Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Tecno Park Sasana Ganesha Sukowati

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN “TECHNO PARK SASANA GANESHA SUKOWATI”
DAN MUSEUM KARS INDONESIA
SRAGEN-JAWA TENGAH, 30 JUNI 2009




Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Pimpinan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen dan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah beserta Forum Pimpinan Daerah Jawa Tengah, baik dari lembaga sipil, militer maupun Kepolisian, Saudara Bupati Sragen dan para Bupati dan Walikota yang turut hadir dalam acara ini,
Yang saya muliakan para Pemuka Agama, para Tokoh Masyarakat dan para Pini Sepuh masyarakat Sragen, para Pimpinan Komunitas Tenaga Kerja, Pimpinan dan Peserta Pelatihan BLK, Anak-anakku, para Siswa dan Siswi yang saya cintai dan hadirin sekalian yang saya muliakan,

Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Kita juga patut bersyukur ke hadirat Allah SWT. karena hari ini dapat bersama-sama menghadiri acara Peresmian BLK Techno Park Sasana Ganesha Sukowati yang dilanjutkan dengan Peresmian Museum Kars Indonesia yang berada di Wonogiri.

Hadirin yang saya hormati,
Ini kunjungan saya yang pertama ke kota Sragen dan saya amat berbahagia, kunjungan sebagai Presiden. Saya lahir dan asli Pacitan, dulu sering berpergian ke Madiun, ke Solo termasuk ke Sragen. Ternyata Sragen sudah jauh maju, berkembang dan sejahtera.

Setiap kali saya menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sragen, Pak Untung di Istana Negara, saya katakan, saya senang, saya bersyukur dan saya menyampaikan penghargaan, karena prestasi Sragen dalam berbagai aspek pembangunan sangat menonjol, bukan hanya pelayanan satu atap yang menjadi model, tetapi juga kemajuan di aspek yang lain dan insya Allah sebagaimana yang akan kita resmikan hari ini, satu model pelatihan dalam BLK yang betul-betul bisa menghasilkan lulusan yang siap diserap oleh pasar tenaga kerja atau yang siap bekerja di berbagai lapangan pekerjaan.

Saudara-saudara,
Setiap saya bertemu dengan Bupati, Walikota, juga Gubernur di seluruh Indonesia, saya selalu mengingatkan bahwa ada tujuh prioritas yang mesti dilakukan oleh pemerintah, utamanya beliau-beliau yang sedang memimpin daerah, apakah sekali lagi, menjabat sebagai Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Pertama, terus mengurangi kemiskinan. Kedua, mengurangi pengangguran. Ketiga, meningkatkan pendidikan. Keempat, meningkatkan kesehatan masyarakat. Kelima, membangun infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi dan sebagainya. Keenam, membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN dan juga pemerintahan yang tanggap melayani masyarakatnya. Dan yang ketujuh adalah pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik kepada rakyatnya. Makin cepat, makin murah, makin mudah, makin bisa dijangkau oleh rakyatnya.

Sragen adalah salah satu dari kebupaten dan kota yang saya nilai di Indonesia ini memiliki prestasi dalam mencapai tujuh sasaran pembangunan daerah yang saya sampaikan tadi. Boleh tepuk tangan sekali lagi. Terima kasih.

Saudara-saudara,
Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Saudara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Sragen dan Bupati Wonogiri yang telah bisa membangun kedua tempat yang penting ini, yaitu BLK Techno Park Sasana Ganesha Sukowati dan Museum Kars Indonesia yang menjadi aset penting dalam pembangunan di negeri kita.

Saudara-saudara,
Saya ingin bicara sekarang tentang lapangan kerja yang nantinya berkaitan erat mengapa BLK semacam yang akan kita resmikan hari ini juga menjadi sangat penting.

Saudara-saudara,
Tentu kita ingin rakyat Indonesia yang masih menganggur atau yang telah menyelesaikan pendidikannya bisa mendapatkan lapangan pekerjaan atau dalam kata lain pengangguran makin berkurang. Sebab kalau rakyat kita mendapatkan pekerjaan, apapun pekerjaan itu sepanjang halal, tentu yang bersangkutan mendapatkan penghasilan. Dengan penghasilan tentu bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya secara layak. Dan dengan demikian, maka kemiskinan di negeri ini makin berkurang. Oleh karena itu menjadi tugas, menjadikan agenda dan prioritas pemerintah untuk terus-menerus berupaya menciptakan lapangan pekerjaan dan terus-menerus mengurangi pengangguran, sebagaimana yang sedang pemerintah lakukan dewasa ini.

Saudara-saudara,
Sebenarnya pengangguran itu bukan hanya permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia, yang dihadapi oleh Jawa Tengah, sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Bibit Waluyo tadi, dengan segala upaya yang dilakukan untuk mengurangi pengangguran itu. Tetapi pengangguran itu juga menjadi persoalan bangsa-bangsa lain di dunia, bukan hanya negara berkembang seperti Indonesia, termasuk negara-negara maju.

Sebagai contoh, dunia sekarang ini sedang mengalami krisis perekonomian yang menurut saya sangat dahsyat dan sangat dalam. Kalau sebelumnya ada krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, sekarang ini kita sebenarnya berada dalam kemandekan perekonomian global yang disebut dengan resesi perekonomian, akibatnya pertumbuhan ekonomi di banyak negara jatuh. Yang tadinya tumbuh positif, banyak negara berguguran tumbuh negatif. Yang tadinya, yang menganggurnya tidak banyak, tiba-tiba membengkak luar biasa. Seperti negara kita 11 tahun yang lalu, krisis 1998, kemiskinan meningkat tajam, pengangguran meningkat tajam, hutang luar negeri juga meningkat tajam, dan meskipun tahun-tahun terakhir ini terus kita kurangi masih tersisa akibat krisis yang dulu, ditambah dengan krisis sekarang ini. Kita menyaksikan, contoh, Amerika Serikat yang negaranya sangat maju, sangat kaya, ekonominya tinggi itu penganggurannya mencapai 10% bahkan sekarang di atas angka pengangguran Indonesia.

Republik Rakyat Tiongkok yang ekonominya tumbuh 11% tiap tahun, yang dianggap sebagai negara ajaib dalam bidang ekonomi, dalam krisis ini terjadi pertambahan pengangguran tidak kurang dari 10 juta. Mengapa? Ya karena terjadi krisis ekonomi, sehingga soal pertumbuhan ekonomi, soal pengangguran, soal kemiskinanpun itu menjadi permasalahan dunia. Oleh karena itu, tidak perlu kita sangat berkecil hati seolah-olah hanya negara kita. Yang penting, mari dengan sekuat tenaga, dengan segigih-gigihnya, seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta komponen bangsa yang lain bersatu padu, bekerja sekeras-kerasnya untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Apa yang sedang terjadi hari ini di Sragen, apa yang dilakukan oleh Sragen dan Jawa Tengah, sebagaimana disampaikan oleh Pak Gubernur tadi, contoh nyata bahwa kita tidak perlu mengeluh, kita tidak perlu menyalahkan kesana kesini, tidak perlu pula menyalahkan dunia, yang penting mari kita ambil tanggung jawabnya secara penuh untuk menyelesaikan masalah ini.

Saudara-saudara,
Berkaitan dengan itu semua, sejak 5 tahun yang lalu, kita memilih kebijakan dan juga strategi ekonomi kita pada tiga jalur. Pertama, ekonomi harus terus tumbuh. Kalau ekonomi tidak tumbuh, tidak mungkin pengangguran berkurang, tidak mungkin kemiskinan berkurang, tidak mungkin kesejahteraan meningkat. Alhamdulillah, setelah mengalmi krisis 11 tahun yang lalu, yang tahun-tahun setelah itu ekonomi kita tumbuh rendah, maka tahun-tahun terakhir ekonomi kita mulai tumbuh lebih tinggi dan ini harus terus kita jaga dan tingkatkan.

Yang kedua, Saudara-saudara, strategi kita adalah memang menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran sebagaimana yang kita laksanakan. Dan ternyata tidak cukup hanya itu, Indonesia memilih, kita memilih bahwa program-program pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi kita lakukan juga program-program pro rakyat yang sedang kita jalankan bersama-sama sekarang ini, seperti pendidikan gratis bagi yang miskin, berobat gratis bagi yang miskin, membantu saudara kita yang terkena bencana, membantu saudara kita yang tiba-tiba ada kenaikan BBM dengan BLT, BLT bersyarat dan lain-lain. Itu contoh saja dari bagaimana kita dalam mengurangi kemiskinan juga menggunakan anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terus-menerus mengurangi kemiskinan itu.

Dengan strategi itu, dengan langkah nyata itu, maka tahun demi tahun ada perbaikan dalam kesejahteraan. Kemiskinan menurun, pengangguran menurun meskipun kita belum puas, jelas belum puas sampai hasilnya betul-betul dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita bicara sekali lagi pengangguran, karena kaitannya dengan BLK (Balai Latihan Kerja). Upaya menyiapkan tenaga kerja, upaya mempersiapkan tempat bekerja dan lain-lain. Pengangguran kita mulai awal krisis sampai kurang lebih tahun 2005-2006, itu memang ada peningkatan. Mengapa? Jumlah yang terserap untuk bekerja dibandingkan dengan pencari kerja tiap tahunnya itu masih lebih banyak jumlah yang mencari pekerjaan.

Sejak akhir 2006, utamanya 2007-2008 dan harus kita pertahankan ke depan ini, maka lapangan pekerjaan yang tersedia sudah lebih banyak dibandingkan pencari pekerja, yaitu sekitar 2 juta 200 ribu itu yang bisa diserap. Yang mencari kerja setiap tahunnya sekitar 2 juta. Kalau ini terus kita pertahankan dan lanjut ke depan, maka pengangguran akan terus turun karena lebih banyak yang bisa kita serap, apalagi dengan model BLK sebagaimana yang dibangun di Sragen ini. Saya optimis, saya yakin dengan ridho Allah SWT makin ke depan pengangguran di negeri ini makin kita turunkan dan lapangan pekerjaan makin bertambah.

Saudara-saudara,
Bagaimana caranya mengurangi pengangguran dan menambah lapangan pekerjaan. Saya sudah mengatakan tadi. Ekonomi harus tumbuh, pertanian tumbuh, perkebunan tumbuh, industri tumbuh, manufaktur tumbuh, jasa perdagangan, jasa otomotif, jasa wisata, jasa kuliner, jasa ekonomi kreatif, semua harus tumbuh. Kalau semua tumbuh, maka akan banyak pekerjaan yang diperlukan. Jadi tidak boleh hanya mendidik di BLK, BLK, BLK sebanyak-banyaknya tanpa memperluas tempat yang bisa menampung pekerja-pekerja baru. Inilah jalur ekonomi, jalur pertumbuhan ekonomi yang terus kita dorong. Ini sangat penting. Siapkan dulu tempat saudara-saudara kita bisa bekerja dengan investasi. Saya tidak suka kalau daerah-daerah terlalu banyak hambatannya, iklim bisnisnya tidak baik, banyak sekali katebelece, ada KKN-KKN sehingga investasi tidak tumbuh.

Kalau investasi tidak tumbuh, usaha tidak tumbuh, tidak mungkin terbuka lapangan pekerjaan. Kalau di antara kita jajaran pemerintah utamanya berprinsip kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, tidak akan tumbuh usaha itu. Sebaliknya contohnya Sragen, permudah setiap urusan, maka akan tumbuh dan berkembang usaha dan investasi itu dan terbuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Itu syarat pertama.

Syarat kedua, manakala tumbuh semua perekonomian, pertanian, industri, jasa, wisata, ekonomi kreatif, kerajinan, semua, maka diperlukan tenaga kerja-tenaga kerja yang terampil, tenaga kerja yang siap, tenaga kerja yang disiplin, tenaga kerja yang produktif dan sebagainya. Tugas kita mempersiapkan, melatih tenaga kerja seperti itu, seperti yang akan dilakukan di BLK, yang akan kita resmikan, sehingga pasarnya ada, siap menampung, kita serahkan, kita berikan tenaga kerja yang terampil, semuanya akan tumbuh dengan baik. Itulah cara yang masuk akal, bukan yang aneh-aneh, bukan yang penuh dengan wacana untuk benar-benar mengurangi pengangguran, meningkatkan lapangan pekerjaan, sekaligus membuka pasar tenaga kerja yang lebih luas lagi.

Saudara-saudara,
Dengan penjelasan saya ini, maka di masa depan peran Bupati, Walikota, peran dunia usaha di daerah, peran lembaga pendidikan dan latihan untuk mendidik lulusan SMK misalnya untuk mendidik lulusan-lulusan perguruan tinggi yang siap pakai misalnya itu menjadi penting. Jangan sampai pendidikan, apakah SMK, SMA, perguruan tinggi mencetak ribuan lulusan yang tidak ada kaitannya dengan lapangan pekerjaan di provinsi itu, di kabupaten dan kota itu. Pastikan benar bahwa lulusan-lulusan itu cocok, sesuai dengan apa yang diperlukan oleh ekonomi kita. Dengan cara itu, maka diharapkan tidak akan terlalu banyak yang mencari pekerjaan ke provinsi lain, ke negara lain, karena Indonesia kita, provinsi kita, kabupaten dan kota kita benar-benar ada sinergi yang Pak Erman Suparno mengatakan link and match. Itu bahasa Inggris, bahasa Indonesianya, yang penting klop-lah, cocoklah apa yang ada di pasar, itu dihasilkan, diterima dan bisa bekerja ya mungkin lebih baik itu klop, cocok, pas, sesuai, itu. Kalau link and match itu agak sulit itu memahaminya.

BLK penting. Saya senang kalau tadi ada teknologi dengan segala macam yang sedang berkembang. Indonesia tentu tidak boleh hanya mengandalkan pertanian dan perkebunan, meskipun itu tulang punggung. Pertanianpun bisa dibawa teknologi, bisa industri dan harus maju. Pangan harus cukup, harus swasembada, tetapi disamping pertanian juga ada industri. Didiklah tenaga kerja kita bagaimana otomotif, bagaimana pabrik, bagaimana pengolahan, bagaimana pertambangan, bagaimana dan sebagainya yang penting sesuai dengan perkembangan perekonomian kita.

Saudara-saudara,
Ada lagi yang disebut kewirausahaan. Dia menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, apakah lulusan SMK, lulusan SMA, lulusan SMP, siapapun, lulusan SD pun banyak kalau dia kreatif, dia inovatif, dia pandai mengerjakan sesuatu, membuka sesuatu, usaha sesuatu, jadi pula dia menjadi wirausaha. Dalam kaitan ini, pemerintah juga mendorong, lembaga pendidikan mendorong agar bantuan modal, kredit, kredit usaha rakyat yang lebih mudah ke depan tentu mesti ditingkatkan. Tahun lalu sudah mengalir sekitar Rp 12 triliun, tahun ini harapan kita Rp 20 triliun. Mestinya pemerintahan yang akan datang juga terus meningkatkan dengan harapan lebih banyak lagi tersedia modal bagi yang ingin berwirausaha, bagi yang ingin menjalankan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dagang apapun, usaha apapun, kerajinan, batik, warung, soto dan sebagainya.

Hanya dengan cara itu dididik untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dilatih untuk bisa bekerja di tempat lain dan juga modal yang kita berikan sebagai modal usaha, maka akan bergeraklah perekonomian lokal, perekonomian daerah, yang akhirnya secara nasional juga akan membawa kebaikan.

Masih berkaitan dengan tenaga kerja, bagi yang sudah bekerja tenaga kerja, para pekerja, saya berharap bekerja baik-baik. Pemerintah bersama dengan dunia usaha memiliki kewajiban untuk memastikan buruh kita, pekerja kita mendapatkan upah yang layak, perlindungan yang baik, kesejahteraan yang makin baik, karena itulah amanah kita untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh dan pekerja dengan catatan tetap produktif, tetap berdisiplin, tetap rajin , agar perusahaannya juga berkembang.

Kalau perusahaannya bangkrut, kalau perusahaannya akhirnya mem-PHK-kan hilang sudah pekerjaan itu. Sebaliknya perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan Saudara-saudara kita, lakukan bisnis yang baik, pemerintah membantu dengan kebijakan, harapan kita makin tumbuh, makin meningkat, makin banyak keuntungannya dan jangan lupa ketika keuntungannya bertambah banyak, memberikan kesejahteraan dan upah yang lebih tinggi lagi kepada para pekerja.

Dengan cara inilah kerjasama, komitmen, hubungan baik, tanggung jawab, semuanya akan menang. Usaha tumbuh, menang dia. Para pekerja kesejahteraannya meningkat, menang dia. Karena usaha tumbuh, pemerintah dapat penerimaan pajak, pemerintah juga menang. Uang itu untuk apa? Kembali ke rakyat, pendidikan, kesehatan, pengurangan kemiskinan dan sebagainya. Itulah yang berkaitan dengan tenaga kerja dan perusahaan.

Yang terakhir, Saudara-saudara, berkaitan dengan telah selesainya dibangun Museum Kars yang ada di Wonogiri, Jawa Tengah. Saya sudah beberapa kali berkunjung ke kawasan yang khas, yang unik mulai dari Kebumen Selatan, Bantul, Gunung Kidul atau Wonosari, Pacitan, Wonogiri, Trenggalek, Tulung Agung sampai Malang Selatan. Itu satu wilayah yang khas, medannya khas, alamnya khas, geologinya khas, ada air di bawah tanah, ada goa-goa, ada kapur yang suatu saat bisa diolah dan berbagai mineral yang ada di situ.

Dua bulan setelah saya menjadi Presiden, saya berkunjung ke Wonosari, saya mencanangkan waktu itu untuk ditata kawasan Kars, Eco Kars, untuk apa? Untuk studi, untuk belajar, belajar geologi, belajar arkeologi, untuk wisata, untuk pengembangan yang lain.

Alhamdulillah, sekarang museum sudah bisa dibangun. Kita bisa datang ke sana melihat kekayaan alam kita, keunikan atau kekhasan alam Indonesia yang bisa kita pelajari, yang bisa menginspirasi kita untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik, untuk hiburan, untuk wisata dan sebagainya. Oleh karena itu, insya Allah saya pun suatu saat akan berkunjung ke sana dan yang lain-lain saya minta juga bisa berkunjung. Saling berkunjung di antara tempat-tempat di negeri kita ini, agar makin menyayangi negeri sendiri, mencintai bangsa sendiri, mencintai tanah air sendiri sebagai bagian dari nasionalisme, patriotisme bangsa Indonesia yang terkenal sangat tinggi.

Demikianlah, Saudara-saudara, dengan ajakan, pesan dan harapan itu semua, dengan semangat untuk membangun negeri kita ke arah yang lebih baik di masa depan, maka dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, seraya mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim", Techno Park Sasana Ganesha Sukowati dan Museum Kars Indonesia dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan