Pidato Presiden

Sambutan Acara Video Conference saat Peresmian Pembangunan Program Palapa Ring

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
VIDEO CONFERENCE DALAM RANGKA
PERESMIAN PEMBANGUNAN PROGRAM PALAPA RING,
PROGRAM DESA BERDERING,
DAN PROYEK-PROYEK INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI
ISTANA NEGARA, 30 NOVEMBER 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Saudara Gubernur Nusa Tenggara Barat beserta para pejabat negara yang bertugas di Nusa Tenggara Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Saudara Direktur Utama PT Telkom dan para pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, serta pimpinan usaha swasta, terutama yang bergerak di usaha teknologi komunikasi dan informasi,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada hari ini kita dapat menghadiri satu acara yang sangat penting, yang disambungkan melalui media teknologi komunikasi dan informasi yang kita miliki, yaitu Peresmian Pembangunan Palapa Ring, Peresmian Proyek Desa Berdering, dan sekaligus Peresmian Pembangunan Berbagai Infrastruktur di Bidang Telekomunikasi. Tentu saja saya sependapat bahwa apa yang kita lakukan ini makin mengubah masa depan negara kita, sebuah masa depan yang maju, yang Insya Allah akan menghantarkan rakyat Indonesia untuk mencapai cita-cita dan tujuannya di masa depan.

Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya hormati,
Dua minggu yang lalu, saya menghadiri pertemuan puncak APEC yang dilaksanakan di Singapura, dilanjutkan dengan pertemuan antara ASEAN dengan Amerika Serikat, juga di Singapura. Pertemuan puncak itu sendiri merupakan kelanjutan dari pertemuan puncak G-20 yang sebelumnya juga dilakukan. Dari rangkaian pertemuan puncak itu, yang dihadiri oleh banyak pemimpin dunia, semua sepakat untuk bersama-sama membangun tatanan perekonomian dunia yang makin maju, makin adil, dan makin membawa keseimbangan baru pada tingkat global maupun regional.

Salah satu yang dibahas adalah semua pemimpin negara sepakat agar di masa depan dapat dibangun yang disebut dengan connectivity atau keterhubungan antarsatu negara dengan negara yang lain, agar dengan connectivity itu semua negara mendapatkan peluang yang lebih besar lagi, opportunity. Dengan peluang yang lebih besar lagi, diharapkan masing-masing bisa membangun perekonomiannya lebih baik lagi. Yang dimaksudkan dengan regional connectivity, keterhubungan antara misalnya Indonesia dengan negara-negara ASEAN, dengan Tiongkok, dengan Jepang, dengan Korea Selatan, dengan India, dengan Australia, dan sebagainya. Demikian juga pada tingkat global, connectivity yang lebih luas lagi. Yang dimaksudkan dengan connectivity tiada lain adalah keterhubungan melalui media transportasi, baik darat, laut maupun udara, dan juga melalui media telekomunikasi, persis seperti apa yang kita lakukan pada hari ini, peresmian sejumlah infrastruktur yang mendukung connectivity itu.

Setelah saya menghadiri pertemuan puncak di Singapura, yang penting tentunya karena bangsa Indonesia juga ingin tumbuh bersama, bersama negara lain, menjadi negara yang maju, saya berkunjung ke Ambon. Di Ambon, Maluku, di hadapan para pemimpin daerah waktu itu, saya menyampaikan sekali lagi masalah penting ini, yaitu connectivity, cuma yang saya maksudkan dengan pada connectivity tingkat kita adalah kita tidak boleh hanya terhubung, tersambung antara Indonesia dengan negara-negara lain, tapi terlebih-lebih atau harus lebih dahulu di antara kita sendiri harus saling terhubung. Jadi, bagi saya, bagi Indonesia, domestic connectivity justru penting atau sangat penting.

Tidak baik misalnya Jakarta ataupun kota-kota besar tersambung dengan dunia luar, tetapi di antara kita, di antara 33 provinsi, di antara pulau-pulau besar misalnya Sumatra, Jawa Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua tidak saling terhubung. Itu tidak boleh dan tidak sepatutnya. Mengapa? Kita tidak ingin yang mendapatkan peluang, yang mendapatkan opportunity hanya yang terhubung itu saja, sedangkan daerah atau provinsi atau pulau yang tidak saling terhubung, lantas tidak maju atau tertinggal dari provinsi-provinsi yang lain. Itu tentu bukan pilihan kita, bukan kebijakan kita.

Oleh karena itu, saya menyambut dengan baik prakarsa dari PT Telkom yang tentunya dengan directions dari Menteri Komunikasi dan Informatika, dengan dukungan dari para gubernur dan semua pihak, hari ini dapat kita resmikan tiga proyek yang telah saya sebutkan tadi.

Saudara-saudara,
Saya menyimak tadi pidato dari Saudara Gubernur NTB, dari Saudara Dirut PT Telkom, dan dari Saudara Menteri Komunikasi dan Informatika yang semuanya tentu sekali lagi patut kita syukuri karena kita telah terus melangkah ke depan, membangun infrastruktur telekomunikasi kita yang sama saja dengan membangun perekonomian dan kemajuan bangsa kita.

Saudara-saudara,
Saya ingin menggarisbawahi lagi bahwa belajar dari krisis global dewasa ini di mana pembangunan perekonomian dunia selama ini timpang, tidak seimbang, sehingga ketika terjadi krisis, hampir semua perekonomian dunia runtuh. Ekonomi negara-negara maju, Amerika, Eropa justru terpukul lebih berat lagi. Alhamdulillah, Indonesia bisa meminimalkan dampak dari krisis global itu bersama sedikit dari negara-negara lain yang juga bisa mengelola perekonomian dalam negerinya.

Mengapa dunia menjadi rentan terhadap krisis seperti ini? Karena pertumbuhan perekonomian global tidak seimbang, tidak inklusif, tidak berkeadilan. Ada negara yang lebih banyak mengkonsumsi, membeli barang-barang yang dijual oleh negara lain. Ada negara yang lebih banyak menjual barang-barangnya sebagai sumber pertumbuhan, sehingga ketika terjadi ketimpangan, mismatch, maka terjadilah krisis perekonomian itu.

Belajar dari itu semua, bagi Indonesia, ekonomi kita ke depan tidak boleh hanya mengandalkan ekspor atau export-oriented economy. Kita harus memperkuat perekonomian domestik kita. Kita harus memperkuat perdagangan dalam negeri kita. Kita harus mengembangkan perekonomian daerah, sehingga nantinya perdagangan antarpulau, antarprovinsi, antardaerah makin maju, dan itu menjadi sumber pertumbuhan perekonomian kita, dan tidak hanya mengandalkan ekspor kita. Dengan penjelasan singkat ini, betapa penting keterhubungan itu, termasuk keterhubungan di bidang teknologi komunikasi dan informasi.

Saudara-saudara,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Kita telah menetapkan sebuah kebijakan nasional, pengembangan IT atau komunikasi dan informasi teknologi ke depan, paling tidak 10 tahun mendatang, ada tiga sektor utama. Sektor pertama adalah di dunia pemerintahan atau e-goverment. Kemudian yang kedua, ada dunia pendidikan, e-education. Dan yang ketiga adalah pada dunia usaha, e-business.

Kemudian infrastruktur telekomunikasi itu sendiri kita harapkan juga merambah, memasuki, menjamah semua segi kehidupan, semua sektor, terutama tiga sektor yang saya sebutkan tadi, termasuk jangkauan sampai ke daerah-daerah sebagaimana yang disampaikan tadi, Insya Allah kita akan bisa berkomunikasi dengan saudara-saudara kita di dua desa di Nusa Tenggara Barat dan di Kalimantan Barat melalui teknologi komunikasi atau telekomunikasi ini. Ini menjadi kebijakan kita, mari terus kita kembangkan ke depan. Diperlukan kebersamaan antara pemerintah dengan dunia usaha untuk bersama-sama menyukseskan pengembangan IT ini, terutama pada sektor pendidikan, pemerintahan, dan kemudian dunia usaha.

Saudara-saudara,
Kita tidak menyadari barangkali, bahwa dengan perkembangan teknologi yang makin canggih ini, negara kita makin masuk ke dalam yang saya sebut open society. Sejak kita melaksanakan reformasi dan demokratisasi, negara kita telah menjadi negara yang demokratis, di mana kebebasan makin mekar, termasuk kebebasan pers. Dengan kontribusi teknologi yang kita gelar sekarang ini, komunikasi dan informasi, maka wajah dari demokrasi kita, wajah kehidupan negeri kita makin terbuka, sehingga apa yang saya sampaikan tadi, we are entering satu periode yang penting, yaitu open society. Open society, kehidupan demokrasi tentu memberikan peluang yang luar biasa besarnya. Apabila demokrasi hidup, kebebasan hidup, inovasi berkembang, kreativitas juga demikian, ditambah dengan dinamika dari sebuah masyarakat, masyarakat yang terbuka, open society, maka bangsa itu akan menjadi kreatif dan inovatif. Di situ bangsa itu bisa membangun masa depannya yang lebih baik.

Banyak sekali peluang yang kita dapatkan dari kehidupan yang demokratis, yang penuh dengan kebebasan sekaligus dalam karakter masyarakat yang terbuka atau open society. Namun demikian, ada tantangan yang harus kita jawab bahwa kebebasan itu, freedom, harus bergandengan tangan dengan aturan atau rules atau rule of law. Maka apabila sebuah kehidupan masyarakat, kebebasannya mekar, tapi disertai tanggung jawab, disertai yang disebut dengan rules atau aturan, maka demokrasi itu akan sungguh sehat.

Masyarakat yang terbuka di samping mendatangkan kebaikan, ada juga tantangan. Tantangan dalam arti, mari kita persiapkan masyarakat kita untuk hidup dalam masyarakat yang terbuka, dalam open society. Mari kita siapkan mentalnya, mari kita siapkan pengetahuannya, mari kita siapkan daya kritisnya untuk bisa betul-betul bisa memahami dinamika dari open society dan freedom dari demokrasi. Kalau tidak, akan ada kepincangan-kepincangan dalam kehidupan itu. Oleh karena itu, marilah kita perteguh komitmen kita untuk membangun demokrasi dan mengembangkan open society, peluangnya kita tangkap dengan baik, tantangan-tantangannya harus kita jawab. Kita bersalah kalau tidak kita siapkan dua-duanya. Masyarakat kita dari ujung ke ujung di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, di pelosok-pelosok, mereka bisa terhubung satu sama lain, mendapatkan berbagai berita yang disiarkan oleh media massa. Banyak sekali. Mari kita persiapkan pengetahuan mereka, sikap mereka, supaya tidak gagap, tidak mengalami shock yang akhirnya justru tidak membawa manfaat bagi kehidupan kita.

Demokrasi di samping ada masalah-masalah yang menyertainya, tetapi saya yakin lebih baik dari sistem apapun. Demikian juga masyarakat terbuka, open society, meskipun ada tantangan-tantangannya tetap lebih baik dibandingkan close society, masyarakat yang tidak memiliki kebebasan untuk berekspresi. Tetapi sekali lagi, mari kita jaga keseimbangannya, dengan demikian kehidupan demokrasi kita makin bermartabat serta membawa manfaat bagi semua.

Saudara-saudara,
Hadirin yang saya hormati,
Khusus pembangunan daerah, saya mendengar tadi yang disampaikan oleh Saudara Gubernur Nusa Tenggara Barat, saya pernah berdiskusi dengan beliau, saya dukung berbagai prakarsa untuk membangun NTB, banyak sekali yang disampaikan kepada saya dulu, membangun misalkan, boleh tepuk tangan. Beliau ingin betul Nusa Tenggara Barat memiliki ketahanan pangan yang lebih baik, bukan hanya pertanian tapi juga peternakan, cattle, beliau juga ingin waktu itu menghidupkan tourism atau kepariwisataan, satu bentuk ekonomi yang berbasiskan keindahan alam dan juga budaya. Beliau ingin mengembangkan usaha pertambangan yang ada di Nusa Tenggara Barat, dan banyak lagi yang ingin dilakukan, saya dukung dengan penuh, pastikan bahwa semuanya itu membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat di Nusa Tenggara Barat. Saya kira, sudah saatnya para gubernur di seluruh Indonesia lebih kreatif, lebih inovatif, mencari dan menggali potensinya, keunggulannya sesuai dengan karakter dari daerahnya masing-masing.

Wilayah timur Indonesia adalah wilayah yang rasionya lebih banyak lautan dibandingkan daratan. Oleh karena itu, ekonomi Indonesia bagian timur di masa depan tentulah berbeda dengan ekonomi Kalimantan, ekonomi Jawa, ataupun ekonomi Sumatra. Barangkali penguasaan sumber daya kelautan menjadi sangat penting, industri kelautan, industri perikanan, pariwisata bahari, dan sebagainya itu adalah merupakan unggulan yang mesti terus dikembangkan oleh provinsi-provinsi atau daerah-daerah di wilayah timur Indonesia. Saya berharap agar apa yang telah Saudara cita-citakan di NTB betul-betul bisa diwujudkan dengan dukungan semua pihak, dari tokoh masyarakat, dari masyarakat luas, dan pemerintah pusat tentu akan memberikan dukungan agar semuanya itu bisa dicapai dengan baik.

Saudara-saudara,
Itulah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yag baik ini, dan akhirnya dengan, saya ralat dulu, saya akan membalas pantunnya Pak Tifatul Sembiring, pantun dibalas dengan pantun.

Burung Sebatik yang bersuara nyaring, hinggap di kayu
Terima kasih, Pak Tifatul Sembiring, thank you

Baiklah, Saudara-saudara, sekali lagi dengan memohon ridho Allah SWT dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pembangunan Palapa Ring, Pembangunan Proyek Desa Berdering, dan juga Pembangunan Proyek-proyek Infrastruktur Telekomunikasi dengan resmi saya mulai.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan