Pidato Presiden
Sambutan Puncak Peringatan Hari Guru Nasional
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PUNCAK PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2009 DAN
HARI ULANG TAHUN KE-64
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI)
STADION TENIS (INDOOR), GELORA BUNG KARNO, SENAYAN
1 DESEMBER 2009
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Pada Guru yang saya cintai dan hadirin sekalian yang saya muliakan, Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur, pada hari ini dapat berkumpul bersama-sama untuk menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2009, sekaligus Hari Ulang Tahun ke-64 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pada kesempatan yang baik ini, atas nama pemerintah, negara, dan pribadi, saya ingin menyampaikan salam hormat dan salam bahagia saya kepada para guru dan para anggota, serta pengurus PGRI, serta insan pendidik di seluruh tanah air. Semoga di hari jadinya yang ke-64 ini, PGRI beserta para guru dapat terus meningkatkan kiprah dan pengabdiannya dalam memajukan kualitas pendidikan dan mencerdaskan anak-anak Indonesia.
Saudara saudara,
Tema Hari Guru Nasional tahun ini, adalah "Memacu Peran Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional, Sejahtera, Bermartabat dan Terlindungi” dengan subtema ”Membangun Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional dan Bermartabat". Tema dan sub tema itu, saya nilai tepat dan relevan dalam upaya untuk memajukan kualitas, profesionalisme, dan kesejahteraan guru di negeri kita.
Melalui tema ini, saya mengajak para guru dan jajaran PGRI di seluruh tanah air, untuk meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas, sekaligus meningkatkan profesionalisme para guru dalam mengemban amanah yang sangat mulia ini. Mari kita jadikan profesionalisme guru, sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas pendidikan di negeri kita. Kepada jajaran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat luas, saya mengajak untuk menjadikan tema ini sebagai sumber inspirasi dan inovasi dalam mendukung pengembangan profesi, peningkatan kualitas, dan sekali lagi peningkatan kesejahteraan para guru.
Saudara saudara,
Perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa bangsa yang maju, modern, sejahtera dan bermartabat adalah bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang unggul dan maju. Pendidikan yang bermutu memiliki peran sentral dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, kreatif dan inovatif. Sumber daya manusia seperti itulah yang akan menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang mandiri, berdaya saing dan memiliki akhlak, serta peradaban yang mulia.
Tentu saja, pendidikan yang bermutu akan sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yaitu guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat. Guru yang tidak hanya mampu mempersiapkan generasi saat ini dalam menghadapi tantangan masa sekarang, tetapi juga guru yang mampu mempersiapkan generasi muda yang memiiliki kecerdasan, emosional yang tinggi, yang terampil, yang mantap, serta memiliki kemandirian dan daya saing untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah berketetapan untuk meningkatkan pendidikan yang makin maju dan berkualitas. Pendidikan yang bertumpu pada keberadaan guru-guru yang profesional, kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman, serta ketersediaan fasilitas pendidikan yang makin lengkap untuk menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik.
Hadirin yang saya hormati,
Abad ke-21 yang kita masuki saat ini, dikenal sebagai abad pengetahuan atau knowledge age. Pada abad ini, tantangan pembangunan pendidikan tidaklah menjadi semakin ringan. Paradigma pembangunan pendidikan telah memasuki ranah yang makin kompleks dan beragam. Paradigma pendidikan di era abad pengetahuan lebih mengutamakan proses pendidikan sepanjang hayat (long life education). Proses pembelajaran yang lebih berfokus pada tatanan yang makin holistik, yang menuntut adanya perubahan hubungan guru-murid, dari yang bersifat hierarkis formal menjadi hubungan yang bersifat kemitraan.
Proses pendidikan juga menekankan keseimbangan antara pendidikan akademik dengan pendidikan tata nilai. Pendidikan yang tidak sebatas ditujukan untuk memberantas buta aksara, tetapi juga memberantas buta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan di abad pengetahuan, juga menuntut manajemen pendidikan yang makin modern dan profesional. Manajemen pendidikan yang sanggup menjadikan lembaga-lembaga pendidikan sebagai penyelenggara proses belajar mengajar yang makin bermutu, mampu memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan yang inovatif dan makin produktif.
Konsekuensinya Saudara-saudara, pendidikan yang kita selenggarakan saat ini menuntut adanya perubahan yang mendasar dalam pengembangan kualitas profesi para guru. Sosok guru di abad pengetahuan, harus ditandai dengan keteguhan iman dan taqwa, tingginya semangat nasionalisme, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta wawasan yang jauh ke depan. Guru menjadi tokoh sentral, ke arah mana masa depan bangsa kita akan kita bawa.
Karena itulah, paradigma pendidikan di abad ke-21 menuntut perubahan peran guru. Guru harus mampu menjadi insan pendidik yang makin profesional, kreatif dan dinamis. Insan pendidik yang sanggup menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang inovatif atau innovative learning environment. Insan pendidik yang sanggup menunaikan peran multi fungsi sebagai fasilitator, motivator, komunikator, transformator, bahkan sebagai agen perubahan (agent of change). Sejalan dengan itu, Saudara-saudara, guru harus mampu melakukan reformasi metodologi pembelajaran yang berorientasi kepada murid dan bukan kepada guru. Dengan peran multi fungsi itu, para guru diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan teknologi, sekaligus mampu membentuk sikap, jiwa dan karakter murid-muridnya agar mampu bertahan di era kompetisi yang semakin ketat di abad ke-21 ini. Guru yang mampu membawa perubahan peradaban bagi generasi yang sedang tumbuh mekar.
Hadirin yang saya hormati,
Di era global saat ini, dimana batas-batas negara semakin nisbi, maka guru sebagai ujung tombak pendidikan juga dituntut untuk dapat membekali anak didik untuk bisa hidup bersama dengan komunitas lainnya, baik pada tingkat nasional maupun tingkat pada tingkat global.
Kemarin saya telah meresmikan dimulainya pembangunan fisik serat optik yang menghubungkan Mataram hingga Kupang, serta penggunaan berbagai infrastruktur telekomunikasi di tanah air. Saya berharap dunia pendidikan di Indonesia, dapat memanfaatkan sepenuhnya infrastruktur telekomunikasi tersebut untuk meningkatkan efektivitas pendidikan di tanah air.
Saudara-saudara,
Kita patut bersyukur, sejak saya canangkan guru sebagai profesi pada tanggal 14 Desember tahun 2004, 5 tahun yang lalu, maka pengembangan profesionalisme para guru telah berjalan makin baik. Alhamdullillah, kita telah memiliki Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang ini telah mengamanatkan dengan tegas tentang kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga pendidik profesional. Sejak itu pula, pemerintah telah meningkatkan kualitas sekitar 2,8 juta guru dari berbagai jenjang pendidikan di tanah air. Boleh tepuk tangan.
Kita juga telah memiliki pranata hukum sebagai turunan dari undang-undang itu. Ingat, kita telah memiliki Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2007, yang mengatur penyesuaian tunjangan tenaga kependidikan; Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang guru; dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen. Semua peraturan itu, peraturan pemerintah itu, baik menyangkut guru dan dosen, antara lain mengatur tentang sertifikasi, pemberian tunjangan profesi, tunjangan khusus, serta maslahat tambahan dan penghargaan bagi para guru dan dosen berprestasi. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor.
Saudara-saudara,
Pada Hari Guru tahun ini, sesuai dengan yang diharapkan dr. Sulityo tadi. Pak Sulistyo ini setiap ketemu saya tidak pernah berhenti mengajukan saran, rekomendasi dan usulan. Tapi ini model atau contoh Ketua PGRI yang gigih memperjuangan Saudara semua. Saya sekali lagi ingin menyampaikan berita baik kepada Saudara-saudara semua, terutama bagi guru yang belum mendapat tunjangan profesi. Saat ini, dari informasi yang saya terima, masih ada sekitar 2,1 juta guru di Depdiknas dan sekitar 400 ribu guru di lingkungan Departemen Agama yang belum mendapat tunjangan profesi. Karena itulah, sebagai penghargaan pemerintah terhadap profesi guru dan tindak lanjut dari Pidato Kenegaraan yang saya sampaikan di depan Sidang Paripurna DPR RI tanggal 15 Agustus 2009 yang lalu, tadi pagi alhamdulillah saya telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2009 tentang Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil.
Dalam Peraturan Presiden itu, ditetapkan tambahan penghasilan bagi guru PNS yang belum mendapat tunjangan profesi sebesar Rp 250.000 setiap bulan. Tambahan penghasilan itu, diberikan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2009. Kalau terima rapel ingat Ketua Umum PGRI, ingat Mendiknas. Saudara-saudara, dengan keluarnya Peraturan Presiden itu, syukur alhamdulillah, penghasilan guru terendah dapat mencapai sekurang-kurangnya 2 juta rupiah per bulan.
Saudara-saudara,
Sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mengembangkan profesionalisme para guru, kehadiran berbagai produk hukum itu telah kita tindak lanjuti dengan ketersediaan anggaran yang meningkat secara tajam. Sekarang dengarkan lagi, biar nanti ada kabar gembira lagi nanti. Alhamdulillah, sebagian dari anggaran pendidikan yang besar di tahun 2009 telah dialokasikan antara lain untuk mengangkat martabat guru dan dosen, untuk meningkatkan kompetensi guru dan dosen, untuk memajukan profesi, untuk memberikan perlindungan hukum dan profesi, serta untuk perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja para guru.
Anggaran yang besar itu, juga telah dialokasikan untuk mengurangi kesenjangan ketersediaan guru dan dosen antar daerah dari segi jumlah, dari segi mutu, kualifikasi akademik dan juga kompetensi.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah memberikan berbagai tunjangan. Untuk Saudara-saudara ketahui, hingga saat ini pemerintah telah membayarkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok kepada lebih dari 350.000 orang guru. Pada tahun 2009 ini, pemerintah juga telah menetapkan sasaran pemberian subsidi tunjangan fungsional kepada sekitar 478.000 orang guru bukan PNS. Pemerintah juga telah memberikan bantuan kesejahteraan kepada lebih dari 30.000 orang guru yang bertugas di daerah terpencil.
Ke depan Saudara-saudara, pemerintah bertekad untuk melanjutkan berbagai upaya dalam pengembangan profesi guru, agar dapat meningkatkan empat dimensi pendidikan, yaitu pendidikan berdimensi keimanan, pendidikan berdimensi keilmuan, pendidikan berdimensi ketrampilan, dan pendidikan berdimensi pengembangan kepribadian.
Pemerintah juga memberikan perhatian yang besar pada upaya peningkatan kualifikasi bagi para guru setara S1 dan D4, dengan cara memberikan beasiswa. Insya Allah, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, guru-guru kita telah memenuhi semua sertifikasi pendidik, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kehadiran para guru dan dosen yang makin profesional, insya Allah akan mengakselerasi terbentuknya masyarakat yang maju di negeri kita.
Saudara saudara,
Dengan perhatian dan komitmen pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri kita, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin berpesan kepada para guru dan dosen di seluruh tanah air, agar terus bekerja keras, berpikir cerdas, dan senantiasa meningkatkan pembinaan profesinya. Jadikanlah profesionalisme guru sebagai totalitas pengabdian Saudara. Jadilah insan pendidik yang berkarakter, sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Nuh tadi. Insan pendidik yang selalu bersemangat, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas pendidikan. Pedomani kode etik, dan berikan pola pengajaran yang tepat kepada para anak didik kita. Jadilah teladan bagi anak didik Saudara dimana saja Saudara bertugas dan berada.
Kepada Saudara Menteri Pendidikan Nasional, saya berpesan agar terus memberikan perhatian yang besar, pada pembinaan dan peningkatan profesi para guru dan dosen. Kalau Pak Nuh lupa diingatkan, tolong nanti. Percepat upaya peningkatan kualifikasi guru, melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan hasil belajar bagi guru yang akan melanjutkan studi ke jenjang S1.
Kepada para pimpinan dan segenap jajaran PGRI, saya mengajak Saudara-saudara untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru-guru kita. Berikan dukungan pada upaya pemajuan profesi, peningkatan kompetensi, pembinaan karier, perluasan wawasan, perlindungan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya berpesan agar melanjutkan semua upaya yang mendukung pengembangan profesi bagi para guru di wilayah Saudara. Terapkan kebijakan peningkatan kualitas guru yang makin terstruktur dan makin sistematis. Berikan bantuan dan perluas peluang bagi para guru dalam mengikuti program sertifikasi, agar mereka dapat terus meningkatkan kualifikasinya. Lakukan kerjasama dengan semua pihak terkait. Kaji dan telaah dengan seksama pola pendistribusian para guru di wilayah Saudara masing-masing. Lakukan de-bottlenecking, menyalurkan sumbatan atas berbagai hambatan birokrasi dalam proses sertifikasi para guru.
Akhirnya, kepada Saudara-saudara yang meraih penghargaan, saya sampaikan ucapan selamat, hormat dan apresiasi saya yang tinggi. Tingkatkan prestasi yang telah Saudara raih. Jadilah teladan dimana pun Saudara berada.
Hadirin yang saya muliakan,
Para Guru yang saya cintai,
Rakyat Indonesia yang saya banggakan,
Sebelum mengakhiri sambutan saya, saya ingin menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan situasi politik, yang akhir-akhir ini menghangat, khususnya di Ibukota jakarta.
Dinamika politik yang ada, harus kita pandang sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Meskipun ada hingar-bingar politik, saya mengajak para guru dan jajaran pemerintah di seluruh Indonesia untuk tetap berkonsentrasi pada tugas-tugas yang harus diemban demi kepentingan rakyat yang kita cintai, jangan sampai mengganggu semangat dan kinerja Saudara, semangat dan kinerja kita semua. Pro dan kontra dalam kehidupan demokrasi itu wajar. Tidak apa-apa punya pandangan, punya kritik, pro kontra dan sebagainya.
Saya simak 4 minggu terakhir ini, rakyat kita, terutama di Jakarta dan kota-kota besar memiliki rasa ingin tahu dan kepedulian yang tinggi, misalnya terhadap kasus Saudara Bibit Samad Riyanto dan Saudara Chandra Hamzah dan sekarang ini ingin tahu dan peduli pada kasus Bank Century. Rasa ingin tahu dan kepedulian itu harus kita hormati. Saya melihatnya dari kacamata yang positif, rakyat kita ingin mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya, bukan desas-desus, bukan rumor, apalagi berita yang jauh dari kebenarannya. Semua itu adalah hak rakyat yang harus kita junjung tinggi dan kita hormati.
Saya ingin mengulangi pilihan yang kita ambil terhadap kasus Saudara Bibit dan Saudara Chandra. Mengamati perkembangan situasi, utamanya pandangan masyarakat luas, maka pilihan kita adalah melakukan perbaikan menyeluruh di berbagai lembaga yang kita nilai ada kekurangan, kesalahan dan hal-hal yang tidak berjalan dengan benar, dengan tanpa membawa kasus itu ke pengadilan. Itu adalah konstruksi terbaik agar tujuan kita untuk terus mencegah dan memberantas korupsi dapat kita lanjutkan dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab semua dilakukan perbaikan.
Terhadap kasus Bank Century yang sedang mengemuka hari-hari terakhir ini, mari kita berikan kesempatan kepada DPR RI, setelah BPK menyelesaikan pemeriksaan terhadap kasus Bank Century itu. Silakan nanti diikuti oleh rakyat indonesia secara terbuka, apakah benar-benar ada kejahatan dan apakah juga ada korupsi dalam penanganan kasus Bank Century.
Ciri-ciri pemerintahan yang baik dalam arti yang luas adalah keterbukaan, biar rakyat mengikuti semuanya secara gamblang. Oleh karena itu, harapan kita, proses untuk membikin terang kasus itu bisa dijalankan dengan seksama, dengan demikian, rakyat kita mendapatkan informasi yang benar, bukan yang tidak benar. Dalam konteks itu, saya sebagai Kepala Negara, sejak beberapa hari yang lalu, merasa prihatin, atas beredarnya berita secara terbuka yang saya nilai sebagai fitnah, berita yang tidak berlandaskan pada kebenaran dan menurut saya, berita itu sudah keterlaluan. Dikatakan ada aliran dana dari Bank Century, katanya kepada tim politik SBY dalam jumlah yang besar.
Saudara-saudara,
Di hadapan Allah SWT, pada kesempatan yang baik ini, di forum yang mulia ini, forum pendidik yang memiliki perasaan, nurani dan akal budi, saya ingin menyampaikan bahwa berita itu 100% tidak benar. Dan tidak pernah ada semuanya itu. Silakan nanti dicek, tentang kebenaran dari berita itu. Tentu berita atau fitnah yang luar biasa itu perlu diselesaikan agar keadilan tegak di negeri ini. Mereka yang dicemarkan nama baiknya di depan jutaan rakyat, memberikan beban pada keluarga, anak, istri, cucu, handai taulan, tentu memiliki hak untuk mendapatkan keadilan. Negara kita negara hukum. Oleh karena itu, kita berikan ruang untuk sekali lagi mendapatkan keadilannya yang sejati.
Namun Saudara-saudara, jika negara kita tumbuh seperti ini, kalau politik yang kita harapkan makin bermartabat, sebagai cerminan dari demokrasi yang makin matang, tiba-tiba penuh dengan intrik, dengan fitnah dan pembentukan karakter, saya harus mengatakan, keadilan bisa terinjak, demokrasi bisa rusak, peradaban kita bisa tercemar. Saya mengajak rakyat indonesia melalui mimbar mulia dan terhormat ini, mari kita bangun politik yang baik, politik yang ksatria dan politik yang sportif. Mari kita bangun politik yang tidak menghalalkan segala cara dan politik yang mendidik rakyat kita.
Saya kira sebagai akhir dari sambutan saya, tema ajakan saya ini tepat saya sampaikan pada Hari Guru Nasional di hadapan para guru yaitu tema "Mari sekali lagi, kita membangun politik yang mendidik, dan perlunya moral dan etika dalam politik”. Kebenaran dan keadilan akan datang, barangkali terlambat, tapi insya Allah akan datang karena itu kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Itulah breaking news dari saya.
Terima kasih. Sampaikan salam saya kepada seluruh guru dan keluarga di seluruh tanah air. Dirgahayu PGRI, jayalah guru Indonesia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



