Pidato Presiden
Pengarahan Acara Pengukuhan Paskibraka 2009
TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPADA ANGGOTA PASKIBRAKA
PADA ACARA
PENGUKUHAN PASKIBRAKA TAHUN 2009
ISTANA NEGARA, 14 AGUSTUS 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Para Tamu Undangan yang saya hormati,
Para Anggota Paskibraka 2009 yang saya cintai,
Pada kesempatan yang membahagiakan, yang bersejarah dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua, Anak-anakku, Anggota Paskibraka 2009 untuk terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kita semua masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena pada sore hari ini dapat bersama-sama menghadiri Pengukuhan Anggota Paskibraka Tahun 2009, yang Insya Allah akan segera mengemban tugas yang bersejarah dan mulia. Kita mengetahui bersama, bahwa Hari Ulang Tahun Kemerdekaan sebuah bangsa adalah merupakan hari yang sangat bersejarah. Demikian juga bangsa Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati Proklamasi Kemerdekaan kita. Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati Detik-detik Proklamasi yang dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih. Demikian pula yang terjadi di bumi Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi dibacakan oleh Presiden Pertama, kita Ir. Soekarno didampingi oleh Wakil Presiden pertama kita, Drs. Mohammad Hatta. Dan segera setelah itu, untuk pertama kali secara resmi bendera kita, Sang Merah Putih dikibarkan, menandai babak baru perjalanan bangsa Indonesia, karena sejak itu bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka.
Hadirin yang saya cintai,
Para Anggota Paskibraka yang saya banggakan,
Hari ini, kalian memasuki lembaran sejarah baru, tonggak baru dalam perjalanan pengabdian kalian ke depan kepada bangsa dan negara tercinta. Karena sebentar lagi kalian akan mengemban tugas yang sangat bersejarah, yang mulia, dan tentunya penuh dengan kebanggaan. Saya berharap laksanakan tugas itu.
Ke depan dengan tonggak baru ini, saya berharap kalian benar-benar mengukir perjalanan karier yang baru pula dengan doa dan harapan kami semua, setelah kalian menjadi putra-putri bangsa yang unggul, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dan negara pada cabang profesi apapun, baik di Pusat maupun di Daerah.
Hadirin yang saya muliakan,
Anak-anakku Anggota Paskibraka 2009 yang saya banggakan,
Peingatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tahun 2009 ini mengambil tema besar, sebagaimana yang saya sampaikan kemarin dalam pidato kenegaraan saya, di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan yang juga saya sampaikan kembali pada saat memperingati Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Sekali lagi, tema besar kita adalah ”Bersatu, Bangkit dan Maju”. Sebagai bangsa kita bertekad, mulai tahun ini kita lebih bersatu, kemudian bangkit dan maju.
Saya terus mengatakan, bahwa hanya dengan persatuan di antara kita, bangsa kita akan selamat mengatasi berbagai tantangan, permasalahan dan ujian. Dan hanya dengan persatuan, bangsa kita bisa membangun hari esok yang lebih baik menuju kehidupan bangsa yang lebih aman dan lebih damai, yang lebih adil dan lebih demokratis, dan yang lebih sejahtera.
Satu tahun ini kita menyelenggarakan pemilihan umum, sebagai bagian dari kehidupan demokrasi kita. Sebagaimana layaknya pemilihan umum, tentu dalam proses itu kita bisa berbeda tempat satu sama lain. Dalam kampanye misalnya, dalam kompetisi, dalam rangka pemilu itu. Pemilihan umum telah kita laksanakan dan alhamdulilah berjalan secara aman, damai, tertib, lancar dan demokratis. Saatnya kita bersatu kembali untuk kembali melanjutkan tugas dan pengabdian kita membangun negara. Makna dari bersatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tahun ini juga kita kaitkan dengan permasalahan itu.
Bangkit, ingat 11 tahun yang lalu kita mengalami krisis. Krisis yang sangat dahsyat. Tuhan Maha Besar, dengan persatuan, keuletan dan kegigihan kita, bangsa kita masih tetap tegak berdiri. Selamat sebagai bangsa yang terus membangun masa depan. Saatnya telah tiba, sekarang ini, setelah kita bisa keluar dari krisis dan ketika dunia juga mengalami krisis, baru sekarang ini krisis perekonomian global, kita tetap bertahan, kita bisa mengatasinya. Maka tepatlah kalau saya mengatakan, saatnya Bangsa kita setelah bersatu, bangkit untuk bekerja lebih keras membangun masa depan kita bersama.
Jika semuanya kita lakukan, kita bersatu, kita bangkit dan bekerja keras, maka insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, bangsa kita di awal abad 21 ini akan tergerak menuju bangsa yang maju, bangsa yang bermartabat dan bangsa yang sejahtera. Itulah makna dari tema besar kita pada Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tahun ini, ”Bersatu, Bangkit dan Maju”.
Kepada Anak-anakku Anggota Paskibraka tahun 2009 yang saya cintai, kalian adalah putra-putri terbaik. Kalian adalah putra-putri pilihan yang mewakili saudara-saudara kita, teman-teman kalian dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu, saya berharap laksanakanlah tugas yang mulia ini dengan sebaik-baiknya. Dengan satu keyakinan, tugas yang akan kalian emban, pada tanggal 17 pagi dan 17 sore, pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dan kemudian Penurunan Bendera Merah Putih akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Dan pada kesempatan yang baik ini, selaku Kepala Negara, selaku Kepala Pemerintahan, selaku yang sedang mengemban amanah, saya ingin menyampaikan pesan dan harapan kepada kalian semua. Pertama, terus kobarkan jiwa patriotisme dan nasionalisme, cinta tanah air, cinta bangsa dan negara. Itu harus terpatri dalam hati sanubari kalian. Kita harus siap mempertahankan tanah air kita dari ancaman apapun. Kita harus rela berkorban untuk keutuhan negara dan kedaulatan Indonesia. Dan di masa kini, serta masa depan patriotisme dan nasionalisme harus dapat diwujudkan, harus dapat diaplikasikan, agar kita juga berjuang dengan gigih membangun bangsa untuk menjadi bangsa yang sejahtera, lahir dan batin. Aktualisasikan semangat, jiwa, baik nasionalisme dan patriotisme seperti itu mulai sekarang.
Yang kedua, saya juga ingin kalian menjadi bagian untuk terus memperkokoh persatuan dan kerukunan kita sebagai bangsa. Saya sudah menjelaskan arti persatuan. Sekarang saya ingin menjelaskan arti kerukunan kita sebagai bangsa, harmoni kita sebagai bangsa. Bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, beragam, baik dari segi agama, dari segi suku, dari segi etnis, dari segi kedaerahan dan banyak lagi perbedaan identitas, sebagaimana pula kalian berasal. Kalian bisa kompak seperti ini, mengemban tugas sebagai Anggota Paskibraka, saya ingin bukan hanya dalam kaitan tugas itu, tapi ke depan dan bukan hanya dalam komunitas ini, tetapi kita semua sebagai bangsa Indonesia haruslah semakin bersatu dan semakin rukun. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Itulah yang harus kita perkokoh, persatuan dan kerukunan sebagai bangsa.
Yang ketiga, saya ingin kalian semua menjadi bagian untuk membangun budaya, saya ulangi peradaban yang mulia, civilization. Peradaban bangsa Indonesia harus semakin terhormat, semakin unggul dan semakin mulia. Peradaban bisa dicerminkan bagaimana mentalitas karakter bangsa ini, akhlak bangsa ini, budi pekerti bangsa ini, termasuk bagaimana kita menyikapi permasalahan yang ada di negeri kita. Peradaban yang mulia, peradaban yang terhormat adalah peradaban yang anti kekerasan, cinta perdamaian, menyelesaikan masalah secara baik-baik. Bangun dalam hati dan pikiran kalian peradaban yang baik, nilai yang baik, perilaku yang baik dan budi pekerti yang baik.
Saya ingin benar-benar generasi bangsa mendatang, bangsa yang memiliki peradaban yang makin unggul, bangsa yang mencintai perdamaian dan menolak berbagai pikiran-pikiran yang penuh dengan kekerasan, termasuk kejahatan sebagaimana yang baru-baru ini terjadi, kegiatan atau aksi terorisme yang tidak berperi kemanusiaan dan yang tidak bertanggung jawab. Mari kita tunjukkan peradaban kita adalah peradaban yang mulia. Bangsa kita bangsa yang berperilaku dan bernilai yang luhur dan mulia pula.
Yang keempat, saya ingin kalian semua sebagai generasi muda terus membangun budaya unggul, the cultural of excellence. Rajin mengembangkan diri, inovatif dan kreatif, pantang menyerah, doing the best. Bekerja jangan hanya sekedar melaksanakan pekerjaan, raihlah prestasi setinggi-tingginya, bercita-citalah, kembangkan idealisme untuk menjadi putra-putri bangsa terbaik. Dan akhirnya bangsa kita juga akan menjadi bangsa yang besar. Budaya unggul, cultural of excellence, jangan tanggung-tanggung, why not the best. Mulai sekarang adaptif, kreatif, inovatif, tunjukkan dalam karya mulai sekarang dan sepanjang perjalanan karier ke depan, sepanjang pengabdian kalian kepada bangsa dan negara tercinta.
Dan yang kelima, pesan saya adalah teruslah memiliki semangat juang yang tinggi, fighting spirit. Bangsa yang mudah menyerah, bangsa yang lunak, bangsa yang cengeng, bangsa yang tidak mampu mengatasi tantangan tidak akan menjadi apa-apa dan dia tidak kemana-mana akan tetap berada di tempat. Tapi kalau kita memiliki jiwa kejuangan yang tinggi, pantang menyerah, semangat harus bisa, can do spirit. Apapun persoalan dengan ridho Allah, dengan upaya, kita bisa mengatasi dan menyelesaikannya. Can do spirit, figthing spirit. Itulah ciri-ciri bangsa yang akan maju.
Saya tidak ingin putra-putri Indonesia cengeng, mudah menyerah, permisif, lunak dan tidak tegar menghadapi tantangan, ujian dan cobaan. Saya yakin, dari apa yang kalian lalui, seleksi ini, latihan demi latihan, yang tidak ringan di bawah bimbingan pengasuhan dari semua dan kalian bisa berdiri hari ini di Istana Negara, saya yakin kalian memiliki fighting spirit yang tinggi, semangat juang yang tinggi, can do spirit yang tinggi, semangat harus bisa.
Dan ingat, kita bisa merdeka menghadapi penjajah yang luar biasa kuatnya, pertama, karena ridho Allah SWT, yang kedua, karena fighting spirit kita. Yang ketiga, karena persatuan kita sampailah kepada cita-cita yang kita idamkan bersama, yang diperjuangkan oleh para pendahulu kita berabad-abad lamanya, sebelum Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
Itulah pesan saya, itulah harapan saya, saya ingin kalian menjalankan semuanya dan saya mendoakan bukan hanya suksesnya pelaksanaan tugas pada Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tahun ini, tapi juga pada perjalanan hidup kalian, pada pengabdian kepada bangsa dan negara di masa depan.
Dan akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, serta dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kalian semua saya kukuhkan sebagai Anggota Paskibraka Tahun 2009.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



