Arsip

« Juli 2009 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Pidato Presiden

Dialog dengan Petani dan Pengusaha Mutiara Lombok

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN RI DENGAN PETANI DAN PENGUSAHA MUTIARA
PANTAI SENGGIGI, MATARAM, NTB
6 JULI 2009



Sigit Anggoro Putrobima, Pemandu:
Bapak Presiden Republik Indonesia dan Ibu, selamat datang di pantai ini. Nama saya Sigit Anggoro Putrobima, Bapak. Jadi, di depan Bapak ini adalah tamu-tamu undangan dari Kelompok Pengusaha Perajin dari kelompok masyarakat dari usaha mutiara. Kami Bapak dan Ibu untuk melakukan pengisian, dan kemudian yang kedua nanti adalah untuk memasukkan mutiara. Jadi, saya mohon ijin untuk memandu kegiatan ini, dan kami ingin memperkenalkan dulu peralatan yang diperlukan.

Yang pertama adalah satu alat untuk mengambil inti, yang di sebelah kanan. Itu gunanya adalah untuk mengambil inti, dimasukkan ke dalam kerang. Saya persilakan diambil, yang di sebelah sini, dan dimasukkan di dalam celah yang ada di situ. Dimasukkan ke dalam. Dimasukkan ke dalam dagingnya. Sesudah itu, didorong dengan alat yang sebelahnya, Ibu, ya, supaya agak masuk ke dalam, tidak mudah lepas. Sudah masuk. Oke, didorong ke dalam supaya di posisi di kantong indung telur. Sudah?

Berikutnya adalah memasukkan mantel, potongan mantel. Kita masukkan potongan mantel ke dalam, dilekatkan pada inti mutiara. Sudah masuk? Baik.

Jadi, apa yang dilakukan Bapak dengan Ibu adalah penanaman inti mutiara. Jadi, setelah diisi, Pak, pada umumnya kita menunggu 18 bulan sampai 24 bulan sebelum dipanen. Mungkin kalau diagendakan dalam peresmiannya, kita langsung ke pemanenan, Bu. Jadi, Bapak dan Ibu, di sini dipersilakan untuk pemanenan. Jadi, untuk acara ini, kami mohon bantuan dari semua rombongan untuk bersama-sama memetik dan kemudian menunjukkan kepada publik.

Yang pertama mungkin tanpa alat, Bu. Dipersilakan untuk membuka kerangnya. Dibuka kerangnya, kemudian diambil mutiaranya, Bu. Pakai tangan saja langsung. Kemudian saya minta tolong untuk ditinggikan, 1-2-3 ya panenannya. Baik, dibersihkan, dilap boleh, Bu.

Jadi pada umumnya hanya perlu dicuci dengan air sabun cuci piring, kemudian bisa langsung disimpan. Silakan dicuci, kemudian dimasukkan dalam kotak masing-masing yang ada di bak Bapak dan Ibu. Dan dijadikan suvenir oleh masing-masing yang membuka atas kebaikan panitia, Bu, dan kami.

Terima kasih Bapak Presiden, Ibu, dan rombongan semuanya. Acara selanjutnya adalah Bapak berbincang-bincang dengan masyarakat. Saya persilakan MC-nya.

MC:
Selamat datang, Pak Presiden dan Ibu Negara. Silakan, di sini sudah ada petani, pengrajin, dan pengusaha mutiara yang tentunya dari Lombok, dari sekitarnya Nusa Tenggara Barat. Silakan untuk berbincang dengan para pengusaha, petani ini dalam rangka Visit Lombok Sumbawa Year 2012. Terima kasih.

Sri Suhadah, Petani dan Pedagang Mutiara:
Assalamu''alaikum Wr. Wb.,
Nama saya Ibu Sri Suhadah. Kami pengrajin sekaligus pedagang mutiara. Kami sudah berusaha di bidang mutiara ini, berlangsung lebih kurang 21 tahun, di awal berdirinya perusahaan mutiara di NTB. Kami sebagai pengrajin sekaligus pedagang mutiara, Pak. Banyak yang ingin kami sampaikan lewat kesempatan yang baik ini, mumpung kami bertemu langsung dengan Bapak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono:
Silakan.

Sri Suhadah, Petani dan Pedagang Mutiara:
Yang pertama, kami mengalami kendala yang berhubungan peralatan. Peralatan kami masih sistim manual, Bu. Mungkin lewat kesempatan yang baik ini, kami mohon bantuan untuk memberikan di NTB ini sebuah peralatan yang casting, Bu, karena di sini belum bisa untuk peleburan emas putih. Masih benar-benar handmade.

Yang kedua, sehubungan dengan banyaknya anggota pengrajin di Nusa Tenggara Barat ini yang berhubungan dengan mutiara, karena di NTB inilah pusat perdagangan mutiara yang terbanyak, mungkin kalau kami catat, Bu, lebih dari 2000 orang pengrajinnya dan pedagang. Pada kesempatan yang baik ini pula, kebetulan Ibu sebagai Pembina Mutu Manikam, karena kami juga sudah sering mengikuti pameran Mutu Manikam, alangkah bagusnya apabila di NTB ini dibentuk perwakilan atau DPD dari Mutu Manikam, karena kami di sini kurang mendapatkan pembinaan maupun pelatihan secara langsung dari Mutu Manikam. Sedangkan provinsi-provinsi lain yang tidak terdapat mutiara, di sana diadakan pelatihan.

Kami merasa iri dan sedikit, malah bukan maju, Bu, tapi mundur. Cuma kami pribadi, karena melihat di pameran itu sangat maju, Bu, kami kejar juga dengan model-model yang terbaru. Tapi alhamdulillah hampir semua ibu yang hadir pada kesempatan ini juga memakai mutiara produksi kami. Terima kasih.

Yang terakhir, Pak, yang kami mohon. Karena dengan banyaknya mutiara itu hasil dari Nusa Tenggara Barat, kami mohon buyer itu atau diadakannya semacam pelelangan itu diadakan di Nusa Tenggara Barat, terlbih di Lombok pada khususnya.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan. Terima kasih.
Wabillahittaufik walhidayah,
Wassalamu''alaikum Wr. Wb.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono:
Waalaikumusssalam,
Ibu, pertama saya mengucapkan terima kasih, penghargaan atas ketekunan, upaya untuk terus-menerus mengembangkan kerajinan mutiara ini, dan saya berdoa semoga ke depan usaha Ibu semakin berkembang, membawa manfaat bagi para pekerjanya, dan bahkan bagi masyarakat dan pemerintah di provinsi ini.

Yang kedua, saya sudah menerima tadi. Yang satu dan ketiga akan saya jawab, nanti yang kedua biar Ibu Negara karena untuk Mutu Manikam, yang lebih menguasai ibu-ibu. Saya, masalah peralatan, tolong nanti kita rumuskan. Itu ada Ibu Mari Pangestu, ada Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Seperti apa yang bisa kita wujudkan, insya Allah bisa kita wujudkan nanti supaya meningkatkan produktivitas, meningkatkan mutu, meningkatkan sekaligus daya saing dengan produk dari negara lain. Insya Allah di situ.

Yang ketiga, benar tujuan dari hari ini ada namanya International Ecosystem Business Forum. Dalam arti luas, diharapkan juga menjadi interaksi antara sellers dengan buyers, nanti diangkat saja masalah ekonomi kreatif, masalah kerajinan seperti ini, karena saya sangat optimis, Ibu. Kalau Lombok atau NTB pada umumnya terus dikembangkan seperti kawasan pariwisata yang di sebelah selatan maupun objek-objek lain, makin banyak yang berkunjung ke Lombok, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri, maka tentu akan lebih berkembang lagi kerajinan mutiara, industri mutiara yang ada di tempat ini.

Saya sangat gigih dan saya ikut terjun untuk mempromosikan berbagai handycraft, kerajinan termasuk apa yang selama ini dilakukan oleh para pengrajin, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah lain. Kita akan terus kembangkan. Saya selalu bangga, makin bangga produk kita tidak kalah dengan produk negara lain.

Dengan demikian harapan saya, lebih bersaing, keuntungannya makin baik, sehingga yang bekerja juga mendapatkan kesejahteraan lebih tinggi, demikian juga daerah. Ini yang insya Allah akan kita lakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah, bersama-sama dengan dunia usaha.

Para menteri ada di sini semua. Beliau-beliau akan menindaklanjuti apa yang akan kita lakukan di waktu yang akan datang.

Sri Suhadah, Petani dan Pedagang Mutiara:
Terima kasih, Pak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono:
Sekarang saya persilakan Ibu Negara, silakan dijawab yang Mutu Manikam tadi.

Ibu Negara:
Terima kasih atas kesempatannya. Ibu, Mutu Manikam memang berdiri belum lama. Artinya tahun 2007 kita dirikan suatu organisasi, sebetulnya nirlaba untuk membina para pengrajin. Pada waktu itu sebetulnya idenya adalah saya melihat begitu banyaknya potensi yang kita punyai, baik itu pertambangan seperti emas, perak, tembaga, kemudian juga batu-batuan yang ada di Kalimantan maupun Pacitan dan daerah lain, dan mutiara yang ada di Lombok.

Pertama kali kita dirikan pada 2007 dengan ditandai pameran perhiasan Indonesia. Itu juga namanya Mutu Manikam Nusantara, artinya adalah perhiasan-perhiasan asalnya Nusantara. Kemudian pada perjalanannya baru dua tahun ini, kita sudah seringkali mengadakan pameran, baik di luar maupun di dalam negeri sebagai ajang atau forum juga kepada para pengrajin untuk bisa memamerkan hasil karyanya, sekaligus juga menjualnya.

Ibu, kemudian juga kita mendirikan satu pelatihan. Pada waktu itu, kita melakukan pelatihan di Yogyakarta, di Jambi, dan beberapa tempat yang lainnya, di Bali juga adalah untuk membangkitkan kembali para pengrajin agar supaya mempunyai kreativitas yang lebih lagi dengan kita mengundang para ahlinya dari luar negeri.

Tahun ini alhamdulillah balai pelatihan itu sudah bisa kita dirikan di daerah Cariu, Bogor. Kalau tidak salah, baru saja melakukan pelatihan. Tetapi apa yang Ibu sampaikan kepada saya tadi akan saya sampaikan kepada koordinator Mutu Manikam Nusantara Indonesia, yaitu Ibu Hassan Wirayudha. Kiranya barangkali apa yang disampaikan Ibu agar supaya ada semacam tingkat DPD-nya di sini, begitu. Kemudian juga melakukan pelatihan di sini tentang utamanya adalah mutiara karena di sini adalah penghasil mutiara terbesar. Nanti akan saya sampaikan, Ibu. Apakah itu mungkin pelatihannya di sini atau Ibu-ibu diundang ke balai pelatihan yang ada di Cariu, Bogor. Saya kira itu yang saya sampaikan, Ibu.

Sri Suhadah, Petani dan Pedagang Mutiara:
Terima kasih, Ibu.

MC:
Baik, terima kasih Bapak Presiden dan Ibu Negara. Dengan demikian berakhirlah sudah acara Penanaman Inti Mutiara, Pemetikan Mutiara, dan Dialog Dengan Masyarakat. Kita beri tepuk tangan sekali lagi untuk mutiara Nusa Tenggara Barat. Semoga menjadi pemicu dalam pencanangan Visit Lombok Sumbawa 2012.

Untuk Bapak Presiden dan Ibu Negara, kami persilakan beserta rombongan menuju ke tempat jamuan makan siang. Dan untuk semua yang dipanen pada hari ini adalah hak milik dari yang memanennya. Jadi, silakan dibawa untuk cenderamata. Terima kasih.

Hadirin dimohon untuk berdiri.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI