Pidato Presiden
Telekonferensi dengan Pengguna Progran Desa Berdering
TRANSKRIPSI
TELEKONFERENSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PENGGUNA PROGRAM DESA BERDERING
ISTANA NEGARA, 30 NOVEMBER 2009
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Assalamualaikum Wr. Wb.
Presiden Republik Indonesia
Waalaikumsalam Wr. Wb.
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Di sini dengan Drs. Alwi selaku Penjabat Kepala Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.
Presiden Republik Indonesia
Pak Alwi, sebentar, Pak Alwi, ini Bapak berbicara di Desa Buwun Mas, betul? Saya bisa mendengar dengan jelas, di sini Pak SBY bersama para Menteri, bersama yang lain-lain, senang sekali, alhamdulillah, mendengarkan suara Pak Alwi. Saya persilakan sekarang, ingin menyampaikan apa kepada saya dan yang mendengar percakapan kita ini?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Baik, Pak, disini kami tengah berkumpul dengan Bapak Camat Sekotong Tengah beserta seluruh perangkat Desa Buwun Mas, kemudian warga masyarakat Bapak di Desa Buwun Mas menyampaikan salam hormat kepada Bapak Presiden SBY beserta istri sekaligus keluarga.
Kemudian, selanjutnya perlu kami sampaikan beberapa, sekilas wilayah Desa Buwun Mas, di antaranya Desa Buwun Mas, Kecamatan Sotong merupakan salah satu desa yang ada dari 88 desa di Kabupaten Lombok Barat, dan letaknya di paling ujung selatan, Pak Presiden, dengan batas wilayahnya: sebelah utaranya Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong Tengah; batas timur berbatasan dengan Desa Montong Sapah, Kabupaten Lombok Tengah; sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia; dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Dorangan, Kecamatan Sekotong Tengah.
Selanjutnya, luas wilayah Desa Buwun Mas seluas 51,93 km2 dengan penggunaan lahannya lebih besar penggunaannya di sektor kebun atau lahan kering seluas kurang lebih 4.751 hektare, sisanya tanah pekarangan, sawah, dan lain-lain. Selanjutnya, jumlah penduduk Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong sekarang ini tercatat 15.669 jiwa, dengan jumlah KK-nya, Bapak Presiden, 4.033 jiwa. Selanjutnya, Bapak Presiden, perlu kami sampaikan potensi Desa Buwun Mas ke depan yang lebih besar kira-kira kami lihat dari sektor pertambangan, pariwisata, perikanan, dan kelautan, dan pertanian.
Presiden Republik Indonesia
Pak Alwi, pertambangannya apa? Pertaniannya apa jenisnya?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Pertambangan yang lebih dominan kita sekarang ini adalah pertambangan batu emas, Bapak Presiden, kemudian batu mangan, tapi yang lebih dominan batu emas, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Pertaniannya apa?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Di sektor pertanian, masyarakat kita kebanyakan menanam pohon kelapa dan palawija, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Baik, terus silakan.
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Untuk sementara, sekilas wajah Desa Buwun Mas demikian, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Pak Alwi, saya setelah mendengar laporannya tadi, ini kalau melaporkan bagus seperti itu, runtut, lengkap, Bapak ini potensinya potensi camat, bukan hanya kepala desa. Saya senang, saya bangga kalau kepala desa menguasai seperti ini, berarti insya Allah kita memimpin dengan baik.
Sekarang saya mau bertanya, masih ada tidak keluarga-keluarga yang miskin di situ? Kalau ada, berapa Kepala keluarga yang miskin? Kemudian apa program yang dilakukan di luar yang dari pemeritah pusat? Apa saja untuk mengurangi kemiskinan itu? Silakan, Pak Alwi.
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Terima kasih, Bapak Presiden. Untuk di wilayah Desa Buwun Mas, warga kita yang dikategorikan miskin, yang masih menerima bantuan beras dari Bapak 3.077 jiwa, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Baik, jadi sekitar 900 Kepala Keluarga itu, dari 4.000 Kepala Keluarga tadi. Baik, kemudian pada prinsipnya warga desa bekerja atau ada yang menganggur, Pak Alwi?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Pak Presiden, masyarakat kita masih banyak melakukan kegiatan penambangan, Bapak Presiden, karena di desa kita tengah, boleh dibilang lagi pada panen batu, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Baik, kemudian sarana pendidikan, puskesmas, semua ada di situ?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Alhamdulillah, ada, Bapak Presiden, ada di dekat Buwun Mas ada 3.
Presiden Republik Indonesia
Baik, saya mendengar dari Pak Gubernur, akan dibangun kawasan wisata di daerah selatan, katanya indah sekali, kapan-kapan saya berkunjung ke situ, oleh karena itulah, bandara kita bangun, jalan-jalan kita bangun, agar pariwisata nanti tumbuh dengan baik. Mudah-mudahan nanti masa depan Buwun Mas makin baik, begitu, dan setelah sekarang kita disambungkan dengan telepon, apa perasaan Pak Alwi dan Saudara-saudara di sana?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Alhamdulillah, Bapak Presiden, sebelum saya menjawab tentang manfaatnya adanya telepon masuk desa ini, seperti tadi Bapak Presiden ingin berkunjung ke daerah Buwun Mas, kalau perlu dalam waktu dekat kami siapa menerima Bapak, mengiringi Bapak.
Selanjutnya, Bapak Presiden, masalah setelah adanya telepon masuk desa ini, tadinya kami beserta warga masyarakat yang semula kalau ingin berhubungan, berkomunikasi dengan pihak keluarga urusan perekonomian dan sebagainya, kami harus menempuh jalan kurang lebih 11 km kepada pusat ibu kota, Bapak Presiden. Namun, setelah adanya telepon masuk desa ini, warga masyarakat kami sekarang ini sangat-sangat berterima kasih dan membantu; dengan adanya telepon ini, yang tadinya membawa barang dagangan, hasil pertanian pakai mobil ngangkut ke kota, sekarang pakai telepon saja sudah pembelinya datang, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Betul, itulah manfaatnya telepon, tentu harapan kita, ekonomi bisa tumbuh lebih baik lagi, masyarakat bisa dilayani lebih baik lagi, dan akhirnya tentu membawa kebaikan.
Pak Alwi, semua ingin terus memajukan rakyat kita. Saya yakin Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Camat juga bekerja untuk memajukan wilayahnya, termasuk Desa Buwun Mas: pendidikannya, kesehatannya, infrastrukturnya, ekonominya, semua tentu akan dimajukan. Tetapi, tentu semuanya tidak bisa seketika; yang akan kita majukan seluruh desa di Indonesia. Ada keterbatasan negara, keterbatasan pemerintah, tapi kami akan terus membangun dan membangun. Yang kita harapkan dukungan masyarakat, serta peran para pemimpin daerah, sampai tingkat kepala desa.
Itulah yang saya harapkan sebagai presiden, Pak Alwi, dan sampaikan salam saya kepada semua. Insya Allah, suatu saat saya datang lagi; lima bulan yang lalu saya berkunjung, dan saya sering berkunjung ke NTB; pada saatnya nanti saya ingin melihat betul, bukan hanya industri mutiara, tetapi juga industri lain yang saya kira Lombok atau NTB akan kaya dengan ekonomi kreatif seperti itu.
Masih ada yang lain yang ingin disampaikan ke saya sebelum kita akhiri, Pak Alwi?
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Mohon maaf Bapak Presiden, ada satu yang perlu kami sampaikan sebelum kita akhiri. Mengingat manfaat dari telepon masuk desa ini sangat-sangat kami rasakan cukup membantu, Bapak presiden, oleh karena itu, kepada Bapak Presiden SBY beserta istri sekeluarga, kami haturkan banyak-banyak terima kasih, Bapak, kemudian jajaran Telkomsel, kemudian Depkominfo beserta jajarannya, kami beserta warga masyarakat seluruhnya mengucapkan banyak terima kasih atas fasilitas yang diberikan ini. Mudah-mudahan ke depan, Bapak Presiden, bukan hanya satu ini saja yang kami harapkan, kalau bisa ditambah lagi karena kebutuhan masyarakat kita cukup tinggi.
Demikian, Bapak Presiden, harapan-harapan dari masyarakatnya Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Baiklah, Pak Alwi, saya sudah mendengar semuanya, dan permohonan Pak Alwi, saya lihat tadi di layar, Pak Gubernur sudah senyum, Pak Rinaldi sudah senyum, pimpinan Telkom, Pak Tifatul, Pak Faisal juga demikian; pada saatnya nanti akan dipenuhi; dengan demikian, lebih banyak lagi sambungan telekomunikasi di Buwun Mas.
Salam saya kepada semua; semoga makin maju desanya.
Assalamua’laikum Wr. Wb.
Drs. Alwi, Plt. Kepala Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, NTB
Insya Allah, alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Halo, selamat siang, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Selamat siang. Apakah saya bicara dengan Pak Juni? Pak Yuni atau Pak Juni dari Desa Sebandut, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bangkayang, Kalimantan Barat?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Nama saya Juni, pekerjaan saya Sekdes Desa Sebandut, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bangkayang.
Presiden Republik Indonesia
Suaranya jelas sekali. Saya Pak SBY ada di Jakarta, bersama para Menteri dan para pejabat yang lain mendengarkan dengan jelas suara Pak Juni, alhamdulillah. Silakan disampaikan, Pak Juni, keadaan di Desa Sebandut, dan apa saja yang dapat saya ketahui.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Bapak Presiden, di desa kami penduduknya 738 jiwa, rata-rata pekerjaan dan penghasilan di desa kami petani dan peternak.
Presiden Republik Indonesia
Jenis pertaniannya apa dan ternaknya apa?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Terutama pertanian di bidang karet, petani karet Pak, dan di bidang peternakan, yaitu ternak babi, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, silakan, bagaimana keadaan yang lain?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Keadaan di sini kami bersama warga dan masyarakat di Sebandut dan bersama Bapak Camat hadir di sini, Pak, ikut menyaksikan peresmian Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Sampaikan salam saya kepada Pak Camat.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bangkayang, Kalbar
Terima kasih, Bapak. Dengan adanya telekomunikasi di desa kami, Pak, kami sangat berterima kasih atas kehadiran telekomunikasi ini, karena dengan adanya telekomunikasi di desa kami, kami bisa berhubungan langsung dengan keluarga, kerabat, dan instansi pemerintah lainnya, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, silakan lanjut, apa lagi?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Kami sangat berterima kasih lagi Pak, kepada pemerintah atas terselenggaranya pembangunan fasilitas telekomunikasi ini yang dilaksanakan oleh Telkomsel di desa kami, Pak. Dan juga di desa kami, Pak, sekarang belum tersedianya sarana listrik, tapi meskipun belum tersedianya sarana listrik dan karena terang belum terlalu memadai, tapi kami sangat bersyukur, telekomunikasi di desa kami lancar. Terima kasih, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, Pak Juni, saya lihat tadi Pak Rinaldi Firmansyah senyum ketika diucapkan terima kasih kepada Telkomsel. Pak Rinaldi itu Direktur Utama PT Telkom; beliau senyum-senyum tadi.
Pak Juni, saya mau tanya sedikit sekarang. Berapa jarak dari Desa Sebandut ke ibu kota Kabupaten Bengkayang, berapa kilo jaraknya?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Kurang lebih 70 kilo, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Berarti kan baik sekarang ada telekomunikasi, setiap saat bisa berkomunikasi. Kemudian, tadi disebutkan rata-rata penduduknya petani karet, mungkin ada petani coklat di situ?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Coklat sebagian dan petani sawah ada juga, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Oke, kemudian tadi peternakan babi. Saya ingin tanya, masing-masing keluarga itu penghasilannya berapa dengan pertanian ataupun peternakan itu? Bisa tahu enggak, Pak Juni, berapa rata-rata per bulannya itu penghasilannya berapa?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Rata-rata penghasilan kalau di sini, Pak, petani karet kurang lebih sekitar Rp 30 ribu lebih, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Tiap hari, begitu?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Setiap hari kalau cuaca bagus, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Rp 30 ribu, berarti sebulan sekitar Rp 1 juta, begitu?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Ya kalau cuacanya cerah, Pak, kalau musim hujan.
Presiden Republik Indonesia
Ya, artinya dalam keadaan normal, penghasilannya satu keluarga Rp 1 juta. Kemudian, harga-harga di situ mahal atau tidak mahal?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Dibilang mahal, menurut dari lokasi tempat konsumen ke penjual, jaraknya juga cukup jauh, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Pak Juni, saya agak kurang jelas mendengarnya. Jadi, jauh ya tempat penjualan dari misalnya beras atau kebutuhan pokok sehari-hari dengan Desa Sebandut, betul? Jaraknya jauh?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Benar, Pak. Benar, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Keadaan jalannya bagaimana? Kendaraannya lancar enggak di situ?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Dalam keadaan kendaraan, lancar, Pak. Maksudnya lancar belum sepenuhnya maksimal, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, satu lagi pertanyaan saya, Pak Juni. Berapa banyak warga atau Kepala keluarga yang tergolong miskin yang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah? Pak Juni tahu enggak angkanya?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Kami di sini, Pak, yang termasuk masyarakat miskin dari sekitar 140 lebih KK, Pak. 145 KK miskin, Pak.
