Pidato Presiden

Sambutan Open House Idul Fitri 1430 H di Istana

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PERMOHONAN MAAF
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
OPEN HOUSE
DI HALAMAN DEPAN ISTANA NEGARA, 20 SEPTEMBER 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, Anak-anak yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita masih mendapatkan bimbingan dan lindungan-Nya, dan semoga langkah kita ke depan selalu dituntun dan mendapat ridho Allah SWT.

Pada hari yang membahagiakan ini, saya beserta Ibu Negara, Ibu Ani, ingin mengucapkan selamat Idul Fitri 1430 Hijriyah, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Saya mendoakan Bapak-Ibu semua selalu mendapatkan lindungan dari Allah SWT dan kemudian diberikan tuntunan untuk melanjutkan kehidupan yang insya Allah lebih baik di masa depan.

Saya juga mohon doa restu dari Bapak-Ibu, Saudara-saudara, Anak-anak sekalian untuk mengemban tugas negara, untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Saya ingin bertanya, siapa yang datang dari Jakarta? Yang dari luar Jakarta? Dari mana Bapak? Sulawesi. Yang dari Sumatera ada? Sumatera? Aceh ada? Siantar ada? Mana? Bukan, Lampung yang Sumatera. Yang Kalimantan ada? Sulawesi ada? Nusa Tenggara ada? Papua ada? Shalom. Nanti saya salami nanti, nanti yang dari Papua, yang dari Papua, saya salami nanti. Kenapa, kenapa? Dari Sabang sampai Merauke, semua rakyat Indonesia, saudara kita semua. Kita harus saling sayang-menyayangi semua bangsa Indonesia. Kita harus maju bersama. Tidak boleh maju sendiri-sendiri. Setuju? Saya ingin tanya, dari Banten ada? Jawa Barat? Jawa Tengah? Yogya? Jawa Timur? Madura?

Baik, saya menyayangi semua. Ini sudah maghrib, kita akan sholat, kemudian saya ini belum sungkem ke ibunda saya, ibu kandung saya. Saya minta waktu. Ibu Negara juga belum. Oleh karena itu, ini pengganti salamannya. Kenapa, kenapa? Oh sini, sini. Ini juga saudara kita. Tepuk tangan semua. Semua saling sayang-menyayangi, sayang-menyayangi semua di antara kita. Dari jauh tapi hati saya bersama Bapak-Ibu sekalian. Saya sangat menyayangi semuanya.

Sampaikan salam saya kepada keluarga yang ada di rumah, salam sayang dari saya. Semoga semua mendapatkan lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian, hati-hati di perjalanan, selamat sampai di tempat tujuan.

Baik, saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Terima kasih semuanya. Salam saya. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan, petunjuk, dan lindungannya kepada kita sekalian.

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI