan bekerja sama dengan departemen yang lain menyusun, 1 tahun kemudian bisa dihadirkan. Kita juga punya cetak biru, punya road map, 5 tahun ke depan, 5 tahun berikutnya lagi, agar ekonomi kreatif yang berbasiskan budaya dan teknologi itu betul-betul berkembang lebih pesat lagi. Masih sekitar itu, masih ketika kita menyusun blueprint dan road map, saya menyampaikan kepada Menko Kesra di pesawat terbang waktu itu, “Pak Ical tolong dibikin satu pekan yang dilaksanakan secara berkala, yang betul-betul membangun, mengembangkan, memberikan ruang atau opportunity bagi para pelaku industri kreatif, ekonomi kreatif terutama, sekaligus yang beraspek budaya, karena amat kaya, kita sangat kompetitif, kita unggul di segi itu." Memang sudah ada pameran handicraft misalnya atau yang sejenis dengan itu, tetapi yang menyatukan budaya dan teknologi itu perlu kita wujudkan.
Dari rangkaian panjang ini, alhamdulillah tahun ini yang kita canangkan sebagai tahun kreatif Indonesia 2009, banyak sekali yang dilakukan oleh anak bangsa, oleh Saudara-saudara semua, para Gubernur, Bupati, Walikota, semua di negeri ini. Dan atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala tekad dan karya nyatanya untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Saudara-saudara,
Kita sering bertanya, masa depan ekonomi Indonesia itu seperti apa? Adakah kita mengambil pelajaran besar dari krisis global dewasa ini, termasuk rangkaian krisis sebelumnya, krisis pangan, krisis minyak, krisis keuangan dan bahkan sekarang resesi perekonomian global yang dalam? Apa yang mesti kita ambil pelajarannya sebagai sebuah bangsa, yang tengah membangun masa depannya di abad 21 ini menjadi negara yang maju, bermartabat, dan sejahtera?
Saya menyampaikan di sebuah forum di Institut Pertanian Bogor dalam orasi ilmiah saya, bahwa masa depan perekonomian kita ini jangan hanya, saya ulangi, jangan hanya mengandalkan kepada ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi jasa yang konvensional, meskipun itu tetap pilar, tulang punggung dari perekonomian sebuah bangsa. Pertanian jelas kita tentu harus memiliki kemandirian dan kecukupan pangan.
Di bidang pengelolaan sumber daya alam jelas, negara kita dianugerahi kekayaan alam, mari kita kelola dengan baik, tanpa merusak lingkungan dan juga untuk kepentingan anak cucu kita di masa yang akan datang. Industri jelas, menyerap tenaga kerja yang banyak dan karena industri itu juga menghasilkan produk-produk yang berguna bagi rakyat kita, bahkan bisa kita jual di negara yang lain.
Jasa terus berkembang di negeri ini dan trennya baik. Tetapi saya menyatakan dua hal yang baru, yang barangkali memerlukan atensi yang lebih tinggi untuk mengembangkannya pada tahun-tahun mendatang. Yang pertama adalah ekonomi kepariwisataan, sangat luar biasa kekayaan kita di Indonesia ini. Oleh karena itu, ekonomi pariwisata harus kita jadikan andalan. Di tengah-tengah krisis global, kinerja kepariwisataan kita di Bali misalnya baik, dan tidak terbayangkan mestinya lumpuh, tetapi ternyata dalam keadaan baik, demikian juga gambaran umum dari kepariwisataan kita. Oleh karena itu, saya ingin kontribusi ekonomi kepariwisataan terhadap GDP kita, terhadap penerimaan negara kita harus semakin besar dan makin besar di waktu yang akan datang. Dan insya Allah kita bisa, karena kita punya potensi, karena kita punya pengalaman, kita makin cerdas, makin cekatan di dalam mengembangkan ekonomi kepariwisataan kita.
Satu lagi, yang saya juga sangat ingin, tahun-tahun mendatang sungguh kita kembangkan, yaitu ekonomi kreatif yang berbasiskan warisan, budaya, dan teknologi. Laporan yang saya terima dari Menteri Perdagangan misalnya, kontribusi ekonomi kreatif dalam pertumbuhan ekonomi nasional baik. Di waktu krisis pun tidak mengalami penurunan yang berarti, penyerapan tenaga kerja baik, pengembangan ekonomi lokal baik. Dengan menyerap tenaga kerja menjadi bagian dari usaha mikro kecil dan menengah dan koperasi, berarti secara sistematis kita juga mengurangi kemiskinan di negeri ini. Oleh karena itu, karena jelas kontribusinya pada perekonomian kita, yang ekonomi itu sendiri akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka tidak keliru, kalau di samping tiga pilar ekonomi yang reguler, pertanian, industri, dan jasa, kita dorong, kita percepat dan kita perluas pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi kepariwisataan di negeri tercinta ini.
Saudara-saudara,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Tentu saja tidak semua harus dimaknai dari segi ekonomi, seni, budaya, sejarah, warisan atau heritage, sistem nilai, kerukunan, ke-Indonesia-an yang lain, itu tentu lebih dari sekedar kita maknai dari sisi ekonomi. Punya cakupan yang lebih luas lagi, karena itulah jati diri bangsa, karena itulah kekayaan kita sebagai bangsa. Oleh karena itu, tugas kita bukan hanya mengembangkan ekonomi kreatif yang berbasiskan budaya dan teknologi, tapi melestarikan dan mengembangkan budaya itu sendiri. Secara luas, budaya dalam arti yang luas pula, bukan hanya seni, budaya itu sendiri.
Dalam kaitan itu, maka alhamdulillah bangsa kita makin pandai memberikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada semua yang patut kita berikan penghargaan, termasuk para maestro, termasuk mereka yang gigih untuk mempertahankan seni budaya, warisan sejarah dan hal-hal lain yang merupakan jati diri kebangsaan kita.
Di banyak forum saya sering mengatakan Saudara-saudara, hidup ini akan pincang, hidup ini tidak seimbang, hidup ini tidak tentram, kalau hanya satu aspek dalam kehidupan. Misalnya kita mengenal logika, logika itu urusan salah atau benar, penting menjadi bagian dari budaya kita, peradaban kita, karena kalau kita pandai dan tahu mana yang salah, mana yang benar, mana yang logis, mana yang tidak logis, maka akan kuat, baik karakter maupun daya saing kita, pengembangan kita, ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya, logika.
Yang kedua adalah etika tentang buruk dan tidak buruk, kapan kita, saya ulangi, kita harus pandai-pandai memahami betul etika ini dalam kehidupan kita sehari-hari maupun kehidupan yang lebih formal, kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan yang beretika, kehidupan yang berbudaya, kehidupan yang berakhlak, perilaku yang baik ini juga bagian dari etika, alangkah indahnya, alangkah tenteramnya, kalau etika hadir dimana-mana, termasuk sekarang kita sedang melaksanakan pemilihan umum, diharapkan ada kepatutan-kepatutan dalam berkompetisi, karena kita menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
Logika, etika. Satu lagi, estetika, keindahan, musik, film, dan berbagai seni budaya. Kalau itu hadir bersama-sama logika dan etika tadi, lengkaplah sudah kehidupan kita ini, menjadi semakin tentram, karena ketentraman itu juga merupakan happiness dan happiness itu juga ukuran bagaimana yang kita tuju, disamping yang sering kita ukur seperti apa namanya, gross domestic product (GDP) dan lain-lain, karena yang kita bangun adalah sejahtera lahir dan batin. Urusan batin, urusan kebahagiaan, urusan ketentraman, urusan kehormatan, urusan kebanggaan kita sebagai bangsa. Dalam kaitan itu, marilah kita pelihara terus keseimbangan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, jangan direduksi seni, budaya, warisan ini sebagai bagian dari ekonomi, meskipun itu juga penting, mari kita letakkan dalam konteks dan cakupan yang luas.
Hadirin yang saya hormati,
Ekonomi kreatif harus kita terus kembangkan. Caranya, sejak awal anak-anak kita di pendidikan dasar harus dibangun yang saya sebut dengan intelectual curiousity, rasa ingin tahu, ingin mengembangkan, kreatif, inovatif, sejak kecil agar muncul pikiran-pikiran yang inovatif, agar muncul jiwa kewirausahaan mereka, entrepreneurship. Kita berikan ruang untuk melaksanakan inovasi, research dan development, pengembangan seperti putra-putri bangsa yang mengharumkan nama kita di Amerika Serikat, karena menjuarai, championship, di bidang robot tadi, luar biasa, kami semua bangga, contohnya seperti itu.
Teknologi itu sendiri, art dan sebagainya. Mari kita berikan ruang yang luas sejak anak-anak kita usia dini di masyarakat, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang inovatif, bangsa yang adaptif, bangsa yang kreatif. Dan itu semua sumber dari ekonomi kreatif, sumber dari peningkatan daya saing dan keunggulan kita.
Setelah muncul ruang seperti itu, iklim seperti itu, maka pemerintah memiliki kewajiban. Kewajiban pertama, mari kita terus keluarkan policy atau kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi produk budaya itu, mari kita bantu dengan permodalan, kalau itu usaha kecil, mikro dan menengah. Berbagai scheme permodalan telah kita keluarkan, ada yang kredit biasa, ada yang kredit usaha rakyat, yang mudah caranya, bahkan agunan utamanya dijaminkan oleh pemerintah. Mereka punya ide, punya gagasan ada modal, ada resources sehingga bisa dijalankan. Demikian juga ketika masih instan, ketika dalam tahapan awal, pemerintah memberikan fasilitasi membantu eksebisi, membantu pemasaran, membantu penjualan, sebagaimana yang dilaksanakan sekarang ini antara tanggal 25 dan tanggal 28 dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia. Ini adalah tugas pemerintah. Apabila ini berjalan secara sinergis, saya punya keyakinan industri kreatif, ekonomi kreatif akan terus berkembang di negara kita.
Saudara-saudara,
Itulah yang dapat saya sampaikan. Dan akhirnya sekali lagi, marilah kita semua menjadi bagian untuk pengembangan ekonomi kreatif ini, ekonomi yang berbasiskan budaya dan teknologi. Teknologi penting karena menambah nilai tambahnya, added value. Teknologi penting, agar semuanya itu bisa memunculkan daya saing kita. Teknologi juga penting, banyak hal dengan intervensi teknologi, akhirnya menjadi solusi, menjadi nilai lebih dari competitiveness kita. Oleh karena itu, tepat penyatuan ini seperti industri handphone, film, musik, komputer, animasi, banyak sekali yang apabila disatukan, termasuk robot tadi, teknologi dengan kreativitas dan itulah creative economy, itulah creative industry.
Itu ajakan saya dan harapan saya. Dan akhirnya pada kesempatan yang baik ini, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT dan dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim", Pekan Produk Kreatif Indonesia Tahun 2009 dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