Presiden Republik Indonesia
700 jiwa, tetapi yang miskin 145 KK, bagaimana itu?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Ya, Pak. Rata-rata di desa kami, penghasilannya betul-betul petani. Kalau pekerjaan lain, kalau untuk pendapatan sampingan, kurang, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Ya, Pak Juni, dikirim SMS ke saya, ya. SMS ke saya, 9949, supaya jelas begitu. Tapi di Desa Sebandut misalkan berapa KK atau jiwa, kemudian yang miskin itu berapa persen, berapa KK atau berapa jiwa, kemudian apa saja yang telah dilakukan. Saya ingin mengetahui sekaligus, apakah program pemerintah itu berjalan baik sampai ke ujung-ujung, karena banyak sekali yang kita lakukan, baik berupa bantuan langsung pada masyarakat, apakah di bidang pendidikan, di bidang kesehatan, beras bersubsidi, kemudian Program Keluarga Harapan, atau BLT bersyarat, kemudian ada PNPM, kemudian ada Kredit Usaha Rakyat, saya ingin tahu semua, apakah program-program itu juga bisa dilaksanakan dengan baik di daerah, sampai ke desa-desa. Tolong Pak Juni nanti kirim SMS kepada saya, supaya saya tahu bagaimana implementasi dari kebijakan dan program-program pemerintah. Pak Juni bisa nanti, ya?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Baik, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, apalagi yang ingin disampaikan kepada saya, Pak Juni?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Di sini juga program pemerintah, program-program PNPM sudah berjalan dengan baik, Pak.
Presiden Republik Indonesia
PNPM sudah sampai di situ, ya? Apa yang dilakukan dengan PNPM karena jumlahnya itu bisa Rp 2 sampai Rp 3 miliar per kecamatan. Apa saja, digunakan untuk apa saja biaya besar itu?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Kami diberikan untuk prasarana jalan, pembukaan jalan, penambahan body jalan, penimbunan jalan, dan telepon, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, nanti tolong dikirimkan SMS sekaligus, PNPM untuk apa saja, begitu, dan sekaligus sarannya apa kepada saya. Kalau mengirim SMS kepada saya juga ditembuskan ke Pak Bupati, supaya Pak Bupatinya tahu, begitu, karena begini Pak Juni dan Saudara-saudara yang ada di situ, kita ingin terus meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berbagai macam kebijakan dan program, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten. Memang tidak bisa sekaligus karena keterbatasan anggaran, keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah. Tetapi, yang jelas program-program yang sudah ada itu harus disukseskan, jangan sampai tidak berjalan dengan baik, karena kalau itu saja dijalankan dengan baik, tentu membawa manfaat yang juga besar kepada masyarakat. Ada lagi, Pak Juni?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Ada lagi, Pak. Permintaan kami dari masyarakat sini, dengan adanya telekomunikasi ini dan masalah yang ada di desa kami, satu permintaan, Pak, yaitu penerangan dari listrik, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Pak Juni, listrik yang paling dekat sampai di mana? Di ibu kota Kecamatan Capkala sudah ada atau belum?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Sudah ada, Pak, di ibu kota kecamatan.
Presiden Republik Indonesia
Dari Capkala ke Sebandut berapa kilo, Pak?
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Tiga kilo kurang lebih, Pak.
Presiden Republik Indonesia
Kalau begitu tidak terlalu jauh. Pak Camat ada di situ mestinya. Kalau tiga kilo, mestinya sudah bisa dipasang itu. Nanti, di sini ada Menteri Negara BUMN, nanti akan disampaikan ke pimpinan PLN untuk berkomunikasi ke Bupati Bengkayang untuk bisa disambungkan dari Capkala ke Desa Sebandut.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Terima kasih, Pak. Kami ucapkan mewakili seluruh masyarakat Desa Sebandut, Pak, kami sangat-sangat berterima kasih atas bantuan Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Baik, saya juga mengucapkan terima kasih.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Ada pantun, Pak. Boleh, Pak?
Presiden Republik Indonesia
Silakan, silakan.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Begini, Pak.
Bunga mawar, bunga melati
Disiram air setiap hari
Wahai Bapak Presiden SBY yang baik hati
Cukup di sini, terima kasih
Presiden Republik Indonesia
Sebetulnya itu, kalau masyarakatnya kreatif, itu nanti desanya maju, insya Allah.
Saya juga berterima kasih ke Pak Juni. Sampaikan salam saya kepada semua, berikhtiar untuk memajukan desanya sendiri, apa saja bisa dilakukan entah pertanian, entah usaha dagang, entah peternakan tadi, yang penting pekerjaan dengan serius dilakukan, ditambah dengan bantuan pemerintah, tentu masa depan akan makin maju. Sekali lagi, terima kasih, selamat berjuang, salam untuk semuanya.
Sdr. Juni, Sekretaris Desa Sebandut, Capkala, Bengkayang, Kalbar
Salam kembali dari masyarakat Sebandut, Pak.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI



