Arsip

« Agustus 2009 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pidato Presiden

Sambutan Konser Hee Ah Lee `Peduli Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus`

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KONSER HEE AH LEE
PEDULI ANAK INDONESIA BERKEBUTUHAN KHUSUS
HOTEL BOROBUDUR, 6 AGUSTUS 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat malam dan salam sejahtera buat kita sekalian,

Yang saya hormati Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu DR. dr. Siti Fadillah Supari,
Yang saya hormati Bapak Jaksa Agung Republik Indonesia,
Yang saya hormati Ibu-ibu yang bergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Ibu Fauzi Bowo,
Yang saya hormati Ibu Silvi, Kepala BPOM,
Yang saya hormati dan saya betul-betul sangat hormati adalah para Donator, para Dermawan yang hadir pada malam hari ini, maupun yang tidak sempat hadir di tempat ini,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas ijin-Nya, kita senantiasa berada dalam keadaan sehat walafiat dan dapat bersama-sama menghadiri acara ”Konser Hee Ah Lee Peduli Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus”. Hari ini saya sungguh sangat berbahagia bahwa Hee-Ah Lee bisa hadir di tengah kita yang nanti akan memainkan recitel piano dan saya dengar akan berkolaborasi dengan Bimbo.

Hadirin sekalian,
Hee Ah Lee adalah sebuah inspirasi bagi apa yang kita sebuat sebagai anak berkebutuhan khusus. Ia terlahir dengan kekurangan fisik, tetapi ia selalu berterima kasih kepada Tuhan, dan menganggap kekurangan itu sebagai anugerah. Dibalik Hee, ada sosok Ibu yang sangat sabar, ia adalah Nyonya Wo Kap Sun. Hee seperti yang kita sudah tahu kemudian menjadi seorang pianis 4 jari yang terkenal di dunia. Ia dengan kekurangannya itu dapat memainkan karya-karya komponis besar seperti Chopin, Beethoven dan Mozart. Ada tekad yang kuat pada diri Hee untuk memiliki keahlian khusus itu dan ia telah belajar terus-menerus sejak berusia 6 tahun.

Di balik ceritera sukses itu ternyata ada sosok Ibu yang dengan perhatian dan kasih sayangnya yang tulus mampu mengubah kekurangan menjadi kekuatan. Pada saatnya nanti, kita akan menyaksikan bersama kepiawaian seorang Hee Ah Lee dalam memainkan piano, serta tari-tarian dari anak-anak, dan juga tadi kita saksikan juga permainan angklung dari anak-anak Indonesia yang berkebutuhan khusus.

Hadirin yang saya hormati,
Tidak ada satu anak manusia yang diciptakan sama yang satu dengan yang lainnya, tidak ada satu anak manusia yang tidak memiliki kekurangan, tidak ada anak satu manusia yang ingin dilahirkan ke dunia ini menyandang cacat atau memiliki kelainan. Demikian pula, tidak ada seorang Ibu pun, tidak ada se-orangtua pun yang menghendaki kelahiran anaknya dengan menyandang kelainan. Dengan demikian, sejak kelahirannya, anak dengan kebutuhan pendidikan khusus, yang dulu sering kita sebut dengan nama anak berkebutuhan khusus, tetap menjadi tanggung jawab orangtuanya dan perhatian kita semua.

Kelahiran seorang anak dengan kebutuhan pendidikan khusus ini tidak mengenal, apakah mereka dari keluarga kaya, dari keluarga berpendidikan, atau keluarga miskin, serta keluarga yang taat beragama atau tidak. Bila Tuhan menghendaki keluarga itu diberi amanah seorang anak dengan berkebutuhan pendidikan khusus, maka kemungkinan itu bisa terjadi. Akan tetapi perlu diingat, bahwa Tuhan melihat dan menghargai manusia, tidak dari kelainannya secara fisik, mental, atau sosial semata, tetapi dari ketaqwaan kepada Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya Tuhan menguji atau memberi kesempatan pada keluarga tersebut untuk berbuat yang terbaik bagi anak-anaknya.

Sebagai manusia, anak dengan kebutuhan berpendidikan khusus memiliki hak dan tumbuh, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan bangsa. Ia memiliki hak untuk sekolah, sama seperti saudara-saudara lainnya yang tidak memiliki kelainan atau normal. Tidak ada alasan bagi sekolah luar biasa dan sekolah umum dimana pun melarang mereka untuk masuk ke sekolah tersebut. Bersama guru pembimbing khusus yang telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan pendidikan luar biasa, sekolah dapat merancang pelayanan PLB bagi anak tersebut yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Apakah anak tersebut membutuhkan kelas khusus, program khusus, atau layanan khusus, tergantung dari tingkat kemampuan dan kondisinya.

Semakin dini seorang anak berkebutuhan khusus diberi kesempatan berinteraksi dengan anak seusianya, semakin kuat pula mental mereka menghadapi tantangan lingkungan. Ia juga akan bisa lebih berkembang bila dibandingkan dengan mereka yang diasingkan dan tidak disekolahkan. Semakin dini mendapatkan layanan pendidikan, semakin baik hasil yang diperolah, mari kita perlakukan mereka secara wajar.

Hadirin sekalian,
Marilah kita wujudkan sikap bersama sesuai dengan deklarasi hak asasi manusia, manusia anak dengan kebutuhan pendidikan khusus, bahwa mereka mempunyai hak untuk mendidik dirinya, hak untuk mendapatkan pekerjaan dan profesi, hak untuk memelihara kesehatan, dan fisiknya secara baik, hak untuk hidup mandiri, dan hak untuk mendapatkan kasih sayangnya. Selain itu harus diingat, bahwa negara kita juga memiliki konstitusi yang melindungi anak-anak berkebutuhan khusus ini melalui undang-undang yang tadi sudah disebutkan oleh Ibu Menteri Kesehatan, Nomor 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

Sekali lagi, saya sampaikan pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas menyelenggarakan upaya kesehatan komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

Tadi Ibu Menteri Kesehatan juga menyebutkan, bahwa sampai saat ini hampir 3 juta lebih penduduk Indonesia yang menyandang kelainan atau 21% dari jumlah itu adalah anak usia 15 sampai 18 tahun. Sekitar 600 ribu anak yang hanya 27% saja dari jumlah itu, yang bisa bersekolah di sekolah luar biasa. Hal ini disebabkan, karena masih terbatasnya SLB yang ada. Terkait dengan data itu, ke depan tentu kita berharap agar semakin banyak anak-anak kita dengan kebutuhan khusus yang mendapatkan akses pendidikan ke sekolah-sekolah luar biasa semacam itu. Kita akan mendukung terus upaya dari pemerintah, tentu dalam hal ini melalui Departemen Kesehatan, atau Menteri Kesehatan.

Kita menyadari bahwa hal itu tentu tidak mudah, karena peningkatan akses itu membutuhkan kepedulian kita bersama, baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, saya sangat menghargai setiap upaya warga negara yang memiliki kelebihan rejeki, para sponsor, para donator, para dermawan yang ada di ruangan ini semuanya yang telah menyumbangkan sebagian harta miliknya, bagi yayasan, organisasi dan lembaga yang membina anak-anak dengan berkebutuhan khusus ini.

Saya juga menghargai Panitia Konser Hee Ah Lee Peduli Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus, dalam hal ini yang dikerjasamakan antara Departemen Kesehatan dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, dalam hal ini khusus Indonesia Sehat yang telah menyumbangkan hasil konser kepada yayasan-yayasan ataupun organisasi-organisasi mempunyai kepedulian terhadap anak-anak dengan berkebutuhan khusus.

Hadirin sekalian,
Mengakhiri sambutan saya ini, saya ingin menyampaikan, bahwa sikap mandiri dan percaya diri adalah sikap yang bertanggung jawab. Namun hidup sendiri, tanpa peduli bukanlah sikap yang bijak. Oleh karena itu, marilah kita selalu peduli dan berbagi kepada sesama dan yang kita sayangi, seraya memohon ridho Ilahi. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semua.

Wabillahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan