Arsip

« Juli 2009 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Pidato Presiden

Sambutan Acara Zikir Bersama dengan Majelis Zikir Nurussalam

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
DZIKIR BERSAMA DENGAN MAJELIS DZIKIR NURUSSALAM
CIKEAS, 3 JULI 2009





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismilahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabil’alamin wassalatu wassalamu’alaassrafilanbiya wamursalin sayidinna wamaulana muhammadin wa’alaalihi washahbihi adjma’in, Amabadhu.


Yang saya muliakan para Ulama, para Habaib, para Kyai, teman-teman seperjuangan, hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah SWT,

Pada hari yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak sekali lagi, hadirin-hadirat untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberikan nikmat kesempatan, nikmat kekuatan, dan nikmat kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, perjuangan kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada umat, kepada masyarakat serta kepada bangsa dan negara tercinta.

Shalawat dan salam marilah bersama-sama kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah, Insya Allah termasuk kita semua sampai akhir jaman.

Selaku shohibul baith saya pertama-tama, mengucapkan selamat datang di Pendopo Cikeas ini dan terima kasih serta penghargaan saya yang setinggi-tingginya karena Bapak, Ibu, Saudara, hadirin-hadirat berkenan hadir untuk bersama-sama berzikir dan berdoa memohon ridho Allah SWT, untuk keberhasilan perjuangan kita semua membangun hari esok yang lebih baik.

Sebagaimana disampaikan oleh Saudara Kurdi Mustofa tadi, niat kami, hajat kami adalah berzikir dan berdoa. Ada kisah sedikit bapak, ibu, ini musim pemilu, musim pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, ini banyak yang menggunakan ilmu sihir. Betul. Saya merasakan dengan keluarga. Luar biasa. Macam-macam yang digunakan. Saya sampai pada satu kesimpulan, tidak ada yang lebih tepat mengalahkan ilmu sihir, kecuali zikir.

Sehingga contoh tadi malam, pada debat capres yang terakhir. Sejak berangkat dari rumah ini, saya pimpin zikir dan doa sepanjang jalan sampai ke tujuan yang diikuti istri, ajudan dan pengemudi. Sampai masuk ruangan, karena di situlah benteng yang paling kuat yang tidak bisa ditembus oleh apapun. Oleh karena itu, kalau yang berzikir dan berdoa dengan keikhlasan dengan begini banyak, insya Allah, Allah akan mengabulkan doa dan permohonan kita.

Saya mohonkan keikhlasan bapak, ibu, hadirin-hadirat untuk nanti pada saatnya berdoa bersama. Dan ada tujuh permohonan kita kepada Allah SWT. Pertama, mari nanti kita berdoa, agar Indonesia terus tumbuh dan berkembang menjadi bangsa dan negara yang makin maju, yang bermartabat dan yang sejahtera di abad 21 ini. Tentu saja doa ini disertai ikhtiar dan perjuangan yang sungguh-sungguh.

Kita sudah banyak mengalami cobaan, tantangan dan ujian selama ini, tetapi dengan ridho Allah karena kita sabar, tegar, terus bersyukur, tapi tidak pernah putus berikhtiar apapun yang dihadapi bangsa ini alhamdulillah bisa kita atasi dengan keyakinan yang sama, dengan jalan yang sama, jalan Allah SWT. Kalau kita lanjutkan semuanya itu, insya Allah semua halangan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita akan dapat kita atasi dan masa depan kita akan lebih baik.

Kita sependapat bahwa hari esok harus lebih baik dari hari sekarang. Sebagaimana kita bersyukur hari ini lebih baik dari hari kemarin. Tuhan, Allah SWT tidak akan merubah nasib sebuah kaum, termasuk merubah nasib bangsa Indonesia kecuali kita sendiri merubah diri kita, merubah bangsa kita, merubah masa depan kita ke arah yang lebih baik. Itu doa pertama yang saya mohonkan dipimpin secara khusyu nanti bersama-sama.

Yang kedua, mari kita berdoa nanti semoga pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 ini berlangsung secara aman, secara tertib dan secara lancar, serta demokratis. Ini yang menjadi tujuan dari kita menyelenggarakan pemilihan umum tahun 2009 ini, termasuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang pemungutan suaranya insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli mendatang. Itu doa yang kedua.

Yang ketiga, semoga dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun ini kita dijauhkan dari cara-cara yang tidak terpuji seperti fitnah, kampanye hitam, kekerasan-kekerasan dan perilaku, serta tindakan yang curang. Agama kita, Islam, mengajarkan untuk mencapai tujuan yang mulia, gunakan cara-cara yang terpuji. Jangan menghalalkan segala cara. Haram, haram. Mari kita pilih cara-cara yang halal. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Yang tidak ada kok jadi ada. Ibu Boediono seorang muslimah, diisukan agamanya lain. Banyak sekali puluhan fitnah menerpa keluarga kami, menerpa semua barangkali di antara kita. Tidakkah banyak cara untuk mencapai tujuan yang baik. Mengapa harus melakukan kampanye hitam? Black campaign. Bukan itu yang kita pilih. Mari kita mohon kepada Allah, jauhkanlah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dari itu. Kita mohonkan agar Allah SWT memberikan hidayah pada mereka-mereka yang suka melemparkan fitnah, disinari hatinya, taubat dan tidak melakukan hal-hal seperti itu. Itu yang ketiga.

Yang keempat, semoga semua pihak dapat menerima hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mendatang. Bagi yang tidak berhasil juga ikhlas menerima hasil itu dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik, tindakan yang anarkis, tindakan yang merusak segalanya. Karena justru itulah yang tidak demokratis. Kita membangun demokrasi yang harus siap kalah dan siap menang. Saya pernah kalah dalam pemilihan Wakil Presiden, ikhlas, saya akui, saya kalah. Saya ajak konstituen saya, mari kita dukung Wapres terpilih waktu itu Bapak Hamzah Haz, itu tahun 2001. saya mengatakan, saya minta maaf tidak berhasil karena barangkali yang kurang saya sendiri. Saya salah. Lepas sudah. Setelah itu saya belajar dari kekalahan dan kesalahan itu.

Allah Maha Besar. 3 tahun kemudian ketika saya berjuang untuk pemilihan Presiden, Allah mengabulkan doa dan permohonan saya dan terpilihlah saya, alhamdulillah, dengan dukungan rakyat, dukungan Bapak, Ibu, hadirin dan tentu atas pertolongan dan ridho Allah SWT. Indah sekali yang berhasil mensyukuri keberhasilannya, mengajak yang lain, menghormati yang kalah, bertanggung jawab dan kemudian menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Yang kalah pun mulia, karena kekalahan itu biasanya kemenangan yang tertunda sepanjang ikhlas, tidak mencari kesana kemari, mencari kambing hitam dan tidak pandai mawas diri, mengapa tidak berhasil? Itu doa yang keempat.

Doa yang kelima, yang kita mohonkan nanti, semoga Komisi Pemilihan Umum beserta jajarannya dapat menyelenggarakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini dengan baik. Kita doa sungguh nanti, semoga tidak ada permasalahan dengan DPT. Mari kita tembus dengan doa, dengan dzikir. Allah akan membuat keadaan yang tadinya kurang-kurang menjadi baik semuanya, lengkap, akurat termasuk hal-hal yang semoga tidak terjadi dalam pilpres dan wapres ini. Kita doakan KPU, bukan dihujat, bukan diserang, doakan. Kita bantu dengan zikir dan doa dan bantuan yang lain.

Jelas sebagai Presiden, sebagai Kepala Negara, hari ini saya mengeluarkan Inpres kepada seluruh Gubernur di seluruh Indonesia tembusan Bupati, Walikota, semua. Bantu KPU dan KPUD sesuai dengan kewenangan Undang Undang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang saya keluarkan, agar DPT-nya betul-betul siap. Dibantu, bukan dirongrong, bukan diteror, bukan dibikin supaya berbuat kesalahan.

Saya juga menginstruksikan, agar dijaga keamanannya sebelum, pada saat dan setelah pemungutan suara. Kalau aman seluruh kabupaten dan kota, provinsi di seluruh Indonesia, maka pemungutan suara itu akan dapat dilaksanakan secara tertib, lancar, demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Aman dulu.

Yang ketiga, saya instruksikan juga tadi agar dicegah tindakan-tindakan yang tidak demokratis. Jaman sekarang mudah sekali menuding orang lain, padahal belum tentu dirinya bersih. Mari kita bikin bersih diri kita sendiri dari hati kita, pikiran kita, perilaku kita, tindakan kita. Mari kita mulai, Allah mencatat, Allah mengetahui hati kita, pikiran kita, perilaku kita. Jangan ada istilah maling teriak maling. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, sehingga tidak ada penekanan, tidak ada paksaan dan sebagainya. Tinggi nilainya kalau kita betul-betul demokratis dalam pemilihan umum. Mari kita doakan dan kita dzikir malam hari ini.

Yang keenam, semoga perjuangan pasangan SBY-Boediono mendapatkan ridho Allah SWT dan mendapatkan dukungan rakyat yang kuat, sehingga dapat memimpin bangsa dan negara Indonesia 5 tahun ke depan dengan lebih berhasil lagi.

Saya manusia biasa, banyak kekurangan dan kelemahan saya, saya bukan superman yang bisa menyulap keadaan, yang saya miliki adalah tekad, niat, kesediaan untuk bekerja siang dan malam menghadapi ujian, cobaan dan rintangan dengan memohon pertolongan Allah. Saya berkali-kali ditolong oleh Allah dan saya yakini dengan pertolongan Allah, semua masalah bisa kita pecahkan. Saya mohonkan doa, dzikir yang khusyuk malam ini agar perjuangan kita berhasil.

Permohonan yang ketujuh pada Allah, doa terakhir adalah semoga kita semua Bapak, Ibu, hadirin-hadirat yang saya muliakan, yang bersilaturrahim, yang berzikir dan berdoa bersama di Cikeas ini sama-sama mendapatkan keselamatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan lahir dan batin dunia akhirat. Itulah tujuh hal yang saya mohonkan menjadi nafas, menjadi roh, menjadi jiwa dari zikir dan doa kita malam hari ini.

Demikianlah semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT mendengarkan niat dan cita-cita baik kita, me-ridhoi perjuangan kita, memberikan jalan, memberikan kemudahan, agar sesulit apapun bisa kita pecahkan sebagaimana Habib Abdurrahman Al-Habsyi tadi dalam sholat Isya, dalam surat Al-Insyiroh bahwa beserta kesulitan ada kemudahan, inamaal usri yusro. Saya kira kuat sekali kalau kita bisa renungi semuanya itu, mudah-mudahan terang malam ini jiwa kita, sebagaimana cahaya terang yang dibangun oleh Rasulullah, Nabi Muhammad SAW ketika memimpin perubahan peradaban selama 23 tahun dari jaman kegelapan menjadi jaman yang penuh dengan cahaya iman. Semoga itulah yang hadir bagi bangsa kita, negara kita, kita semua yang ada di tempat ini. Demikianlah.

Wabilahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan